"Kerajinan Tak Tersembuh - Apa Yang Harus Dilakukan?"
Alasan kenapa Jurnal Ditolak
Tidak semua artikel ilmiah yang di submit oleh dosen dan peneliti profesional akan diterima sebuah jurnal. Sebab aktualnya, setiap dosen atau nyaris semua dosen pernah merasakan jurnal ditolak.
Kecewa, sudah tentu akan dirasakan. Namun, dibalik penolakan tersebut tentu bisa menjadi titik balik untuk melakukan evaluasi. Sebab pihak jurnal biasanya menyertakan penjelasan mengenai alasan penolakan jurnal tersebut.
1. Kualitas Artikel Rendah atau Berkualitas Trivial
Alasan pertama yang mungkin membuat artikel ilmiah Anda ditolak sebuah jurnal adalah karena kualitasnya masih trivial atau kurang maksimal. Sangat mungkin alasan ini Anda dapatkan di catatan reviewer maupun editor.
Saat hal ini dihadapi, jangan buru-buru sakit hati dan marah. Melainkan segera memeriksa catatan tersebut dan memeriksa kesesuaiannya dengan artikel yang disusun. Sebab rata-rata alasan ini yang sering menggagalkan artikel publish.
Artikel dikatakan memiliki kualitas rendah bisa karena beberapa hal. Sebut saja seperti metodologi penelitian yang lemah, data yang tidak memadai, analisis yang kurang memadai, dan lain sebagainya.
2. Tidak Sesuai dengan Fokus dan Scope Jurnal
Alasan kedua kenapa jurnal ditolak adalah karena tidak sesuai dengan fokus dan cakupan bidang yang dipilih jurnal tersebut. Istilahnya tidak sesuai dengan focus dan scope jurnal yang bersangkutan.
Setiap pengelola jurnal diketahui memilih fokus dan cakupan bidang keilmuan yang khas. Satu sama lain akan berbeda dan para penulis wajib memperhatikan hal ini untuk memastikan artikel yang disusun sudah sesuai.
Semakin sesuai dengan fokus dan cakupannya maka semakin besar peluang artikel diterima dan mengalami revisi. Jadi, silakan mengecek kembali fokus dan cakupan jurnal tersebut apa untuk kemudian menyadari kesalahan yang sudah dilakukan untuk tidak diulang di masa mendatang.
Pelaporan Keuangan yang Tidak Akurat
Pelaporan keuangan yang tidak akurat berasal dari praktik pembukuan yang salah, yaitu human error atau manipulasi yang disengaja mendistorsi kondisi keuangan sebenarnya dari suatu bisnis.
Kekeliruan penyajian ini dapat timbul karena pencatatan yang tidak memadai, kegagalan merekonsiliasi akun, atau manipulasi angka yang disengaja untuk menyajikan gambaran keuangan yang lebih baik.
Konsekuensi dari pelaporan keuangan yang tidak akurat sangatlah besar. Stakeholders, termasuk investor, kreditor, dan manajemen, mengandalkan laporan keuangan untuk membuat keputusan yang tepat.
Jika laporan-laporan ini tidak dapat diandalkan, hal ini dapat menyebabkan investasi yang salah arah, keputusan kredit yang tidak tepat, dan kesalahan langkah strategis. Kredibilitas bisnis terganggu, berpotensi memicu kerugian finansial dan merusak hubungan dengan pemangku kepentingan utama.
Otoritas pengatur dapat mengenakan sanksi jika menyampaikan laporan keuangan yang tidak akurat, sehingga bisnis dapat terkena dampak hukum.
Selain itu, pelaporan keuangan yang tidak akurat mengikis kepercayaan dan transparansi, yang penting untuk menjaga reputasi positif di pasar.
Pada akhirnya, dampak dari pelaporan keuangan yang tidak akurat, yang dipicu oleh pembukuan yang di tidak sesuai standar, tidak hanya berdampak pada perbedaan angka, namun juga berdampak pada fondasi integritas bisnis dan kesuksesan jangka panjang.
Gantungan kunci unik dari karet gelang bekas
Jika Anda memiliki banyak karet gelang bekas, jangan buru – buru untuk membuangnya. Anda bisa mengolah kembali karet gelang bekas tersebut menjadi barang yang memiliki nilai guna. Salah satu contohnya yaitu gantungan kunci. Gantungan kunci tersebut bisa Anda pakai untuk gantungan kunci rumah, atau kendaraan Anda, tidak hanya itu gantungan kunci juga bisa Anda jadikan sebagai suvenir dan lain-lain.
Jika Anda berkeinginan untuk membuat gantungan kunci sendiri maka Anda bisa menggunakan karet gelas bekas. Selain Anda tidak perlu membelinya di toko, Anda juga bisa membuat bisnis baru dengan menjual gantungan kunci yang menarik dari gelang karet bekas.
Tanda Jurnal Ditolak
Hal pertama untuk dibahas adalah mengenai tanda jurnal ditolak. Status usai submit artikel ke pihak pengelola jurnal setidaknya ada 4 (empat) macam dan bertahap.
Ketika artikel yang disubmit dalam status “Awaiting assignment” maka artinya artikel tersebut sedang diperiksa oleh editor. Pada tahap ini, terdapat dua kemungkinan. Pertama, artikel dinyatakan ditolak dan dijelaskan alasannya.
Kedua, artikel diterima dan kemudian berlanjut ke tahap berikutnya. Sehingga, status artikel menjadi “In review” karena akan di review oleh reviewer dari pihak pengelola jurnal tersebut. Sehingga, saat status masih “Awaiting assignment” sangat penting untuk rutin mengecek.
Jika status artikel sudah “In review” maka artinya artikel yang Anda submit sudah diterima. Hanya saja masih di review oleh ahli di bidangnya dan akan ditentukan ada tidaknya revisi. Sehingga tetap ada kemungkinan mengalami revisi minor maupun mayor.
Dalam proses revisi tersebut, silakan mengikuti prosedur yang diterapkan oleh pihak pengelola jurnal. Sehingga revisi bisa segera diperiksa dan diproses. Proses revisi sendiri kadang kala tidak hanya sekali, melainkan bisa beberapa kali. Jadi, dosen tentu butuh kesabaran dan konsistensi disini.
Anyaman tas dari bekas kemasan produk
Anda mungkin sudah sering melihat bekas kemasan produk rumah tangga terbuang begitu saja. Misalnya seperti bekas bungkus kopi, sabun cuci atau detergen, mi instan, dan sebagainya. Padahal bekas bungkus kemasan tersebut juga masih bisa Anda gunakan untuk membuat satu kerajinan yang memiliki nilai guna yang cukup tinggi. Contohnya yaitu tas.
Anda bisa membuat sendiri berbagai jenis macam tas sesuai dengan kreativitas dan keinginan Anda, sehingga tidak hanya menghemat uang Anda untuk membeli tas yang baru, namun hal tersebut juga dapat membantu mengurangi sampah plastik yang tidak mudah terurai di bawah tanah. Tidak hanya itu, bagi Anda para ibu – ibu juga dapat membuat kerajinan ini untuk meningkatkan produktivitas di waktu luang dan menjualnya untuk menambah penghasilan Anda.
Cara membuatnya juga cukup mudah, langka pertama Anda hanya perlu mengumpulkan alat dan bahan terlebih dahulu seperti bekas kemasan produk rumah tangga yang Anda miliki. Kemudian kain lap, gunting, kain polos, benang, furing, dan resleting.
Tags: kerajinan yang tidak bisa