... Tujuan Pembuatan Patung Kerajinan dalam Dunia Rajut dan DIY: Panduan dan Ide Kreatif

Tujuan Dibalik Pembuatan Patung Kerajinan

KATEGORI FUNGSI PATUNG

Patung religi adalah patung yang digunakan untuk kegiatan rohani penggunanya. Patung jenis ini dapat dilihat dari ritual yang terdapat di kegiatan rohani saudara kita dengan latar belakang katolik, Buddha, Hindu, Kepercayaan Tiong Hoa, serta barangkali komunitas penghayat kepercayaan terkait sosok Semar.

Bentuk patung religi sebagian besar patung figuratif tokoh yang dimuliakan oleh penganutnya.

Ciri patung religi memiliki atribut atau hiasan atau ukiran bermakna tertentu. Misalnya salib, lingkaran aura, swastika, lotus, usnisa, dan lain-lain.

Kita perjelas, dianggap sebagai patung religi jika:

  • Ditempatkan di rumah peribadatan atau tempat yang khusus difungsikan sebagai tempat ibadah.
  • Tidak berada di tempat ibadah namun disertakan dalam kegiatan doa.
  • Patung yang keberadaannya dianggap memiliki nilai religi bagi seseorang, dimanapun tempatnya.
  • Memiliki ciri ukiran atau symbol dalam kepercayaan tertentu.

Contoh patung religi:

Dalam rohani katolik adalah patung figure katolik. Patung Yesus, patung Maria, Patung Santo, Patung Malaikat, Relief Perjamuan Terakhir, Relief Jalan Salib, Relief perjamuan terakhir yang diaplikasi pada meja altar, Corpus, dan sebagainya.

Dalam kepercayaan Hindu, kita jumpai Patung Shiwa, Patung Ganesha, patung Brahma, Patung Wisnu, Nandi, dan lain-lain seperti banyak dijumpai di Candi pulau Jawa. Secara ikonografi patung berlatar belakang agama Hindu selalu digambarkan memiliki atribut khas dengan makna tertentu.

Di masyarakat Tiong Hoa kita jumpai banyak patung dewa di Kuil.

Kemudian, patung Buddha ( sering ditulis Budha atau rupang Budha) yang terdapat di vihara atau candi. Mengenai patung Budha / Buddha ini, kita harus melihat konteksnya secara jelas, mengingat patung Budha Buddha banyak difungsikan diluar kegiatan rohani. Bahkan menjadi elemen estetis serta diaplikasi pada barang kerajinan dengan fungsi pakai.

Teknik Seni Patung

Mematung membutuhkan teknik khusus yang sesuai dengan kebutuhan dan bahan yang akan digunakan untuk membuat patung. Contohnya jika kita membuat patung dengan bahan lunak, maka kita dapat menggunakan tangan untuk mengepal-ngepalnya saja. Namun jika bahan patung yang kita gunakan adalah bahan keras, maka kita harus memahatnya. Beberapa teknik seni patung yang dapat digunakan untuk mematung adalah sebagai berikut.

  1. Teknik Pahat. Merupakan teknik untuk mengurangi bahan menggunakan benturan benda keras (alat pahat) terhadap bahan patung yang diolah. Selain alat pahat, palu juga diperlukan untuk membenturkan pahat pada bahan patung.
  2. Teknik Butsir. Butsir adalah teknik yang membentuk bahan lunak dengan mengurangi bahan menggunakan alat butsir dan menambahkan bahan jika diperlukan. Butsir biasa digunakan untuk mengolah bahan lunak seperti tanah liat, lilin atau modeling clay.
  3. Teknik Konstruksi, merupakan teknik membuat patung dengan cara merekatkan berbagai bahan baik dengan cara dilem, dilas, dilepa, atau dipatri. Bahan yang digunakan dapat berupa semen, pasir, besi, plastisin, kawat, bubur kertas, dsb.
  4. Teknik Las. Yaitu membuat karya patung dengan cara menggabungkan bahan ke bahan yang lain untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan. Teknik las digunakan untuk menggabungkan bahan logam dan merakitnya menjadi bentuk tertentu. Sebetulnya teknik ini pada dasarnya merupakan teknik konstruksi pula.
  5. Teknik Cor. Membuat karya seni dengan membuat cetakannya terlebih dahulu, lalu bahan adonan cor dituangkan kedalam cetakan, sehingga menghasilkan bentuk yang diinginkan (sesuai dengan bentuk cetakan).
  6. Teknik Cetak. Seperti teknik cor, cetakan dibuat terlebih dahulu, namun bahan tidak harus dicor atau dituangkan, bahan lunak atau sedang dapat langsung dijepit menggunakan cetakan Bivalve yang memiliki dua sisi simetris seperti kerang.

Jenis patung berdasarkan kegunaannya

  • Patung religi adalah patung yang memiliki makna religius dan dibuat sebagai sarana ibadah.
  • Patung monumen dibuat sebagai bentuk peringatan peristiwa bersejarah atau untuk mengenang jasa seorang pahlawan.
  • Patung arsitektur biasanya dibuat dalam konstruksi bangunan agar dapat dinikmati keindahannya.
  • Patung dekorasi merupakan patung yang dibuat untuk menghiasi bangunan atau lingkungan taman agar terlihat indah.
  • Patung seni adalah patung yang dibuat untuk dipamerkan dalam acara-acara pameran seni untuk dinikmati keindahan bentuknya.
  • Patung kerajinan yaitu patung yang dibuat oleh perajin dengan tujuan ekonomi (diperjual-belikan).

Dalam proses pembuatan patung ada lima bahan yang digunakan, yaitu bahan lunak, bahan sedang, bahan keras, bahan cor atau cetak, dan bahan limbah. Berikut penjelasan dari bahan-bahan tersebut:

  • Bahan lunak, yaitu material yang empuk dan mudah dibentuk, contoh bahan lunak yang mudah dibentuk adalah: tanah liat, lilin, sabun, dan plastisin.
  • Bahan sedang, adalah material yang ada di antara bahan lunak dan keras, atau bisa dibilang bahan ini tidak keras dan tidak lunak. Contoh dari bahan ini adalah: kayu waru, kayu sengon, kayu randu, dan kayu mahoni.
  • Bahan keras, yaitu bahan yang berupa kayu atau batu batuan. Contohnya adalah: kayu jati, kayu sonokeling, kayu ulin, batu padas, batu granit, batu andesit, dan batu pualam (marmer).
  • Bahan cor atau cetak, merupakan bahan yang biasa digunakan dalam proses pencetakan atau pengecoran. Contohnya adalah: semen, gips, logam, timah, perak, emas, dan beberapa bahan kimia seperti fiber atau resin.
  • Bahan limbah, yaitu bahan-bahan dari barang bekas yang dapat didaur ulang dan bahan tersebut dapat digunakan untuk membuat patung. Contohnya adalah: koran bekas, jerami, besi, potongan kayu dan lain-lain.
Patung Monumen

Patung Monumen adalah patung yang digunakan sebagai penanda, peringatan, atau pengingat sesuatu. Bisa peristiwa yang layak untuk diabadikan, simbol, ciri khas dan potensi suatu daerah, atau tokoh yang memiliki jasa atau kontribusi besar bagi suatu masyarakat. Merujuk istilah monumen, konotasi mengarah ke pembuatan tugu atau gapura di luar ruangan sehingga dibutuhkan bahan patung dengan ketahanan terhadap cuaca.

Bentuknya bisa berupa patung tugu, patung diorama, relief sejarah, patung wajah, atau patung potret seseorang. Berujud patung dada atau patung seluruh badan. Penempatan patung di situs monumen, museum, auditorium, titik pusat keramaian, dll.

Bentuk patung monumen dapat berupa tugu, gapura, nisan, patung figuratif tokoh atau pahlawan.

Ciri patung monumen memiliki latar belakang sejarah, biasanya diberikan caption atau keterangan mengenai nama, atau peristiwa yang melatarbelakangi.

Contoh Patung Monumen:

Patung Pembebasan Irian Barat, Patung Proklamasi Soekarno-Hatta, Patung Pahlawan di Museum, Patung Lubang Buaya, Patung Gajah Museum Nasional, dll. Semuanya memiliki latar belakang peristiwa yang layak diabadikan.


Tags: kerajinan tujuan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia