"Penjaga Galaksi - Ayah Quill"
Di balik layar
dok. Marvel Studios/Guardians of The Galaxy
James Gunn sendiri mengungkapkan bahwa Ego adalah ayah Peter Quill pada San Diego Comic Con pada tanggal 23 Juli 2016
20th Century Fox memiliki lisensi untuk Ego the Living Planet. Untuk Guardian of the Galaxy Vol. 2, Marvel Studios harus membeli hak penggunaan Ego the Living Planet terlebih dahulu. Untung saja negosiasi tersebut lancar. Marvel bisa memperoleh Ego, sementara Fox bisa memodifikasi karakter Negasonic Teenage Warhead di film Deadpool.
Matthew McConaughey diketahui mendapat penawaran untuk memerankan karakter Ego the Living Planet sebelum Kurt Russell, namun ia menolaknya karena sedang dalam penggarapan film The Dark Tower.
Trivia ekstra
dok. Marvel Studios/Guardians of The Galaxy
Dalam versi komik, Ego the Living Planet adalah sebuah planet yang diberi kesadaran oleh the Stranger, yang ditujukan untuk menaklukan dunia. Ia pernah terlibat konflik melawan Thor dan Nova Corps
Dalam versi komik, ayah Peter Quill adalah J'Son of Spartax, Kaisar Kekaisaran Spartoi.
Ego adalah Celestial pertama yang terlihat hidup di masa Marvel Cinematic Universe terkini.
Ego sepertinya menyukai warna yang sama seperti Star-Lord, terlihat saat dia mengendarai mobil convertible oranye dan biru. Warna yang sama nantinya akan digunakan oleh Peter untuk pesawat Milano.
Ego adalah antagonis utama film pertama di Marvel Cinematic Universe yang memiliki ikatan darah dengan protagonis utama film tersebut, dimama dia adalah ayah Peter Quill.
Ego pertama kali disebutkan di Guardian of theGalaxy, membuatnya menjadi antagonis utama dalam film yang pertama disebutkan sebelum penampilan debutnya.
Ego tampaknya menjadi penggemar band musik Looking Glass, menyebut mereka sebagai "salah satu musisi terbaik di Bumi"
Celestial
dok. Marvel Wiki
dok. Marvel Studios/Guardians of The Galaxy
Ego adalah Celestial, ras primordial dari makhluk mirip dewa humanoid dengan kekuatan supernatural yang luar biasa. Sebagai Celestial, ia memiliki kekuatan antara lain adalah.
Keabadian: Ego, seperti rasnya, abadi dan kuno. Ego mengakui dirinya berusia jutaan tahun. Dia hanya bisa terbunuh jika bentuk intinya, yaitu otaknya, hancur.
Manipulasi Molekuler: Ego mampu memanipulasi materi ke tingkat molekuler berkat kekuatan Celestial. Selama pertempuran dengan anaknya, Star-Lord, ia menciptakan berbagai senjata jarak dekat dari materi dan bahkan membentuk raksasa humanoid dari dirinya sendiri. Kemampuan manipulasi molekuler Ego juga membuatnya bisa menciptakan cangkang di sekeliling dirinya yang kemudian berkembang menjadi planet. Dia bisa memanipulasi planet ini pada tingkat molekuler. Otaknya tersimpan di pusat inti planetnya.
Menciptakan Bibit: Ego mampu menciptakan bibit asing dalam rencananya menaklukkan alam semesta dengan menyatu dalam ekstensinya sendiri. Ketika diaktifkan, bibit ini mulai menyelimuti permukaan planet sehingga Ego bisa menaruh kekuatan dan kesadarannya di planet-planet ini.
Manipulasi Energi: Ego, seperti Celestial lainnya, dapat memanipulasi energi. Dia bisa memproyeksikan sinar energi dari jari-jarinya untuk membuat berbagai macam serangan, seperti membuat tentakel energi, ledakan energi, hingga membuat bentuk humanoid seperti dirinya sendiri. Kemampuan ini sempat diajarkan kepada Peter Quill.
Kekuatan Super: Sebagai Celestial, kekuatan fisik Ego berada pada tingkat manusia super. Kekuatan fisik luar biasa ini membuat mereka mampu menahan kekuatan Infinity Stones.
3. Nebula jadi pemimpin Knowhere dan Drax membantu Nebula mengasuh anak-anak
Saat perpisahan, Drax tadinya hampir mau mengikuti Mantis. Namun, Nebula meminta Drax tetap tinggal di Knowhere untuk membantu mengurus anak-anak kecil yang mereka selamatkan dari High Evolutionary. Soalnya, Drax satu-satunya anggota Guardians of the Galaxy yang bisa memahami bahasa yang digunakan anak-anak kecil tersebut.
4. Mantis berkelana untuk mencari jati dirinya
Selain Peter dan Gamora yang memutuskan pergi ke jalannya masing-masing, enggak disangka Mantis juga memilih hal yang sama. Bersama dengan Abilisks yang dia jinakkan di kapalnya High Evolutionary, Mantis memutuskan berkelana seorang diri tanpa dampingan satu pun anggota Guardians of the Galaxy. Ketika Mantis memutuskan berkelana, Drax awalnya bersikeras untuk ikut bersama Mantis.
Mantis jelas tidak mau Drax ikut bersamanya. Soalnya, Mantis benar-benar ingin mandiri dalam berkelana mencari jati dirinya. Mantis merasa selama hidupnya dia selalu bergantung kepada orang lain. Drax akhirnya setuju dengan permintaan Nebula untuk tetap tinggal di Knowhere dan Mantis langsung memulai petualangan solonya.
Chris Pratt bukan prioritas untuk memerankan Star-Lord
Chris Pratt memang sudah lekat banget dengan peran Peter Quill. Bahkan, rasanya sulit membayangkan orang lain dapat menghidupi peran yang kocak sekaligus heroik seperti Chris Pratt.
Padahal, Chris Pratt bukan prioritas utama, lho. Ia bahkan kerap dianggap “kurang atletis” untuk memerankannya. Sebelumnya, ada beberapa calon yang didapuk akan memerankan Star Lord seperti Joel Edgerton, Eddie Redmayne, Zachary Levi, hingga Joseph Gordon-Levitt.
James Gunn pun awalnya enggak yakin kalau Pratt adalah pilihan yang tepat sampai pada akhirnua casting director Sarah Finn mengajak mereka duduk bareng.
Tags: quill galaxy guardian