Pemilihan Bahan Bambu yang Masih Segar untuk Kerajinan DIY dan Sulaman
Lonceng angin dari bambu
Hiasan yang digantung akan menambah kesan rumah lebih indah sekaligus estetik. Salah satu hiasan yang cocok digunakan adalah lonceng angin. Kerajinan dari bambu yang satu ini bisa menjadi rekomendasi yang menarik dan memberikan kesan sejuk pada hunian. Apalagi, ketika lonceng angin menimbulkan suara ketika ada hembusan angin ataupun bila digerakkan dengan menggunakan tangan. Adapun langkah pembuatan lonceng angin adalah sebagai berikut:
- Cari dan pilih lima potong buluh yang masih berbentuk bulat. Lalu, runcingkan bagian bawahnya sampai membentuk setengah lingkaran.
- Selanjutnya, kaitkan bagian atasnya pada satu media, contohnya adalah batok kelapa sebagai atasannya atau kepala dari lonceng angin tersebut.
- Berikan tali yang memanjang kebawah pada bagian bawahnya, serta gunakan pula bulatan kayu agar bisa membunyikan lonceng angin secara manual.
Pagar rumah
Image Source: rumahmesin.com
Pagar selain mempunyai fungsi sebagai pelindung juga bisa sebagai pembatas wilayah, terlepas dari itu pagar juga bisa sebagai aksesoris untuk mempercantik tampilan hunian kita, jika melihat dari bahan material yang di gunakan pagar bisa terbuat dari batu bata, besi, kayu maupun bambu, pada model rumah minimalis sendiri banyak jenis pagar yang bisa kita pakai, lalu bagiamana pagar yang bagus untuk rumah minimalis?
Setiap rumah pasti memiliki model dan desain sendiri oleh karena itu tentunya jenis pagarpun perlu di sesuaikan agar selaras. Namun bagi anda yang ingin menambah kesan natural pada rumah anda, tidak ada salahnya jika anda mencba pagar rumah yang bermaterial bambu, banyak jenis bambu yang bisa kita gunakan untuk mempercantik rumah dari segi eksterior, misalnya bambu kuning maupun bambu petung.
Tempat tisu dari bambu
Kerajinan tangan dari bambu memang tidak terbatas asalkan pengrajin bisa terus berinovasi dan berkreasi. Selain itu, produk handmade ini juga bernilai jual yang cukup tinggi. Salah satunya adalah tempat tisu yang lengkap dengan lubang pada bagian tengah untuk mengambil tisu.
Kombinasikan anyaman dengan cara mengelem buluh untuk bagian kerangkanya. Memang, cara ini terbilang cukup rumit untuk dilakukan. Namun, bila terus diimbangi dengan latihan yang tidak putus, maka tempat tisu yang dihasilkan akan semakin baik dan terkonsep.
Rapikan beberapa bagian yang masih kurang tertata saat finishing, dengan cara melakukan penghalusan. Selain itu, hilangkan juga sisa serat bambu yang mungkin masih ada dan tertinggal saat pembuatan tisu.
5 Cara Memilih Bambu untuk Kerajinan, Perhatikan Kualitasnya!
Ilustrasi bambu (pexels.com/Ravi Kant)
Bambu menjadi pohon yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Pasalnya, bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari material bangunan sampai membuat kerajinan. Seperti yang kita ketahui bersama, banyak sekali kerajinan yang dibuat dari bambu. Misalnya, tudung saji, caping, bakul, dan masih banyak lagi.
Umumnya, dalam memilih bambu harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pasalnya, bambu untuk kebutuhan bahan bangunan dan kerajinan tentu akan berbeda. Untuk itu, berikut ini beberapa cara memilih bambu untuk kerajinan.
Pilih bambu dengan panjang ruas 50 cm sampai 60 cm
ilustrasi bambu yang tumbuh (unsplash.com/Bence Bella-Schottner)
Setiap jenis bambu memiliki ros atau ruas. Setiap jenisnya juga punya panjang yang berbeda-beda. Panjang pendeknya ros ini sebenarnya tidak terlalu memengaruhi kualitas. Hanya saja, kamu perlu sesuaikan dengan kebutuhan karena tiap bambu panjang ros bisa berbeda.
Editor’s picks
Kalau untuk kebutuhan kerajinan, pilihlah bambu yang punya panjang ros 50 cm sampai 60 cm. Hal ini akan memudahkan kamu dalam membuat kerajinan. Di samping itu, dengan memilih ros yang panjang, tingkat kelenturannya akan lebih bagus.
Pasalnya, ros yang terlalu pendek akan lebih susah dibentuk saat membuat kerajinan karena mudah patah. Selain itu, secara estetika juga akan terlihat lebih bagus ketika menggunakan bambu dengan ros panjang.
Tags: kerajinan bahan yang untuk masih