"Pengaruh Krisis Global Terhadap Industri Batik - Tantangan dan Peluang"
Peluang (Opportunities) Batik
1. Peningkatan Kesadaran Budaya: Kesadaran masyarakat terhadap nilai budaya dan warisan lokal semakin meningkat, termasuk batik.
2. Pasar Ekspor yang Potensial: Ada peluang untuk memperluas pasar batik ke tingkat global, terutama di negara-negara dengan minat budaya Indonesia yang tinggi.
3. Kerjasama dengan Desainer Internasional: Kerjasama dengan desainer fashion internasional dapat meningkatkan citra batik Indonesia di mata dunia.
4. Penggunaan Batik dalam Produk Non-Pakaian: Batik dapat digunakan dalam produk non-pakaian, seperti furnitur, aksesoris rumah tangga, atau bahkan produk teknologi.
5. Kehadiran Marketplace Online: Marketplace online memberikan kesempatan bagi produsen batik untuk memasarkan dan menjual produk mereka secara lebih luas.
6. Peningkatan Infrastruktur: Peningkatan infrastruktur seperti transportasi dan akses internet dapat memudahkan produsen batik dalam mengakses pasar.
7. Penyediaan Dana dan Bantuan: Adanya program pemerintah atau lembaga keuangan yang menyediakan dana atau bantuan untuk pengembangan industri batik.
8. Perluasan Produk Batik: Produsen dapat mengembangkan produk batik yang lebih diversifikasi, seperti batik untuk pria, batik untuk anak-anak, atau batik dalam bentuk aksesoris.
9. Trend Konsumsi yang Berkelanjutan: Perubahan tren konsumsi yang menuju pada produk dengan sumber daya alam yang berkelanjutan dan ramah lingkungan, seperti batik organik.
10. Kemitraan dengan Sektor Pariwisata: Kerjasama dengan sektor pariwisata dapat meningkatkan pengenalan dan penjualan batik kepada wisatawan.
11. Peningkatan Kualitas Produk: Produsen batik dapat meningkatkan kualitas produk mereka untuk bersaing di pasar yang semakin kompetitif.
12. Penggunaan Batik dalam Dunia Hiburan: Batik dapat digunakan dalam industri hiburan, seperti film, sinetron, atau pertunjukan seni untuk meningkatkan apresiasi dan popularitasnya.
Dampak Ekonomi Global Terhadap Perekonomian Indonesia
Satgas P2DD dibentuk pada 4 Maret 2021. Satgas dibentuk untuk mempercepat dan memperluas penyelenggaraan transaksi elektronik (ETP) oleh pemerintah daerah.
“Untuk itu saya sangat mengharapkan dukungan dari gubernur, walikota dan P2DD yang besar dan penting”, ujar anggota dewan Perencanaan Ekonomi ini.
Dihadiri oleh Menteri Perekonomian dan Perekonomian Airlangga Hartanto, Menteri Perencanaan Politik, Hukum dan Pertahanan RI Mahfud MD, Menteri Komunikasi dan Informatika RI Johny G Plate, Gubernur Bank . Indonesia Perry Warjiyo dan dihadiri oleh seluruh gubernur, bupati/walikota – Indonesia.
Mengukur Dampak Covid 19 Pada Pertumbuhan Ekonomi Dan Perdagangan Indonesia 2020
Dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia, 100 kabupaten/kota memiliki posisi terbaik dalam implementasi transaksi pemda elektrifikasi dengan peringkat 64.
Selama tahun 2020, pemerintah merespons wabah COVID-19 dengan tiga strategi: pertama, membatasi penyebaran virus corona melalui kebijakan PSBB, kedua, memperkuat puskesmas dan puskesmas untuk menangani penyakit menular, ketiga, pengurangan dampak ekonomi akibat perluasan kegiatan ekonomi melalui penguatan jaringan sosial dan dukungan finansial kepada dunia usaha dan UMKM terdampak. Ketiga strategi tersebut dapat dilihat pada perubahan dan peninjauan belanja dalam APBN tahun 2020 yang berdampak pada pengurangan anggaran kementerian/lembaga, pengeluaran uang, perluasan penggunaan dana masyarakat dan juga penambahan anggaran untuk anggaran belanja negara. biaya penanganan COVID. -19 sesuai Perpu No. 1/2020.
Peran Apec Dalam Perekonomian Indonesia Sebagai Negara Berkembang
Secara keseluruhan, dampak pandemi COVID-19 menimbulkan tantangan yang lebih besar bagi pemerintah untuk mencapai tujuan pembangunan nasional, antara lain: menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas, menciptakan pemerataan ekonomi, mengurangi kemiskinan, dan membangun infrastruktur yang sama di seluruh Indonesia.
This study aims to determine the effect of the variable of education level, accounting understanding, and business scale on the quality of financial reports in Tempe and Sanan Tempe in Malang City. The method in this research is quantitative research. This study uses primary data. The scale used in the questionnaire is the likert scale and nominal. The population in this study is MSMEs located in the Sanan Region of Malang City, a total of 262 MSMEs. The sampling technique used is purposive sampling. So that obtained a sample of 57 respondents. The research data was processed by using multiple linear regression analysis with the help of SPSS version 25 for windows. The results of the research show : 1) education level has a significant effect on the quality of MSMEs financial reports. 2) understanding of accounting has a significant effect on the quality of MSMEs financial reports. 3) business scale has a significant effect on the quality of MSMEs financial reports.
Keywords : Education Level, Accounting Understanding, and Business Scale
Tags: kerajinan global