... Apa yang Harus Dilakukan Jika Kerajinan Anda di Bidang Sulaman Tidak Dapat Diperbaiki?

"Kerajinan Tak Tersembuh - Apa Yang Harus Dilakukan?"

Apakah Jurnal yang Ditolak Bisa Disubmit Kembali?

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan dosen dan peneliti ketika berhadapan dengan jurnal ditolak, adalah bisa tidaknya di submit ulang? Jawabannya adalah bisa, akan tetapi dengan catatan tambahan dan ada di dua kondisi berikut:

1. Submit Ulang di Jurnal yang Sama

Jika Anda merasa sudah memilih jurnal terbaik dari yang terbaik, misalnya jurnal tersebut terindeks Scopus dengan peringkat Q1. Maka besar kemungkinan Anda enggan beralih ke jurnal internasional lain.

Jangan submit ulang di jurnal yang sama tanpa revisi, karena dijamin akan langsung ditolak dan menunjukan Anda tidak profesional. Selain itu membuat Anda membuang waktu dua kali, karena harus menghadapi penolakan dua kali berturut-turut.

2. Submit ke Jurnal Lain

Pilihan lain jika kondisi Anda kesulitan dan tidak memungkikan melakukan revisi. Maka naskah artikel bisa dibiarkan apa adanya dan kemudian mencari jurnal internasional maupun jurnal nasional lain.

Pada tahap ini, Anda bisa mencari jurnal yang terindeks di database bereputasi akan tetapi memilih peringkat di bawah jurnal sebelumnya. Tujuannya agar peluang artikel diterima lebih besar.

Namun, kondisi lain yang bisa dilakukan adalah merevisi artikel yang ditolak di jurnal sebelumnya. Baru kemudian di submit ke jurnal lain yang kualitasnya nyaris sama. Misalnya jurnal pertama terindeks Scopus di peringkat Q1 maka bisa mencari jurnal Q2 atau Q3.

Itulah penjelasan mengenai bagaimana menghadapi jurnal ditolak, yang tentu perlu disikapi dengan bijak dan dewasa. Jika memang masih diberi kesempatan revisi maka silakan dilakukan. Apabila tidak berkenan, Anda bisa beralih ke jurnal lain.

Jika memiliki pertanyaan atau ingin sharing pengalaman sesuai isi dalam artikel ini. Jangan ragu menuliskannya di kolom komentar dan membuka diskusi. Klik juga tombol share untuk membagikan artikel ini ke rekan dosen lainnya. Semoga bermanfaat!

Berdampak Pada Penghitungan Pajak Bisnis

Melewatkan tenggat waktu pelaporan pajak adalah salah satu konsekuensi serius dari praktik pembukuan yang buruk, yaitu pencatatan yang tidak memadai dan pengelolaan data keuangan yang tidak terorganisir menyebabkan tertundanya tugas-tugas yang berkaitan dengan perpajakan.

Masalah ini sering muncul ketika dunia usaha gagal mempertahankan sistem akuntansi yang akurat dan terkini, sehingga sulit untuk mempersiapkan dan menyerahkan dokumen pajak yang diperlukan tepat waktu.

Dampak dari tidak memenuhi tenggat waktu pajak bisa sangat parah. Pengajuan yang terlambat dapat mengakibatkan denda dan beban bunga yang besar yang dikenakan oleh otoritas pajak.

Keterlambatan dalam memberikan informasi perpajakan yang penting juga dapat mengganggu arus kas, karena perusahaan mungkin tidak mengantisipasi kewajiban perpajakannya secara akurat.

Selain itu, pengawasan ini dapat membebani hubungan dengan otoritas pajak, sehingga berpotensi meningkatkan pengawasan dan audit.

Perusahaan yang terus-menerus melewatkan tenggat waktu perpajakan berisiko merusak reputasi dan kredibilitas mereka di mata para pemangku kepentingan.

Investor, kreditor, dan pelanggan mungkin mempertanyakan tanggung jawab keuangan organisasi, sehingga berdampak pada posisinya di pasar.

Untuk menghindari konsekuensi ini, menjaga praktik pembukuan yang cermat sangat penting untuk memastikan kepatuhan pajak yang tepat waktu dan akurat serta menjaga kesehatan keuangan dan reputasi bisnis.

Anyaman tas dari bekas kemasan produk

Anda mungkin sudah sering melihat bekas kemasan produk rumah tangga terbuang begitu saja. Misalnya seperti bekas bungkus kopi, sabun cuci atau detergen, mi instan, dan sebagainya. Padahal bekas bungkus kemasan tersebut juga masih bisa Anda gunakan untuk membuat satu kerajinan yang memiliki nilai guna yang cukup tinggi. Contohnya yaitu tas.

Anda bisa membuat sendiri berbagai jenis macam tas sesuai dengan kreativitas dan keinginan Anda, sehingga tidak hanya menghemat uang Anda untuk membeli tas yang baru, namun hal tersebut juga dapat membantu mengurangi sampah plastik yang tidak mudah terurai di bawah tanah. Tidak hanya itu, bagi Anda para ibu – ibu juga dapat membuat kerajinan ini untuk meningkatkan produktivitas di waktu luang dan menjualnya untuk menambah penghasilan Anda.

Cara membuatnya juga cukup mudah, langka pertama Anda hanya perlu mengumpulkan alat dan bahan terlebih dahulu seperti bekas kemasan produk rumah tangga yang Anda miliki. Kemudian kain lap, gunting, kain polos, benang, furing, dan resleting.


Tags: kerajinan yang tidak bisa

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia