Analisis SWOT dalam Kerajinan Limbah Kardus - Peluang dan Tantangan DIY
Threat (Ancaman)
Threat adalah faktor lain diluar produksi kerajinan tangan dan eksternal perusahaan yang bisa memberikan ancaman bagi kelangsungan bisnis ini, yaitu beberapa diantaranya :
Banyaknya kompetitior yang semakin variatif dan lebih kreatif akibat adanya teknologi dan informasi yang bebas.
Adanya kerajinan tangan import branded, tapi dengan kualitas KW dengan harga yang lebih murah. Keberadaan barang ini tidak bisa dikendalikan, dan akan membuat pasar kerajinan tangan buatan lokal terancam.
Banyaknya pemasar online yang membuat jaringan pemasaran kerajinan tangan khusus untuk produk mereka, yang sejak dulu menggunakan jaringan pedagang pasar mulai terancam.
Pandemi dan isu resesi yang membuat permintaan kerajinan tangan menurun akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan stagnasi yang menjadi momok orang untuk belanja.
Kerajinan tangan ini termasuk ” fast fashion” yaitu fashion yang mengikuti trend, jadi kalau modelnya tidak sesuai dengan trend saat ini, maka bisa jadi kerajinan tangan ini tidak bisa bersaing lagi di pasaran
Weaknesses (Kelemahan)
1. Rentan Terhadap Kerusakan Air: Tempat tisu dari kardus memiliki kelemahan dalam hal ketahanannya terhadap air. Jika terkena air, kardus dapat melunak dan merusak produk di dalamnya.
2. Tidak Tahan Lama: Kardus memiliki umur pakai yang lebih pendek dibandingkan dengan bahan lainnya, sehingga tempat tisu dari kardus mudah rusak dan tidak tahan lama.
3. Terbatas dalam Penyimpanan: Tempat tisu dari kardus dapat mengambil ruang yang cukup besar saat disimpan dalam jumlah banyak, sehingga membutuhkan ruang penyimpanan yang lebih besar.
4. Rentan Terhadap Cuaca: Kardus tidak tahan terhadap cuaca ekstrem, seperti kelembapan atau panas yang berlebihan, yang dapat merusak kualitas dan kekuatan tempat tisu tersebut.
5. Kelemahan dalam Packaging: Kardus cenderung lebih mudah rusak saat dipacking dalam jumlah banyak, sehingga membutuhkan pengemasan yang hati-hati dan ekstra.
15 Ancaman (Threats) Kerajinan Limbah Plastik
1. Regulasi penanganan limbah plastik yang ketat.
Penjelasan: Semakin ketatnya regulasi penanganan limbah plastik dapat mempengaruhi ketersediaan bahan baku untuk produksi kerajinan limbah plastik.
2. Persaingan dengan produk kerajinan berbahan baku lain.
Penjelasan: Kerajinan limbah plastik menghadapi persaingan dari produk kerajinan dengan bahan baku lain, seperti kayu, kertas, atau tekstil.
3. Perubahan tren dan selera konsumen.
Penjelasan: Perubahan tren dan selera konsumen dapat mempengaruhi permintaan produk kerajinan limbah plastik.
4. Tingginya biaya produksi.
Penjelasan: Pengolahan bahan baku limbah plastik yang tepat dan juga biaya pengelolaan limbah dapat meningkatkan biaya produksi.
5. Perubahan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah.
Penjelasan: Perubahan kebijakan pemerintah terkait pengelolaan sampah dapat mempengaruhi bisnis kerajinan limbah plastik.
6. Risiko harga bahan baku yang fluktuatif.
Penjelasan: Harga bahan baku limbah plastik dapat mengalami fluktuasi signifikan yang dapat mempengaruhi harga jual produk.
7. Ketergantungan pada mesin pengolahan.
Penjelasan: Ketergantungan pada mesin pengolahan limbah plastik dapat mengalami kegagalan teknis yang dapat menghentikan produksi.
8. Perkembangan teknologi yang lambat.
Penjelasan: Perkembangan teknologi dalam pengolahan dan produksi kerajinan limbah plastik masih tergolong lambat dan tidak selalu dapat diakses oleh bisnis kecil.
9. Kurangnya kesadaran masyarakat tentang produk limbah plastik.
Penjelasan: Kesadaran masyarakat tentang produk limbah plastik masih terbatas, sehingga sulit mempengaruhi minat konsumen terhadap produk-produk tersebut.
10. Keterbatasan dana untuk pengembangan bisnis.
Penjelasan: Dalam mengembangkan bisnis kerajinan limbah plastik, diperlukan dana yang cukup untuk investasi mesin, pengolahan limbah, dan pemasaran.
Strategi Bisnis Usaha Kerajinan tangan
Contoh analisis SWOT usaha kerajinan tangan di atas, pengusaha seharusnya bisa mengambil berbagai strategi seperti yang akan sibakua jelaskan berikut ini :
1. Mempertahankan penjualan offline menggunakan jaringan pedagang pasar, untuk mengakomodir konsumen dari derah terpencil yang mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses internet.
2. Menciptakan konsep pembuatan kerajinan tangan pre order, melalui pemesanan dan pembayaran online untuk efektifitas dan efisiensi.
3. Mendaftarkan “brand sibakua” ke HAKI, sehingga brand ini bisa lebih dikenal masyarakat dan terhindar dari sengketa hak cipta nantinya.
4. Perusahaan kerajinan tangan ini bisa melakukan diskon pembelian kerajinan tangan baru, pemberian cashback atau gratis ongkos kirim.
5. Membuat artikel dan video tutorial cara membersihkan dompet sibakua ini, dan bagaimana supaya warna kulitnya tetap terlihat baru, tidak usang.
6. Menciptakan inovasi dengan meniru desain kerajinan tangan yang sudah terkenal sebelumnya, yang tentunya tidak melanggar hak cipta.
7. Ikut pelatihan dan pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, mencari forum bisnis dan pengusaha lokal untuk memperluas jaringan bisnis
8. Menerima karyawan magang dan bekerja sama dengan pekerja lepas untuk menambah karyawan usia muda tetapi dengan ongkos gaji yang lebih terjangkau.
Tags: kerajinan limbah alis kardus swot