Apa yang Dimaksud dengan Kerajinan Anorganik dalam Konteks Kerajinan Jarum dan DIY?
Contoh Limbah Anorganik
Berikut beberapa contoh dari limbah anorganik, di antaranya.
- Plastik
- Low Density Polyethylene (LDPE) dan Low Linear Density Polyethylene LLDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk jerami, penutup rumah kaca, dan sejenisnya.
- High Density Polyethylene (HDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk wadah pestisida ataupun pot pembibitan.
- Polypropylene (PP), sejenis polimer termoplastik yang dimanfaatkan untuk terpal anyaman, dan sebagainya.
- Polystyrene (PS), sejenis plastik pertanian polimer hidrokarbon aromatik sintetis yang digunakan untuk wadah atau media pembibitan.
- Tas Kresek
- Logam Besi
- Limbah Baja
- Pecahan Kaca dan Keramik
- Air Deterjen
- Sisa Sabun Mandi
- Kaleng Alumunium
- Limbah Tekstil
- Limbah Minyak
- Tutup Botol
- Styrofoam
- Ban Bekas
- Berbagai Barang Elektronik
- Pembuangan Pestisida
Buku Ajar Pencemaran Laut
Belakangan ini dunia diributkan oleh adanya polutan plastik dan bahan cemar minyak bumi di laut. Juga adanya polutan radioaktif dan polusi udara.
a. Limbah anorganik lunak
Limbah anorganik lunak terdiri atas kandugan bahan yang lentur dan mudah di bentuk atau di olah secara sederhana. Pada kenyataannya semua limbah anorganik lunak dapat di manfaatkan kembali sebagai produk kerajinan tangan menggunakan peralatan sederhana serta bernilai jual. Bahan dari limbah anorganik lunak antara lain sebagai berikut.
Pada prinsipnya limbah anorganik keras terdiri dari kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan. Selanjutnya tidak semua sampah atau limbah anorganik tidak bisa diolah kembali disebabkan karena keterbatasan alat yang digunakan dan teknologi.
1. Limbah kaleng
Berdasarkan sumbernya limbah kaleng termasuk limbah yang berbahaya. Limbah ini dikatakan sangat berbahaya karena mengandung zat-zat yang sulit untuk diuraikan. Limbah ini sangat lambat mengalami perubahan secara alami (nondegradable waste).
2. Limbah kaca
Limbah kaca merupakan sampah atau limbah dari sisa penggunaan dari produk berbahan kaca seperti kaca rumah, kaca lampu, dan sebagainya.
Untuk dapat meningkatkan nilai manfaat dan ekonomi sampah, perlu dilakukan pengolahan alam masyarakat, salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan merancang tahapan pengolahan sampah anorganik yaitu sebagai berikut.
- Penerimaan.
- Pemilahan.
- Pencacahan.
- Pencucian.
- Pengeringan.
- Daur ulang.
- Pengemasan.
- Penyimpanan
Sekian artikel saya kali ini semoga bisa bermanfaat bagi anda dan semuanya :D
Teknik Pengolahan Limbah Keras
Hampir semua limbah keras organik dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk kerajinan. Hanya saja, diperlukan peralatan yang cukup kuat untuk membantu proses pengolahannya.
Demikian juga limbah keras anorganik turut membutuhkan suatu teknologi khusus untuk mengolahnya hingga dapat dimanfaatkan ulang, seperti teknologi pemanasan, pembakaran, dan penghancuran untuk memproses ulang limbah anorganik tersebut.
Meskipun begitu, tidak semua limbah keras dapat diolah kembali menjadi karya kerajinan karena keterbatasan alat dan teknologi.
Pada dasarnya pengolahan limbah masih berkaitan dengan prinsip 3R atau Reuse, Reduce, dan Recycle. Di sisi lain, terdapat pula prinsip 5R, yaitu Reduce, Reuse, Recycle, Recovery, dan Disposal.
1. Reduce
Prinsip reduce atau pengurangan dilakukan dengan cara mengurangi produksi limbah. Hal itu dapat dimulai dengan cara sederhana seperti dengan membawa kantung belanja sendiri.
2. Reuse
Prinsip reuse dilakukan dengan cara memanfaatkan kembali material yang aman untuk digunakan, salah satunya dengan cara membuat kerajinan tangan atau proses upcycle.
3. Recycle
Prinsip recycle dilakukan dengan cara mendaur ulang limbah, dilakukan dengan meleburkan, mencacah, hingga melelehkannya untuk dibentuk kembali menjadi produk baru yang dapat digunakan ulang.
4. Recovery
Selanjutnya, recovery dilakukan dengan cara menghasilkan energi atau material baru dari hasil proses sampah-sampah yang tidak bisa didaur ulang tersebut (residu).
5. Disposal/Pembuangan
Limbah produk sisa dari proses recovery yang umumnya berupa abu atau material sisa lainnya dibawa ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir) untuk diolah dan diproses ulang agar tidak merusak lingkungan.
Tags: kerajinan yang dimaksud organik