10 Alat Menyulam Berbentuk Lingkaran yang Harus Anda Miliki untuk Proyek DIY Anda
Hoop dan Bingkai Sulam
Dalam menyulam, sangat penting untuk menjaga kain Anda agar tetap kencang agar tidak terjepit saat menjahit, membuat gelombang yang tidak terlihat, dan meregangkan karya Anda menjadi tidak terbentuk. Itulah mengapa ada cara untuk meregangkan kain Anda. Para penyulam terdahulu menggunakan bingkai, tapi dari sekitar abad ke-18, bingkai tambour – awalnya digunakan untuk membuat renda tambour – menjadi populer.
Bingkai tambour atau hoop sulam
Bingkai tambour menjadi populer karena tidak sebesar bingkai tradisional. Untuk bekerja di bingkai dengan nyaman, bingkai perlu dipasang di atas penyangga atau kaki kayu khusus, namun hoop sulam dapat dipegang dengan satu tangan ketika Anda menyulam dengan tangan yang lain.
Hoop sulam terbuat dari dua lingkaran kayu, yang satu sedikit lebih besar daripada yang lain. Hoop yang luar dapat dikencangkan di sekeliling lingkaran dalam menggunakan sekrup kecil.
Untuk meregangkan kain Anda ke dalam hoop, pertama-tama letakkan di atas bingkai bagian dalam, pastikan area yang ingin disulam berada di dalam bingkai. Kemudian tempatkan hoop bagian luar perlahan di atasnya dan kencangkan sekrupnya. Saat Anda mengencangkannya, tarik perlahan sisi kain Anda hingga kencang. Pastikan kain tidak terjepit, terutama di sekitar sekrup, atau Anda bisa merusak kain atau sulaman yang sudah jadi.
Temukan kursus jahit untuk pemula di dekat saya di sini.
Flexi Hoop
Jika hoop sulam tradisional punya kekurangan, itu adalah sekrupnya. Kain lebih mudah terjepit di sekitarnya dan entah bagaimana, tidak peduli bagaimana anda memutarnya, benang Anda selalu berhasil tersangkut di dalamnya saat Anda mengerjakan sulaman.
Ada hoop sulam modern yang hoop bagian dalamnya terbuat dari plastik dan luarnya terbuat dari elastik, substansi karet. Alih-alih bermasalah dengan sekrup, Anda cukup menyelipkan lingkaran karet di hoop bagian dalam dan mengencangkan kain Anda dengan lembut. tidak ada lagi sekrup yang mengganggu, dan banyak di antaranya dilengkapi dengan lubang sekrup sehingga Anda bisa menggantung mahakarya Anda yang sudah jadi tanpa mengeluarkannya dari hoop.
Teknik dan Proses Membatik
Proses pembuatan membatik di atas kain secara umum terdiri dari tiga langkah. Langkah pertama dalam membatik di atas kain adalah menggambar pola dan menebalkannya dengan malam/lilin. Pola yang dihasilkan merupakan motif bentuk negatif yang disebut klise.
Selanjutnya, langkah kedua adalah memberi warna pada kain. Langkah yang terakhir adalah membersihkan kain dari lilin. Bagian kain yang diberi lilin tidak akan ikut terwana sehingga diperoleh kain dengan suatu pola.
Ada 4 teknik yang dapat digunakan untuk membatik yaitu teknik cangting tulis, celup ikat, cap/printing, dan colet.
1. Teknik Canting Tulis
Teknik canting tulis adalah teknik membatik dengan menggunakan alat yang disebut canting. Fungsi dari canting adalah untuk menorehkan cairan malam pada sebagian pola. Saat kain dimasukkan ke dalam larutan pewarna, bagian yang tertutup malam tidak terkena warna. Membatik dengan canting tulis disebut teknik membatik tradisional.
Proses pembuatan batik tulis:
- Memotong kain sesuai ukuran yang diinginkan
- Menggambar pola menggunakan pensil di atas kain
- Mencairkan lilin menggunakan wajan/wadah dan kompor kecil
- Menebalkan pola yang sudah digambar sebelumnya dengan malam/lilin batik yang sudah cair menggunakan canting
- Mencelupkan kain ke dalam pewarna
- Membersihkan lilin dengan mencelupkan air ke dalam pemanas
- Mencuci kain dengan air bersih kemudian mengeringkannya
- Kain batik sudah selesai dan siap digunakan
Orang jawa mempunyai istilah-istilah yang dilakukan dalam proses membatik. Istilah-istilah dalam membatik kain dengan teknik tulis dari pembuatan pola pertama sampai akhir adalah sebagai berikut.
- Nglorod: meluruhkan malam untuk pertama kali dengan merendamkannya di dalam air mendidih
- Ngrentesi: memberikan titik/cecek pada klowongan menggunakan canting dengan jarum yang tipis
- Nyumri: menutup bagian tertentu dengan malam
- Nglorod: meluruhkan dan melarutkan malam pada kain dengan memasukkan pada air mendidih kemudian dikeringkan
Tags: untuk alat berbentuk