Peluang Bisnis Kerajinan Tangan dari Limbah - Kreativitas dalam Menyulam dan Kerajinan DIY
Perhitungan Titik Impas (Break Even Point) Usaha Kerajinan “Bahan Limbah”
Break Even Point (BEP) ialah titik impas di mana posisi jumlah pendapatan dan biaya sama atau seimbang, sehingga tidak terdapat keuntungan ataupun kerugian dalam suatu perusahaan. Break Even Point ini digunakan untuk menganalisis proyeksi sejauh mana banyaknya jumlah unit yang diproduksi atau sebanyak apa uang yang harus diterima untuk mendapatkan titik impas atau kembali modal.
Manfaat Analisis Break Even Point (Titik Impas)
- Jumlah penjualan minimal harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian
- Jumlah penjualan yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu
- Seberapa jauhkah yang harus dicapai untuk memperoleh keuntungan tertentu
- Seberapa jauhkah berkurangnya penjualan agar perusahaan tidak menderita rugi
- Untuk mengetahui bagaimana efek perubahan harga jual biaya dan volume penjualan terhadap keuntungan yang diperoleh
Analisa Break Even Point (BEP)
Analisa break even point (BEP) dapat digunakan oleh usahawan untuk berbagai pengambilan keputusan, antara lain mengenai:
- Jumlah minimal produk yang harus terjual agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
- Jumlah penjualan yang harus dipertahankan agar perusahaan tidak mengalami kerugian.
- Besarnya penyimpanan penjualan berupa penurunan volume yang terjual agar perusahaan tidak menderita kerugian.
- Untuk mengetahui efek perubahan harga jual, biaya maupun volume penjualan terhadap laba yang diperoleh.
Evaluasi Hasil Perhitungan Titik Impas (Break Even Point) Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang
Analisis break even merupakan suatu analisis yang digunakan oleh manajer dalam mengambil sebuah keputusan. Analisis ini bertujuan untuk mengetahui kaitan antara biaya, volume penjualan, volume produksi yang nantinya untuk menentukan titik impas dimana perusahaan tidak mengalami kerugian maupun tidak mendapatkan keuntungan. Analisis break even point sangat membantu manajemen dalam berbagai hal, misalnya dalam masalah dampak pengurangan biaya tetap terhadap titik impas, atau dampak peningkatan harga terhadap laba. Analisis ini sangat berguna bagi manajemen di dalam perencanaan dan pengambilan keputusan.
Analisis break even merupakan cara atau teknik yang digunakan oleh manajer perusahaan untuk mengetahui tingkat penjualan berapakah perusahaan tidak mengalami laba dan tidak pula mengalami kerugian (Sigit , 2002:1). Impas adalah suatu keadaan perusahaan dimana jumlah total penghasilan besarnya sama dengan total biaya atau besarnya laba konstribusi sama dengan total biaya tetap, dengan kata lain perusahaan tidak memperoleh laba tetapi juga tidak menderita rugi (Supriyono, 2000:332). Analisis break even point merupakan salah satu analisis keuangan yang sangat penting dalam perencanaan keuangan.
Analisis break even point biasanya lebih sering digunakan apabila perusahaan mengeluarkan suatu produk yang artinya dalam memproduksi sebuah produk tentu berkaitan dengan masalah biaya yang harus dikeluarkan kemudian penentuan harga jual serta jumlah barang atau jasa yang akan diproduksi atau dijual ke konsumen (Khasmir, 2008: 332).
Analisis break even point
Analisis break even point memiliki manfaat sebagai berikut:
- Untuk mengetahui hubungan volume penjualan ( produksi), harga jual, biaya produksi dan biaya-biaya lain serta mengetahui laba rugi perusahaan.
- Sebagai sarana merencanakan laba.
- Sebagai alat pengendalian (controlling) kegiatan operasi yang sedang berjalan.
- Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan harga jual.
- Sebagai bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan kebijakan perusahaan misalnya menentukan usaha yang perlu dihentikan atau yang harus tetap dijalankan ketika perusahaan dalam keadaan tidak mampu menutup biaya-biaya tunai (Kuswadi, 2005:127).
Menghitung Biaya Pokok Produksi Usaha Kerajinan dari Bahan Limbah Berbentuk Bangun Ruang
Menghitung BEP membantu kalian untuk menentukan kapankah bisnis tersebut akan mencapai titik impasnya, dimana BEP adalah kondisi pendapatan sama dengan biaya yang dikeluarkan.
Jika kalian bisa secara akurat memprediksikan biaya dan penjualan, menghitung BEP hanyalah sebuah perhitungan matematika yang sangat mudah. Sebuah usaha mencapai titik BEP ketika total pendapatanatau penjualansama dengantotal biayanya. Pada titik BEP, tidak ada keuntungan yang diraih atau kerugian yang diderita.
Ada beberapa tipe biaya yang harus kalian perhatikan ketika akan melakukan perhitungan BEP, yaitu:
Biaya ini akan tetap sama berapapun jumlah produk yang kalian hasilkan. Semua biaya awal pendirian usaha seperti biaya sewa tempat, asuransi, komputer, mesin kassa, dan lain-lain adalah biaya tetap karena kalian membelinya sebelum bisnis dijalankan.
Biaya ini merupakan biaya berulang yang diserap oleh setiap produk yang kalian hasilkan. Sebagai contoh, jika kalian menjalankan usaha kerajinan hiasan dimana untuk pembuatan hiasan bunga, kalian diharuskan membeli bahan kertas ke supplier seharga 1000 perlembar, maka biaya 1000 tersebut merupakan biaya variabel. Ketika bisnis kalian tumbuh dan berkembang, Kalian bisa menjadikan biaya karyawan dan biaya lainnya sebagai biaya variabel.
Penetapan harga sangat penting dalam menghitung BEP. Kalian tidak akan dapat memprediksi pendapatan jika kalian tidak tahu berapa harga per unit produk yang nantinya akan di jual. Harga per unit merupakan suatu nominal yang akan dibebankan ke konsumen untuk pembelian satu unit produk yang akan dijual.
Penentuan harga merupakan proses pengambilan keputusan yang tidak gampang. Baik dari sisi pengusaha maupun dari sisi konsumen. Banyak sekali riset di dunia marketing dan dunia psikologi mengenai bagaimana persepsi konsumen terhadap suatu harga. Sebelum menetapkan harga produk dan jasa, ada baiknya untuk membaca buku, artikel atau review tentang strategi harga dan psikologi harga terlebih dahulu. Pada materi semester 1 kalian sudah mengenal bagaimana cara menghitung BEP. Rumus menghitung BEP adalah sangat sederhana. Untuk menghitung BEP adalah biaya tetap, dibagi harga dikurangi biaya variabel. Persamaan ini menghasilkan rumus BEP sbb:
Contoh Wirausaha Kerajinan dari Bahan Limbah
Bagaimana peluang usaha kerajinan dari bahan limbah?
Jika Anda penasaran dan ingin mencoba berwirausaha di bidang limbah ini, Anda bisa melihat beberapa contoh produk kerajinan dari bahan limbah:
1. Kain Perca
Wirausaha kerajinan materi limbah yaitu dari kain perca.
Sisa kain tekstil atau pakaian dapat menjadi ide dalam wirausaha kerajinan limbah. Banyaknya motif dan warna pada kain perca bisa mempermudah Anda dalam mengembangkan kreativitas produk.
Kain perca dapat dikreasikan menjadi produk keset, taplak meja, tas bahan, ikat rambut, sarung bantal dan boneka.
Produk kerajinan limbah kain perca ini bisa dibuat banyak produk untuk berbagai kalangan dan umur, sehingga target marketnya pun luas.
Bahan baku pembuatan kerajinan kain perca cenderung memiliki modal awal yang terjangkau.
2. Limbah Kayu
Kemudian Kayu bekas sisa bangunan juga dapat digunakan sebagai bahan baku untuk wirausaha kerajinan limbah.
Limbah kayu dapat dimanfaatkan menjadi dekorasi patung pahat, miniatur, jam dinding, jam tangan, alas makan dan masih banyak lagi.
3. Limbah Plastik
Selanjutnya adalah limbah plastik, limbah kemasan plastik membutuhkan waktu yang sangat lama untuk bisa terurai secara alami.
Sebelum diproses menjadi produk yang bernilai ekonomi, Anda perlu membersihkan limbah plastik terlebih dahulu.
Biasanya produsen kerajinan limbah plastik tidak menggunakan bahan baku limbah seluruhnya, untuk mempercantik dan menambah kualitas jual Anda bisa menambahkan bahan baku lain seperti kain atau tali.
4. Limbah Kaleng
Limbah kaleng bekas bisa dimanfaatkan menjadi produk dekorasi yang unik dan menarik.
Anda bisa menjadikan limbah kaleng menjadi produk yang memiliki nilai ekonomis seperti hiasan lampu tidur, celengan berwarna, tempat alat tulis, pot tanaman dan miniatur mainan.
Tags: kerajinan dari bahan limbah usaha