"Kerajinan Tak Tersembuh - Apa Yang Harus Dilakukan?"
Contoh Kerajinan dari Barang Bekas
Jika Anda memiliki beberapa barang bekas yang sudah tidak digunakan di dalam rumah Anda. Makan Anda tidak perlu terburu-buru untuk membuangnya. Anda juga bisa mengolah barang tersebut menjadi beberapa kerajinan yang memiliki nilai guna yang tinggi. Berikut merupakan beberapa kerajinan yang dapat Anda buat dari beberapa bahan bekas. Antara lain yaitu:
Anda pasti sudah tahu bahwa plastik merupakan jenis sampah yang sulit untuk terurai. Oleh karena itu jika Anda memiliki banyak sampah dari botol plastik maka jangan buru – buru untuk membuangnya, Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat beberapa kerajinan. Salah satu barang yang dapat dibuat dari botol plastik bekas yaitu vas bunga.
Cara membuatnya juga cukup mudah dan dapat Anda buat sendiri di rumah. Langkah pertama Anda hanya perlu mengumpulkan beberapa botol plastik bekas, gunting, pisau, cutter, dan lem. Kemudian potong botol plastik bekas membentuk daun kemudian balik botol dan tekuk potongan tersebut ke samping dan selipkan beberapa ujungnya ke sisi potongan yang ada di sebelahnya. Kemudian Anda bisa mempercantik dengan sentuhan warna dan gambar sesuai dengan keinginan Anda.
Apakah Jurnal yang Ditolak Bisa Disubmit Kembali?
Salah satu pertanyaan yang sering diajukan dosen dan peneliti ketika berhadapan dengan jurnal ditolak, adalah bisa tidaknya di submit ulang? Jawabannya adalah bisa, akan tetapi dengan catatan tambahan dan ada di dua kondisi berikut:
1. Submit Ulang di Jurnal yang Sama
Jika Anda merasa sudah memilih jurnal terbaik dari yang terbaik, misalnya jurnal tersebut terindeks Scopus dengan peringkat Q1. Maka besar kemungkinan Anda enggan beralih ke jurnal internasional lain.
Jangan submit ulang di jurnal yang sama tanpa revisi, karena dijamin akan langsung ditolak dan menunjukan Anda tidak profesional. Selain itu membuat Anda membuang waktu dua kali, karena harus menghadapi penolakan dua kali berturut-turut.
2. Submit ke Jurnal Lain
Pilihan lain jika kondisi Anda kesulitan dan tidak memungkikan melakukan revisi. Maka naskah artikel bisa dibiarkan apa adanya dan kemudian mencari jurnal internasional maupun jurnal nasional lain.
Pada tahap ini, Anda bisa mencari jurnal yang terindeks di database bereputasi akan tetapi memilih peringkat di bawah jurnal sebelumnya. Tujuannya agar peluang artikel diterima lebih besar.
Namun, kondisi lain yang bisa dilakukan adalah merevisi artikel yang ditolak di jurnal sebelumnya. Baru kemudian di submit ke jurnal lain yang kualitasnya nyaris sama. Misalnya jurnal pertama terindeks Scopus di peringkat Q1 maka bisa mencari jurnal Q2 atau Q3.
Itulah penjelasan mengenai bagaimana menghadapi jurnal ditolak, yang tentu perlu disikapi dengan bijak dan dewasa. Jika memang masih diberi kesempatan revisi maka silakan dilakukan. Apabila tidak berkenan, Anda bisa beralih ke jurnal lain.
Jika memiliki pertanyaan atau ingin sharing pengalaman sesuai isi dalam artikel ini. Jangan ragu menuliskannya di kolom komentar dan membuka diskusi. Klik juga tombol share untuk membagikan artikel ini ke rekan dosen lainnya. Semoga bermanfaat!
Organizer meja sederhana dari kardus bekas
Kardus bekas yang sudah tidak digunakan juga dapat Anda oleh kembali menjadi beberapa kerajinan yang memiliki nilai guna yang cukup tinggi. Anda bisa membuat organizer meja sederhana dari kardus bekas. Cara membuatnya yaitu, potong kardus sesuai dengan ukuran yang diinginkan. Kemudian susun potongan tersebut untuk membuat beberapa kompartemen.
Gunakan kertas warna atau kain untuk melapisinya dan memberikan sentuhan estetis. Organizer ini bisa digunakan untuk menyimpan pensil, pulpen, atau alat tulis lainnya. Itu adalah contoh kerajinan praktis dan fungsional menggunakan bahan kardus bekas.
Salah Lapor SPT? Tenang, SPT Salah Bisa Dibetulkan
Pertanyaan yang sering muncul dalam melaporkan SPT, adalah bila salah lapor SPT apakah SPT tersebut dapat dihapus kembali untuk diperbaiki? Apa yang perlu dilakukan apabila terdapat kesalahan dalam pelaporan SPT?
Setiap wajib pajak pribadi, termasuk di dalamnya adalah karyawan perusahaan yang bekerja dan setiap bulan menerima gaji dan dipotong pajak penghasilan PPh 21, berkewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan setiap tahunnya.
Periode yang dilaporkan adalah untuk periode pajak sebelumnya. Misalnya pada tahun 2023, Anda berkewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan untuk Periode Pajak Tahun 2022. SPT Tahunan ini perlu dilaporkan maksimal tanggal 31 Maret untuk SPT Tahunan Pribadi, dan maksimal 30 April untuk SPT Tahunan Badan.
Tags: kerajinan yang tidak bisa