Bahan Lembut dalam Kerajinan - Metode Membentuknya dengan Keahlian Jahitan
Apa Itu Kerajinan Bahan Lunak?
Bahan lunak terdiri dari dua jenis, bahan lunak alami dan buatan.
Keduanya dapat dibentuk menjadi berbagai bentuk kerajinan bahan lunak alam dan buatan.
Adapun sifat dari jenis bahan lunak pada pembuatan kerajinan adalah terasa lentur, empuk, lembut, sehingga ketika membuat kerajinan sangat mudah.
1. Bahan Lunak Alam
Sesuai dengan namanya, bahan lunak alami berasal dari alam seperti tanah liat, pasir dan serat alam seperti daun, bunga, kulit pohon serta kulit hewan.
Selain itu, untuk bahan lunak alami juga tidak memerlukan campuran bahan lain saat akan diolah menjadi sebuah produk.
2. Bahan Lunak Buatan
Bahan lunak bautan biasa berasal dari sesuatu yang dibuat oleh manusia.
Misalnya, sabun, clay, lilin, bubur kertas, gips, fiberglas, spons dan bahan lainnya.
Lalu, apa saja sih kerajinan bahan alam dan buatan yang bisa produk menguntungkan? Simak artikel berikut ini yuk Moms.
Apa Itu Teknik Mozaik? Mengenal Metode Simpel untuk Membuat Kerajinan Tangan
Pandemi membuat anak-anak tak bisa bermain secara leluasa dengan teman-teman sebayanya. Nyaris seluruh kegiatan yang mereka lakukan hanya berkutat di depan gadget. Tentu hal ini bisa menyebabkan kebosanan yang mungkin saja membuat mereka stres bahkan depresi.
Nah, salah satu solusinya adalah dengan mengenalkan mereka pada karya seni. Parents bisa mengajak anak-anak membuat kerajinan tangan dengan salah satu metode yang cukup mudah, yakni menggunakan teknik mozaik. Apa itu teknik mozaik?
Mengutip Kompas.com, menurut buku Referensi Gambar Mewarnai, Kolase, Montase, Mozaik, dan Aplikasi (2019) karya Chotimatu Rohmaniah dan Ramadhan, teknik mozaik adalah sebuah metode menciptakan karya dengan cara menempelkan berbagai potongan bahan yang lebih kecil seperti pecahan kaca, keramik, sobekan kertas, hingga sisa-sisa potongan kayu.
Nah, bahan-bahan yang dipakai untuk menghias tergantung dengan medium kerajinan yang hendak dibuat. Misalnya, apabila mediumnya kertas maka bahan-bahan yang biasanya dipakai untuk menghias adalah daun-daun kering, potongan kertas warna-warni, ranting pohon, atau tanaman.
Bahan-bahan tersebut biasanya juga sudah dipotong-potong menjadi bagian yang lebih kecil. Hajar Pamadhi dalam bukunya yang berjudul Seni Keterampilan Anak (2014) menyebutkan, pembuatan mozaik menggunakan bahan dari kepingan-kepingan yang sengaja dibuat dengan cara dipotong-potong atau sudah berbentuk potongan.
Kategory Jenis bahan Buatan
Bahan Lunak:
Bahan lunak mengacu pada jenis bahan dengan sifat fisik yang empuk atau lembut, sehingga memungkinkan untuk dibentuk dengan sangat mudah. Contohnya, dalam dunia pembuatan produk kerajinan tangan, kita sering menggunakan bahan seperti sabun batangan, lilin parafin, gips, clay, styrofoam, karet busa, plastik lembaran, dan berbagai bahan lainnya. Sifat empuk dari bahan-bahan ini memungkinkan pengrajin untuk dengan mudah membentuk dan mengubahnya sesuai dengan ide kreatif mereka.
Bahan Sedang:
Bahan sedang merujuk pada jenis bahan yang memiliki sifat fisik yang tidak terlalu lunak namun juga tidak terlalu keras. Contoh bahan-bahan ini sering digunakan dalam berbagai proyek kerajinan tangan, seperti plastik kotak kemasan, karet ban, dan berbagai jenis bahan lainnya. Sifat bahan yang tidak terlalu lembut atau keras ini memberikan fleksibilitas dalam pembentukan dan penggunaan yang lebih beragam.
Baca Juga : √ Apa itu Atap Onduline? Jenis, Kelebihan dan KekuranganyaBahan Keras:
Bahan keras adalah jenis bahan dengan sifat fisik yang keras, sehingga sulit untuk dibentuk tanpa menggunakan alat bantu atau peralatan khusus. Contohnya termasuk aluminium, kaca, plat seng, plastik atom, plastik mika, dan banyak bahan lainnya. Dalam pembuatan produk kerajinan tangan, penggunaan bahan keras memerlukan keterampilan khusus dan peralatan yang sesuai untuk membentuk dan mengolahnya sesuai dengan kebutuhan.
Langkah-Langkah Membuat Kerajinan Tangan dengan Teknik Mozaik
Membuat karya seni dengan teknik mozaik adalah kegiatan yang memang tergolong mudah. Namun, bukan berarti bisa dilakukan secara sembarangan. Supaya hasilnya bagus, Parents dan si kecil perlu mengikuti langkah-langkah berikut ini.
1. Menggambar Sketsa Desain
Sketsa ini nantinya akan digunakan sebagai blueprint untuk kemudian ditempel-tempel menggunakan bahan yang sudah disediakan. Kalau tidak ingin ribet, bisa juga menggunakan sketsa sudah jadi yang tersedia di toko buku atau di internet.
2. Menyiapkan Alat dan Bahan
Berikutnya, supaya fokus, sebaiknya siapkan alat dan bahan di dekat jangkauan sebelum memulai. Siapkan bahan-bahan yang akan digunakan untuk menghias seperti dedaunan, potongan kertas, tumbuh-tumbuhan, dan lain sebagainya.
Siapkan juga alat pemotong seperti gunting, lem perekat, dan jarum bertangkai untuk memindahkan bahan ke medium supaya tetap rapi. Awasi penggunaan gunting oleh anak dalam proses pembuatan.
3. Perhatikan Cara Menempel
Yang paling susah dari teknik mozaik ini terletak pada bagaimana cara menempelkannya mengingat bahan yang akan ditempel biasanya berukuran kecil. Oleh sebab itu, Parents dan si kecil mungkin membutuhkan jarum bertangkai atau alat penjepit untuk memudahkan. Bubuhkan lem secukupnya, kemudian saat menempelkannya, tekan secara perlahan agar lem tidak belepotan dan mengotori medium objek.
4. Proses Finishing
Biarkan lem mengering dengan sempurna sehingga hasilnya nanti rapi. Bisa juga diangin-anginkan untuk membuat lem lebih mudah kering. Usahakan juga menempelkan bahan dengan rapi dan tidak melebihi sketsa.
Tags: kerajinan bahan