Seni Menyulam Alam - Keajaiban Bahan Kerajinan dari Rotan untuk Proyek DIY Anda
Mulai Proses Pembuatan
Proses pengayaman yang tersisa bisa dilakukan dengan posisi horizontal dan saling silang. Untuk tiap ujungnya, kembali dimasukkan ke dalam anyaman lalu gunakan lem agar bisa menyatu sempurna. Terus lakukan langkah ini hingga semua bagian rangka tertutup anyaman. Sekarang Anda sudah memiliki keranjang yang dapat dihias agar lebih menarik menggunakan renda, pita, atau bunga plastik.
Untuk mendapatkan tampilan yang lebih elegan, Anda perlu memberikan finishing. Mengingat lem yang digunakan merupakan water-based, maka Anda sebaiknya menggunakan cat water-based juga. Salah satu produk cat yang direkomendasikan adalah Propan Acrylux AAC-955.
Propan Acrylux AAC-955 adalah cat serbaguna dengan water-based dan memiliki kualitas tinggi. Tidak hanya dapat digunakan untuk material rotan saja, tetapi juga pada kayu, besi, aluminium, concrete, FRP, plastik, kaca, batu alam, wood composite, dan cement composite. Keunggulan lain dari cat ini ada:
- Mudah diaplikasikan
- Cepat kering
- Non-yellowing
- Tidak mengandung logam berat
- Cocok untuk interior & eksterior
- Ketahanan cuaca yang baik
- Tahan sinar UV dan air
- Ribuan pilihan warna yang menarik (tinting color)
- Hasil akhir yang lebih glossy
Tertarik untuk menggunakan cat ini? Dengan informasi mengenai cara membuat keranjang dari rotan, yuk cek produk Propan Acrylux di Klopmart sekarang juga.
Kebijakan Perlindungan
Sebelum kebijakan ekspor rotan diberlakukan pada tahun 1986, banyak batang yang dipanen secara komersial untuk dikirim ke Singapura, Hongkong, Jepang, Amerika serta negara-negara kawasan Eropa. Ketika itu, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar dunia, meskipun industri pengolahan nasional belum berkembang.
Pembatasan ekspor dari Indonesia ke pasar dunia memberikan dampak negatif terhadap negara-negara penghasil rotan yang tidak memiliki pengawasan. Akibatnya, negara-negara tersebut kehilangan cadangan hutan dari alam.
Contohnya adalah industri pengolahan rotan di Taiwan dan Eropa mengandalkan pasokan bahan baku dari Indonesia banyak yang mengalami kebangkrutan dan mengalihkan usahanya ke Indonesia, khususnya di daerah Cirebon.
Dalam perkembangan selanjutnya, larangan ekspor bahan baku rotan dibuka kembali pada tahun 2005, yaitu dengan dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan. Surat keputusan ini memberi hambatan terhadap industri pengolahan nasional.
Dampaknya adalah pengangguran meningkat, kredit macet, berkurangnya perolehan devisa dan menurunnya kontribusi industri pengolahan rotan nasional dalam pembentukan PDB. Sebaliknya, negara-negara pesaing seperti China, Taiwan dan Italia kembali mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa tindakan yaitu:
Pada tahun 2007, pernah terselenggara Pameran Produk Furniture Rotan dan Kerajinan Rotan di Indonesia sebagai upaya memperkenalkan, promosi dan pemasaran hasil produksi dan desain ke dunia internasional. Pameran tersebut diikuti oleh berbagai produsen di Indonesia yang tergabung dalam ASMIN dan AMKRI demi bangkit dan berkembangnya industri furnitore rotan tanah air.
Sebaran di Indonesia & Dunia
Tumbuhan ini dapat ditemukan di wilayah hutan tropis dekat khatulistiwa, seperti hutan di Indonesia, Afrika, China Selatan, India, Sri Lanka, Malaysia, dan negara-negara Pasifik Bagian Barat.
Berbagai jenis rotan tersebar di Indonesia. Menurut perkiraan, terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh hutan Indonesia dari jumlah total ratusan jenis lain yang tersebar di dunia.
Rotan terdiri dari 13 marga, dimana 9 marga diantaranya tumbuh di Indonesia, yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha. Rotan dari marga Calamus dan Demonorops merupakan dua marga yang menghasilkan rotan bernilai ekonomi tinggi.
Berdasarkan Peraturan Pemerintah No 7 tahun 1999 dan evaluasi yang dilakukan oleh Budiharta dalam Kalima 2015, terdapat 21 jenis rotan di Indonesia yang terancam punah, langka dan dlindungi, yaitu:
- C. ciliaris
- C. melanoloma
- C. hispidulus
- C. impaar
- C. karuensis
- C. spectabilis
- C. robinsonianus
- C. kjelbergii
- C. minahassae
- C. melanoloma
- C. hispidulus
- C. pandanosmus
- C. pygmaeus
- Ceratolobus pseudoconcolor
- Daemonorops acamptostaachys
- D. monticola
- Korthalsia junghunii
- Plectocomia billitonensis
- P. lorzingii
- P. pygmaea
- P. longistigma
- P. lorzingii
- P. pygmaea
- Plectocomiopsis borneensis
Morfologi
Rotan dikenal sebagai tanaman yang tumbuh cepat secara merambat atau memanjat pada pohon-pohon sekitarnya. Hal ini disebabkan adanya sulur pemanjat yang tumbuh pada ruas-ruas batangnya, meski terdapat pula jenis rotan tidak memiliki sulur namun berupa duri yang memiliki fungsi yang sama.
Batang tanaman rambat ini berbuku-buku atau beruas-ruas, berbentuk bulat atau segitiga yang menjalar hingga puluhan meter dengan diameter bervariasi sesuai jenisnya. Berdasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan hutan ini dibagi menjadi dua jenis, yaitu tumbuh soliter atau tunggal dan tumbuh berumpun.
Rotan yang tumbuh soliter hanya dapat dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi atau tumbuh kembali. Sedangkan rotan berumpun mampu beregenerasi dan kembali tumbuh dari kuncup ketiak bawah batang yang dipotong.
Rotan mempunyai daun majemuk dan pelepah daun yang tumbuh menutupi ruas-ruas batang. Ukuran daunnya bervariasi tergantung jenisnya. Daun ini umumnya memiliki duri sebagai bentuk pertahanan diri dan tumbuh menghadap ke dalam sebagai kait antara batang rotan dengan pohon atau tumbuhan yang dijalarinya.
Sistem perakaran rotan adalah sistem perakaran serabut, berwarna mulai dari putih keabu-abuan, kekuningan, hingga kehitaman. Tumbuhan ini memiliki bunga majemuk yang terbungkus oleh seludang. Bunga jantan dan bunga betina biasanya berada dalam satu rumah, meskipun pada beberapa jenis bunganya berumah dua. Penyerbukan pada rotan dengan bunga berumah dua biasanya dibantu oleh serangga, angin atau air hujan.
Bunganya berukuran kecil, pada bunga jantan terdapat 5 benang sari dan pada bunga betina terdapat 3 putik. Tumbuhan rotan juga menghasilkan buah yang berbentuk bulat, oval atau lonjong dengan sisik berbentuk trapesium dan tersusun vertikal dari toksis buah.
8 Jenis Bentuk Kerajinan dari Rotan Kekinian
Rotan adalah salah satu jenis kayu yang sering dijadikan sebagai bahan kerajinan. Mulai dari furniture seperti meja, kursi bahkan mainan anak dan masih banyak lagi benda yang dibuat dari jenis kayu yang satu ini. Penggunaan rotan bukan tanpa alasan, melainkan karena kayu ini sangat lentur sehingga mudah sekali dibentuk. Makanya, mungkin tidak jarang Pins melihat banyaknya oleh-oleh kerajinan dari rotan.
Mungkin Pins sudah sering sekali melihat contoh kerajinan rotan yang satu ini. Tikar rotan memang terlihat sangat sederhana, namun kualitasnya tidak perlu diragukan. Kerajinan bahan rotan ini mampu menahan dingin dan panas yang dihasilkan dari lantai dengan baik. Jadi Pins tidak perlu takut akan kedinginan atau kepanasan saat berada di atas tikar rotan ini. Tidak hanya itu, tikar rotan ini sangat mudah dibersihkan dan juga tahan lama.
Tags: kerajinan dari bahan rotan