Bahan Dasar Kerajinan Cobek - Panduan Lengkap untuk Keterampilan Jahit dan DIY
Lesung dan Lumpang
Selain cobek, alat penghalus tradisional di Indonesia adalah lesung dan lumpang. Kedua alat ini juga sudah dikenal dan digunakan oleh masyarakat Nusantara sejak dulu.
Lesung
Lesung dibuat untuk menumbuk padi agar kulit gabah atau sekam (dalam bahasa Jawa disebut merang) terlepas dari beras. Lesung adalah alat tradisional berbentuk cekung, terbuat dari kayu besar yang dibentuk seperti perahu berukuran kecil dengan panjang sekitar 2 meter, lebar 0,5 meter dan kedalaman sekitar 40 cm.
Lumpang
Lumpang merupakan wadah yang berbentuk bejana dan terbuat dari kayu atau batu untuk menumbuk padi, kopi, maupun bahan olahan lainnya. Pesatnya mekanisasi pertanian membuat lumpang tidak lagi banyak digunakan. Meski begitu, sesekali masih digunakan untuk menumbuk singkong kala seseorang hendak membuat getuk.
Dahulu, banyak sekali ditemui lumpang batu karena melimpahnya batu andesit yang merupakan bahan baku alat ini. Batu andesit yang juga merupakan bahan pembuatan candi, banyak sekali terdapat di sungai-sungai Pulau Jawa. Sementara masyarakat di pulau lain biasa menggunakan lesung kayu karena kayu lebih mudah didapatkan ketimbang batu andesit.
Tips Memilih Produk
1. Pilih ukuran sesuai kebutuhan
Pemilihan ukuran peralatan dapur ini akan sangat berpengaruh pada sistem penyimpanan yang akan menyangkut kebersihan, keawetan, dan kehigienisan.
Anda yang tinggal sendiri atau punya ruangan dapur sempit, bisa memilih cobek kecil berdiameter di bawah 15 cm. Ukuran yang kecil membuat Anda lebih mudah untuk menyimpannya.
Namun, jika Anda sudah berkeluarga, silakan memilih diameter di atas 15 cm untuk memenuhi kebutuhan sekeluarga. Ukuran besar dengan diameter di atas 25 cm juga dianjurkan untuk jamuan acara atau bisnis katering.
2. Pilih warna abu-abu asli
Jika bahannya batu asli, maka biasanya berwarna abu-abu alami. Jangan memilih yang berwarna hitam legam karena bisa jadi itu hasil pengecatan
3. Pilih yang punya pori-pori
Jika berbahan batu asli, teksturnya kasar dan berpori-pori. Wajib bagi Anda untuk memastikan tekstur tersebut
4. Pastikan rating dan review bagus
Jika Anda membeli alat dapur satu ini melalui marketplace, maka pastikan bahwa toko tempat Anda membeli itu punya rating yang baik. Jangan lupa untuk memeriksa review para pembelinya juga untuk memastikan kualitas asli produk yang dijual.
Harga Cobek Batu
Harga cobek buatan Adi ini bervariasi, tergantung diameternya. Ia menjelaskan, cobek berdiameter 15 cm dijual dengan harga Rp. 10.000. Sedangkan cobek dengan diameter 20 cm di dijual dengan harga Rp12.500. Lain lagi dengan cobek berdiameter 40 cm yang dipasang dengan harga Rp.80.000. Menurutnya, harga tersebut jauh lebih murah jika dibandingkan dengan harga cobek di pasaran.
Di tengah zaman yang serba canggih ini, cobek bisa saja dicetak dalam skala besar menggunakan mesin pencetak. Dengan begitu, manusia tidak perlu turun tangan secara langsung. Namun, cobek batu warisan zaman kerajaan Singosari ini akan kehilangan nilainya. Atau, bisa saja orang meninggalkan cobek dan beralih pada teknologi canggih seperti blender. Namun, cita rasa makanan yang dihasilkan akan berbeda. Oleh karena itu, cobek batu khas desa cobek ini patutlah dipertahankan sebagai salah satu warisan budaya Indonesia.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
Jenis-Jenis Cobek
Foto: Instagram Luckybachsin
Ada yang terbuat dari batu asli, kayu jati, tanah liat, keramik, hingga stainless steel. Begini perbedaannya:
1. Tanah liat
Berbahan tanah liat adalah bentuk tradisional yang tetap menjadi favorit. Berbahan tanah liat membuat tampilan khas dan vintage.
Meski begitu, tanah liat rentan mengalami keretakan dan pecah. Belum lagi partikel tanah liatnya berisiko terkikis dan bercampur dengan bumbu.
2. Batu asli
Cobek batu asli tergolong sangat stabil dan kokoh saat digunakan, sehingga bumbu lebih cepat halus. Hanya saja kekurangannya adalah bobotnya yang berat.
Selain itu, harus berhati-hati karena banyak tiruan berbahan semen yang mudah pecah.
3. Keramik
Bahan keramik atau porselen biasanya sering dijadikan tempat untuk menghaluskan jamu atau obat-obatan. Permukaannya yang tak berpori dan halus membuatnya mudah dibersihkan serta tak gampang berjamur.
Lalu dari segi bentuk, bahan keramik juga paling estetik dan indah untuk dipajang di dapur. Namun, jadi semakin riskan gompal hingga pecah.
4. Kayu
Cobek kayu punya keunggulan dalam bobotnya yang ringan, tidak mudah pecah, dan praktis dibawa bepergian. Bisa dengan mudah dimasukkan dalam tas tanpa khawatir.
Namun, untuk mengolah bahan makanan akan sangat memakan waktu. Hal ini disebabkan oleh permukaannya yang terlalu halus dan bobotnya terlampau ringan. Belum lagi riskan berjamur apabila tidak disimpan dengan cara yang tepat.
5. Stainless steel
Cobek stainless steel ini umumnya dibuat dalam bentuk mangkuk dan digunakan untuk menghaluskan jamu hingga obat-obatan. Jenis ini bisa dikatakan paling awet dan mudah dibersihkan dari jenis yang lainnya.
Tags: kerajinan bahan