Alat Pemintalan Benang - Menggurat Kreativitas dalam Kerajinan Menjahit dan DIY
Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning) | Industri Tekstil Indonesia
Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning) - pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang proses pembuatan kain, pada artikel kali ini kita akan membahas proses benang pintal dan sifat benang nya.
Benang merupakan salah satu bahan utama dalam pembuatan kain tenun, benang itu sendiri terbuat dari serat-serat yang dikumpulkan dan digabungkan menjadi seperti tali yang memanjang.
Pengertian Benang adalah Susunan yang terdiri dari serat-serat staple yang dibuat dengan cara menarik sedikit demi sedikit dan diberi antihan sehingga menjadi untaian yang kontinyu.
Proses Pemintalan Benang Tekstil (Spinning)
Blowing
Terjadi pembukaan serat, pembersihan, dan pencampuran serat → menjadi lap. Pada mesin ini yang pertama di lalui oleh material serat, gumpalan-gumpalan serat mengalami pembukaan dan pembersihan.
Jika dilihat dari fungsinya mesin blowing ini mempunyai fungsi sebagai Mesin Pembuka (opening) dan sebagai Mesin Pencampur (mixing). Prinsip kerja mesin tersebut adalah mesin berjalan disamping lay down dan membuka atau menghisap kapas yang ada dilay down 1.2mm atau sesuai program yang diset pada mesin tersebut.
Carding
Fungsi Mesin Carding:
Drawing
Terjadi proses perangkapan, penarikan, dan peregangan → sliver lebih rata. Mesin ini merupakan mesin yang memperoses sliver hasil dari mesin carding dengan cara merangkap dan menarik (Drawing) sesuai dengan no yang di kehendaki.
Adapun tujuan dan prinsip kerja mesin tersebut adalah:- Untuk memproses merangkap sliver carding dan mendraftnya dengan tujuan mendapatkn sliver yang rata
- Quality sliver yang dihasilkan dari setiap mesin carding tidak akan sama antara satu mesin dengan mesin yang lain baik itu berupa ketebalan ataupun jumlah Nep setiap gramnya. Untuk mendapatkan hasil yang rata maka sliver hasil mesin carding tersebut diproses lagi di mesin drawing, dimana beberapa sliver hasil dari carding disatukan dan di Draft menjadi nomer tertentu sehingga kekurangan/ kelemahan dari satu sliver akan tertutupi oleh sliver lainnya.
Classification
Secara umum, ada empat cara representasi jumlah benang: Tex, Denier, Ne dan Nm. Tex dan denier termasuk dalam sistem massa per satuan panjang, dan Ne dan Nm termasuk dalam sistem per satuan massa panjang.
Teks: Jumlah benang dalam sistem Tex adalah berat dalam gram benang per 1000m. Tex biasanya digunakan untuk menyatakan hitungan benang bahan alami. Ini desimal dan menggunakan satuan metrik.
m = Berat sampel, g
L = Panjang sampel, m
Penyangkal: Hitungan benang pada sistem denier adalah berat dalam gram dari 9000m benang. Denier biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah serat kimia dan filamen.
m = Berat sampel, g
L = Panjang sampel, m
Dalam sistem massa per satuan panjang, jumlah benang adalah jumlah “satuan berat” per “satuan panjang” benang. Artinya, semakin tinggi jumlah benangnya, semakin tebal benangnya. Hal ini didasarkan pada sistem panjang tetap.
Apa: Ne adalah jumlah gulungan (840 benang) dari berat pon benang. Ne biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah benang jenis kapas dalam sistem SI.
m = Berat sampel, lb
L = Panjang sampel, yd
Nm: Nm adalah panjang per gram benang, dan biasanya digunakan untuk menyatakan jumlah benang wol, benang linen, dan serat alami.
L = Panjang sampel, m
m = Berat sampel, g
Jenis pemintalan benang
Pemintalan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, namun semuanya memiliki tujuan yang sama: mengubah serat menjadi benang. Beberapa jenis pemintalan lebih populer dibandingkan yang lain, namun masing-masing memiliki manfaat tersendiri.
Wol dan kapas adalah dua bentuk pemintalan yang paling umum. Proses mengubah wol mentah menjadi benang disebut pemintalan. Benang umumnya tebal dan berat karena dipintal dengan roda pemintal. Pemintalan kapas adalah transformasi kapas mentah menjadi benang. Benangnya umumnya tipis dan ringan, dan dipintal dengan roda pemintal atau pemintal jenny.
Ada juga gaya pemintalan tambahan yang kurang umum namun memiliki kelebihan tersendiri. Proses mengubah sutera mentah menjadi benang disebut pemintalan sutera. Benang umumnya sangat tipis dan halus karena dipintal dengan roda pemintal. Proses pemintalan rami mentah menjadi benang disebut pemintalan rami. Benang umumnya sangat halus dan kuat karena dipintal dengan roda pemintal. Ada juga pemintalan serat kimia seperti pemintalan basah dan pemintalan leleh, yang akan diperkenalkan di masa mendatang.
Tags: benang alat pemintalan