Keajaiban Kreatif - Mengungkap Rahasia Proses Membuat Kerajinan Indah dari Bahan Gips
Kerajinan dari Gips untuk Desain Ruangan
Gips yang dijadikan sebagai desain ruangan ini sudah tidak asing lagi. Pasalnya kebanyakan rumah menggunakan gips untuk mempercantik bagian dinding dan atap dalam rumah, supaya terlihat lebih bersih dan menarik. Ada banyak desain menarik dan unik yang dapat menghiasi beragam rumah, sesuai dengan ukurannya dan yang diinginkan pembeli.
1. White Shells
Sebagaimana namanya white shells ini berwarna putih terang, kesan mewah akan ditampilkan dengan dekorasi ini. Apalagi jika setiap sudut rumah terdapat dekor secantik ini akan membuat rumah menjadi lebih menarik lagi. Banyaknya detail yang ditampilkan membuatnya terkesan rumit, padahal sebenarnya cara pembuatannya nampak sederhana saja.
2. American Country House White Ceiling
Dekor satu ini sangat menarik, pastinya banyak orang yang ingin dekor rumahnya secantik ini. Ukiran yang lembut, nampak tak ada cacat dan kesan amerikanya pada masa-masa lampau itu sangat melekat pada dekor ini. Tidak ada salahnya mencoba dekor cantik ini di rumah yang akan membuat rumah terasa lebih nyaman dan menawan.
3. White Stone 3D
Pada model gips satu ini sangat banyak diminati oleh semua kalangan. Hal ini karena desainnya yang sederhana, timbul dan kelihatan mengesankan. Apalagi kebanyakan rumah yang cat dindingnya putih ini banyak menggunakan dekor white stone 3D dengan berbagai ukuran dan kreasi lainnya. Hal ini dapat dipadukan sesuai selera konsumen.
Pengertian Kerajinan dari Gips
Gips merupakan bentuk bahan yang tidak bisa dilarutkan di dalam air dengan waktu yang lama apabila benda tersebut sudah mengeras atau padat.
Gips merupakan bahan yang didalamnya terdapat zat Hidrat kalsium, dan sebagian lagi mineral serta sulfat, bahan-bahan tersebut bisa terlepas pada gips pada saat gips mengalami proses pengerasan.
Kerajinan dengan menggunakan bahan gips ini memang pada saat ini banyak diminati oleh masyarakat sekitar, meskipun mereka harus menunggu beberapa waktu pada saat membuat kerajinan itu sendiri.
Pada umumnya, kerajinan dari gips harus membutuhkan sebuah cetakan, sehingga tidak bisa langsung dengan menggunakan tangan.
Adapun cetakan yang digunakan adalah cetakan dengan bahan dasar silikon rubber. Tetapi jangan khawatir ya bagi kalian yang tidak menemukan cetakan jenis tersebut, karena kalian bisa menggantinya dengan menggunakan cetakan dari tanah liat atau dengan plastisin.
Teknik Pembuatan Kerajinan dari Gips
Tentunya untuk membuat kerajinan dari gips ini tidak bisa sembarangan loh, melainkan ada beberapa teknik atau tahapan tertentu pada saat proses pembuatannya.
Lalu apa saja teknik pembuatan kerajinan dari bahan gips tersebut? Maka dari itu, yuk simak penjelasannya di bawah ini!
1. Pembuatan Sketsa Model
Teknik pembuatan yang pertama adalah dengan membuat sketsa model terlebih dahulu, dimana kalian bisa membuatnya dengan menggambar menggunakan pensil sebelum akhirnya diaplikasikan kedalam bentuk 3 dimensi.
2. Pembuatan Cetakan Model Gips
Apabila kalian sudah selesai membuat sketsa cetakan tersebut, maka kalian bisa melanjutkannya dengan membuat sebuah cetakan. Cetakan yang digunakan bisa dibuat dari silikon rubber atau bisa dengan menggunakan plastisin atau tanah liat.
Buat cetakan yang sesuai dengan ukuran bentuk model yang sudah dibuat tadi ya. Tetapi alangkah lebih baiknya untuk cetakan dibuat agak lebih besar, sehingga nantinya cetakan yang dihasilkan bisa lebih baik dan tidak mudah retak atau rusak.
3. Pembuatan Bubur Gips
Apabila cetakan sudah selesai dibuat atau disiapkan, maka kalian bisa melanjutkan dengan membuat bubur gips ini. Pembuatan bubur dari gips.
Bisa kalian lakukan dengan cara menuangkan campuran bahan gips dengan perbandingan 2:1 atau 2 takaran untuk bahan gips dan 1 untuk air, kemudian aduk campuran hingga benar-benar merata tanpa adanya gumpalan.
Prinsip Kerajinan Bahan Lunak
Pembuatan kerajinan umumnya didasarkan dengan prinsip-prinsip dasar kerajinan. Tidak terkecuali dengan bahan lunak yang juga memiliki prinsip kerajinan bahan lunak dalam proses pembuatannya. Dalam kata lain, prinsip kerajinan bahan lunak ini nantinya bisa dijadikan acuan sebagai prinsip dasar dalam menghasilkan kerajinan.
Ada tiga macam prinsip kerajinan bahan lunak yang penting diketahui. Ketiga prinsip tersebut berupa keterampilan tangan, keterampilan teknik, dan prinsip tradisional. Apakah maksud dari ketiga prinsip ini? Berikut penjabarannya.
1. Prinsip Keterampilan Tangan
Prinsip kerajinan bahan lunak yang pertama adalah keterampilan tangan. Ini menjadi syarat atau bagian penting dalam pembuatan kerajinan limbah lunak dan kerajinan lainnya. Tanpa tangan yang terampil, bahan limbah lunak tidak akan bisa berubah menjadi kerajinan yang bernilai.
2. Prinsip Keterampilan Teknik
Selain menggunakan prinsip keterampilan tangan, dibutuhkan pula prinsip keterampilan teknik dalam prinsip kerajinan bahan lunak. Ada berbagai jenis metode atau teknik yang dapat diterapkan oleh para pengrajin. Beberapa diantaranya berupa teknik menganyam, menenun, membordir, cetak, putar, hingga mengukir.
Prinsip ini secara tidak langsung juga sangat berkaitan dengan keterampilan tangan. Apabila seorang pengrajin memiliki keterampilan tangan yang cukup baik, ia akan mampu menerapkan teknik-teknik yang berbeda sekaligus. Semakin unik dan rumit teknik yang digunakan, nilai jual dari kerajinan limbah lunak bisa jadi semakin meningkat.
3. Prinsip Tradisional
Prinsip yang terakhir dalam kerajinan bahan limbah lunak ini tidak kalah penting dari dua prinsip sebelumnya. Prinsip kerajinan bahan lunak satu ini sangat mengedepankan nilai kepraktisan dari kerajinan yang dibuat.
Bagaimana Proses Penyamakan Kerajinan Kulit ?
Bahan penyamak kulit sangat beragam, ada yang terbuat dari mineral, nabati, sintetis, hingga minyak. Yang pembuatannya tergantung pada jenis yang akan Anda hasilkan. Kulit sendiri digolongkan menjadi dua yaitu hide untuk kulit hewan besar, dan skin untuk kulit yang tergolong seperti kambing, domba, hingga reptile.
Untuk penyamakan nabati biasanya bahannya alami seperti tumbuhan (daun, ranting, kulit, akar, serta buah). Hasilnya akan memberikan warna coklat mudah atau merah muda. Sifatnya kaku namun tetap empuk. Biasanya digunakan oleh tumbuhan yang mengandung zat tanin.
Zat tanin ini berfungsi untuk mengikat kolagen protein pada kulit yang biasanya digunakan untuk gantungan kunci kulit, dompet stnk, dan lain sebagainya.
Sehingga dapat dipastikan bahwa zat yang digunakan bisa lebih baik dan bahkan lebih cepat untuk proses selanjutnya untuk penyamakan mineralnya.
Sedangkan, untuk penyamakan mineral biasanya digunakan pada zat kromium yang memiliki tekstur lemas. Senyawa krom sulfatnya sering digunakan karena dianggap paling efektif. Jika masih mentah maka kulit kromnya memiliki warna biru keabuan.
Waktu penyamakannya lebih cepat dibandingkan jika menggunakan penyamakan nabati. Bisa saja untuk jenis kulit ini digunakan sebagai pembuatan tas ransel serut, dompet kulit, tas kulit wanita, dan lain sebagainya.
Selain itu, terdapat penyamakan kombinasi yang menggunakan lebih dari satu bahan untuk zat-zatnya agar bisa melengkapi. Penyamakan sintetis ini kurang lebih sama seperti penyamakan nabati, dengan begitu hasilnya akan lebih baik lagi.
Bahan-bahan yang digunakan yaitu sintesis organik polyacid yang berwarna putih.