"Kerajinan Tak Tersembuh - Apa Yang Harus Dilakukan?"
Tanda dan 9 Alasan Jurnal Ditolak Serta Solusinya
Setiap dosen di Indonesia tentu akan rutin melakukan publikasi ilmiah ke jurnal, baik jurnal nasional maupun jurnal internasional. Namun, meskipun prosesnya cukup submit artikel ternyata tidak sedikit dosen yang jurnal ditolak dengan berbagai faktor penyebab.
Penolakan dari pengelola jurnal juga lebih sering dialami dosen pemula yang masih keliru dalam memilih jurnal yang sesuai scope. Jika penolakan dialami maka perlu mengganti format dan melakukan perbaikan lain. Hal ini menuntut dosen bekerja dua kali lipat.
Jadi, penting sekali untuk memahami bagaimana agar artikel yang disubmit tidak mengalami penolakan. Hal ini akan membuat proses publikasi lebih efektif dan efisien. Berikut adalah penjelasan detailnya.
Tanda Jurnal Ditolak
Hal pertama untuk dibahas adalah mengenai tanda jurnal ditolak. Status usai submit artikel ke pihak pengelola jurnal setidaknya ada 4 (empat) macam dan bertahap.
Ketika artikel yang disubmit dalam status “Awaiting assignment” maka artinya artikel tersebut sedang diperiksa oleh editor. Pada tahap ini, terdapat dua kemungkinan. Pertama, artikel dinyatakan ditolak dan dijelaskan alasannya.
Kedua, artikel diterima dan kemudian berlanjut ke tahap berikutnya. Sehingga, status artikel menjadi “In review” karena akan di review oleh reviewer dari pihak pengelola jurnal tersebut. Sehingga, saat status masih “Awaiting assignment” sangat penting untuk rutin mengecek.
Jika status artikel sudah “In review” maka artinya artikel yang Anda submit sudah diterima. Hanya saja masih di review oleh ahli di bidangnya dan akan ditentukan ada tidaknya revisi. Sehingga tetap ada kemungkinan mengalami revisi minor maupun mayor.
Dalam proses revisi tersebut, silakan mengikuti prosedur yang diterapkan oleh pihak pengelola jurnal. Sehingga revisi bisa segera diperiksa dan diproses. Proses revisi sendiri kadang kala tidak hanya sekali, melainkan bisa beberapa kali. Jadi, dosen tentu butuh kesabaran dan konsistensi disini.
Salah Lapor SPT? Tenang, SPT Salah Bisa Dibetulkan
Pertanyaan yang sering muncul dalam melaporkan SPT, adalah bila salah lapor SPT apakah SPT tersebut dapat dihapus kembali untuk diperbaiki? Apa yang perlu dilakukan apabila terdapat kesalahan dalam pelaporan SPT?
Setiap wajib pajak pribadi, termasuk di dalamnya adalah karyawan perusahaan yang bekerja dan setiap bulan menerima gaji dan dipotong pajak penghasilan PPh 21, berkewajiban untuk melaporkan SPT Tahunan setiap tahunnya.
Periode yang dilaporkan adalah untuk periode pajak sebelumnya. Misalnya pada tahun 2023, Anda berkewajiban untuk menyampaikan SPT Tahunan untuk Periode Pajak Tahun 2022. SPT Tahunan ini perlu dilaporkan maksimal tanggal 31 Maret untuk SPT Tahunan Pribadi, dan maksimal 30 April untuk SPT Tahunan Badan.
Tags: kerajinan yang tidak bisa