Analisis SWOT dalam Kerajinan Limbah Kardus - Peluang dan Tantangan DIY
Threat (Ancaman)
Threat adalah faktor lain diluar produksi kerajinan tangan dan eksternal perusahaan yang bisa memberikan ancaman bagi kelangsungan bisnis ini, yaitu beberapa diantaranya :
Banyaknya kompetitior yang semakin variatif dan lebih kreatif akibat adanya teknologi dan informasi yang bebas.
Adanya kerajinan tangan import branded, tapi dengan kualitas KW dengan harga yang lebih murah. Keberadaan barang ini tidak bisa dikendalikan, dan akan membuat pasar kerajinan tangan buatan lokal terancam.
Banyaknya pemasar online yang membuat jaringan pemasaran kerajinan tangan khusus untuk produk mereka, yang sejak dulu menggunakan jaringan pedagang pasar mulai terancam.
Pandemi dan isu resesi yang membuat permintaan kerajinan tangan menurun akibat perlambatan pertumbuhan ekonomi, inflasi dan stagnasi yang menjadi momok orang untuk belanja.
Kerajinan tangan ini termasuk ” fast fashion” yaitu fashion yang mengikuti trend, jadi kalau modelnya tidak sesuai dengan trend saat ini, maka bisa jadi kerajinan tangan ini tidak bisa bersaing lagi di pasaran
Strength (Kelebihan)
Pada bagian ini, menjelaskan tentang kelebihan produk kerajinan tangan dibandingkan dengan produk pabrik atau kerajinan tangan lain.
Kerajinan tangan kulit asli brand “Dompet Sibakua” terbuat dari kulit dengan pilihan yang elastis, lembut dan tahan air dan jamur.
Adapun model dompet yang dihasilkan bervariasi, mulai dari hand wallet, hingga tas dompet ukuran jinjing.
Adapun lem yang merekatkan pada bagian kerajinan tangan dompet ini, menggunakan lem khusus yang kuat dan tidak mudah terkelupas hingga dompet bisa awet lebih lama.
Proses pembuatan kerajinan tangan dompet sibakua ini, tidak membutuhkan waktu lama.
Sebagai konsumen, kamu bisa pre-order sesuai keinginan, menyesuaikan model dan kebutuhan dari pelanggan.
Strategi Bisnis Usaha Kerajinan tangan
Contoh analisis SWOT usaha kerajinan tangan di atas, pengusaha seharusnya bisa mengambil berbagai strategi seperti yang akan sibakua jelaskan berikut ini :
1. Mempertahankan penjualan offline menggunakan jaringan pedagang pasar, untuk mengakomodir konsumen dari derah terpencil yang mungkin mengalami kesulitan dalam mengakses internet.
2. Menciptakan konsep pembuatan kerajinan tangan pre order, melalui pemesanan dan pembayaran online untuk efektifitas dan efisiensi.
3. Mendaftarkan “brand sibakua” ke HAKI, sehingga brand ini bisa lebih dikenal masyarakat dan terhindar dari sengketa hak cipta nantinya.
4. Perusahaan kerajinan tangan ini bisa melakukan diskon pembelian kerajinan tangan baru, pemberian cashback atau gratis ongkos kirim.
5. Membuat artikel dan video tutorial cara membersihkan dompet sibakua ini, dan bagaimana supaya warna kulitnya tetap terlihat baru, tidak usang.
6. Menciptakan inovasi dengan meniru desain kerajinan tangan yang sudah terkenal sebelumnya, yang tentunya tidak melanggar hak cipta.
7. Ikut pelatihan dan pameran yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah, mencari forum bisnis dan pengusaha lokal untuk memperluas jaringan bisnis
8. Menerima karyawan magang dan bekerja sama dengan pekerja lepas untuk menambah karyawan usia muda tetapi dengan ongkos gaji yang lebih terjangkau.
Threats (Ancaman)
1. Persaingan yang Ketat: Pasar tempat tisu sudah sangat kompetitif, sehingga bisnis tempat tisu dari kardus akan menghadapi persaingan yang ketat dengan produk sejenis.
2. Pengaruh Bahan Lain: Adanya bahan lain, seperti plastik atau kain, sebagai alternatif tempat tisu dapat menjadi ancaman bagi bisnis ini.
3. Perubahan Kebiasaan Konsumen: Perubahan kebiasaan konsumen, seperti menggunakan tisu elektronik atau tisu kain reusable, dapat menjadi ancaman terhadap permintaan tempat tisu dari kardus.
4. Fluktuasi Harga Bahan Baku: Jika harga bahan baku, seperti kardus, naik secara signifikan, hal ini dapat berdampak negatif terhadap biaya produksi dan keuntungan bisnis.
5. Kebijakan Lingkungan yang Ketat: Adanya kebijakan pemerintah atau regulasi lingkungan yang ketat dapat mempersulit bisnis tempat tisu dari kardus dalam hal produksi dan pemasaran.
Tags: kerajinan limbah alis kardus swot