... 5 Fakta Menarik tentang Benang Merah dalam Kerajinan Menjahit dan DIY

Apa Itu Benang Merah - Mengungkap Makna dan Kecantikan Dibalik Jahitan dan Karya DIY

Awal Mula Mitos Teori Benang Merah

Mitos Cina

Benang merah merupakan bagian dari legenda Yue Lao, dewa perjodohan yang tinggal di bulan. Dikenal dengan gelar “Dewa Jodoh.”

Yue Lao bertugas menjodohkan manusia di dunia serta mengurus lika-liku percintaan mereka.

Dalam legenda ini, beliau mengikat benang merah yang tak terlihat di sekitar pergelangan kaki pasangan yang ditakdirkan untuk bersama.

Di sisi lain, dalam budaya Jepang, benang merah ini dikaitkan di jari kelingking.

Mitos Jepang

Sementara dalam mitos Jepang, cerita benang merah ini lebih kompleks karena berasal dari cerita rakyat tradisional.

Kisah dimulai dengan seorang anak lelaki yang berjalan di malam hari dan bertemu dengan seorang lelaki tua yang membawa sebuah buku pernikahan dan sebuah tas berukuran besar.

Sang lelaki tua mengatakan bahwa ia hanya perlu menggunakan benang merah dalam tas tersebut untuk mengikat dua orang yang ditakdirkan untuk menikah.

Awalnya, anak lelaki itu tidak percaya, namun ia dibawa oleh lelaki tua itu ke sebuah desa dan menunjukkan seorang gadis muda yang ditakdirkan untuk menjadi istri anak lelaki tersebut.

Meskipun awalnya anak lelaki itu menolak dan bahkan melempar sang gadis dengan batu, bertahun-tahun kemudian ia menikahi seorang gadis yang ternyata adalah gadis muda itu.

Saat mengangkat cadar pengantin, sang lelaki melihat luka di dekat alis gadis tersebut, yang ternyata berasal dari lemparan batu yang ia lakukan saat masih kecil.

Cerita tersebut membuat sang lelaki percaya bahwa itu adalah takdir, mengingatkan akan pertemuannya dengan lelaki tua yang ia temui di masa lalu.

Kadar trombosit normal dalam darah

Jumlah trombosit normal berkisar antara 140.000 – 450.000 keping per mikroliter darah (mcL), baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Meski begitu, rentang jumlah trombosit normal setiap orang bisa saja berbeda.

Untuk perempuan, jumlah rata-rata keping darah dalam tubuh pada umumnya yakni 157.000 – 371.000 keping per mikroliter darah. Sementara itu, rata-rata trombosit pada laki-laki umumnya berkisar di antara rentang angka 135.000 – 317.000 keping per mikroliter darah.

Jika hasil tes darah menunjukkan jumlah keping darah di bawah standar, trombosit Anda dianggap rendah dan tidak normal.

Jumlah keping darah yang rendah bisa menandakan kemungkinan ada penyakit di dalam tubuh Anda. Orang dengan jumlah keping darah terlalu rendah rentan mengalami perdarahan karena darahnya sulit membeku.

Sementara jika jumlah keping darah lebih tinggi dari kisaran normal, Anda berisiko mengalami pembekuan darah yang tidak diperlukan. Akibatnya, Anda berpeluang mengalami stroke dan serangan jantung.

Memaknai Red String Theory

ilustrasi sepasang kekasih (pexels.com/Rodrigo Souza)

Memaknai Red String Theory sering kali terkait dengan memahami hubungan antar individu sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan atau pilihan semata. Berikut adalah beberapa cara untuk memaknainya:

1. Hubungan takdir

Teori ini mengajukan bahwa orang-orang yang kita temui dalam hidup kita tidaklah acak, melainkan sudah ditentukan oleh nasib atau takdir. Ini dapat memberikan rasa, makna, dan tujuan dalam hubungan-hubungan kita. Baik itu hubungan romantis, persahabatan, atau profesional.

2. Ikatan emosional

Benang merah juga dapat dimaknai sebagai ikatan emosional yang kuat antara individu-individu tertentu. Ini bisa mencerminkan kedalaman hubungan, saling pengertian, dan dukungan yang kuat di antara mereka.

3. Ketabahan dan keterhubungan

Konsep benang merah juga dapat mengilustrasikan ketabahan dalam hubungan, bahwa meskipun terjadi jarak atau rintangan, ikatan tersebut tetap kuat dan tidak terputus.

4. Pertemuan kembali

Dalam beberapa interpretasi, Teori Benang Merah juga menyarankan bahwa meskipun orang-orang mungkin terpisah untuk sementara waktu, mereka akan dipertemukan kembali di masa depan karena benang merah takdir mereka.

5. Pilihan dan kebebasan

Meskipun ada keyakinan tentang nasib, Teori Benang Merah tidak mengabaikan pilihan individu dalam membentuk hubungan mereka. Ini lebih menggarisbawahi bahwa ada aspek-aspek kehidupan yang kita tidak dapat kendalikan secara langsung, tetapi kita masih memiliki kebebasan dalam cara kita merespons dan membangun hubungan tersebut.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia