"Pengertian Kerajinan Bahan Keras"
Teknik Lain dalam Kerajinan Tangan
Mengutip dari Modul Mata Pelajaran PRAKARYA Aspek Kerajinan Kelas VII oleh Henni Ratnasusanti, M.Pd, berikut beberapa teknik dalam kerajinan tangan yang umum digunakan.
1. Menenun
Teknik menenun atau tenun dapat digunakan untuk pembuatan produk kerajinan tapestri. Menenun menggunakan alat spanram atau bingkai yang direntangkan benangbenang lungsi sebagai jalur jalannya benang tenunan atau pakan.
2. Menjahit
Menjahit adalah pekerjaan menyambung kain dan bahan-bahan lain yang bisa dilewati jarum jahit dan benang. Menjahit dapat dilakukan dengan tangan (manual) atau mesin jahit. Dalam pembuatan kain ikat celup diperlukan teknik menjahit untuk merintang warna.
3. Mengikat
Mengikat adalah teknik menyatukan dua benang/lebih membentuk ikatan yang diinginkan. Mengikat dapat pula diartikan menyatukan helaian kain yang satu dengan lainnya menggunakan alat pengikat untuk membentuk pola tertentu. Ikatan ini dapat berupa simpul ataupun pola warna.
Jenis-jenis kerajinan
Kerajinan tentunya merupakan aktivitas yang menciptakan sebuah karya seni kriya dengan menggunakan keterampilan tangan.
Mengacu dari definisi tersebut, kerajinan bisa dibedakan berdasarkan bahan pembuatannya, diantaranya:
1. Kerajinan dari bahan keras
Merupakan kerajinan berupa barang-barang dengan menggunakan material dasar yang sifatnya keras.
Dalam pembuatan kerajinan dari bahan keras dibedakan menjadi 2, diantaranya:
Material pembuatan bahan keras alami ini untuk membuat kerajinan dari alam di mana kondisi fisiknya sudah keras.
Contohnya bambu, kayu, batu, rotan, dan lain-lain.
Bahan ini digunakan untuk membuat kerajinan yang didapat dari material lahan di mana kondisi fisiknya keras.
Contohnya besi, aluminium, tembaga, fiberglass, dan lain-lain.
2. Kerajinan dari bahan lunak
Kerajinan dengan menggunakan bahan lunak merupakan barang-barang kerajinan yang menggunakan material dengan sifat lunak.
Bahan lunak digunakan untuk membuat barang kerajinan yang bisa dibedakan menjadi dua yaitu:
Merupakan material pembuatan kerajinan yang diperoleh dari alam di mana kondisi fisiknya memang sudah lunak dari sananya.
Cara pengolahan bahan lunak alami tentu saja masih menggunakan cara alami dan tidak dicampur dengan bahan buatan.
Contohnya tanah liat, serat alam, kulit hewan, dan lain-lain.
Bahan ini merupakan bahan pembuatan kerajinan tangan yang bisa didapatkan dengan cara mengolahnya terlebih dahulu.
Contohnya lilin, bubur kertas, gips, spons, dan lain-lain.
Teknik pembuatan kerajinan bahan keras
ilustrasi vas bunga kerajinan bahan keras (pexels.com/Juan Pablo Serrano Arenas)
Adapun dalam proses pembuatan kerajinan bahan keras, prosesnya dapat dilalui dengan beberapa teknik sesuai dengan bahan yang digunakan. Berikut adalah beberapa teknik pembuatan kerajinan bahan keras. Simak sampai habis!
1. Teknik pahat atau ukir
Teknik yang pertama adalah teknik pahat atau ukir. Teknik pahat atau ukir merupakan teknik dari karya seni rupa tiga dimensi. Dalam pembuatannya, biasanya bahan yang digunakan adalah martil, pisau kikir, dan lain sebagainya.
Editor’s picks
2. Teknik anyaman
3. Teknik potong sambung
Teknik potong sambung ialah sebuah teknik dengan cara menyatukan dan menggabungkan bahan agar menjadi satu. Pada teknik ini, biasanya alat yang digunakan adalah gunting, cutter, atau alat sejenis lainnyya.
4. Teknik lukis
Teknik pembuatan kerajinan bahan keras selanjutnya adalah teknik lukis. Dalam hal ini, teknik lukis dilakukan pada bahan keras, misalnya saja pada vas bunga, piring, gelas, dan lain-lain.
5. Teknik batik
Siapa yang pernah membuat batik secara langsung? Dalam pembuatan kerajinan bahan keras, teknik batik juga kerap digunakan, lho. Teknik batik termasuk cara pewarnaan pada kain dan menggunakan penutup agar warna kain yang dihasilkan bisa membentuk corak atau hiasan warna.
6. Teknik menatah
Kemudian ada teknik menatah. Teknik menatah adalah teknik dengan cara menghias pada suatu bahan kerajinan dengan memberi lubang-lubang halus agar menggambarkan sebuah pola ragam hias.
Teknik Sambung, Potong, Lipat Pembuatan Kerajinan Kertas
Ilustrasi Teknik Sambung, Potong, Lipat Pembuatan Kerajinan Kertas. Foto: PexelsTeknik potong, lipat dan sambung adalah teknik pembuatan kerajinan. Umumnya, digunakan untuk kerajinan kertas. Berikut penjelasan selengkapnya.
1. Teknik Sambung
Teknik sambung adalah teknik menyatukan atau menggabungkan dua bagian atau lebih yang terpisah menjadi satu bagian. Teknik sambung bisa dilakukan dengan alat maupun tanpa alat.
Jika tidak menggunakan alat, maka pengrajin bisa menyambung dengan bahan seperti tali, benang, atau melilit. Sedangkan jika menggunakan alat, maka alat yang digunakan tergantung kerajinannya. Bisa menggunakan lem , staples, maupun menjahit.
2. Teknik Potong
Teknik potong adalah teknik untuk memisahkan bahan kerajinan tangan menjadi dua bagian atau lebih. Teknik potong ini berfungsi untuk membentuk produk kerajinan sesuai desain.
Contohnya, untuk membuat kursi dari kayu, maka pengrajin harus memotong kayu lalu disatukan dengan teknik sambung.
Teknik potong membutuhkan alat, seperti gunting, cutter, pisau, gergaji, dan lain sebagainya.3. Teknik Lipat
Teknik lipat adalah teknik yang dilakukan dengan cara melipat bahan kerajinan menjadi satu atau beberapa lipatan. Biasanya, teknik lipat digunakan dalam kerajinan kertas atau tekstil
Meski begitu, teknik lipat juga kadang digunakan untuk kerajinan berbahan dasar keras, tapi dengan bantuan alat tertentu.
Tags: kerajinan bahan yang keras dimaksud