Apa yang Dimaksud dengan Kerajinan Anorganik dalam Konteks Kerajinan Jarum dan DIY?
Cara Mengolah Limbah Anorganik
Agar dapat menjauhi dampak buruk dari limbah-limbah anorganik, diperlukannya untuk melakukan cara pemanfaatan yang sesuai, yakni melakukan pendaurulangan limbah anorganik menjadi barang yang dapat difungsikan kembali.
Namun, ada poin penting yang harus dilakukan, yakni memisahkan terlebih dahulu mana limbah organik dan mana limbah anorganik di rumah kalian. Dengan demikian, limbah yang masih layak didaur ulang akan lebih mudah untuk diolah.
Di bawah ini akan dijelaskan beberapa jenis sampah yang dapat dimanfaatkan kembali berdasarkan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
1. Limbah Anorganik berupa Kaleng
Limbah kaleng adalah salah satu jenis limbah yang tidak dapat terurai meskipun sudah menjadi limbah selama ratusan, bahkan ribuan tahun sekalipun. Oleh sebab itu, sedapat mungkin kita memanfaatkan limbah anorganik kaleng sebagai bahan daur ulang agar kuantitas sampah tidak terus melonjak.
Cara sederhananya, yaitu dengan memanfaatkan kaleng bekas minuman, cat, ataupun makanan sebagai pot bunga ataupun media untuk menyimpan barang lainnya.
2. Limbah Anorganik berupa Botol Kaca
Di tempat pengolahan limbah ataupun daur ulang sampah, limbah anorganik berupa botol kaca atau beling lazimnya akan diolah kembali menjadi botol baru.
3. Limbah Anorganik berupa Kertas
Pengelolaan limbah anorganik berupa kertas dapat dilakukan di rumah. Caranya adalah dengan mengumpulkan beberapa buku atau kertas yang sudah tidak terpakai (bekas), kemudian menyerahkannya ke bank sampah atau ke tukang pengumpul kertas bekas di tempat-tempat yang memang khusus daur ulang limbah anorganik sejenis itu.
Daripada hanya menumpuknya atau membuangnya ke laut, alangkah baiknya sisa kertas-kertas tersebut diolah menjadi kertas daur ulang yang bermanfaat, misalnya tas, topeng, dan beberapa kerajinan tangan lain.
Apa itu Limbah Anorganik?
Ilustrasi Limbah Anorganik
Limbah anorganik adalah semacam sampah atau sisa bahan yang tidak mudah membusuk yang lazimnya bukan bermula dari hewan dan tumbuhan. Limbah anorganik dapat berupa plastik, botol beling atau kaca, kaleng, kertas, dan pembungkus makanan lainnya.
Perlu diketahui bahwa sebagian besar limbah anorganik tidaklah dapat mengurai dengan alami. Semisal pun ada yang dapat diurai secara alami, limbah itu akan memakan waktu yang cenderung lebih lama apabila dibandingkan dengan limbah organik.
Bahayanya, apabila limbah anorganik dibiarkan menumpuk begitu saja, hal itu berdampak munculnya berbagai penyakit, seperti kolera dan diare. Tak hanya itu, berbagai pencemaran lingkungan juga bisa terjadi, seperti pencemaran tanah dan air.
Berdasarkan jenisnya, limbah anorganik dibagi menjadi tiga, yaitu limbah anorganik padat, limbah anorganik cair, dan limbah anorganik gas. Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai ketiga jenis limbah anorganik tersebut, simak penjelasan di bawah ini.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
Contoh Limbah Anorganik
Berikut beberapa contoh dari limbah anorganik, di antaranya.
- Plastik
- Low Density Polyethylene (LDPE) dan Low Linear Density Polyethylene LLDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk jerami, penutup rumah kaca, dan sejenisnya.
- High Density Polyethylene (HDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk wadah pestisida ataupun pot pembibitan.
- Polypropylene (PP), sejenis polimer termoplastik yang dimanfaatkan untuk terpal anyaman, dan sebagainya.
- Polystyrene (PS), sejenis plastik pertanian polimer hidrokarbon aromatik sintetis yang digunakan untuk wadah atau media pembibitan.
- Tas Kresek
- Logam Besi
- Limbah Baja
- Pecahan Kaca dan Keramik
- Air Deterjen
- Sisa Sabun Mandi
- Kaleng Alumunium
- Limbah Tekstil
- Limbah Minyak
- Tutup Botol
- Styrofoam
- Ban Bekas
- Berbagai Barang Elektronik
- Pembuangan Pestisida
Buku Ajar Pencemaran Laut
Belakangan ini dunia diributkan oleh adanya polutan plastik dan bahan cemar minyak bumi di laut. Juga adanya polutan radioaktif dan polusi udara.
Tags: kerajinan yang dimaksud organik