... Apakah Sulam Alis Boleh untuk Sholat? Panduan Praktis dan Perspektif Agama dalam Sulam Alis

Sulam Alis dan Sholat - Apakah Boleh dalam Bingkai Seni Jahit DIY?

Dampak Psikologi Perempuan yang Melakukannya

Masih menurut LPPOM MUI, ada juga dampak dari sisi psikologi atau kejiwaan bagi perempuan yang melakukan sulam alis. Mereka dikhawatirkan akan merusak kondisi ruhiyahnya, yaitu menjadi bangga bahkan ujub. Padahal, dalam ajaran agama sikap ujub mengarah pada kesombongan yang sangat dilarang.

Diriwayatkan dari Abdullah bin Mas’ud, Nabi Muhammad SAW bersabda:

“Tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi. Ada seseorang yang bertanya, “Bagaimana dengan seorang yang suka memakai baju dan sandal yang bagus?” Beliau menjawab, “Sesungguhnya Allah itu indah dan menyukai keindahan. Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain“ (HR. Muslim).

Jenis sulam alis yang haram

Sulam alis terdiri dari berbagai tipe dan teknik. Tipe sulam alis sendiri ada 1D, 3D, 4D, hingga 6D. Untuk jenis sulam alis yang benar-benar mengubah bentuk alis menggunakan beberapa teknik berikut ini:

  • Teknik microblading. Teknik ini merupakan salah satu cara membuat alis terlihat semakin tebal dengan membentuk alis perhelai. Rambut alis akan tampak lebih lebat dan rapi sesuai dengan keinginan pasien.
  • Teknik misty powder. Teknik ini menjadikan alis terlihat penuh dengan pensil alis.
  • Teknis phibrows. Teknik ini menggunakan alat gambar yang dapat menggambar alis dengan arsiran yang rapi.

Apakah sulam alis haram? Tentunya jika menilik tujuan dan prosedurnya akan memiliki hukum haram dalam mata syariah islam.

Lalu, Bagaimana Hukum Melakukan Sulam Alis?

Salah satu prosedur yang harus dilakukan saat menyulam alis adalah dengan mencukur sebagian alis sehingga bisa lebih mudah dibentuk. Dari sini saja sebenarnya sudah menjadi masalah dalam Islam.

Memang, hukum boleh atau tidaknya mencukur atau mengerok alis belum ada ketetapan ulama. Namun, ada ulama yang berpendapat bahwa mencukur alis bila tanpa kepentingan yang dibenarkan syariah, maka dianggap sama dengan mengubah ciptaan Allah SWT. Itu tentu saja tidak dibenarkan dalam ajaran agama.

Melansir dari Lembaga Pengkajian Pangan Obat-obatan dan Kosmetika Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI), kepentingan yang dibolehkan dalam syariah, misalnya untuk pengobatan. Misalnya, ada penyakit di bagian alis dan untuk mengobatinya, alis harus dicukur habis. Maka itu termasuk Lil-hajat karena ada kebutuhan untuk pengobatan.

Jika mencukur alis dilakukan sekedar karena merasa tidak puas dengan penampilan wajah, maka itu bisa dikatakan sebagai perbuatan kurang bersyukur dengan karunia Allah SWT. Padahal Allah SWT Maha Mengetahui dan Maha Sempurna Anugerah-Nya, seperti yang tertuang dalam Q.S. At-Tiin, 95:4:

Selain mencukur alis, sulam alis juga masuk ke dalam aktivitas mentato atau al-wasym dan bagian dari an-nashimah , yakni pelaku yang mencukur rambut wajah. Melansir dari BincangSyariah.com , dalam kitab Al-Minhaj Syarh Shahih Muslim, Imam Nawawi menjelaskan bahwa sulam alis menimbulkan rasa sakit dan mengubah ciptaan Allah SWT.

Apakah sulam alis haram?

Apakah sulam alis haram tentu menjadi banyak perbincangan karena banyak yang mengetahui bahwa upaya dalam mengubah bagian dari tubuh hanya dapat dibenarkan jika dilakukan sesuai dengan syariah islam.

Oleh Halal Mui disampaikan bahwa kepentingan tersebut dibolehkan dalam rangka pengobatan, misalnya untuk langkah medis diperlukan dengan mencukur alis dan lain sebagainya. Hal ini berarti dilakukan untuk sebuah kebutuhan akan pengobatan dna ini dibolehkan.

Jika hal tersebut dilakukan hanya untuk menambah kepuasan atau kecantikan semata, maka hal tersebut dianggap sebagai sebuah cara dalam melawan takdir allah dengan tidak bersyukur atas apa yang sudah dimilikinya.

Alis yang diganti dengan tato permanen jelas haram, dianggap melukai diri sendiri, menusukkan jarum hingga tinta ke dalam tubuh.

Praktik ini juga dianggap sebagai salah satu hal yang berisiko untuk kesehatan sehingga sebaiknya tidak dilakukan.

Untuk mengetahui jenis sulam alis yang tidak disarankan, yuk coba simak penjelasan berikut ini!

Kata Penutup

Dalam menanggapi nail art dan pengaruhnya terhadap ibadah, sangat penting untuk menghormati perbedaan pendapat dan pemahaman yang ada di antara umat Muslim. Artikel ini tidak bermaksud untuk memberikan keputusan akhir atau kebenaran mutlak, tetapi sekadar memberikan pandangan dan informasi yang bermanfaat bagi pembaca.

Keputusan apakah nail art sah atau tidak untuk sholat adalah hal yang sangat individual dan tergantung pada pemahaman dan keyakinan masing-masing individu. Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi dengan ulama atau ahli agama yang dipercaya dalam hal ini.

Pada akhirnya, yang terpenting adalah menjalankan ibadah dengan penuh ketulusan, kekhusyukan, dan kepatuhan pada ajaran agama yang kita anut. Semoga artikel ini memberikan sudut pandang yang menarik dan bermanfaat dalam menghadapi dilema nail art saat menjalankan ibadah sholat. Selamat mengeksplorasi dunia nail art dan merasakan manfaat spiritual dari ibadah sholat yang tulus!


Tags: sulam untuk alis

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia