Seni Menyulam Alam - Keajaiban Bahan Kerajinan dari Rotan untuk Proyek DIY Anda
17. Aksesoris
Banyak juga aksesoris yang dapat dibuat dari rotan. Aksesoris tersebut antara lain adalah anting, gelang, dan liontin. Barang-barang tersebut juga memiliki berbagai bentuk dan model serta warna yang berbeda-beda, lho. Sesuai dengan kreasi pembuat atau penjual dan harganya juga amat terjangkau untuk aksesoris rotan ini.
Selain itu, penggunanya juga akan terlihat unik dan menarik ketika mengenakan aksesoris tersebut. Tak hanya itu aksesoris ini juga dapat dipakai di berbagai kesempatan, melengkapi gaya fashion, dan tentunya tahan lama walau terkena air. Karena rotan yang dipakai adalah seratnya yang tipis dan sudah dikeringkan secara maksimal.
Budidaya
Untuk mendapatkan rotan dengan kualitas baik, maka penanaman dilakukan dibawah pohon pelindung, seperti di kawasan hutan tebangan, hutan sekunder, perkebunan buah dan perkebunan karet. Adanya budidaya juga bermanfaat untuk melindungi satwa liar, seperti orangutan yang menjadikan perkebunan rotan sebagai habitat tertinggi di Kalimantan.
Budidaya rotan dapat dilakukan secara generatif melalui biji, maupun perbanyakan secara vegetatif melalui pucuk daun, akar dan batang. Berikut ini adalah cara lengkap menanaman rotan beserta penjelasannya, yaitu:
1. Pengadaan Biji
Biasanya disekitar pohon induk akan ditemukan sisa kulit buah yang berguguran. Musim buah terjadi pada awal musim kemarau, namun pada beberapa jenis rotan waktu pembuahan dapat berbeda-beda.
2. Persiapan Semai
Lahan tanam untuk persemaian benih rotan yang sesuai seperti lahan datar atau miring dengan derajat kemiringan maksimal 5%, bebas genangan air, bebas hama dan penyakit, serta dekat dengan sumber air.
3. Pembibitan
Selain itu, perkecambahan juga dapat dilakukan pada bendengan penaburan. Biji jenis rotan besar seperti rotan manau ditanam pada larikan dengan jarak 2 cm x 4 cm, sedangkan jenis biji kecil seperti rotan sege atau irit jarak tanamnya lebih rapat.
baca juga: Biometrika Kehutanan - Pengertian dan Penerapan4. Penanaman
Penanaman yang baik umumnya dilakukan pada awal musim hujan sehingga memperoleh curah hujan cukup dan merata. Tanamlah pada waktu pagi hari, sore hari atau ketika cuaca berawan dan mendung.
5. Pemeliharaan
Agar hasil panen rotan sukses, diperlukan kegiatan penyiangan, penyulaman, perlindungan dari hama dan penyakit serta perlindungan dari kebakaran hutan.
Jenis-jenis rotan seperti manau, sega dan irit lebih rentan terhadap serangan hama, larva kumbang, belalang, jamur dan ulat. Sehingga perlu diberikan pestisida untuk mencegah serangan hama penyakit tersebut.
14. Souvenir
Berbagai kerajinan dari rotan dapat dibuat menjadi souvenir unik dan menarik. Beberapa macam souvenir yang dapat dibuat dari rotan antara lain cangkir, boneka, miniatur, dan masih banyak lagi. Tak hanya itu, anyaman rotan dari tangan terampil pun juga dapat membuat karakter film kartun dari rotan, lho. Unik banget, kan?
Harga yang dibanderol untuk kerajinan dari rotan pada tempat wisata ini biasanya memiliki cukup mahal. Dikarenakan barang-barang tersebut dapat dijadikan oleh-oleh ketika pulang dan dapat diberikan kepada teman. Harga tersebut juga disesuaikan dengan tingkat kesulitan dalam membuatnya. Dan bisa dipastikan barangnya awet karena terbuat dari rotan.
Kebijakan Perlindungan
Sebelum kebijakan ekspor rotan diberlakukan pada tahun 1986, banyak batang yang dipanen secara komersial untuk dikirim ke Singapura, Hongkong, Jepang, Amerika serta negara-negara kawasan Eropa. Ketika itu, Indonesia merupakan negara penghasil rotan terbesar dunia, meskipun industri pengolahan nasional belum berkembang.
Pembatasan ekspor dari Indonesia ke pasar dunia memberikan dampak negatif terhadap negara-negara penghasil rotan yang tidak memiliki pengawasan. Akibatnya, negara-negara tersebut kehilangan cadangan hutan dari alam.
Contohnya adalah industri pengolahan rotan di Taiwan dan Eropa mengandalkan pasokan bahan baku dari Indonesia banyak yang mengalami kebangkrutan dan mengalihkan usahanya ke Indonesia, khususnya di daerah Cirebon.
Dalam perkembangan selanjutnya, larangan ekspor bahan baku rotan dibuka kembali pada tahun 2005, yaitu dengan dikeluarkannya SK Menteri Perdagangan No. 12/M-DAG/PER/6/2005 tentang Ketentuan Ekspor Rotan. Surat keputusan ini memberi hambatan terhadap industri pengolahan nasional.
Dampaknya adalah pengangguran meningkat, kredit macet, berkurangnya perolehan devisa dan menurunnya kontribusi industri pengolahan rotan nasional dalam pembentukan PDB. Sebaliknya, negara-negara pesaing seperti China, Taiwan dan Italia kembali mengalami perkembangan yang cukup pesat.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa tindakan yaitu:
Pada tahun 2007, pernah terselenggara Pameran Produk Furniture Rotan dan Kerajinan Rotan di Indonesia sebagai upaya memperkenalkan, promosi dan pemasaran hasil produksi dan desain ke dunia internasional. Pameran tersebut diikuti oleh berbagai produsen di Indonesia yang tergabung dalam ASMIN dan AMKRI demi bangkit dan berkembangnya industri furnitore rotan tanah air.
Tags: kerajinan dari bahan rotan