... Ide Kreatif: Bahan Kerajinan DIY dari Rotan untuk Hobi Sulaman

Seni Menyulam Alam - Keajaiban Bahan Kerajinan dari Rotan untuk Proyek DIY Anda

Contoh Kerajinan Dari Rotan

">No">Hasil Kerajinan dari Rotan
">1">Kerajinan Anyaman Furniture dari Rotan
">2">Kerajinan Bantal Anyaman dari Rotan
">3">Kerajinan Cermin dari Rotan
">4">Kerajinan Gelas dari Rotan
">5">Kerajinan Dompet dan Tas dari Rotan
">6">Kerajinan Kap Lampu dari Rotan
">7">Kerajinan Karakter dari Rotan
">8">Kerajinan Tempat Tisu dari Rotan
">9">Kerajinan Keranjang Piknik dari Rotan
">10">Kerajinan Kereta Bayi dari Rotan
">11">Kerajinan Kipas Anyaman dari Rotan
">12">Kerajinan Kursi dari Rotan
">13">Kerajinan Meja dari Rotan
">14">Kerajinan Sandal dan Sepatu dari Rotan
">15">Kerajinan Tatakan Piring dan Gelas dari Rotan
">16">Kerajinan Tempat Pensil dari Rotan
">17">Kerajinan Tikar dari Rotan
">18">Kerajinan Tudung Saji dari Rotan

Kebijakan Perlindungan

Sebelum kebijakan ekspor rotan diberlakukan pada tahun 1986, banyak batang yang dipanen secara komersial untuk dikirim ke Singapura, Hongkong, Jepang, Amerika serta negara-negara kawasan Eropa. Ketika itu, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar dunia, meskipun industri pengolahan nasional belum berkembang.

Pembatasan ekspor dari Indonesia ke pasar dunia memberikan dampak negatif terhadap negara-negara penghasil rotan yang tidak memiliki pengawasan. Akibatnya, negara-negara tersebut kehilangan cadangan hutan dari alam.

Contohnya adalah industri pengolahan rotan di Taiwan dan Eropa mengandalkan pasokan bahan baku dari Indonesia banyak yang mengalami kebangkrutan dan mengalihkan usahanya ke Indonesia, khususnya di daerah Cirebon.

Dalam perkembangan selanjutnya, larangan ekspor bahan baku rotan dibuka kembali pada tahun 2005, yaitu dengan dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan. Surat keputusan ini memberi hambatan terhadap industri pengolahan nasional.

Dampaknya adalah pengangguran meningkat, kredit macet, berkurangnya perolehan devisa dan menurunnya kontribusi industri pengolahan rotan nasional dalam pembentukan PDB. Sebaliknya, negara-negara pesaing seperti China, Taiwan dan Italia kembali mengalami perkembangan yang cukup pesat.

Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa tindakan yaitu:

Pada tahun 2007, pernah terselenggara Pameran Produk Furniture Rotan dan Kerajinan Rotan di Indonesia sebagai upaya memperkenalkan, promosi dan pemasaran hasil produksi dan desain ke dunia internasional. Pameran tersebut diikuti oleh berbagai produsen di Indonesia yang tergabung dalam ASMIN dan AMKRI demi bangkit dan berkembangnya industri furnitore rotan tanah air.

Mengenal Rotan

Rotan adalah tanaman yang tumbuh merambat dari keluarga Palmae. Nama rotan diduga berasal dari bahasa Melayu, yaitu “raut” yang berarti mengupas, menguliti atau menghaluskan.

Ekspor rotan asal Indonesia mencukupi sekitar 85% kebutuhan bahan baku di dunia. Komoditas Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) ini dihasilkan oleh daerah-daerah di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera dan Papua. Selain Indonesia, negara lain yang menjadi penghasil rotan adalah Filipina, Vietnam dan negara-negara lain yang memiliki hutan tropis.

Saat ini, penggunaan rotan alami sebagai bahan baku industri kerajinan mulai digeser oleh rotan sintetik dari bahan High Density Polythylene (HDPE). Sebab, bahan dari HDPE memiliki beberapa keunggulan, yakni lebih tahan lama, dapat didaur ulang, serta tersedia dalam berbagai pilihan warna.


Tags: kerajinan dari bahan rotan

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia