Seni Menyulam Alam - Keajaiban Bahan Kerajinan dari Rotan untuk Proyek DIY Anda
Morfologi
Rotan dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat secara merambat atau memanjat pada pohon-pohon sekitarnya. Hal ini disebabkan adanya sulur pemanjat yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya, meski terdapat pula jenis rotan tidak memiliki sulur namun berupa duri yang memiliki fungsi yang sama.
Batang tanaman rambat ini berbuku-buku atau beruas-ruas, berbentuk bulat atau segitiga yang menjalar hingga puluhan meter dengan diameter bervariasi sesuai jenisnya. Berdasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan hutan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumbuh soliter atau tunggal dan tumbuh berumpun.
Rotan yang tumbuh soliter hanya dapat dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali. Sedangkan rotan berumpun mampu beregenerasi dan kembali tumbuh dari kuncup ketiak bawah batang yang dipotong.
Rotan mempunyai daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang. Ukuran daunnya bervariasi tergantung jenisnya. Daun ini umumnya memiliki duri sebagai bentuk pertahanan diri dan tumbuh menghadap ke dalam sebagai kait antara batang rotan dengan pohon atau tumbuhan yang dijalarinya.
Sistem perakaran rotan adalah sistem perakaran serabut, berwarna mulai dari putih keabu-abuan, kekuningan, hingga kehitaman. Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina biasanya berada dalam satu rumah, meskipun pada beberapa jenis bunganya berumah dua. Penyerbukan pada rotan dengan bunga berumah dua biasanya dibantu oleh serangga, angin atau air hujan.
Bunganya berukuran kecil, pada bunga jantan terdapat 5 benang sari dan pada bunga betina terdapat 3 putik. Tumbuhan rotan juga menghasilkan buah yang berbentuk bulat, oval atau lonjong dengan sisik berbentuk trapesium dan tersusun vertikal dari toksis buah.
Perdagangan Rotan
Pada tahun 1994, Indonesia merupakan negara produsen rotan terbesar di dunia. Hutan-hutan di Indonesia memiliki 56% dari seluruh jenis rotan dunia, yakni berjumlah 306 jenis. Peluang produksi rotan di Indonesia pada masa itu sekitar 600 ribu ton per tahun yang dihasilkan dari hutan rotan seluas 10 juta hektar yang tersebar di seluruh nusantara, terutama wilayah Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.
Meski ekspor rotan mengalami penurunan harga dibanding hasil furniture lain, saat ini Indonesia masih mengekspornya dalam bentuk mentah maupun setengah jadi. Indonesia juga berupaya memproduksi produk dari bahan baku rotan karena investasi atau yang diperlukan tidak terlalu tinggi. Hal ini didukung oleh stok bahan mentah yang melimpah, serta potensi tenaga kerja yang mendukung.
Penurunan industri furniture rotan di Indonesia sempat mengalami penurunan pada tahun 2007 dan menyebabkan pengusaha gulung tikar. Misalnya penurunan produksi pabrik rotan di Cirebon dan Surabaya. Penyebab penurunan tersebut adalah sulitnya memperoleh bahan baku berkualitas dan ketertinggalan oleh produsen dari negara lain.
Contoh Kerajinan Dari Rotan
| ">No | ">Hasil Kerajinan dari Rotan |
| ">1 | ">Kerajinan Anyaman Furniture dari Rotan |
| ">2 | ">Kerajinan Bantal Anyaman dari Rotan |
| ">3 | ">Kerajinan Cermin dari Rotan |
| ">4 | ">Kerajinan Gelas dari Rotan |
| ">5 | ">Kerajinan Dompet dan Tas dari Rotan |
| ">6 | ">Kerajinan Kap Lampu dari Rotan |
| ">7 | ">Kerajinan Karakter dari Rotan |
| ">8 | ">Kerajinan Tempat Tisu dari Rotan |
| ">9 | ">Kerajinan Keranjang Piknik dari Rotan |
| ">10 | ">Kerajinan Kereta Bayi dari Rotan |
| ">11 | ">Kerajinan Kipas Anyaman dari Rotan |
| ">12 | ">Kerajinan Kursi dari Rotan |
| ">13 | ">Kerajinan Meja dari Rotan |
| ">14 | ">Kerajinan Sandal dan Sepatu dari Rotan |
| ">15 | ">Kerajinan Tatakan Piring dan Gelas dari Rotan |
| ">16 | ">Kerajinan Tempat Pensil dari Rotan |
| ">17 | ">Kerajinan Tikar dari Rotan |
| ">18 | ">Kerajinan Tudung Saji dari Rotan |
Tags: kerajinan dari bahan rotan