... 5 Tips Penting untuk Memilih dan Menemukan "Benang Merah" dalam Karya Sulam dan DIY

Seni Merajut Bahasa Inggris - Membentangkan Benang Merah dalam Karya DIY

Arti Kata “Fault”

Layaknya 2 kata sebelumnya, kata “fault” juga bisa menjadi verb (kata kerja) dan noun (kata benda). Berikut maknanya:

  • An unattractive or unsatisfactory feature, especially in a piece of work or ina person’s character (noun)
  • Responsibility for an accident or misfortune (noun)
  • Criticize for inadequacy or mistakes (verb)

Jadi, dalam bahasa Indonesia kata “fault” bisa diterjemahkan sebagai “kesalahan” atau “bersalah”. Jika digunakan dalam kalimat menjadi:

  • “Her colleagues and superious could not fault her dedication to the job.”, dalam contoh kalimat ini, kata “fault” bermakna kata kerja (verb) yaitu menyalahkan dedikasi subjek pada pekerjaan.
  • “An ordinary man thrust into peril through no fault of his own.” , dan pada kalimat ini, kata “fault” berarti kesalahan (kata kerja) yang tidak dilakukannya.

1. Kemudahan belajar

Apa yang terlintas dalam bayangan parents saat membayangkan pikiran seorang anak? Mungkin kanvas kosong, ya? Sebuah wadah kosong yang penuh antusias untuk diisi? Atau mungkin spons siap menyerap pengetahuan? Analogi-analogi ini memang sangat pas, bukan?

Sekarang, ada fakta menarik. Anak-anak yang lebih muda sebenarnya lebih mudah dalam mempelajari bahasa dibandingkan dengan mereka yang lebih tua. Bayangkan pikiran mereka seperti spons super penyerap yang dengan mudah menyerap suara baru, struktur, dan aturan dari suatu bahasa. Kemampuan otak anak untuk beradaptasi dan belajar sering disebut sebagai ‘plastisitas’. Proses ini begitu menarik, bukan?

Pada tahap ini, anak-anak bisa mencapai kefasihan dan terdengar lebih seperti penutur asli tanpa banyak usaha. Mungkin para orang tua bertanya-tanya, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi?”

Dokter Patricia Kuhl, seorang ilmuwan neurologi terkenal dan co-direktur Institute for Learning & Brain Sciences di University of Washington, menjelaskan bahwa otak anak-anak lebih terhubung untuk belajar bahasa. Menurut penelitiannya, anak-anak belajar dengan mengamati, mendengarkan, dan menirukan suara dan kata-kata yang mereka dengar di sekitar mereka.

Dalam salah satu penelitiannya, ia menyadari bahwa bahkan bayi yang baru berusia enam bulan sudah bisa membedakan suara dari berbagai bahasa. Mereka pada dasarnya seperti “citizens of the world“, terbuka pada berbagai kemungkinan linguistik. Ketika mereka semakin tua dan lebih banyak terpapar dengan bahasa ibu mereka, mereka mulai mengkhususkan diri pada bahasa tersebut, sementara kemampuan mereka untuk mengenali dan menghasilkan suara bahasa asing secara perlahan menurun.

Namun, jika bahasa kedua seperti Bahasa Inggris diperkenalkan sejak dini, mereka dapat mempertahankan kemampuan bawaan ini dalam jangka waktu yang lebih lama, mencapai kefasihan dan pelafalan yang lebih mirip penutur asli.

Arti Kata “Remorse”

Kata terakhir yang juga punya kemiripan makna adalah “remorse”. Kata ini merupakan kata benda (noun) yang bermakna:

  • Deep and painful regret of wrongdoing
  • A feeling of sadness and being sorry for something you have done
  • “He felt no remorse for the murders he had committed.”, dalam contoh kalimat pertama, kata “remorse” mengacu pada perasaan seorang pembunuh usai melakukan aksinya.
  • “After the argument, she was filled with remorse.”, sementara dalam contoh kalimat kedua, kata “remorse” adalah perasaan (kata benda) yang dirasakan oleh subjeknya.

Itulah perbedaan antara kata-kata guilt, guilty, shame, blame, fault, dan remorse. Keenam dari kata tersebut memiliki perbedaan masing-masing. Ditambah lagi jika ditempatkan dalam sebuah kalimat, maka akan berpengaruh terhadap seluruh makna kalimat yang ada.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia