"Penjaga Galaksi - Ayah Quill"
5 Fakta Star-Lord, sang Pemimpin Guardians of the Galaxy yang Karismatik
Guardians of the Galaxy Vol. 3 menjadi salah satu film MCU yang mendapatkan respons sangat positif dalam beberapa tahun terakhir ini. Lewat film garapan James Gunn ini, kita dapat melihat kembali sejumlah anggota Guardians yang sudah ada sejak film pertamanya. Salah satu karakter tersebut adalah Peter Quill alias Star-Lord yang kembali melibatkan Chris Pratt sebagai pemerannya.
Kamu tentunya sepakat bahwa Star-Lord merupakan sosok yang sangat penting bagi Guardians of the Galaxy. Bagaimana enggak, Star-Lord merupakan pemimpin dari kelompok superhero Marvel tersebut. Makanya, meski kisahnya sudah tak jadi fokus utama lagi pada Guardians 3, Star-Lord masih menjadi sosok yang memiliki peran yang besar terhadap konflik ceritanya.
Trivia ekstra
dok. Marvel Studios/Guardians of The Galaxy
Dalam versi komik, Ego the Living Planet adalah sebuah planet yang diberi kesadaran oleh the Stranger, yang ditujukan untuk menaklukan dunia. Ia pernah terlibat konflik melawan Thor dan Nova Corps
Dalam versi komik, ayah Peter Quill adalah J'Son of Spartax, Kaisar Kekaisaran Spartoi.
Ego adalah Celestial pertama yang terlihat hidup di masa Marvel Cinematic Universe terkini.
Ego sepertinya menyukai warna yang sama seperti Star-Lord, terlihat saat dia mengendarai mobil convertible oranye dan biru. Warna yang sama nantinya akan digunakan oleh Peter untuk pesawat Milano.
Ego adalah antagonis utama film pertama di Marvel Cinematic Universe yang memiliki ikatan darah dengan protagonis utama film tersebut, dimama dia adalah ayah Peter Quill.
Ego pertama kali disebutkan di Guardian of theGalaxy, membuatnya menjadi antagonis utama dalam film yang pertama disebutkan sebelum penampilan debutnya.
Ego tampaknya menjadi penggemar band musik Looking Glass, menyebut mereka sebagai "salah satu musisi terbaik di Bumi"
Chris Pratt bukan prioritas untuk memerankan Star-Lord
Chris Pratt memang sudah lekat banget dengan peran Peter Quill. Bahkan, rasanya sulit membayangkan orang lain dapat menghidupi peran yang kocak sekaligus heroik seperti Chris Pratt.
Padahal, Chris Pratt bukan prioritas utama, lho. Ia bahkan kerap dianggap “kurang atletis” untuk memerankannya. Sebelumnya, ada beberapa calon yang didapuk akan memerankan Star Lord seperti Joel Edgerton, Eddie Redmayne, Zachary Levi, hingga Joseph Gordon-Levitt.
James Gunn pun awalnya enggak yakin kalau Pratt adalah pilihan yang tepat sampai pada akhirnua casting director Sarah Finn mengajak mereka duduk bareng.
2. Ayahnya berbeda antara versi komik dan MCU
Buat kamu nonton film Guardians of the Galaxy Vol. 2 (2017) pastinya tahu bahwa Star-Lord adalah anak dari Ego the Living Planet yang merupakan supervillain. Hal ini terjadi karena Ego berkeliling alam semesta untuk memproduksi anak Celestials, termasuk ke Bumi, tempat iabertemu dengan ibunya Peter Quill. Sang Star-Lord pun menjadi satu-satunya anak Ego dengan kemampuan Celestial.
Pada ending filmnya, kita pun bisa melihat momen pertarungan antara Star-Lord melawan ayahnya yang ingin memusnahkan sejumlah planet. Menariknya, sosok ayah Star-Lord antara versi MCU dengan komiknya ternyata cukup berbeda. Sebab, dalam versi komiknya, Star-Lord adalah anak dari J’Son yang merupakan pemimpin dari sebuah ras alien bernama Spartax Empire.
Meski merupakan karakter yang berbeda dengan Ego, J’Son juga digambarkan sebagai seorang villain yang ingin mencoba untuk mengendalikan Peter Quill agar patuh terhadap perintahnya. Bahkan, J’Son sampai tega melawan sejumlah anggota Guardians hanya agar anaknya patuh terhadapnya.
3. Nebula jadi pemimpin Knowhere dan Drax membantu Nebula mengasuh anak-anak
Saat perpisahan, Drax tadinya hampir mau mengikuti Mantis. Namun, Nebula meminta Drax tetap tinggal di Knowhere untuk membantu mengurus anak-anak kecil yang mereka selamatkan dari High Evolutionary. Soalnya, Drax satu-satunya anggota Guardians of the Galaxy yang bisa memahami bahasa yang digunakan anak-anak kecil tersebut.
4. Mantis berkelana untuk mencari jati dirinya
Selain Peter dan Gamora yang memutuskan pergi ke jalannya masing-masing, enggak disangka Mantis juga memilih hal yang sama. Bersama dengan Abilisks yang dia jinakkan di kapalnya High Evolutionary, Mantis memutuskan berkelana seorang diri tanpa dampingan satu pun anggota Guardians of the Galaxy. Ketika Mantis memutuskan berkelana, Drax awalnya bersikeras untuk ikut bersama Mantis.
Mantis jelas tidak mau Drax ikut bersamanya. Soalnya, Mantis benar-benar ingin mandiri dalam berkelana mencari jati dirinya. Mantis merasa selama hidupnya dia selalu bergantung kepada orang lain. Drax akhirnya setuju dengan permintaan Nebula untuk tetap tinggal di Knowhere dan Mantis langsung memulai petualangan solonya.
Tags: quill galaxy guardian