... Arief: Pengrajin Rebana dan Ahli Kerajinan DIY di Kota Malang, Jawa Timur

Arief - Pengrajin Rebana di Malang, Jawa Timur - Keterampilan DIY yang Menginspirasi

Sejarah Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Sentra Industri Kreatif di Kota Malang

Tugumalang.id – Berbicara destinasi wisata di Malang memang tidak ada habisnya. Beragam kebutuhan tempat untuk menyejukkan hati dan pikiran bisa ditemukan di Kota Pelajar ini, mulai dari wisata yang menawarkan keindahan alam hingga wisata kreatif.

Salah satu destinasi wisata kreatif di Kota Malang adalah Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Kampung wisata yang berlokasi di Jl Mt Haryono 9 No. 336, Dinoyo, Kota Malang, ini memiliki ciri khas dalam pembuatan keramik dengan nilai guna dan estetika yang menawan.

Harga Rp200 Ribu hingga Rp350 Ribu

Arif melayani aneka kebutuhan rebana berbahan kayu, baik untuk aliran banjari atau pun Habib Syech (Habsy). Sementara di pasaran memang banyak jenis rebana berbahan plastik.

Kisaran harga untuk ukuran standar (30 Cm) antara Rp200 ribu sampai Rp350 ribu. Pembeli biasanya akan menyesuaikan kebutuhan dan ketersediaan keuangan.

"Satu set untuk versi Pekalongan misalnya kan 5 buah, 4 rebana dan bas. Kalau yang Habsy itu sembilan buah," terangnya.

Rebana dibuat dari bahan kayu nangka, mahoni, atau mangga, serta kulit kambing betina. Arif juga mengaku mengolah kulit kambing sendiri untuk pesanan rebana tertentu.

"Kulit kambingnya betina, biasanya kalau jantan untuk beduk kecil. Karena hasil suaranya beda dan teksturnya juga beda," jelasnya.

"Kalau yang pesanan khusus, kulitnya proses sendiri, tapi kalau ingin cepat ya beli di pasaran," terangnya.

Berkah Ramadan, Perajin Rebana Kewalahan Penuhi Pesanan

Rebana buatan warga Kota Malang, Arief. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Malang, IDN Times - Salah satu sudut di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tampak sibuk saat memasuki Bulan Suci Ramadan 1444 H. Mereka tampak tengah sibuk membuat rebana berbagai model dengan kayu dan kulit lembu demi memenuhi pesanan yang membludak.

Torkshop tersebut adalah milik Arief Priyadi (35) yang tengah sibuk memenuhi pesanan rebana bersama dua orang karyawannya. Arief tampak mengetes setiap rebana yang sudah jadi dengan memukul-mukul sesuai irama yang ada di ingatannya.

Sementara dua orang karyawannya sibuk memasang kulit sapi ke instrumen tersebut. Tidak asal pasang, mereka menentukan kerekatan kulit sapi tersebut agar menghasilkan suara yang diinginkan saat dipukul-pukul.

Meskipun banjir pesanan Arief memilih tidak menaikkan harga rebana untuk menjaga kepercayaan pelanggan

ilustrasi alat musik rebana (sumber:id.wikipedia.org)

Meskipun kebanjiran rejeki, Arief memilih tidak memanfaatkan aji mumpung dengan menaikkan harga rencananya. Hal ini untuk menjaga kepercayaan para pelanggannya. Selain itu, Arief sendiri yang melayani pemesanan rebana hingga bedug.

Harga untuk satu rebana dipatok Arief mulai dari Rp247 ribu untuk kualitas biasa, sementara untuk berkualitas standar rebana adalah Rp350 ribu. Sementara untuk set rebana Habib Syech senilai Rp2,7 juta sampai Rp3,5 juta, sementara untuk set rebana versi Banjari senilai Rp1.950.000,-.

"Jadi satu set rebana itu isinya 5 alat di antaranya 4 rebana dan 1 bass. Lebar rebana sekitar 30 sentimeter. Tapi kalau untuk rebana anak-anak SD, TK atau PAUD biasanya ukuran lebarnya hanya 25 sentimeter," jelasnya.

Arief juga melayani pembuatan dan perbaikan bedug untuk masjid di workshopnya

Rebana buatan warga Kota Malang, Arief. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)

Tidak hanya sekedar rebana, Arief juga menyediakan jasa pembuatan dan servis bedug. Ia mematok harga bervariasi tergantung kerumitan pesanan bedig tersebut. Untuk bedug ukuran panjang 1 meter ia banderol dengan harga Rp12,5 juta, itu sidah termasuk biaya pengantaran ke lokasi.

Workshop Arief ternyata sering menerima permintaan service rebana dan bedug. Pada tahun 2023 ini ia juga menerima banyak permintaan servis dan pemeliharaan rebana.


Tags: jawa

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia