"Penjaga Galaksi - Ayah Quill"
3. Nebula jadi pemimpin Knowhere dan Drax membantu Nebula mengasuh anak-anak
Saat perpisahan, Drax tadinya hampir mau mengikuti Mantis. Namun, Nebula meminta Drax tetap tinggal di Knowhere untuk membantu mengurus anak-anak kecil yang mereka selamatkan dari High Evolutionary. Soalnya, Drax satu-satunya anggota Guardians of the Galaxy yang bisa memahami bahasa yang digunakan anak-anak kecil tersebut.
4. Mantis berkelana untuk mencari jati dirinya
Selain Peter dan Gamora yang memutuskan pergi ke jalannya masing-masing, enggak disangka Mantis juga memilih hal yang sama. Bersama dengan Abilisks yang dia jinakkan di kapalnya High Evolutionary, Mantis memutuskan berkelana seorang diri tanpa dampingan satu pun anggota Guardians of the Galaxy. Ketika Mantis memutuskan berkelana, Drax awalnya bersikeras untuk ikut bersama Mantis.
Mantis jelas tidak mau Drax ikut bersamanya. Soalnya, Mantis benar-benar ingin mandiri dalam berkelana mencari jati dirinya. Mantis merasa selama hidupnya dia selalu bergantung kepada orang lain. Drax akhirnya setuju dengan permintaan Nebula untuk tetap tinggal di Knowhere dan Mantis langsung memulai petualangan solonya.
2. Ayahnya berbeda antara versi komik dan MCU
Buat kamu nonton film Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017) pastinya tahu bahwa Star-Lord adalah anak dari Ego the Living Planet yang merupakan supervillain. Hal ini terjadi karena Ego berkeliling alam semesta untuk memproduksi anak Celestials, termasuk ke Bumi, tempat iabertemu dengan ibunya Peter Quill. Sang Star-Lord pun menjadi satu-satunya anak Ego dengan kemampuan Celestial.
Pada ending filmnya, kita pun bisa melihat momen pertarungan antara Star-Lord melawan ayahnya yang ingin memusnahkan sejumlah planet. Menariknya, sosok ayah Star-Lord antara versi MCU dengan komiknya ternyata cukup berbeda. Sebab, dalam versi komiknya, Star-Lord adalah anak dari J’Son yang merupakan pemimpin dari sebuah ras alien bernama Spartax Empire.
Meski merupakan karakter yang berbeda dengan Ego, J’Son juga digambarkan sebagai seorang villain yang ingin mencoba untuk mengendalikan Peter Quill agar patuh terhadap perintahnya. Bahkan, J’Son sampai tega melawan sejumlah anggota Guardians hanya agar anaknya patuh terhadapnya.
Phyla-Vell
Phyla-Vell muncul pertama kali dalam Captain Marvel Vol. 5 #16. Karakternya diciptakan oleh penulis Peter David dan artist Paul Azaceta.
Phyla-Vell merupakan putri Elysius, wanita rekayasa genetika yang dicintai oleh mendiang Mar-Vell. Phyla-Vell sekaligus putri kedua ciptaan Elysius yang diketahui juga menciptakan Gen-Vell dari DNA Mar-Vell. Utuk sementara waktu, Phyla memakai nama Captain Marvel.
Phyla kemudian membuat kesepakatan untuk menyelamatkan nyawa rekannya, Moondragon. Sebagai gantinya, dia menjadi Avatar of Oblivion. Sampai kematiannya, Phyla-Vell tetap bagian dari Guardian of the Galaxy.
Nebula
Nebula digambarkan sebagai seorang alien berkulit biru. Dia adalah putri angkat Thanos, sama seperti Gamora.
Pertama kali muncul, Nebula memang diceritakan sebagai salah satu karakter antagonis, tetapi akhirnya berkembang menjadi antihero dan akhirnya menjadi protagonis. Nebula kemudian bergabung bersama Gamora menjadi Guardian of the Galaxy.
Walau bersaudara, hubungannya dengan Gamora tidak pernah akur. Nebula selalu merasa ingin lebih baik dari Gamora. Keduanya lantas berdamai dan bersekutu melawan Ego lalu melarikan diri. Nebula bergabung dengan Guardians of the Galaxy dan melakukan perjalanan ke luar angkasa bersama.
Tags: quill galaxy guardian