Kesenian Perak dalam Kerajinan Sulam - Elegansi dan Kreativitas di Tangan Anda
Penghasil Kerajinan Pajangan Perak: Kotagede, Yogyakarta
Kotagede merupakan sebuah kecamatan di sisi tenggara Yogyakarta. Wilayah yang berbatasan dengan Kecamatan Umbulharjo dan Kabupaten Bantul ini sudah lama terkenal menjadi surga untuk para pecinta kerajinan dari perak.
Hasil kerajinan perak dari Kotagede lebih banyak berupa barang seni untuk dipajang misalnya seperti miniatur kapal, patung Buddha, Candi Borobudur, kapal, andong, cangkir, mangkok, piring, panci, teko, dan lain-lain.
Ukuran serta harganya juga bermacam macam, mulai dari sepuluh ribu rupiah, sampai jutaan rupiah.
Nah, selain membeli barang yang sudah tersedia di etalase, di Kotagede kamu juga dapat memesan desain sendiri secara khusus atau custom.
Sebagai info, salah satu toko kerajinan perak yang terkenal di Kotagede adalah HS Silver yang berada di Jalan Mondorokan. Toko ini didirikan oleh Harto Soehardjo dan membuat sendiri kerajinan kerajinan yang dijual ditokonya.
RECOMMEND : 7 Potensi Lampu Hias Dari Kerajinan Anyaman BambuUniknya, di Kotagede ketika berbelanja kerajinan kamu juga bisa sambil melihat proses pembuatannya.
Alami Kemunduran
Kemunduran kerajinan perak di Kotagede sangat berdampak pada kehidupan masyarakat di sana yang sebagian besar mengandalkan perak sebagai sumber penghasilan utama. Bahkan sebagian pemilik toko kerajinan itu sudah tidak mempekerjakan karyawan.
Beberapa usaha pengrajin bahkan memilih tutup karena sudah tak mampu lagi membayar sewa tempat usaha. Salah satu pengusaha perak Kotagede, Priyo Salim, mengatakan permasalahan usaha kerajinan perak di sana sebenarnya cukup rumit.
Masalah itu adalah mulai banyaknya konsumen yang memilih membeli produk secara online. Oleh karena itu ia mengatakan harus ada pembenahan besar-besaran kalau ingin membenahi penjualan kerajinan perak di sana baik dari penyediaan dan pengelolaan bahan baku, teknik produksi, maupun pemasaran.
Kerajinan Khas Bali yang Unik
Kamu pasti sudah tidak asing dengan topeng barong, bukan? Kerajinan khas Bali yang satu ini bisa kamu temui hampir di seluruh sudut Pulau Bali. Pasalnya, Bali memang terkenal dengan seni pahatnya yang unik dan memiliki nilai seni tinggi.
Tidak hanya topeng barong, ada juga jenis topeng lainnya yang bisa kamu jadikan oleh-oleh saat kamu liburan di Bali, loh. Seperti topeng penari, topeng berbagai wajah yang ekspresif, dan masih banyak lagi.
Kerajinan topeng ukir khas Bali ini tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga nilai sejarah dan kesakralan yang tinggi. Sebagian besar kerajinan topeng ukir Bali terinspirasi dari budaya Hindu kuno yang umumnya melambangkan dewa-dewa suci.
7. Lukisan Khas Bali
Jika kamu penikmat seni lukis, maka jangan sampai terlewat untuk membeli lukisan khas Bali sebagai oleh-oleh. Salah satu desa yang terkenal akan kepiawaian masyarakatnya dalam melukis adalah Desa Kamasan, Kabupaten Klungkung.
Menengok ke belakang, sejarah lukisan di Bali berawal dari kebutuhan religius dari suatu lingkungan sosial. Lukisan kala itu digunakan sebagai sebuah persembahan dalam ruang lingkup keagamaan dan persembahan kepada raja. Namun kini, siapa saja dapat membeli lukisan khas Bali ini.
Biasanya, seniman tradisional Bali akan menggunakan pigmen alami, pena, dan kuas buatan agar menghasilkan gambar yang bernilai seni tinggi. Sementara cerita yang dilukis terinspirasi dari cerita Arjuna Wiwaha, Ramayana, dan Mahabhrata.
Kerajinan Perak Kotagede di Zaman Belanda
Kepala Museum Sonobudoyo Yogyakarta, Setyawan Sahli, mengatakan pada awalnya kerajinan perak di Kotagede hanyalah produk terbatas yang kemudian bertransformasi menjadi industri. Sejak kedatangan penjajah Belanda, mereka turut berperan dalam mengubah wajah industri perak di sana dengan memadukan kultur barat dan timur.
Dikutip dari Liputan6.com, Minggu (9/11), pecahnya Kerajaan Mataram Islam menjadi Kraton Yogyakarta dan Kraton Surakarta berdampak pada kerajinan perak di Kotagede. Saat itu, sentra kerajinan itu harus melayani permintaan empat kraton sekaligus yaitu Kasultanan Ngayogyakarta, Kasunanan Surakarta, Puro Pakualaman, dan Mangkunegaran.
Tags: kerajinan