... Apa yang Harus Dilakukan Jika Kerajinan Anda di Bidang Sulaman Tidak Dapat Diperbaiki?

"Kerajinan Tak Tersembuh - Apa Yang Harus Dilakukan?"

Gantungan kunci unik dari karet gelang bekas

Jika Anda memiliki banyak karet gelang bekas, jangan buru – buru untuk membuangnya. Anda bisa mengolah kembali karet gelang bekas tersebut menjadi barang yang memiliki nilai guna. Salah satu contohnya yaitu gantungan kunci. Gantungan kunci tersebut bisa Anda pakai untuk gantungan kunci rumah, atau kendaraan Anda, tidak hanya itu gantungan kunci juga bisa Anda jadikan sebagai suvenir dan lain-lain.

Jika Anda berkeinginan untuk membuat gantungan kunci sendiri maka Anda bisa menggunakan karet gelas bekas. Selain Anda tidak perlu membelinya di toko, Anda juga bisa membuat bisnis baru dengan menjual gantungan kunci yang menarik dari gelang karet bekas.

Contoh Kerajinan dari Barang Bekas

Jika Anda memiliki beberapa barang bekas yang sudah tidak digunakan di dalam rumah Anda. Makan Anda tidak perlu terburu-buru untuk membuangnya. Anda juga bisa mengolah barang tersebut menjadi beberapa kerajinan yang memiliki nilai guna yang tinggi. Berikut merupakan beberapa kerajinan yang dapat Anda buat dari beberapa bahan bekas. Antara lain yaitu:

Anda pasti sudah tahu bahwa plastik merupakan jenis sampah yang sulit untuk terurai. Oleh karena itu jika Anda memiliki banyak sampah dari botol plastik maka jangan buru – buru untuk membuangnya, Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat beberapa kerajinan. Salah satu barang yang dapat dibuat dari botol plastik bekas yaitu vas bunga.

Cara membuatnya juga cukup mudah dan dapat Anda buat sendiri di rumah. Langkah pertama Anda hanya perlu mengumpulkan beberapa botol plastik bekas, gunting, pisau, cutter, dan lem. Kemudian potong botol plastik bekas membentuk daun kemudian balik botol dan tekuk potongan tersebut ke samping dan selipkan beberapa ujungnya ke sisi potongan yang ada di sebelahnya. Kemudian Anda bisa mempercantik dengan sentuhan warna dan gambar sesuai dengan keinginan Anda.

Tanda Jurnal Ditolak

Hal pertama untuk dibahas adalah mengenai tanda jurnal ditolak. Status usai submit artikel ke pihak pengelola jurnal setidaknya ada 4 (empat) macam dan bertahap.

Ketika artikel yang disubmit dalam status “Awaiting assignment” maka artinya artikel tersebut sedang diperiksa oleh editor. Pada tahap ini, terdapat dua kemungkinan. Pertama, artikel dinyatakan ditolak dan dijelaskan alasannya.

Kedua, artikel diterima dan kemudian berlanjut ke tahap berikutnya. Sehingga, status artikel menjadi “In review” karena akan di review oleh reviewer dari pihak pengelola jurnal tersebut. Sehingga, saat status masih “Awaiting assignment” sangat penting untuk rutin mengecek.

Jika status artikel sudah “In review” maka artinya artikel yang Anda submit sudah diterima. Hanya saja masih di review oleh ahli di bidangnya dan akan ditentukan ada tidaknya revisi. Sehingga tetap ada kemungkinan mengalami revisi minor maupun mayor.

Dalam proses revisi tersebut, silakan mengikuti prosedur yang diterapkan oleh pihak pengelola jurnal. Sehingga revisi bisa segera diperiksa dan diproses. Proses revisi sendiri kadang kala tidak hanya sekali, melainkan bisa beberapa kali. Jadi, dosen tentu butuh kesabaran dan konsistensi disini.

Pelaporan Keuangan yang Tidak Akurat

Pelaporan keuangan yang tidak akurat berasal dari praktik pembukuan yang salah, yaitu human error atau manipulasi yang disengaja mendistorsi kondisi keuangan sebenarnya dari suatu bisnis.

Kekeliruan penyajian ini dapat timbul karena pencatatan yang tidak memadai, kegagalan merekonsiliasi akun, atau manipulasi angka yang disengaja untuk menyajikan gambaran keuangan yang lebih baik.

Konsekuensi dari pelaporan keuangan yang tidak akurat sangatlah besar. Stakeholders, termasuk investor, kreditor, dan manajemen, mengandalkan laporan keuangan untuk membuat keputusan yang tepat.

Jika laporan-laporan ini tidak dapat diandalkan, hal ini dapat menyebabkan investasi yang salah arah, keputusan kredit yang tidak tepat, dan kesalahan langkah strategis. Kredibilitas bisnis terganggu, berpotensi memicu kerugian finansial dan merusak hubungan dengan pemangku kepentingan utama.

Otoritas pengatur dapat mengenakan sanksi jika menyampaikan laporan keuangan yang tidak akurat, sehingga bisnis dapat terkena dampak hukum.

Selain itu, pelaporan keuangan yang tidak akurat mengikis kepercayaan dan transparansi, yang penting untuk menjaga reputasi positif di pasar.

Pada akhirnya, dampak dari pelaporan keuangan yang tidak akurat, yang dipicu oleh pembukuan yang di tidak sesuai standar, tidak hanya berdampak pada perbedaan angka, namun juga berdampak pada fondasi integritas bisnis dan kesuksesan jangka panjang.


Tags: kerajinan yang tidak bisa

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia