10 Kerajinan Khas Jawa Barat untuk Inspirasi Sulam dan DIY
Sandal Cibaduyut
Cibadyut berada di bagian selatan kota Bandung. Tempat ini menjadi sentra industi sepatu Jawa Barat. Warga Cibaduyut mayoritas bekerja sebagai pengrajin sepatu sejak zaman sebelum kemerdekaan.
Dahuluterdapat pabrik sepatu di sana namun pabrik tersebut bangkrut. Berbekal dengan keahlian selama bekerja, para mantan pegawai pabrik sepatu tersebut membuka usaha sendiri yaitu dengan memproduksi sepatu.
Usaha mereka dilakukan di rumah masing-masing. Tak disangka sepatu produk mereka menarik banyak orang. Mereka sampai kewalahan memenuhi pesanan konsumen. Untuk itu mereka merekrut tenaga kerja.
Pengrajin sepatu di Cibaduyut pun semakin bertambah hingga berjumlah 89 unit pengrajin pada tahun 1940 dan 150 unit pada 1950. Hingga pada tahun 1978 tempat ini dianggap sebagai sentra industri kerajina sepatu bahkan menjadi destinasi wisata pada 1989.
Tidak hanya sepatu, Cibaduyut pun mulai memproduksi berbagai macam aksesoris yang terbuat dari kulit. Mereka memproduksi tas, jaket dan sebagainya.
Pengrajin sepatu Cibaduyut ini meredup ketika krisis moneter melanda negeri ini tahun 1998. Namun usaha mereka segera bangkit dan kembali bersinar pada tahun 2000 an. Kini Cibaduyut kembali menjadi destinasi wisata baik mancanegara maupun domestic.
Kualitas sepatu Cibaduyut tidak kalah bagus dengan merek-merek terkenal lainnya. Terdapat banyak macam sepatu dengan berbagai bentuk bahkan konsumen bisa memesan sepatu sesuai dengan keinginannya.
Harga sepatu yang ditawarkan pun bervariasi. Jika kamu pandai menawar kamu akan mendapat harga termurah namun jika tidak kamu akan mendapat harga termahal.
3. Batik Ciamis
Jenis batik Jawa Barat yang menggambarkan kerajaan Galuh
Untuk batik Jawa Barat dari Ciamis, tiga motif yang populer, ciung wanara, batu hiu dan galuh pakuan merupakan gambaran dari kerajaan Galuh yang berjaya di Jawa Barat pada masanya.
Motif ciung wanara diambil dari sejarah perebutan kekuatan di Ciamis oleh tokoh bernama yang sama. Sedangkan motif galuh pakuan, diambil dari gagang keris Raja Galuh. Sementara motif batu hiu diambil dari pariwisata di Pangandaran.
Ada pula motif parang sontak yang warnanya lebih lembut, hanya cokelat dan putih. Ini karena motif tersebut cukup bersejarah dan dipengaruhi oleh orang-orang yang berpindah dari Yogya dan Solo.
Tags: kerajinan jawa