Seni Merawat Kerajinan - Tips dan Trik Pemeliharaan Barang Hasil Karya Jarum dan DIY
Bagaimana Cara Menentukan Fungsi dan Kualitas Produk Kerajinan?
Produk yang baik sepatutnya memiliki fungsi dan kualitas yang mumpuni. Terdapat beberapa cara yang bisa digunakan untuk menentukan fungsi dan kualitas produk, yaitu:
Produk biasanya memiliki bentuk yang berbeda-beda, sesuai dengan target pasar dan tren yang sedang ramai. Bentuk yang berbeda pula yang menyebabkan fungsi produk berbeda. Unsur-unsur yang harus diperhatikan ketika menentukan fungsi dan kualitas produk adalah garis, tekstur, ruang, dan bidang. Melalui unsur tersebut akan terlihat bagaimana kualitas produk dan fungsinya bagi di pemakai. Misalkan, seorang pengrajin membuat tas tenteng daun pandan dengan ukuran 16 cm x 43 cm x 56 cm. Sangat mungkin tas tersebut difungsikan sebagai tas belanja harian apabila kuat menahan beban. Namun, apabila sebaliknya, kemungkinan hanya digunakan untuk mewadahi jajanan kering.

Contoh Kerajinan dari Barang Bekas
Jika Anda memiliki beberapa barang bekas yang sudah tidak digunakan di dalam rumah Anda. Makan Anda tidak perlu terburu-buru untuk membuangnya. Anda juga bisa mengolah barang tersebut menjadi beberapa kerajinan yang memiliki nilai guna yang tinggi. Berikut merupakan beberapa kerajinan yang dapat Anda buat dari beberapa bahan bekas. Antara lain yaitu:
Anda pasti sudah tahu bahwa plastik merupakan jenis sampah yang sulit untuk terurai. Oleh karena itu jika Anda memiliki banyak sampah dari botol plastik maka jangan buru – buru untuk membuangnya, Anda bisa memanfaatkannya untuk membuat beberapa kerajinan. Salah satu barang yang dapat dibuat dari botol plastik bekas yaitu vas bunga.
Cara membuatnya juga cukup mudah dan dapat Anda buat sendiri di rumah. Langkah pertama Anda hanya perlu mengumpulkan beberapa botol plastik bekas, gunting, pisau, cutter, dan lem. Kemudian potong botol plastik bekas membentuk daun kemudian balik botol dan tekuk potongan tersebut ke samping dan selipkan beberapa ujungnya ke sisi potongan yang ada di sebelahnya. Kemudian Anda bisa mempercantik dengan sentuhan warna dan gambar sesuai dengan keinginan Anda.

Strategi Pemasaran Produk Kerajinan
Strategi pemasaran produk kerajinan melibatkan pendekatan khusus yang mempertimbangkan sifat unik dan kreatif dari barang yang dihasilkan. Sebab, sebuah kerajinan merupakan produk seni yang sangat mengedepankan artistik di dalamnya.
Sehingga pemasaran atas produk tersebut harus kreatif dan unik guna menarik minat konsumen. Adapun strategi pemasaran produk kerajinan mencakup beberapa aspek, diantaranya :
1. Branding Khusus
Branding khusus dalam produk kerajinan melibatkan pembentukan identitas merek yang unik dan mencerminkan nilai-nilai serta karakteristik produk kerajinan. Menciptakan identitas merek yang kuat untuk produk kerajinan, menekankan kualitas kerajinan dan kreativitas.
Setidaknya branding khusus akan produk kerajinan mencakup aspek estetika merek, filosofi pemilihan merek, diferensiasi dengan produk lain yang serupa dan menggunakan komunikasi yang khas dan mudah dicerna.
Ketika beberapa aspek tersebut diperhatikan tentunya produk Anda mampu untuk bersaing di pasaran dengan produk lainnya. Salah satu branding kerajinan yang bisa dibilang cukup berhasil adalah brand pengrajin kuningan Boyolali yang sudah dikenal luas.
2. Pasar Sasaran
Mengidentifikasi pasar sasaran produk kerajinan melibatkan pemahaman mendalam tentang karakteristik produk dan penentuan segmen pasar yang paling mungkin tertarik.
3. Pemasaran Digital
Pemasaran digital produk kerajinan melibatkan penggunaan platform online dan strategi digital untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan produk. Tentunya dengan memanfaatkan media sosial, situs web, dan platform e-commerce untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan produk kerajinan. Beberapa hal tersebut dinamakan juga dengan social media branding.

Contoh Kasus Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan
Berikut contoh kasus menentukan harga jual produk kerajinan:
Anda membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat kerajinan tangan, peralatan rajut sebesar Rp1.000.000 dengan beberapa material tambahan seperti kain kanvas 1m lebar 150cm = Rp 50.000, Benang Wol 1 Gulung = Rp25.000, dan tambahan material Rp20.000. Biaya Operasional nya adalah Rp100.000, Upah Lelah Rp50.000 karena susah dibuat dan keuntungan yang ingin didapat adalah 50% dari seluruh biaya yang ada.
Biaya Modal (BM) : 1.000.000 (diambil 2% untuk pemeliharan rutin = Rp20.000).
Material (M) : pemakaian kain 45cm x 70cm = Rp3.150, biaya kain 3,33 x Rp3.150 = Rp10.500, Benang Wol ¼ gulung = Rp6.250 dan Tambahan Material = Rp5.000. Total = Rp21.750
Biaya Operasional (BO) = Rp100.000
Upah Lelah (UL) = Rp50.000
Keuntungan (K) = 50%
Harga Jual = (BM + M + UL + BO) x K
Harga Jual = (20.000 + 21.750 + 50.000 + 100.000) x 50%
Harga Jual = 191.750 + 50%
Harga Jual = Rp287.625
Harga Jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup)
Harga Jual = 191.750 + (191.750 x 50%)
Harga Jual = 191.750 + 95.875
Harga Jual = Rp287.625
Harga jual yang didapat sebesar Rp 287.625, Anda dapat bulatkan menjadi Rp288.000 atau Rp300.000. Dimana keuntungan yang Anda dapatkan adalah Rp95.875 yang nominal nya cukup besar dari harga modal Anda. Modal yang Anda keluarkan kecil, dapat mendapat keuntungan yang cukup besar.

Tags: kerajinan