Seni Merawat Kerajinan - Tips dan Trik Pemeliharaan Barang Hasil Karya Jarum dan DIY
10 Strategi Pemasaran Produk Kerajinan Yang Perlu Diketahui Oleh Pelaku UMKM
Apa saja sih strategi pemasaran produk kerajinan? Tentunya hal tersebut mutlak untuk dipahami oleh setiap pelaku dan pegiat kerajinan.
Saat ini pemasaran mutlak harus terstruktur, sistematis dan memiliki strategi yang jeli membaca peluang. Sebab pemasaran suatu produk menjadi salah satu indikator dari sukses dan berkembangnya sebuah usaha.
Oleh karena itu strategi pemasaran adalah rencana-rencana yang dirancang untuk mencapai tujuan pemasaran suatu produk atau layanan. Ini melibatkan langkah-langkah seperti penetapan target pasar, diferensiasi produk, penetapan harga, promosi, dan distribusi untuk memaksimalkan keberhasilan penjualan dan membangun citra merek.
Contoh Kasus Menentukan Harga Jual Produk Kerajinan
Berikut contoh kasus menentukan harga jual produk kerajinan:
Anda membeli bahan baku dan peralatan untuk membuat kerajinan tangan, peralatan rajut sebesar Rp1.000.000 dengan beberapa material tambahan seperti kain kanvas 1m lebar 150cm = Rp 50.000, Benang Wol 1 Gulung = Rp25.000, dan tambahan material Rp20.000. Biaya Operasional nya adalah Rp100.000, Upah Lelah Rp50.000 karena susah dibuat dan keuntungan yang ingin didapat adalah 50% dari seluruh biaya yang ada.
Biaya Modal (BM) : 1.000.000 (diambil 2% untuk pemeliharan rutin = Rp20.000).
Material (M) : pemakaian kain 45cm x 70cm = Rp3.150, biaya kain 3,33 x Rp3.150 = Rp10.500, Benang Wol ΒΌ gulung = Rp6.250 dan Tambahan Material = Rp5.000. Total = Rp21.750
Biaya Operasional (BO) = Rp100.000
Upah Lelah (UL) = Rp50.000
Keuntungan (K) = 50%
Harga Jual = (BM + M + UL + BO) x K
Harga Jual = (20.000 + 21.750 + 50.000 + 100.000) x 50%
Harga Jual = 191.750 + 50%
Harga Jual = Rp287.625
Harga Jual = bahan baku modal + (bahan baku modal x markup)
Harga Jual = 191.750 + (191.750 x 50%)
Harga Jual = 191.750 + 95.875
Harga Jual = Rp287.625
Harga jual yang didapat sebesar Rp 287.625, Anda dapat bulatkan menjadi Rp288.000 atau Rp300.000. Dimana keuntungan yang Anda dapatkan adalah Rp95.875 yang nominal nya cukup besar dari harga modal Anda. Modal yang Anda keluarkan kecil, dapat mendapat keuntungan yang cukup besar.
Strategi Pemasaran Produk Kerajinan
Strategi pemasaran produk kerajinan melibatkan pendekatan khusus yang mempertimbangkan sifat unik dan kreatif dari barang yang dihasilkan. Sebab, sebuah kerajinan merupakan produk seni yang sangat mengedepankan artistik di dalamnya.
Sehingga pemasaran atas produk tersebut harus kreatif dan unik guna menarik minat konsumen. Adapun strategi pemasaran produk kerajinan mencakup beberapa aspek, diantaranya :
1. Branding Khusus
Branding khusus dalam produk kerajinan melibatkan pembentukan identitas merek yang unik dan mencerminkan nilai-nilai serta karakteristik produk kerajinan. Menciptakan identitas merek yang kuat untuk produk kerajinan, menekankan kualitas kerajinan dan kreativitas.
Setidaknya branding khusus akan produk kerajinan mencakup aspek estetika merek, filosofi pemilihan merek, diferensiasi dengan produk lain yang serupa dan menggunakan komunikasi yang khas dan mudah dicerna.
Ketika beberapa aspek tersebut diperhatikan tentunya produk Anda mampu untuk bersaing di pasaran dengan produk lainnya. Salah satu branding kerajinan yang bisa dibilang cukup berhasil adalah brand pengrajin kuningan Boyolali yang sudah dikenal luas.
2. Pasar Sasaran
Mengidentifikasi pasar sasaran produk kerajinan melibatkan pemahaman mendalam tentang karakteristik produk dan penentuan segmen pasar yang paling mungkin tertarik.
3. Pemasaran Digital
Pemasaran digital produk kerajinan melibatkan penggunaan platform online dan strategi digital untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan produk. Tentunya dengan memanfaatkan media sosial, situs web, dan platform e-commerce untuk meningkatkan visibilitas dan penjualan produk kerajinan. Beberapa hal tersebut dinamakan juga dengan social media branding.
Pahami Terlebih dulu Beda Kerajinan dan Kriya
Produk kerajinan dan kriya seringkali dianggap sebagai satu hal yang sama, meskipun ternyata punya perbedaan yang sangat jelas. Dilansir dari Kompas , kriya adalah salah satu bentuk dari kerajinan. Sedangkan kerajinan itu sendiri merupakan visualisasi keterampilan manusia. Sehingga bisa disimpulkan kalau tidak semua kerajinan adalah kriya, tapi kriya jelas merupakan keterampilan.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita bisa dengan mudah bertemu dengan produk kerajinan serta kriya yang memiliki nilai jual tinggi. Misalkan saja perhiasan sampai kain batik tulis yang merupakan kriya, lalu ada juga aneka kerajinan produk mebel serta kayu. Semakin berkualitas bahan dan cara pembuatan yang rumit, membuat aneka kerajinan dan kriya itu sampai diminati oleh pasar global hingga menjadi komoditas ekspor unggulan Indonesia.
Potensi Ekspor Kerajinan dan Kriya di 2023
Dengan raihan sepanjang tahun 2022 yang mencapai US$949 juta (di tahun 2021 dilaporkan US$916 juta), Kemenperin memang cukup percaya diri kalau industri kerajinan nasional punya potensi bisnis yang sangat melimpah baik dari segi produksi hingga pangsa pasar, seperti dilansir Agrofarm .
Ada banyak sekali pusat kerajinan di negeri ini yang bahkan sudah mendunia seperti di Bali, Yogyakarta, Jawa Timur dan juga Jawa Barat. Dengan produk kerajinan utama adalah ukiran, pangsa pasar kerajinan Indonesia di kancah global memang masih menyentuh 2,5 persen, sehingga diperlukan keterlibatan dari semua pihak untuk membuatnya semakin meningkat setidaknya menguasai pasar Asia Tenggara.
Lantas bagaimana dengan potensi ekspor kerajinan di tahun 2023 ini?
Menurut Bhima Yudhistira selaku Direktur CELIOS ( Center of Economic, Law and Studies ) sebuah lembaga riset yang fokus di bidang ekonomi dan kebijakan publik, produk kriya asli Indonesia mampu memberikan keuntungan ekonomi dalam jumlah besar bagi negara. Bahkan untuk 2023 ini, diproyeksikan dapat menyentuh USD$912,2 juta seperti dilansir Hypeabis . Tentunya prediksi yang menurun dibandingkan 2022 dan 2021 itu sudah diperhitungkan dengan pertimbangan ancaman resesi perekonomian global.
Demi memaksimalkan nilai perdagangan, produk kerajinan nasional juga mulai memasuki pasar-pasar non-tradisional seperti Afrika hingga Amerika Latin. Kendati begitu negara tujuan utama untuk ekspor kriya ini masih jadi perhatian seperti Jepang, Inggris, Belanda dan Malaysia. Meski begitu, untuk menghasilkan produk yang berkualitas dan diminati pasar luar negeri bukanlah perkara mudah. Ada sejumlah standar yang wajib diketahui oleh Sahabat Wirausaha sehingga kerajinan dan kriya yang dihasilkan bisa terjual.
Tags: kerajinan