... Apa yang Dimaksud dengan Kerajinan Anorganik: Panduan Lengkap untuk Seni Jahit dan DIY

Apa yang Dimaksud dengan Kerajinan Anorganik dalam Konteks Kerajinan Jarum dan DIY?

Apa itu Limbah Anorganik?

Ilustrasi Limbah Anorganik

Limbah anorganik adalah semacam sampah atau sisa bahan yang tidak mudah membusuk yang lazimnya bukan bermula dari hewan dan tumbuhan. Limbah anorganik dapat berupa plastik, botol beling atau kaca, kaleng, kertas, dan pembungkus makanan lainnya.

Perlu diketahui bahwa sebagian besar limbah anorganik tidaklah dapat mengurai dengan alami. Semisal pun ada yang dapat diurai secara alami, limbah itu akan memakan waktu yang cenderung lebih lama apabila dibandingkan dengan limbah organik.

Bahayanya, apabila limbah anorganik dibiarkan menumpuk begitu saja, hal itu berdampak munculnya berbagai penyakit, seperti kolera dan diare. Tak hanya itu, berbagai pencemaran lingkungan juga bisa terjadi, seperti pencemaran tanah dan air.

Berdasarkan jenisnya, limbah anorganik dibagi menjadi tiga, yaitu limbah anorganik padat, limbah anorganik cair, dan limbah anorganik gas. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai ketiga jenis limbah anorganik tersebut, simak penjelasan di bawah ini.

Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring

Jenis-Jenis Limbah Organik

Pada penjelasan diatas kita sudah belajar mengenai pengertian limbah organik beserta contoh kerajinannya, dimana sampah organik ini adalah sampah yang dihasilkan oleh makhluk hidup.

Baik itu manusia, tumbuhan dan juga hewan. Dimana sampah ini terbagi menjadi beberapa jenis loh, jenis-jenis sampai organik diantaranya sebagai berikut!

1. Limbah Organik Basah

Limbah organik basah merupakan jenis sampah atau limbah yang dihasilkan dari sisa potongan hewan atau sayuran, bukan hanya itu saja limbah ini juga dihasilkan dari sisa pengolahan dan juga pembuatan makanan yang mudah membusuk. Biasanya limbah organik basah ini bisa diolah menjadi kompos.

2. Limbah Organik Kering

Apabila limbah organik basah ini mudah membusuk, maka berbeda hal nya dengan limbah organik kering, dimana limbah ini merupakan jenis sampah yang mempunyai kandungan air kecil, sehingga tidak mudah membusuk. Limbah organik kering ini meliputi kayu, ranting dan juga daun kering.

Jenis-Jenis Limbah Anorganik

Limbah anorganik terbagi menjadi beberapa jenis. Pembagian ini berguna untuk menetapkan pengolahan apa yang tepat dilakukan agar limbah atau sampah tidak merusak atau mencemari lingkungan sekitar.

Berikut jenis-jenis limbah anorganik berdasarkan bentuknya, di antaranya.

1. Limbah Anorganik Padat

Limbah anorganik padat adalah limbah yang bentuknya keras, padat, dan bisa disentuh atau dipegang. Limbah anorganik padat ada pula yang tak bisa disentuh sebab terdapat kandungan zat kimia berbahaya di dalamnya. Adapun contoh dari limbah anorganik padat, yaitu alumunium, besi, basa, botol belong, plastik, dan beberapa barang sejenisnya.

2. Limbah Anorganik Cair

Limbah anorganik yang satu ini adalah berupa cairan sangat berbahaya yang berasal dari suatu pabrik ataupun perusahaan produksi. Umumnya, pabrik atau perusahaan produksi tersebut mengalirkan limbah anorganik cair ini ke sungai-sungai sehingga makhluk hidup yang tinggal di situ dan lingkungan setempatnya akan menjadi rusak serta tercemar.

Tidak hanya dari pabrik atau perusahaan produksi saja, limbah anorganik cair ini juga bisa berasal dari aktivitas atau kegiatan rumah tangga, seperti dari air sabun cuci dan detergen. Sebenarnya, yang paling berbahayanya lagi adalah limbah dari tumpahan minyak yang ada di laut.

3. Limbah Anorganik Gas

Limbah anorganik gas atau angin adalah limbah yang tidak dapat terjamah oleh indra. Umumnya, limbah anorganik gas ini berasal dari cerobong asap di pabrik-pabrik produksi. Asap atau uap tersebut akan sangat berbahaya karena bisa mengakibatkan bumi semakin panas, rentan akan hujan asam, dan berbagai polusi akan semakin bertambah.

Selain dari asap cerobong pabrik, limbah anorganik gas ini dapat berasal dari gas atau asap kendaraan bermotor yang mengandung gas karbon monoksida atau CO yang mana apabila dihirup akan berbahaya, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Contoh Limbah Anorganik

Berikut beberapa contoh dari limbah anorganik, di antaranya.

  • Plastik
  • Low Density Polyethylene (LDPE) dan Low Linear Density Polyethylene LLDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk jerami, penutup rumah kaca, dan sejenisnya.
  • High Density Polyethylene (HDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk wadah pestisida ataupun pot pembibitan.
  • Polypropylene (PP), sejenis polimer termoplastik yang dimanfaatkan untuk terpal anyaman, dan sebagainya.
  • Polystyrene (PS), sejenis plastik pertanian polimer hidrokarbon aromatik sintetis yang digunakan untuk wadah atau media pembibitan.
  • Tas Kresek
  • Logam Besi
  • Limbah Baja
  • Pecahan Kaca dan Keramik
  • Air Deterjen
  • Sisa Sabun Mandi
  • Kaleng Alumunium
  • Limbah Tekstil
  • Limbah Minyak
  • Tutup Botol
  • Styrofoam
  • Ban Bekas
  • Berbagai Barang Elektronik
  • Pembuangan Pestisida

Buku Ajar Pencemaran Laut

Belakangan ini dunia diributkan oleh adanya polutan plastik dan bahan cemar minyak bumi di laut. Juga adanya polutan radioaktif dan polusi udara.

Apa Dampak Negatif dari Limbah Anorganik?

Seperti yang diketahui, limbah anorganik akan memberikan dampak atau pengaruh negatif dan juga buruk tidak hanya pada lingkungan, tetapi pada makhluk hidup yang tinggal dan hidup di lingkungan tersebut.

Sudah banyak orang yang berupaya untuk memusnahkan limbah anorganik dengan berbagai cara, seperti membuangnya ke laut, membakarnya, bahkan menimbunnya di dalam tanah.

1. Dampak Negatif apabila Membakar Limbah Anorganik

Membakar limbah anorganik itu sama saja memancing pencemaran udara. Kemudian, asap yang akan dihasilkan dari pembakaran limbah tersebut dapat mengancam kesehatan, seperti kesehatan bagi paru-paru juga jantung. Hal itu karena berbagai polutan yang terdapat pada limbah anorganik tersebut akan membahayakan dan mengancam kesehatan karena adanya kandungan atau unsur beracun.

2. Dampak Negatif apabila Membuang Limbah Anorganik ke Sungai dan Laut

Lalu, membuang limbah anorganik ke sungai, bahkan ke laut akan menaikkan pencemaran air. Air yang memiliki fungsi sebagai salah satu sumber kehidupan manusia, khususnya untuk minum, mandi, mencuci, dan kebutuhan lainnya menjadi sangat berbahaya apabila digunakan. Tak hanya itu, pembuangan limbah anorganik ke laut akan mengancam keselamatan biota yang ada di laut.

Para ahli pun mengatakan bahwa sekitar 4,8 hingga 12,7 ton limbah, masuk ke dasar laut tiap tahunnya. Limbah anorganik plastik yang lambat laun memecah akan membentuk mikroplastik yang mana pada akibatnya akan terkonsumsi lagi oleh manusia sehingga mengancam kesehatan.

3. Dampak Negatif apabila Limbah Anorganik Ditimbun di Tanah

Hingga akhirnya, keseimbangan ekosistem juga terganggu dan memberikan dampak terhadap pertumbuhan tanaman. Menimbun limbah anorganik di dalam tanah tidak akan membuat limbah tersebut hilang atau lenyap, melainkan menimbulkan masalah.


Tags: kerajinan yang dimaksud organik

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia