... Apa Itu Ayah Peter Quill? Temukan Inspirasi Sulaman DIY yang Mengagumkan!

Ayah Peter Quill - Sentuhan Kreatif dalam Karya Jahitan DIY

Phyla-Vell

Phyla-Vell muncul pertama kali dalam Captain Marvel Vol. 5 #16. Karakternya diciptakan oleh penulis Peter David dan artist Paul Azaceta.

Phyla-Vell merupakan putri Elysius, wanita rekayasa genetika yang dicintai oleh mendiang Mar-Vell. Phyla-Vell sekaligus putri kedua ciptaan Elysius yang diketahui juga menciptakan Gen-Vell dari DNA Mar-Vell. Utuk sementara waktu, Phyla memakai nama Captain Marvel.

Phyla kemudian membuat kesepakatan untuk menyelamatkan nyawa rekannya, Moondragon. Sebagai gantinya, dia menjadi Avatar of Oblivion. Sampai kematiannya, Phyla-Vell tetap bagian dari Guardian of the Galaxy.

3. Shang-Chi (Anaknya Mandarin atau Fu Manchu)

Ketika pertama kali muncul di komik Marvel, Shang-Chi langsung diperkenalkan sebagai anak dari seorang penguasa kriminal yang bernama Fu Manchu. Shang-Chi pun dibesarkan oleh Fu Manchu agar menjadi seorang petarung hebat supaya bisa menggantikannya. Namun, Shang-Chi memilih jalan berbeda dengan Fu Manchu dan malah menjadikan ayahnya sebagai musuh bebuyutannya.

Di versi MCU-nya, Shang-Chi juga dikisahkan sebagai anak dari Wenwu atau yang lebih dikenal sebagai Mandarin yang merupakan pemimpin dari organisasi teroris Ten Rings. Sama seperti komiknya, Shang-Chi juga dilatih agar jadi petarung sejak kecil, tapi lebih memilih untuk kabur. Ketika sudah beranjak dewasa, dia pun berhadapan dengan ayahnya untuk menghancurkan organisasi Ten Rings.

Melihat latar belakang tersebut, tentunya kisah Shang-Chi sebagai anak Fu Manchu ataupun Mandarin enggak terlalu terlihat berbeda. Hal ini karena kemungkinan Marvel hanya mengganti sosok ayah Shang-Chi di versi filmnya dengan sosok Mandarin, bukan Fu Manchu seperti di komiknya. Soalnya, sosok Fu Manchu di komiknya sempat menuai kontroversi karena isu rasisme di kalangan penggemarnya.

Celestial

dok. Marvel Wiki

dok. Marvel Studios/Guardians of The Galaxy

Ego adalah Celestial, ras primordial dari makhluk mirip dewa humanoid dengan kekuatan supernatural yang luar biasa. Sebagai Celestial, ia memiliki kekuatan antara lain adalah.

Keabadian: Ego, seperti rasnya, abadi dan kuno. Ego mengakui dirinya berusia jutaan tahun. Dia hanya bisa terbunuh jika bentuk intinya, yaitu otaknya, hancur.

Manipulasi Molekuler: Ego mampu memanipulasi materi ke tingkat molekuler berkat kekuatan Celestial. Selama pertempuran dengan anaknya, Star-Lord, ia menciptakan berbagai senjata jarak dekat dari materi dan bahkan membentuk raksasa humanoid dari dirinya sendiri. Kemampuan manipulasi molekuler Ego juga membuatnya bisa menciptakan cangkang di sekeliling dirinya yang kemudian berkembang menjadi planet. Dia bisa memanipulasi planet ini pada tingkat molekuler. Otaknya tersimpan di pusat inti planetnya.

Menciptakan Bibit: Ego mampu menciptakan bibit asing dalam rencananya menaklukkan alam semesta dengan menyatu dalam ekstensinya sendiri. Ketika diaktifkan, bibit ini mulai menyelimuti permukaan planet sehingga Ego bisa menaruh kekuatan dan kesadarannya di planet-planet ini.

Manipulasi Energi: Ego, seperti Celestial lainnya, dapat memanipulasi energi. Dia bisa memproyeksikan sinar energi dari jari-jarinya untuk membuat berbagai macam serangan, seperti membuat tentakel energi, ledakan energi, hingga membuat bentuk humanoid seperti dirinya sendiri. Kemampuan ini sempat diajarkan kepada Peter Quill.

Kekuatan Super: Sebagai Celestial, kekuatan fisik Ego berada pada tingkat manusia super. Kekuatan fisik luar biasa ini membuat mereka mampu menahan kekuatan Infinity Stones.

5 Fakta Star-Lord, sang Pemimpin Guardians of the Galaxy yang Karismatik

Guardians of the Galaxy Vol. 3 menjadi salah satu film MCU yang mendapatkan respons sangat positif dalam beberapa tahun terakhir ini. Lewat film garapan James Gunn ini, kita dapat melihat kembali sejumlah anggota Guardians yang sudah ada sejak film pertamanya. Salah satu karakter tersebut adalah Peter Quill alias Star-Lord yang kembali melibatkan Chris Pratt sebagai pemerannya.

Kamu tentunya sepakat bahwa Star-Lord merupakan sosok yang sangat penting bagi Guardians of the Galaxy. Bagaimana enggak, Star-Lord merupakan pemimpin dari kelompok superhero Marvel tersebut. Makanya, meski kisahnya sudah tak jadi fokus utama lagi pada Guardians 3, Star-Lord masih menjadi sosok yang memiliki peran yang besar terhadap konflik ceritanya.

4. Pernah menyatu dengan Groot

Seperti yang kita ketahui, Star-Lord berada dalam satu tim superhero yang sama dengan Groot. Namun, tahukah kamu bahwa Star-Lord dan Groot pernah berada dalam satu tubuh dan kesadaran yang sama? Yap, hal ini pernah terjadi dalam komik Infinity Wars #5 (2018) ketika Gamora memiliki seluruh Infinity Stones dan mengubah realita.

Dalam realita baru ini, Star-Lord dan Groot pun tergabung dalam satu entitas sama yang memiliki nama Peet. Sama seperti Groot, Peet juga enggak bisa berbicara lancar seperti karakter pada umumnya. Namun, perkataan yang keluar dari mulut Peet bukanlah, “I Am Groot,” seperti yang sering kita dengar dari Groot, melainkan, “We are Peet.


Tags: quill

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia