... Ayah Quill: Panduan Langit dalam Dunia DIY dan Seni Sulam

"Penjaga Galaksi - Ayah Quill"

Kecerdasan yang luar biasa

dok. Marvel Studios/Guardians of The Galaxy

Ahli Taktik dan Strategi: Ego mampu menghadapi situasi bahaya atau konflik saat dia menggunakan kecerdasannya yang luar biasa untuk menangani situasi tersebut.

Karisma Besar: Untuk rencana besarnya, Ego sampai memiliki anak dari berbagai ras alien di seluruh semesta. Agar dapat melakukan ini, ia memiliki karisma besar yang membuat sosoknya mudah disukai. Beberapa pasangannya, seperti ibu Peter Quill sang Star-Lord, masih menganggap Ego sebagai malaikat di akhir hayatnya.

Kalau melihat salah satu adegan di filmnya, Ego sepertinya memang sengaja mengatur penampilan dan sifatnya sesuai fantasi tertentu lawan bicaranya, sehingga ia menjadi sosok yang ideal dan memikat. Untuk satu orang ia bisa menjadi kekasih yang menawan, untuk orang lain ia bisa menjadi figur ayah yang selalu didambakan.

Trivia ekstra

dok. Marvel Studios/Guardians of The Galaxy

Dalam versi komik, Ego the Living Planet adalah sebuah planet yang diberi kesadaran oleh the Stranger, yang ditujukan untuk menaklukan dunia. Ia pernah terlibat konflik melawan Thor dan Nova Corps

Dalam versi komik, ayah Peter Quill adalah J'Son of Spartax, Kaisar Kekaisaran Spartoi.

Ego adalah Celestial pertama yang terlihat hidup di masa Marvel Cinematic Universe terkini.

Ego sepertinya menyukai warna yang sama seperti Star-Lord, terlihat saat dia mengendarai mobil convertible oranye dan biru. Warna yang sama nantinya akan digunakan oleh Peter untuk pesawat Milano.

Ego adalah antagonis utama film pertama di Marvel Cinematic Universe yang memiliki ikatan darah dengan protagonis utama film tersebut, dimama dia adalah ayah Peter Quill.

Ego pertama kali disebutkan di Guardian of theGalaxy, membuatnya menjadi antagonis utama dalam film yang pertama disebutkan sebelum penampilan debutnya.

Ego tampaknya menjadi penggemar band musik Looking Glass, menyebut mereka sebagai "salah satu musisi terbaik di Bumi"

3. Nebula jadi pemimpin Knowhere dan Drax membantu Nebula mengasuh anak-anak

Saat perpisahan, Drax tadinya hampir mau mengikuti Mantis. Namun, Nebula meminta Drax tetap tinggal di Knowhere untuk membantu mengurus anak-anak kecil yang mereka selamatkan dari High Evolutionary. Soalnya, Drax satu-satunya anggota Guardians of the Galaxy yang bisa memahami bahasa yang digunakan anak-anak kecil tersebut.

4. Mantis berkelana untuk mencari jati dirinya

Selain Peter dan Gamora yang memutuskan pergi ke jalannya masing-masing, enggak disangka Mantis juga memilih hal yang sama. Bersama dengan Abilisks yang dia jinakkan di kapalnya High Evolutionary, Mantis memutuskan berkelana seorang diri tanpa dampingan satu pun anggota Guardians of the Galaxy. Ketika Mantis memutuskan berkelana, Drax awalnya bersikeras untuk ikut bersama Mantis.

Mantis jelas tidak mau Drax ikut bersamanya. Soalnya, Mantis benar-benar ingin mandiri dalam berkelana mencari jati dirinya. Mantis merasa selama hidupnya dia selalu bergantung kepada orang lain. Drax akhirnya setuju dengan permintaan Nebula untuk tetap tinggal di Knowhere dan Mantis langsung memulai petualangan solonya.

5. Rocket, Groot, Kraglin, dan Cosmo membentuk tim baru dengan tambahan anggota baru

Walau Peter, Nebula, Drax, dan Mantis memutuskan mundur, bukan berarti Guardians of the Galaxy bubar begitu saja. Sebelum Peter kembali ke Bumi, dia menyerahkan posisi pemimpin Guardians of the Galaxy kepada Rocket. Yap, Rocket kini resmi menjadi pemimpin baru Guardians of the Galaxy untuk petualangan ke depannya.

Pada adegan mid credit Guardians of the Galaxy Vol. 3, terungkaplah siapa saja anggota yang tergabung dalam tim yang dipimpin oleh Rocket. Groot, Kraglin, dan Cosmo ternyata memutuskan untuk tetap bersama Rocket. Lalu, tim yang dipimpin oleh Rocket mendapatkan tiga anggota baru, yaitu Adam Warlock, Phyla-Vell, dan Blurp. Mereka bahkan sudah memulai misi baru mereka pada adegan mid credit film ini.

Itulah penjelasan nasib dari tiap anggota Guardians of the Galaxy yang ditampilkan pada akhir film ketiganya. Ngaku, deh, siapa yang dibuat sedih ketika beberapa anggota memilih jalannya masing-masing pada akhir film?

4. Pernah menyatu dengan Groot

Seperti yang kita ketahui, Star-Lord berada dalam satu tim superhero yang sama dengan Groot. Namun, tahukah kamu bahwa Star-Lord dan Groot pernah berada dalam satu tubuh dan kesadaran yang sama? Yap, hal ini pernah terjadi dalam komik Infinity Wars #5 (2018) ketika Gamora memiliki seluruh Infinity Stones dan mengubah realita.

Dalam realita baru ini, Star-Lord dan Groot pun tergabung dalam satu entitas sama yang memiliki nama Peet. Sama seperti Groot, Peet juga enggak bisa berbicara lancar seperti karakter pada umumnya. Namun, perkataan yang keluar dari mulut Peet bukanlah, “I Am Groot,” seperti yang sering kita dengar dari Groot, melainkan, “We are Peet.”


Tags: quill galaxy guardian

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia