Pemilihan Bahan Bambu yang Masih Segar untuk Kerajinan DIY dan Sulaman
Kelebihan kerajinan dari bambu
1. Perawatan yang mudah
2. Pertumbuhan yang sangat cepat
Keuntungan menggunakan bambu jika dibandingkan dengan kayu adalah proses pertumbuhannya yang cukup cepat. Pada beberapa jenis bambu, bahkan laju tumbuhnya mencapai 5 cm per jam. Karena laju tumbuhnya cepat inilah membuat masa panennya juga cukup cepat, yaitu sekitar 3 hingga 5 tahun. Bandingkan dengan kayu yang memerlukan masa tumbuh pohonnya hingga 40 tahun untuk mendapatkan kayu yang kualitas baik.
3. Kuat dan kokoh
Menurut penelitian, bambu memiliki struktur yang kuat dan kokoh jika dibandingkan dengan beton dan juga memiliki fisik dan mekanik yang menarik. Bambu juga dikenal sebagai bahan bangunan yang elastis dan mampu menahan beban tarik, geser, tekan dan juga tekuk. Hal inilah yang menyebabkan bambu mudah untuk dipotong dan dibentuk apa saja.
Pilih bambu dengan panjang ruas 50 cm sampai 60 cm
ilustrasi bambu yang tumbuh (unsplash.com/Bence Bella-Schottner)
Setiap jenis bambu memiliki ros atau ruas. Setiap jenisnya juga punya panjang yang berbeda-beda. Panjang pendeknya ros ini sebenarnya tidak terlalu memengaruhi kualitas. Hanya saja, kamu perlu sesuaikan dengan kebutuhan karena tiap bambu panjang ros bisa berbeda.
Editor’s picks
Kalau untuk kebutuhan kerajinan, pilihlah bambu yang punya panjang ros 50 cm sampai 60 cm. Hal ini akan memudahkan kamu dalam membuat kerajinan. Di samping itu, dengan memilih ros yang panjang, tingkat kelenturannya akan lebih bagus.
Pasalnya, ros yang terlalu pendek akan lebih susah dibentuk saat membuat kerajinan karena mudah patah. Selain itu, secara estetika juga akan terlihat lebih bagus ketika menggunakan bambu dengan ros panjang.
5 Cara Memilih Bambu untuk Kerajinan, Perhatikan Kualitasnya!
Ilustrasi bambu (pexels.com/Ravi Kant)
Bambu menjadi pohon yang banyak dibudidayakan oleh masyarakat. Pasalnya, bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari material bangunan sampai membuat kerajinan. Seperti yang kita ketahui bersama, banyak sekali kerajinan yang dibuat dari bambu. Misalnya, tudung saji, caping, bakul, dan masih banyak lagi.
Umumnya, dalam memilih bambu harus disesuaikan dengan kebutuhan. Pasalnya, bambu untuk kebutuhan bahan bangunan dan kerajinan tentu akan berbeda. Untuk itu, berikut ini beberapa cara memilih bambu untuk kerajinan.
Kipas bambu
Selain tisu, kipas juga memiliki nilai jual yang tinggi dan laku untuk dijual di pasaran. Apalagi, jika kipas yang dihasilkan terbuat dari bahan-bahan yang ramah lingkungan. Pastinya, konsumen akan semakin tertarik untuk membelinya.
Umumnya, kipas bambu banyak digunakan oleh para penjual sate dalam mengipas sate yang dijualnya. Namun, kipas tersebut sudah berubah menjadi kipas angin yang lebih modern agar semakin praktis penggunaannya. Meskipun begitu, kipas yang terbuat dari anyaman ini masih banyak dicari oleh konsumen karena memberikan kesan unik dan tradisional, sesuai dengan kebutuhan.
Bagi Sedulur yang sudah berpengalaman, tentunya bukan perkara yang sulit lagi dalam membuat anyaman tradisional ini. Caranya adalah dengan membentuk anyaman menjadi kotak terlebih dahulu. Kemudian, berikan potongan buluh yang lebih kuat dan tebal pada bagian ujung satunya yang berfungsi sebagai pegangan kipas.
Pakai bambu yang berwarna hijau kekuningan
Ilustrasi kerajinan bambu (IDN Times/Andra Adyatama)
Ada banyak sekali jenis bambu yang perlu kamu ketahui. Mulai dari bambu ampel, bambu apus, bambu betung, bambu gendang sampai bambu Jepang. Setiap jenis ini memiliki karakteristik dan warna yang berbeda-beda. Mulai dari bentuk batang hingga corak pada batangnya.
Jika untuk kebutuhan kerajinan seperti tudung maupun caping, kamu bisa memilih bambu dengan warna hijau kekuningan. Tapi tentu saja kamu bisa berkreasi dengan warna dari bambu jenis lain, tergantung kebutuhannya. Tapi perlu diingat corak warna terkadang juga menentukan usia bambu dan kualitasnya.
Tags: kerajinan bahan yang untuk masih