"Arti Kerajinan Serat Alam - Penjelasan Lengkap"
Pengertian Serat Alam
Pengertian dari serat alami adalah benang-benang yang panjang yang didapatkan dari makhluk hidup, baik tumbuhan maupun binatang. Akan tetapi, perlu kamu tahu tidak semua jenis tumbuhan dan binatang bisa menghasilkan serat. Serat tumbuhan misalnya, hanya bisa terbentuk dari selulosa yang asalnya dari buah, daun, rerumputan, kayu, maupun biji. Sedangkan serat hewan hanya terbentuk dari protein dan linen.
Secara umum serat tumbuhan dikelompokkan lagi ke dalam 2 jenis, yaitu serat kayu dan serat non-kayu. Serat non-kayu terdiri dari Jerami (gandum, padi, jagung), kulit pohon (rami, kenaf, jute, hemp), daun (serat henequen, daun nanas, sisal), dan serat rumput (rotan, serat bambu, rumput gajah, switch grass).
Sejak dulu serat alam sudah digunakan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup karena mempunyai beberapa kelebihan seperti ramah lingkungan, ringan, lebih tahan panas, cocok dipakai di musim dingin, daya serap airnya tinggi.
Kemudian dari segi harga juga lebih murah, densitasnya rendah, lebih mudah lepas, bisa terbiodegradasi, dan yang paling penting tidak membahayakan kesehatan kita.
Buku Alamku Sarat Potensi bisa kamu jadikan referensi untuk menambah wawasan tentang serat alam dan potensinya. Terlebih lagi, buku ini ditulis dengan bahasa yang sederhana, sehingga bagi para pemula akan lebih mudah memahaminya.
Di Balik Pena: dr. Andreas Kurniawan Berbagi Tutorial Melalui Duka dan Mencuci Piring
Contoh Serat Hewan
Agar lebih jelas, berikut beberapa contoh serat yang berasal dari serat hewan:
Sutera
Serat sutra berasal dari air liur ulat sutra ketika menjadi kepompong. Jenis kain sutra yang terbuat dari serat sutra memiliki harga jual cukup tinggi dan banyak peminatnya.
Hal ini karena kain sutra memiliki kilau dan tekstur halus yang khas dan tidak dimiliki oleh serat lainnya. Kekuatan dari serat sutra juga cukup baik, akan tetapi dalam keadaan basah kekuatan seratnya bisa berkurang hingga 15%.
Serat sutra memiliki ciri-ciri berkilau, licin, lembut, kuat, kenyal dan dapat menyesuaikan diri dengan temperatur udara. Jika serat sutra dijadikan sebagai bahan pakaian, maka pakaiannya pun akan terasa dingin serta dapat menyerap keringat dengan baik.
Akan tetapi, serat sutra akan berubah warna menjadi kuning, apabila terlalu sering terpapar oleh sinar matahari. Serat sutra juga tidak tahan terhadap panas serta asam, akan tetapi tahan pada ngengat.
Karakteristik dari serat sutra adalah memiliki tekstur halus, tidak licin, kuat, ringan, rentan rusak karena serangga apabila dibiarkan kotor, elastisitas sedang hingga buruk, melemah ketika terkena sinar matahari.
Kain yang terbuat dari serat sutra biasanya diproduksi sebagai dasi, kemeja, gaun, blus, piyama, jubah dan lainnya, selain itu sutra juga banyak digunakan sebagai bahan pelapis jok, penutup dinding dan hiasan dinding.
Wol
Wol adalah serat yang berasal dari bulu domba dan termasuk serat hewan yang memiliki tekstur cukup kasar, berkerut dengan sisik yang ada pada permukaannya. Serat wol memiliki kandungan protein. Tampilan dari serat wil bergantung pada jenis dombanya.
Serat wol yang memiliki tekstur lebih halus, lembut dan hangat cenderung memiliki lebih banyak sisik. Sementara itu, wol tebal, biasanya kurang hangat serta sisiknya lebih sedikit dan memiliki tekstur kasar.
Karakteristik dari serat wol adalah elastis higroskopis, mudah menyerap kelembaban, menyatu pada suhu lebih tinggi, memiliki tingkat penyebaran api yang rendah, tahan pada listrik statis.
Jenis-Jenis Serat
Sumber: Pexels
Jenis serat yang pertama adalah serat sintetis. Serat sintetis merupakan serat yang dibuat dengan proses sintesis kimia. Serat sintetis atau serat buatan berbeda dengan serat alam yang dihasilkan melalui organisme makhluk hidup, contohnya seperti tanaman atau bulu binatang.
Serat sintetis dihasilkan melalui penelitian oleh para ilmuwan untuk dapat menduplikasi peristiwa alami yang terjadi pada binatang maupun serat tanaman. Pada umumnya, serat sintetis dibuat dengan cara mengekstraksi bahan serat melalui spinneret, lalu akan menghasilkan sebuah serat sintetis.
Serat sintetis memiliki beberapa kelebihan dibandingkan serat alami, salah satunya adalah lebih tahan lama dan dapat menyerap berbagai macam pewarna. Kelebihan lain dari serat sintetis adalah lebih ramah pada pengguna, contohnya tahan terhadap air, tahan noda dan dapat diregangkan.
Akan tetapi, ada beberapa kekurangan dari serat sintetis, di antaranya adalah sebagai berikut:
- Serat sintetis tunggal tidak dapat menangkap kantung air seperti serat alam, sehingga akan memberikan insulasi buruk.
- Serat sintetis lebih mudah terbakar dibandingkan serat alami.
- Rentan rusak yang diakibatkan oleh panas, contohnya ketika dibersihkan dengan air panas.
- Lebih mudah meleleh.
- Menghasilkan listrik statik dengan cara menggosokkannya dibandingkan serat alami.
- Sebagian besar serat sintetis menyerap sangat sedikit kelembaban, sehingga pengguna serat sintetis akan merasa lengket ketika tubuhnya berkeringat.
- Serat sintetis adalah sumber dari polusi mikroplastik dari mesin cuci pakaian.
Serat Alami
Jenis serat yang kedua adalah serat alami. Serat alami merupakan jenis serat yang dihasilkan dari tanaman, hewan atau proses geologi. Serat alami dapat mengalami pelapukan dan dapat digolongkan menjadi tiga yaitu tumbuhan, kayu dan hewan, berikut penjelasannya.
Serat Tumbuhan
Serat tumbuhan adalah bahan yang mirip seperti benang dan berasal dari tumbuhan. Serat tumbuhan diklasifikasikan menjadi empat, di antaranya adalah serat biji, daun, batang serta buah. Biasanya serat tumbuhan tersusun dari selulosa dan hemiselulosa dan terkadang juga memiliki kandungan lignin di dalamnya. Berikut beberapa contoh dari serat tumbuhan.
Serat rami
Serat rami merupakan serat tumbuhan yang berasal dari tanaman Boehmeria nivea dan menjadi salah satu bahan yang digunakan untuk membukus mayat di Tiongkok. Selain itu, serat rami juga sering digunakkan sebagai bahan baku untuk membuat kanvas atau tali temali.
Serat abaka
Serat abaka adalah serat yang dihasilkan dari Musa textilis yaitu salah satu tumbuhan yang bentuknya seperti pisah dan berasal dari Filipina. Serat abaka juga dikenal sebagai Manila. Biasanya, masyarakat Filipina menggunakan serat abaka sebagai bahan baku untuk membuat pakaian ningrat atau pakaian untuk keluarga terhormat di Filipina.
Serat urena
Serat urena adalah serat yang dihasilkan dari tumbuhan bernama Urena lobata dan digunakan sebagai bahan dasar keperluan rumah tangga, contohnya bahan untuk membuat karung. Ciri dari serat urena adalah memiliki warna putih sedikit krem dan berkilau, bertekstur halus dan lentur.
Serat sunn
Serat sunn adalah serat yang berasal dari tumbuhan bernama Crotalaria Juncea. Serat sunn merupakan serat yang banyak dihasilkan di Pakistan dan India. Manfaat dari serat sunn adalah sebagai bahan baku untuk membuat kertas, karung, jala atau tali.
Serat kenaf
Serat kenaf adalah serat yang berasal dari tumbuhan bernama Hibiscus Cannabinus dan paling banyak ditemukan di sekitar Pakistan serta India. Batang luar dari tumbuhan ini memiliki tekstur cukup kasar dibandingkan batang bagian dalamnya.
Macam Macam Kerajinan dari Serat Alam
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Serat Alam |
| ">1 | ">Kerajinan Sarung Bantal dari Serat Goni |
| ">2 | ">Kerajinan Kain dari Serat Daun Nanas |
| ">3 | ">Kerajinan Kain dari Serat Sutra |
| ">4 | ">Kerajinan Kanvas dari Serat Rami |
| ">5 | ">Kerajinan Isi Bantal dari Serat Kapuk |
| ">6 | ">Kerajinan Isi Boneka dari Serat Kapas |
| ">7 | ">Kerajinan Tempat Pensil dari Pelepah Pisang |
| ">8 | ">Kerajinan Vas Bunga dari Serat Sabut Kelapa |
| ">9 | ">Kerajinan Tas Unik dari Serat Alam Eceng Gondok |
| ">10 | ">Kerajinan Tas Unik dari Serat Daun Pandan |
| ">11 | ">Kerajinan Bunga Cantik dari Serat Kulit Jagung |
| ">12 | "> |
Tags: kerajinan yang dimaksud