... 7 Antibiotik Ampuh untuk Mengatasi Luka Jahitan Bernanah - Tips DIY Terbaik

Antibiotik untuk Luka Jahitan Bernanah - Solusi Terbaik untuk Merawat Jahitan Anda

Betadine Antiseptik

Betadine merupakan merek obat luka yang terkenal sejak lama. Betadine mengandung povidone iodine yang efektif mencegah infeksi dan mempercepat penyembuhan luka. Betadine dapat digunakan sebagai pertolongan pertama pada luka gores, luka baret, atau luka bakar ringan.

Povidone iodine adalah antiseptik yang membunuh kuman penyebab infeksi pada luka. Dengan begitu, risiko terjadinya infeksi pada luka bisa ditekan dan luka menjadi lebih cepat sembuh.

Produk Betadine untuk luka dijual bebas dalam dua varian, yaitu Betadine Antiseptik Cair dan Betadine Antiseptik Salep. Obat luka ini digunakan dengan cara dioleskan secukupnya di bagian tubuh yang terluka 1–2 kali sehari.

Hindari penggunaan Betadine cair jika Anda menderita penyakit tiroid dan sedang menjalani pengobatan dengan radioiodine. Betadine tidak boleh digunakan pada anak usia di bawah 1 tahun.

Konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan produk Betadine cair jika Anda sedang hamil atau menyusui.

Tanda-tanda luka bernanah

Adanya sayatan yang menimbulkan luka terbuka bisa mengundang terjadinya infeksi. Terutama jika luka tersebut tidak dirawat dengan tepat. Risikonya akan semakin meningkat jika luka berukuran cukup besar dan dalam.

Kondisi ini semakin berisiko jika orang yang terluka memiliki masalah kesehatan, seperti diabetes, sirkulasi darah yang buruk, sistem kekebalan tubuh yang lemah, kuran mobilitis, berusia lanjut, dan mengalami kekurangan nutrisi.

Semua kondisi tersebut bisa memperlambat pemulihan tubuh dari luka. Semakin lama luka sembuh, semakin besar kesempatan bakteri untuk berkembang bisa, sehingga risiko infeksi jadi lebih besar.

Salah satu tanda terjadinya infeksi pada luka terbuka adalah keluarnya nanah. Nanah atau dikenal juga dengan istilah medis ekstrudat purulen (cairan puris) adalah cairan kental yang diproduksi sebagai respons peradangan tubuh terhadap infeksi.

Cairan ini terdiri dari sel darah putih yang kalah melawan bakteri, bakteri yang masih hidup atau sudah mati, dan jaringan.

Bila Anda perhatikan, warnanya putih kekuningan, tapi bisa juga berwarna cokelat atau hijau. Biasanya tidak berbau, tapi beberapa jenis bakteri yang bisa menginfeksi dapat menghasilkan nanah berbau busuk.

Menurut Intenational Wound Consensus Update, luka bernanah tidak menjadi satu-satunya tanda infeksi. Berikut ini ada beberapa gejala lain yang biasanya menyertai infeksi pada luka.

Cara mengobati luka bernanah ringan di rumah

Agar terhindar dari komplikasi dan tentunya cepat sembuh, berikut beberapa langkah untuk merawat luka di rumah.

1. Bersihkan luka bernanah

Pada luka bernanah, Anda bisa membersihkan nanah atau pus dengan air bersih biasa atau air hangat. Jangan lupa untuk menggunakan kasa teril.

Rasa nyeri dan pembengkakan di sekitar luka bisa diredakan dengan menempelkan kompres hangat. Anda bisa melakukan ini sembari membersihkan luka.

Namun, jangan menempelkan kompres terlalu lama karena bisa meningkatkan kelembapan yang membuat luka jadi lebih lama mengering. Cukup lakukan 3 kali sehari, setiap sesinya selama 10 menit.

2. Jaga luka tetap kering dan bersih

Lingkungan yang lembap merupakan tempat yang sempurna bagi bakteri untuk berkembang biak. Oleh karena itu, luka bernanah jangan dibiarkan basah. Hindari merendam luka ke dalam air sebelum luka mengering.

3. Minum obat

Rasa nyeri yang muncul bisa diredakan dengan paracetamol dan ibuprofen yang bisa Anda beli di apotek tanpa resep. Jika Anda sudah periksa ke dokter, dan sudah dipastikan terjadi infeksi bakteri, dokter akan meresepkan antibiotik.

Obat antibiotik tidak bisa Anda gunakan secara sembarangan. Baca aturan pakai atau dengarkan araha dokter saat menjelaskan dosis dan cara menggunakan antibiotik.

4. Hindari hal-hal yang memperlambat proses penyembuhan

Agar cepat pulih, hindari memencet luka yang bernanah. Jika sudah muncul koreng, Anda mungkin akan merasakan gatal.

Pada tahap ini, Anda juga tidak disarankan untuk menggaruk atau mengeluopaskan keropeng. Kedua hal ini bisa memperlambat proses penyembuhan kulit dari luka.

Pilihan obat luka bernanah di apotek

Ada dua jenis obat luka bernanah di apotek yang bisa kamu gunakan, yaitu antibiotik dan pereda rasa sakit. Keduanya bekerja sama untuk membunuh bakteri pemicu luka bernanah dan meredakan rasa nyeri yang ditimbulkan.

1. Antibiotik

Mengutip dari Healthline, antibiotik bekerja cukup efektif untuk membunuh atau memperlambat pertumbuhan bakteri dengan cara menyerang dinding atau yang melapisinya, mengganggu siklus reproduksinya, dan memblokir produksi proteinnya

Beberapa antibiotik (baik oral maupun topikal) yang sering diresepkan dokter untuk mengobati bisul dan luka bernanah adalah amoxicillin (Amoxil, Moxatag), cefazolin (Ancef, Kefzol), clindamycin (Cleocin, Benzaclin, Veltin), doxycycline (Doryx, Oracea, Vibramycin), erythromycin (Erygel, Eryped), mupirocin (Centany), dan sulfamethoxazole/trimethoprim (Bactrim, Septra).

Meski dijual bebas di apotek, penggunaan antibiotik sebaiknya berdasarkan anjuran atau resep dokter. Sebab, pemakaian yang tidak tepat bisa menyebabkan kondisi lain yang serius, misalnya resistensi.

2. Pereda rasa sakit

Obat luka bernanah di apotek selanjutnya yang bisa kamu beli adalah pereda rasa sakit. Sering kali, luka bernanah disertai dengan nyeri, baik ringan maupun berat. Mengutip dari Johns Hopkins Medicine, obat-obatan itu mencegah sel yang terluka untuk melepaskan prostaglandin.

Prostaglandin sendiri merupakan bahan kimia menyerupai hormon yang bertanggung jawab atas rasa sakit dan nyeri, biasa muncul saat terjadi infeksi atau peradangan.

Beberapa obat pereda rasa sakit yang bisa kamu beli di apotek meliputi:

10 Obat Luka yang Manjur Mempercepat Penyembuhan Luka

Obat luka mampu melindungi luka dari infeksi, mempercepat pemulihan luka, dan mencegah terbentuknya bekas luka. Agar cepat sembuh, penggunaan obat luka perlu disesuaikan dengan jenis, penyebab, dan tingkat keparahan luka.

Hampir semua orang pernah mengalami luka di tubuhnya. Luka bisa muncul ketika tubuh mengalami cedera, seperti tersayat pisau, terkena pecahan kaca, tertusuk duri, tersiram air panas, atau terbentur benda keras. Ringan atau beratnya luka tergantung pada lokasi serta jenis dan keparahan luka.

Jenis luka yang umum terjadi antara lain luka sayat dan luka lecet. Ada pula luka memar dan luka bakar. Berbeda jenis lukanya, berbeda pula penanganannya. Itu sebabnya, perawatan dengan obat luka perlu disesuaikan dengan jenis lukanya.


Tags: jahit untuk luka antibiotik

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia