10 Kerajinan Khas Jawa Barat untuk Inspirasi Sulam dan DIY
3. Batik Ciamis
Jenis batik Jawa Barat yang menggambarkan kerajaan Galuh
Untuk batik Jawa Barat dari Ciamis, tiga motif yang populer, ciung wanara, batu hiu dan galuh pakuan merupakan gambaran dari kerajaan Galuh yang berjaya di Jawa Barat pada masanya.
Motif ciung wanara diambil dari sejarah perebutan kekuatan di Ciamis oleh tokoh bernama yang sama. Sedangkan motif galuh pakuan, diambil dari gagang keris Raja Galuh. Sementara motif batu hiu diambil dari pariwisata di Pangandaran.
Ada pula motif parang sontak yang warnanya lebih lembut, hanya cokelat dan putih. Ini karena motif tersebut cukup bersejarah dan dipengaruhi oleh orang-orang yang berpindah dari Yogya dan Solo.
17 Motif dan Jenis Batik Jawa Barat yang Kaya Warna dan Makna
Sering lihat batik Jawa Barat yang motifnya seperti awan dengan warna-warna cerah, seperti biru, pink atau hijau? Motif itu bernama megamendung, khas dari Cirebon. Sentra batik ini berada di kawasan Trusmi, Plered, Kabupaten Cirebon.
Warna cerah dipengaruhi karena letak Cirebon yang dekat dengan pantai, membuatnya masuk dalam golongan batik pesisir. Meski begitu, batik Cirebon juga masuk ke dalam bagian batik keraton. Ini karena di sana terdapat tiga keraton yang juga memiliki motif sendiri dari setiap keratonnya.
Megamendung menjadi motif batik yang paling banyak dibuat karena mencirikan Cirebon. Motif batik ini menggambarkan awan yang membawa hujan ini bermakna lambang kesuburan dan pemberi kehidupan. Menilik dari segi sejarah, motif megamendung sangat berkaitan pada sejarah datangnya bangsa Tiongkok ke Cirebon. Pencampuran warnanya sangat detail dengan pengerjaan lebih dari dua kali untuk mendapatkan warna maksimal.
Payung Geulis
Payung geulis adalah souvenir khas dari daerah Tasikmalaya. Payung ini digunakan digunakan dalam berbagai acara seni tradisional di Jawa Barat. Payung ini juga seringkali digunakan sebagai dekorasi ruangan. Bahkan pada tahun 1926 para noni Belanda banyak yang menggunakan payung ini.
Geulis dalam bahasa Sunda berarti “cantik” sehingga payung geulis memiliki arti payung cantik. Payung geulis terbuat dari bahan kertas dan kain yang bermotif. Motifnya terbagi menjadi dua macam yaitu motif geometris dan non geometris.
Pada motif geometris gambar yang menonjol adalah gambar garis lurus, lengkung, dan patah-patah. Sedangkan motif non geometris menonjolkan gambar seperti manusia, tumbuhan, ataupun manusia. Rangka dari payung ini terbuat dari bambu.
Untuk menambah kesan menarik bagian dalam payung diberi benang warna-warni. Namun payung ini mengalami penurunan peminat pada tahun 1955 hingga 1968. Pada saat itu Indonesia menganut sistem ekonomi terbuka.
Dengan begitu produk-produk luar negeri dapat masuk ke Indonesia termasuk produk payung import. Hal ini menggeser posisi payung geulis dan membuat pengrajin payung geulis mengalami kebangkrutan.
Mengetahui hal pemerintah kota Tasikmalaya tidak tinggal diam. Para pengrajin diberi bantuan berupa peralatan dan bahan untuk meningkatkan kualitas produk payung geulis mereka.
Payung geulis pun berangsur-angsur mulai kembali diminati pada tahun 1980 an. Hingga saat ini belum ada inovasi maupun modifikasi terhadap payung geulis sehingga bentuk payung ini masih sangat asli.
Anyaman Rajapolah
Rajapolah adalah nama dari sebuah kecamatan yang ada di Tasikmalaya. Di sana banyak sekali toko-toko kerajinan tangan di sepanjang jalan. Tidak heran jika tempat ini dijadikan sebagai pusat industry rumahan khususnya untuk kerajinan anyaman dan kompor.
Produk yang ditawarkan pun berbagai macam mulai dari tas, dompet, miniatur becak, miniatur mobil, gelang, wadah pensil, topi, dll. Hal yang menarik adalah kerajinan-kerajinan tersebut dijual dengan harga murah namun dapat bertahan lama.
Bahan baku yang digunakan pu cukup unik seperti mendong yaitu rerumputan yang ada di sekitar rawa-rawa. Warga memanfaatkan tanaman liar ini menjadi sesuatu yang berguna dalam kehidupan sehari-hari.
Selain itu bahan baku anyaman lainnya yaitu bambu, pandan, dan enceng gondok. Saat ini setidaknya ada 50 kios yang menjual anyaman-anyaman tersebut.
5. Cilok
Masih satu keluarga dengan cireng, cilok juga menjadi jajanan khas Jawa Barat yang cukup populer. Tak hanya di Jawa Barat, cilok pun banyak ditemui di kawasan lain seperti Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jakarta.
Cilok sendiri banyak kamu temukan di kota Bandung dan menjadi jajanan hits disana. Cilok atau aci dicolok ini dibuat dari tepung kanji yang dibentuk bulat dan direbus sampai kenyal sebelum ditusukkan ke lidi sate. Untuk menikmatinya, biasanya cilok dicocol pada saus beraneka ragam, bisa dengan saus kacang dengan sedikit cabai dan kecap, atau bisa juga dengan bumbu kering rasa balado hingga barbeque.
Baca juga : 20 Makanan Khas Sunda Terkenal Enak Banget dan Rekomended
Tags: kerajinan jawa