Sulam Alis dan Sholat - Apakah Boleh dalam Bingkai Seni Jahit DIY?
Apa itu sulam alis?
Sulam alis adalah prosedur kosmetik untuk mengisi alis dengan menanamkan pigmen berwarna.
Pigmen ini memiliki tekstur menyerupai rambut asli dan dipasang mengikuti jalur pertumbuhan rambut asli, alias feathering .
Dalam teknik feathering , Anda dapat berkonsultasi terlebih dahulu kepada teknisi untuk mendapatkan pigmen warna yang senada dengan warna rambut alis asli Anda.
Dengan begitu, prosedur sulam akan menghasilkan bentuk alis baru yang terlihat lebih alami.
Mengutip situs The Society of Permanent Cosmetic Professionals , tidak seperti tato alis yang menembus lapisan kulit yang dalam, sulam alis hanya memengaruhi lapisan terluar kulit, yakni epidermis.
Itu sebabnya hasil sulam umumnya hanya bertahan hingga dua tahun dengan touch-up rutin.
Sulam alis akan memudahkan Anda mengganti model alis sesuai dengan keinginan Anda. P rosedur ini juga cocok bagi Anda yang ingin alis tipis atau memberikan warna yang lebih gelap agar alis terlihat lebih jelas.
Hukumnya Haram
Hukum sulam alis dan bibir merupakan tindakan yang menjadi perdebatan. Sebagian besar ulama memandangnya sebagai haram jika tidak ada kepentingan yang dibenarkan syariah. Ini karena dianggap sebagai bentuk mengubah ciptaan Allah SWT, yang tidak diperbolehkan dalam ajaran agama.
Namun, penting untuk memahami bahwa dalam Islam, perbuatan yang dianggap haram atau halal sering kali bergantung pada niat dan tujuan di baliknya.
MUI menyatakan bahwa dalam syariah, tindakan seperti sulam alis dan bibir dapat dibenarkan jika ada kepentingan yang sah, seperti untuk pengobatan atau kebutuhan yang mendesak. Sebagai contoh, jika seseorang memerlukan sulam alis atau bibir untuk alasan medis atau kesehatan tertentu, maka tindakan tersebut dapat diterima dalam pandangan Islam.
Dalam prakteknya, sulam alis beroperasi dengan cara yang mirip dengan tato, meskipun ada perbedaan mendasar. Pada tato, lapisan tintanya akan meresap dalam kulit, sedangkan pada sulam alis, tindakan tersebut hanya mencapai permukaan kulit, sehingga memungkinkan bulu alis untuk tetap tumbuh kembali.
Selain itu, perbedaan lain terletak pada prosesnya. Tato sering kali terasa sakit karena jarum pada alat tato menusuk-nusuk kulit, sementara alat untuk sulam alis lebih mirip pena dan jarumnya berbentuk seperti sisir, dirancang agar tidak terlalu menyakitkan.
Pandangan hukum Islam tentang haramnya sulam alis dan bibir ini diqiyaskan dengan tato, mencabut alis, dan merenggangkan gigi. Illatnya, atau alasan di balik haramnya tindakan ini, adalah mencari kecantikan dengan mengubah ciptaan Allah SWT.
"Allah melaknat orang yang membuat tato dan orang yang meminta dibuatkan tato, orang yang meminta dicabutkan bulu alisnya, orang yang menghias giginya untuk mempercantik dirinya, dan orang yang mengubah ciptaan Allah." (HR. Bukhari dan Muslim)
Kelebihan dan Kekurangan Nail Art untuk Sholat
Nail art memiliki kelebihan dan kekurangan yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan apakah nail art sah atau tidak untuk sholat. Berikut adalah beberapa poin yang perlu Anda ketahui:
1. Kelebihan Nail Art
a. Bentuk Ekspresi Diri: Nail art dapat menjadi cara bagi seseorang untuk mengekspresikan kepribadian dan kreativitas mereka melalui desain kuku yang unik dan menarik.
b. Memperindah Penampilan: Nail art dapat meningkatkan penampilan tangan dan kuku, memberikan sentuhan tambahan pada gaya dan fashion seseorang.
c. Mengurangi Stres: Bagi sebagian orang, menghias kuku dengan nail art dapat menjadi kegiatan yang menenangkan dan mengurangi stres.
d. Menambah Rasa Percaya Diri: Nail art yang indah dapat memberikan dorongan pada rasa percaya diri dan meningkatkan mood seseorang.
e. Menarik Perhatian: Nail art yang unik dan menarik dapat menjadi pembicaraan dan pusat perhatian dalam acara atau pertemuan sosial.
f. Seni yang Dinikmati: Bagi sebagian orang, menjalani dan melihat nail art dipandang sebagai bentuk seni yang bisa dinikmati dan dihargai.
g. Penghasilan: Bagi beberapa orang, nail art dapat menjadi sumber penghasilan dan menjadi karir yang sukses dalam industri kecantikan.
2. Kekurangan Nail Art
a. Mempersulit Wudhu: Nail art yang rumit dan berlebihan dapat mempersulit proses mencuci area kuku saat berwudhu, dengan kemungkinan meninggalkan sisa kuteks atau bahan hias yang bisa menghalangi air bersentuhan langsung dengan kuku dan kulit.
b. Menghambat Ibadah: Nail art yang mencolok dan berlebihan dapat mengalihkan perhatian saat beribadah dan mengurangi konsentrasi seseorang saat menjalankan sholat.
c. Wudhu Tidak Sempurna: Jika air tidak bisa mencapai bagian-bagian tertentu di antara kuteks atau hiasan kuku, wudhu menjadi tidak sempurna dan dapat mempengaruhi sahnya sholat.
d. Kontroversial dalam Mazhab: Terdapat perbedaan pendapat di kalangan mazhab mengenai nail art dan sholat. Beberapa mazhab memperbolehkannya, sementara yang lain menganggapnya batal wudhu.
Hukum Sulam Alis dan Bibir Menurut Syariat Islam, Halal atau Haram?
Ada dua pandangan hukum sulam alis dan bibir menurut syariat Islam.
Diperbarui 03 Okt 2023, 09:37 WIB Diterbitkan 03 Okt 2023, 09:00 WIB
Liputan6.com, Jakarta - Tren perawatan kecantikan yang sedang populer di kalangan perempuan dan pria saat ini adalah sulam alis dan bibir. Semakin banyak orang yang memilih untuk menjalani prosedur sulam alis dan bibir ini sebagai cara untuk meningkatkan rasa percaya diri melalui penampilan mereka. Ini sekaligus mempersingkat waktu yang mereka habiskan saat berdandan.
7 Potret Terbaru Aming Pasca Sulam Alis di AS, Tegaskan Bukan Hijrah
7 Cara Merapikan Alis yang Berantakan, Mudah Dipraktikkan
7 Penyebab Alis Menipis, Bisa Menandakan Tubuh Kurang Nutrisi
Pandangan Islam terhadap sulam alis dan bibir mengharuskan muslim untuk mempertimbangkan niat dan keadaan daruratnya. Dalam banyak kasus, sulam alis dan bibir dapat menjadi alat untuk meningkatkan rasa percaya diri seseorang, yang pada gilirannya dapat memengaruhi kualitas hidup mereka secara positif. Namun, penting untuk memastikan bahwa tindakan ini dilakukan dengan niat yang baik dan bukan untuk mengejar standar kecantikan yang tidak realistis.
Selain itu, ada juga pandangan yang mempertimbangkan aspek keamanan dan kesehatan dari sulam alis dan bibir. Penting untuk melakukan prosedur ini di tempat yang terpercaya dan dengan peralatan yang steril, mengingat potensi risiko infeksi.
Agar lebih memahami hukum sulam alis dan bibir menurut syariat Islam, simak penjelasan lengkapnya. Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam hukumnya, Selasa (3/10/2023).
Pertama Kali, Natasha Wilona Lakukan Sulam Alis
Tags: sulam untuk alis