... 5 Ide Kreatif Benang Merah: Inspirasi DIY untuk Hobi Sulam dan Kerajinan Tangan2 / 2

Memahami "5 Benang Merah" dalam Kerajinan Jarum dan DIY - Kunci Keberhasilan yang Mendalam

Benang Merah

Kepala SMKN 1 Luragung, Muhsin, M.Kom Benangmerah , Melalui program SMK PK tahun 2024, SMKN 1 Luragung akan memfasilitasi siswa kelas 12 b.

Audensi Tim Penataan Aset Kesultanan Cirebon dengan PJ Bupati Kuningan yang diwakili Asda I, Toni Kusumanto, AP, M.Si Benangmerah , Jaring.

Owner Varvara Hill Rivai Hendriana fose bersama Bupati Kuningan Acep Purnama Usai acara Gunting pita Benangmerah - Awal lahirnya Resto co.

Kesultanan Samudera Pasai Aceh PYM Sultan Malik Samudera Pasai Teuku Haji Badruddin Syah ZFA , Keraton Kasepuhan Kesultanan Cirebon PYM Su.

Kampus SMP Negeri 1 Kramatmulya, Kabupaten Kuningan Benangmerah , SMP Negeri 1 Kramatmulya sebagai sekolah favorit di wilayahnya, saat in.

Apa itu Red String Theory? Kepercayaan Tentang Jodoh dari Tiongkok

ilustrasi red string (pexels.com/cottonbro studio)

Buat Swifties pasti gak asing dengan lagu Taylor Swift yang berjudul Invisible String? Selain lirik dan instrumennya yang easy listening, lagu ini punya makna mendalam. Di dunia ini ada sebuah fenomena tak terduga tentang jodoh yang tersembunyi dan tidak disadari keberadaannya. Tapi sebenarnya saling terhubung satu sama lain.

Ternyata lagu ini juga relate dengan sebuah kepercayaan dari Tiongkok yakni Red String Theory. Belakangan istilah ini semakin banyak dikenal, salah satunya karena banyak orang yang merasakannya juga.

Sebenarnya apa itu Red String Theory dan bagaimana hal ini bisa berkaitan dengan jodoh? Simak ulasan selengkapnya di sini.

Asal usul Red String Theory

ilustrasi sepasang kekasih (pexels.com/Jasmin Wedding Photography)

1. Mitologi Jepang

Konsep benang merah pertama kali muncul dalam mitologi Jepang, yang mengaitkannya dengan ikatan takdir atau pertemuan yang sudah ditentukan sejak awal. Dalam mitos Jepang, dikatakan bahwa dewa cinta dan pernikahan, disebut "Akai Ito" (benang merah), mengikat jari-jemari orang-orang yang sudah ditakdirkan untuk bertemu sebagai pasangan hidup.

2. Kepercayaan Tiongkok

Di Tiongkok, terdapat konsep serupa yang disebut "Yuanfen", yang berarti hubungan takdir atau nasib. Konsep ini juga mencakup keyakinan bahwa orang-orang yang berhubungan oleh Yuanfen atau benang merah ini akan bertemu dalam kehidupan mereka.

3. Pengaruh Budaya Populer

Selain akar-akar mitologis dan kepercayaan tradisional, Teori Benang Merah juga mempengaruhi budaya populer di berbagai negara Asia Timur dan kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui media, sastra, dan film. Konsep ini sering diadaptasi dalam cerita cinta atau hubungan penting antar karakter dalam karya fiksi.

Editor’s picks

Secara umum, Teori Benang Merah mencerminkan keyakinan akan ikatan takdir atau hubungan yang lebih besar daripada kebetulan semata. Meskipun tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, konsep ini tetap memiliki daya tarik yang kuat juga.

Di mana sebenarnya bentuk visualisasi bagaimana hubungan antar individu dapat dianggap sebagai bagian dari rencana semesta atau nasib yang sudah ditentukan. Seperti istilah yang berkembang di Indonesia, banyak yang mengatakan "kalau jodoh pasti gak kemana" yang ternyata relate juga dengan ini.

Asal-Usul Teori Benang Merah

Lesh Dewika dalam buku berjudul Benang Merah menjelaskan bahwa benang merah adalah kepercayaan yang bisa ditemui oleh budaya Cina dan Jepang. Dengan demikian, ada dua persepsi tentang munculnya teori benang merah, yaitu:

Menurut Mitos Cina

Benang merah berhubungan dengan legenda Yue Leo atau Dewa Jodoh , yakni dewa perjodohan yang hidup di bulan. Tugas Yue Lao adalah menjodohkan manusia dan mengurus berbagai masalah dalam percintaan manusia.

Yue Leo kemudian mengikatkan benang merah tidak terlihat di pergelangan kaki pasangan yang ditakdirkan bersama. Keduanya akan saling jatuh cinta meski banyak rintangan yang dihadapi.

Menurut Mitos Jepang

Teori benang merah bagi masyarakat Jepang asalnya dari cerita rakyat tradisional. Dikisahkan dahulu ada anak laki-laki berjalan saat malam hari dan bertemu laki-laki lebih tua membawa buku pernikahan dan tas yang ukurannya besar.

Laki-laki lebih tua menjelaskan kepada laki-laki yang lebih muda bahwa dirinya mengikat dua orang yang ditakdirkan berjodoh menggunakan benang merah yang ada dalam tasnya. Anak laki-laki tersebut awalnya tidak percaya.

Kemudian ia di bawah oleh laki-laki tua ke sebuah desa, di mana ada seorang gadis muda yang kelak menjadi istri laki-laki muda tersebut. Meski awalnya laki-laki muda menolak gadis tersebut, terbukti beberapa tahun kemudian mereka berjodoh dan menikah.

Memaknai Red String Theory

ilustrasi sepasang kekasih (pexels.com/Rodrigo Souza)

Memaknai Red String Theory sering kali terkait dengan memahami hubungan antar individu sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan atau pilihan semata. Berikut adalah beberapa cara untuk memaknainya:

1. Hubungan takdir

Teori ini mengajukan bahwa orang-orang yang kita temui dalam hidup kita tidaklah acak, melainkan sudah ditentukan oleh nasib atau takdir. Ini dapat memberikan rasa, makna, dan tujuan dalam hubungan-hubungan kita. Baik itu hubungan romantis, persahabatan, atau profesional.

2. Ikatan emosional

Benang merah juga dapat dimaknai sebagai ikatan emosional yang kuat antara individu-individu tertentu. Ini bisa mencerminkan kedalaman hubungan, saling pengertian, dan dukungan yang kuat di antara mereka.

3. Ketabahan dan keterhubungan

Konsep benang merah juga dapat mengilustrasikan ketabahan dalam hubungan, bahwa meskipun terjadi jarak atau rintangan, ikatan tersebut tetap kuat dan tidak terputus.

4. Pertemuan kembali

Dalam beberapa interpretasi, Teori Benang Merah juga menyarankan bahwa meskipun orang-orang mungkin terpisah untuk sementara waktu, mereka akan dipertemukan kembali di masa depan karena benang merah takdir mereka.

5. Pilihan dan kebebasan

Meskipun ada keyakinan tentang nasib, Teori Benang Merah tidak mengabaikan pilihan individu dalam membentuk hubungan mereka. Ini lebih menggarisbawahi bahwa ada aspek-aspek kehidupan yang kita tidak dapat kendalikan secara langsung, tetapi kita masih memiliki kebebasan dalam cara kita merespons dan membangun hubungan tersebut.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia