Seni Merajut Bahasa Inggris - Membentangkan Benang Merah dalam Karya DIY
Arti Kata “Fault”
Layaknya 2 kata sebelumnya, kata “fault” juga bisa menjadi verb (kata kerja) dan noun (kata benda). Berikut maknanya:
- An unattractive or unsatisfactory feature, especially in a piece of work or ina person’s character (noun)
- Responsibility for an accident or misfortune (noun)
- Criticize for inadequacy or mistakes (verb)
Jadi, dalam bahasa Indonesia kata “fault” bisa diterjemahkan sebagai “kesalahan” atau “bersalah”. Jika digunakan dalam kalimat menjadi:
- “Her colleagues and superious could not fault her dedication to the job.”, dalam contoh kalimat ini, kata “fault” bermakna kata kerja (verb) yaitu menyalahkan dedikasi subjek pada pekerjaan.
- “An ordinary man thrust into peril through no fault of his own.” , dan pada kalimat ini, kata “fault” berarti kesalahan (kata kerja) yang tidak dilakukannya.
Cara Terbaik Belajar Idiomatic Expression
Lalu media yang selanjutnya, kamu bisa menggunakan film. Dari sini kamu bisa mendapatkan informasi mengenai penulisan idiom, pengucapannya, sekaligus konteks yang ada ketika idiom itu digunakan. Dalam film memang belajar jadi lebih terbantu karena adanya audio dan visual, sehingga bukan hanya mendengarkan bagaimana pronounciation atau pengucapannya saja, melainkan kamu juga sekaligus bisa membaca dan membayangkan situasi di sekeliling percakapan tersebut. Media yang ketiga adalah mendengarkan lagu. Biasanya lirik yang ada dalam lagu, penggunaannya berbeda dengan lirik ataupun dialog yang ada dalam film, pun dalam novel. Biasanya bahasa lagu dengan syairnya menjadi berbeda, dengan penyampaian yang sifatnya tidak literal. Namun media ini sangat cocok untuk digunakan, untuk menambah perbendaharaan diksi dan konteks yang ada terkait dengan penggunaan idiom tersebut.
Nah itulah beberapa bahasan terkait dengan Idiomatic Expression bahasa inggris. Baik terkait dengan bagaimana penggunaannya, lalu kapan saja harusnya digunakan, bagaimana contoh-contohnya, hingga tips-tips untuk mempelajarinya. Jangan lupa, belajar bahasa Inggris bukanlah sesuatu yang instan ya, kamu harus melakukannya dengan tekun dan kontinyu.
2. Manfaat kognitif
Tahukah parents bahwa mempelajari Bahasa Inggris atau bahasa kedua lainnya sejak usia dini tidak hanya memberikan anak kalian tambahan kosa kata dan struktur kalimat yang berbeda? Sebenarnya, hal itu seperti memberikan otak mereka latihan intensif yang melebihi sekadar latihan di gym bahasa. Benar sekali! Kami berbicara tentang manfaat kognitif!
Kemampuan kognitif merujuk pada keterampilan berbasis otak yang diperlukan untuk melakukan tugas apa pun mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Ini termasuk aspek-aspek seperti memori, perhatian, dan pemecahan masalah. Bayangkan jika anak-anak memiliki dorongan super dalam keterampilan-keterampilan ini. Terdengar luar biasa, bukan?
Sebagai contoh, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cognition menemukan bahwa anak-anak yang fasih dalam beberapa bahasa lebih baik dalam tugas pemecahan masalah kompleks daripada anak-anak yang hanya fasih dalam satu bahasa. Para peneliti, seperti Dr. Julia Morales dari Universitas Granada dan rekannya, mengusulkan bahwa mengelola dua bahasa membantu anak-anak mengembangkan fleksibilitas mental yang lebih baik dan kontrol kognitif yang lebih tinggi.
Sama halnya, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ellen Bialystok di Universitas York di Kanada menemukan bahwa berbicara dua bahasa meningkatkan perhatian dan memori kerja – keduanya adalah keterampilan penting untuk belajar.
Manfaat kognitif ini tidak hanya berlaku selama masa sekolah, tetapi juga dapat menjadi pertahanan melawan penurunan kognitif pada usia tua, sesuai dengan penelitian dari Universitas Edinburgh.
Jadi, dengan memperkenalkan Bahasa Inggris kepada buah hati sejak usia dini, tidak hanya memberikan mereka bahasa, sama artinya parents memberikan paket peningkatan kognitif yang dapat memberi manfaat sepanjang hidup mereka. Ini seperti berinvestasi dalam kesehatan kognitif masa depan mereka! Bukankah itu sesuatu yang layak untuk dipertimbangkan?
1. Kemudahan belajar
Apa yang terlintas dalam bayangan parents saat membayangkan pikiran seorang anak? Mungkin kanvas kosong, ya? Sebuah wadah kosong yang penuh antusias untuk diisi? Atau mungkin spons siap menyerap pengetahuan? Analogi-analogi ini memang sangat pas, bukan?
Sekarang, ada fakta menarik. Anak-anak yang lebih muda sebenarnya lebih mudah dalam mempelajari bahasa dibandingkan dengan mereka yang lebih tua. Bayangkan pikiran mereka seperti spons super penyerap yang dengan mudah menyerap suara baru, struktur, dan aturan dari suatu bahasa. Kemampuan otak anak untuk beradaptasi dan belajar sering disebut sebagai ‘plastisitas’. Proses ini begitu menarik, bukan?
Pada tahap ini, anak-anak bisa mencapai kefasihan dan terdengar lebih seperti penutur asli tanpa banyak usaha. Mungkin para orang tua bertanya-tanya, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi?”
Dokter Patricia Kuhl, seorang ilmuwan neurologi terkenal dan co-direktur Institute for Learning & Brain Sciences di University of Washington, menjelaskan bahwa otak anak-anak lebih terhubung untuk belajar bahasa. Menurut penelitiannya, anak-anak belajar dengan mengamati, mendengarkan, dan menirukan suara dan kata-kata yang mereka dengar di sekitar mereka.
Dalam salah satu penelitiannya, ia menyadari bahwa bahkan bayi yang baru berusia enam bulan sudah bisa membedakan suara dari berbagai bahasa. Mereka pada dasarnya seperti “citizens of the world“, terbuka pada berbagai kemungkinan linguistik. Ketika mereka semakin tua dan lebih banyak terpapar dengan bahasa ibu mereka, mereka mulai mengkhususkan diri pada bahasa tersebut, sementara kemampuan mereka untuk mengenali dan menghasilkan suara bahasa asing secara perlahan menurun.
Namun, jika bahasa kedua seperti Bahasa Inggris diperkenalkan sejak dini, mereka dapat mempertahankan kemampuan bawaan ini dalam jangka waktu yang lebih lama, mencapai kefasihan dan pelafalan yang lebih mirip penutur asli.
Hasil akhir BERVARIASI pada setiap orang
Selalu nih, disclaimer di setiap treatment adalah final result may varies. Alasannya, balik lagi ke kondisi tubuh setiap orang itu berbeda-beda. Usia, komposisi lemak dan otot wajah, kegiatan rutin yang orang tersebut jalani pasca treatment, skill dokter yang memberikan treatment, merk benang yang digunakan, dan lain-lain, semuanya itu berkontribusi dalam memberikan hasil akhir treatment yang bervariasi pada setiap orang.
Ngerti sih hasil akhir bervariasi pada tiap orang, tapi hasil akhir itu sesuatu yang bisa kita kontrol, lho! Caranya adalah dengan memahami dan melaksanakan hal-hal yang sudah gue sebutkan di atas! 🙂 Cari dokter yang skillful di klinik terpercaya, pastikan produknya berizin Kemenkes, lakukan post-treatment care dengan baik, dsb. Hal-hal tersebut mendukung kamu supaya mendapatkan final result that you want!
Oke teman-teman, itu tadi 9 hal yang WAJIB kamu ketahui sebelum tarik benang. Semoga artikel ini membantu kamu yang lagi cari informasi terkait treatment tersebut, ya! Untuk yang sudah pernah tarik benang, ada yang gue kelewat ga nih dari 9 poin tadi? Boleh dibagi di comment yaa ilmunya!
Mia
Mia is the founder of Miareveals, a platform for you to explore about beauty, health, and lifestyle. Mia holds a Master of Science in Biomedical Engineering from University of Pittsburgh, USA, and pharmacist license (Apoteker) from Bandung Institute of Technology (ITB), Indonesia.
Tags: benang