Arief - Pengrajin Rebana di Malang, Jawa Timur - Keterampilan DIY yang Menginspirasi
Meskipun banjir pesanan Arief memilih tidak menaikkan harga rebana untuk menjaga kepercayaan pelanggan
ilustrasi alat musik rebana (sumber:id.wikipedia.org)
Meskipun kebanjiran rejeki, Arief memilih tidak memanfaatkan aji mumpung dengan menaikkan harga rencananya. Hal ini untuk menjaga kepercayaan para pelanggannya. Selain itu, Arief sendiri yang melayani pemesanan rebana hingga bedug.
Harga untuk satu rebana dipatok Arief mulai dari Rp247 ribu untuk kualitas biasa, sementara untuk berkualitas standar rebana adalah Rp350 ribu. Sementara untuk set rebana Habib Syech senilai Rp2,7 juta sampai Rp3,5 juta, sementara untuk set rebana versi Banjari senilai Rp1.950.000,-.
"Jadi satu set rebana itu isinya 5 alat di antaranya 4 rebana dan 1 bass. Lebar rebana sekitar 30 sentimeter. Tapi kalau untuk rebana anak-anak SD, TK atau PAUD biasanya ukuran lebarnya hanya 25 sentimeter," jelasnya.
Semakin banyaknya pesanan rebana membuat Arief kesulitan mencari bahan baku pembuatan rebana
Ilustrasi reabana. (jejakpiknik.com)
Arief bersyukur dengan semakin bertambahnya pesanan yang datang, tapi ia menghadapi masalah baru yang cukup krusial. Masalah tersebut adalah pemenuhan bahan baku pembuatan rebana. Yang sulit adalah mencari kayu nangka untuk menjadi bahan baku rebana, kini ketersediaan kayu pohon nangka kian langka. Oleh karena itu, ia menyiasati dengan kayu pohon mahoni.
Meskipun ia mengakui kualitas suara rebana dari kayu pohon nangka lebih bagus daripada dengan kayu pohon mahoni. Arief menceritakan ia biasa mendapatkan kayu pohon mahoni dari Jepara dan Kudus.
Berbeda dari kayu, ketersediaan kulit sapi cukup mudah ditemukan di Blitar, Probolinggo, Jombang, dan Salatiga. Karenanya, ia berharap akan ada supplier kayu dengan harga terjangkau agar produksi rencananya tetap ramah di kantong tapi memiliki kualitas yang bagus.
"Karena COVID-19 sudah mereda, kita peningkatan pendanaannya naik 30 persen daripada saat pandemik. Oleh karena itu, kita harapannya bisa mendapatkan bahan baku lebih mudah," pungkasnya.
Sejarah Kampung Wisata Keramik Dinoyo, Sentra Industri Kreatif di Kota Malang
Tugumalang.id – Berbicara destinasi wisata di Malang memang tidak ada habisnya. Beragam kebutuhan tempat untuk menyejukkan hati dan pikiran bisa ditemukan di Kota Pelajar ini, mulai dari wisata yang menawarkan keindahan alam hingga wisata kreatif.
Salah satu destinasi wisata kreatif di Kota Malang adalah Kampung Wisata Keramik Dinoyo. Kampung wisata yang berlokasi di Jl Mt Haryono 9 No. 336, Dinoyo, Kota Malang, ini memiliki ciri khas dalam pembuatan keramik dengan nilai guna dan estetika yang menawan.
Berkah Ramadan, Perajin Rebana Kewalahan Penuhi Pesanan
Rebana buatan warga Kota Malang, Arief. (IDN Times/Rizal Adhi Pratama)
Malang, IDN Times - Salah satu sudut di Kelurahan Bumiayu, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang tampak sibuk saat memasuki Bulan Suci Ramadan 1444 H. Mereka tampak tengah sibuk membuat rebana berbagai model dengan kayu dan kulit lembu demi memenuhi pesanan yang membludak.
Torkshop tersebut adalah milik Arief Priyadi (35) yang tengah sibuk memenuhi pesanan rebana bersama dua orang karyawannya. Arief tampak mengetes setiap rebana yang sudah jadi dengan memukul-mukul sesuai irama yang ada di ingatannya.
Sementara dua orang karyawannya sibuk memasang kulit sapi ke instrumen tersebut. Tidak asal pasang, mereka menentukan kerekatan kulit sapi tersebut agar menghasilkan suara yang diinginkan saat dipukul-pukul.
Proses Pembuatan
Bahan baku kayu diperoleh dari Blitar, Jepara dan Demak, sementara kulit kambing diperoleh dari Cirebon, Blitar, dan Ponorogo. Bahan kayu melalui proses pengeringan sampai pengecatan, sedangkan kulit kambing hanya butuh perendaman dan pengeringan.
Proses pengerjaan sekitar dua minggu, terlama di pengeringan bahan. Proses pengeringan dilakukan manual dengan sinar matahari.
"Kulit direndam, terus dipasang, nanti ditarik saat dijemur. Kendala kalau dari segi produksi pada cuaca," tegasnya.
Sisa kulit kambing biasanya dimanfaatkan pengrajin lain untuk pembuatan suvenir jimbe atau kendang mini. Jika tidak bisa dimanfaatkan lagi, karena ukurannya terlalu kecil, dimanfaatkan untuk kerupuk rambak.
Tags: jawa