"Kerajinan Tak Tersembuh - Apa Yang Harus Dilakukan?"
Salah Lapor SPT? Tenang, SPT Salah Bisa Dibetulkan
Pertanyaan yang sering muncul dalam melaporkan SPT, adalah bila salah lapor SPT apakah SPT tersebut dapat dihapus kembali untuk diperbaiki? Apa yang perlu dilakukan apabila terdapat kesalahan dalam pelaporan SPT?
Setiap wajib pajak pribadi, termasuk di dalamnya adalah karyawan perusahaan yang bekerja dan setiap bulan menerima gaji dan dipotong pajak penghasilan PPh 21, berkewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan setiap tahunnya.
Periode yang dilaporkan adalah untuk periode pajak sebelumnya. Misalnya pada tahun 2023, Anda berkewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan untuk Periode Pajak Tahun 2022. SPT Tahunan ini perlu dilaporkan maksimal tanggal 31 Maret untuk SPT Tahunan Pribadi, dan maksimal 30 April untuk SPT Tahunan Badan.
Tanda dan 9 Alasan Jurnal Ditolak Serta Solusinya
Setiap dosen di Indonesia tentu akan rutin melakukan publikasi ilmiah ke jurnal, baik jurnal nasional maupun jurnal internasional. Namun, meskipun prosesnya cukup submit artikel ternyata tidak sedikit dosen yang jurnal ditolak dengan berbagai faktor penyebab.
Penolakan dari pengelola jurnal juga lebih sering dialami dosen pemula yang masih keliru dalam memilih jurnal yang sesuai scope. Jika penolakan dialami maka perlu mengganti format dan melakukan perbaikan lain. Hal ini menuntut dosen bekerja dua kali lipat.
Jadi, penting sekali untuk memahami bagaimana agar artikel yang disubmit tidak mengalami penolakan. Hal ini akan membuat proses publikasi lebih efektif dan efisien. Berikut adalah penjelasan detailnya.
Anyaman tas dari bekas kemasan produk
Anda mungkin sudah sering melihat bekas kemasan produk rumah tangga terbuang begitu saja. Misalnya seperti bekas bungkus kopi, sabun cuci atau detergen, mi instan, dan sebagainya. Padahal bekas bungkus kemasan tersebut juga masih bisa Anda gunakan untuk membuat satu kerajinan yang memiliki nilai guna yang cukup tinggi. Contohnya yaitu tas.
Anda bisa membuat sendiri berbagai jenis macam tas sesuai dengan kreativitas dan keinginan Anda, sehingga tidak hanya menghemat uang Anda untuk membeli tas yang baru, namun hal tersebut juga dapat membantu mengurangi sampah plastik yang tidak mudah terurai di bawah tanah. Tidak hanya itu, bagi Anda para ibu – ibu juga dapat membuat kerajinan ini untuk meningkatkan produktivitas di waktu luang dan menjualnya untuk menambah penghasilan Anda.
Cara membuatnya juga cukup mudah, langka pertama Anda hanya perlu mengumpulkan alat dan bahan terlebih dahulu seperti bekas kemasan produk rumah tangga yang Anda miliki. Kemudian kain lap, gunting, kain polos, benang, furing, dan resleting.
Material Umum Digunakan Kemasan Produk
1. Standing Pouch
Jenis kemasan produk yang pertama kali ini adalah standing pouch, dimana material yang digunakan pada bahan ini biasanya adalah berbahan plastik. Umumnya kemasan yang satu ini digunakan untuk membungkus produk seperti minyak goreng, sambung detergen, bubuk kopi, kosmetik, dan lain sebagainya.
Penggunaan kemasan produk dengan bahan ini banyak dipilih karena dinilai mampu menjaga isi didalam produk tersebut untuk bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama.
2. Botol
Untuk jenis kemasan produk yang satu ini umumnya digunakan untuk produk minuman atau produk kecantikan yang berbentuk cair. Dan jenis kemasan ini juga dirasa mampu menjaga ketahanan dari produk tersebut, cocok untuk disimpan dalam jangka waktu cukup lama.
3. Box
Untuk material ini biasanya dipakai untuk makanan, namun beberapa juga bisa digunakan untuk produk non-makanan seperti sepatu, baju, jaket, peralatan dapur, alat elektronik, dan lain sebagainya. Material ini juga bisa dipakai sebagai kemasan produk kerajinan tinggal menyesuaikan ukuranya saja.
4. Tube
Untuk material kemasan terakhir kali ini adalah Tube yang umum dipakai sebagai wadah produk kecantikan. Selain kemasan tube ini mudah ditemukan, juga memiliki banyak sekali ukuran yang cocok banget untuk pemiliki usaha kecantikan.
Cukup sekian dulu ulasan kali ini mengenai tips memilih kemasan produk kerajinan. Nah untuk anda yang mungkin sedang mencari produk kerajinan tangan atau handcraft, coba deh kunjungi Moselo, disana tersedia banyak sekali produk kerajinan yang dijual dengan harga terjangkau.
Selain itu, untuk anda yang kebetulan punya usaha kerajinan tangan juga boleh kok untuk join di Moselo dengan memilih kategori sesuai dengan usaha yang anda miliki.
Alasan kenapa Jurnal Ditolak
Tidak semua artikel ilmiah yang di submit oleh dosen dan peneliti profesional akan diterima sebuah jurnal. Sebab aktualnya, setiap dosen atau nyaris semua dosen pernah merasakan jurnal ditolak.
Kecewa, sudah tentu akan dirasakan. Namun, dibalik penolakan tersebut tentu bisa menjadi titik balik untuk melakukan evaluasi. Sebab pihak jurnal biasanya menyertakan penjelasan mengenai alasan penolakan jurnal tersebut.
1. Kualitas Artikel Rendah atau Berkualitas Trivial
Alasan pertama yang mungkin membuat artikel ilmiah Anda ditolak sebuah jurnal adalah karena kualitasnya masih trivial atau kurang maksimal. Sangat mungkin alasan ini Anda dapatkan di catatan reviewer maupun editor.
Saat hal ini dihadapi, jangan buru-buru sakit hati dan marah. Melainkan segera memeriksa catatan tersebut dan memeriksa kesesuaiannya dengan artikel yang disusun. Sebab rata-rata alasan ini yang sering menggagalkan artikel publish.
Artikel dikatakan memiliki kualitas rendah bisa karena beberapa hal. Sebut saja seperti metodologi penelitian yang lemah, data yang tidak memadai, analisis yang kurang memadai, dan lain sebagainya.
2. Tidak Sesuai dengan Fokus dan Scope Jurnal
Alasan kedua kenapa jurnal ditolak adalah karena tidak sesuai dengan fokus dan cakupan bidang yang dipilih jurnal tersebut. Istilahnya tidak sesuai dengan focus dan scope jurnal yang bersangkutan.
Setiap pengelola jurnal diketahui memilih fokus dan cakupan bidang keilmuan yang khas. Satu sama lain akan berbeda dan para penulis wajib memperhatikan hal ini untuk memastikan artikel yang disusun sudah sesuai.
Semakin sesuai dengan fokus dan cakupannya maka semakin besar peluang artikel diterima dan mengalami revisi. Jadi, silakan mengecek kembali fokus dan cakupan jurnal tersebut apa untuk kemudian menyadari kesalahan yang sudah dilakukan untuk tidak diulang di masa mendatang.
Tags: kerajinan yang tidak bisa