... 5 Tips Penting untuk Memilih dan Menemukan "Benang Merah" dalam Karya Sulam dan DIY

Seni Merajut Bahasa Inggris - Membentangkan Benang Merah dalam Karya DIY

1. Kemudahan belajar

Apa yang terlintas dalam bayangan parents saat membayangkan pikiran seorang anak? Mungkin kanvas kosong, ya? Sebuah wadah kosong yang penuh antusias untuk diisi? Atau mungkin spons siap menyerap pengetahuan? Analogi-analogi ini memang sangat pas, bukan?

Sekarang, ada fakta menarik. Anak-anak yang lebih muda sebenarnya lebih mudah dalam mempelajari bahasa dibandingkan dengan mereka yang lebih tua. Bayangkan pikiran mereka seperti spons super penyerap yang dengan mudah menyerap suara baru, struktur, dan aturan dari suatu bahasa. Kemampuan otak anak untuk beradaptasi dan belajar sering disebut sebagai ‘plastisitas’. Proses ini begitu menarik, bukan?

Pada tahap ini, anak-anak bisa mencapai kefasihan dan terdengar lebih seperti penutur asli tanpa banyak usaha. Mungkin para orang tua bertanya-tanya, “Bagaimana mungkin hal itu terjadi?”

Dokter Patricia Kuhl, seorang ilmuwan neurologi terkenal dan co-direktur Institute for Learning & Brain Sciences di University of Washington, menjelaskan bahwa otak anak-anak lebih terhubung untuk belajar bahasa. Menurut penelitiannya, anak-anak belajar dengan mengamati, mendengarkan, dan menirukan suara dan kata-kata yang mereka dengar di sekitar mereka.

Dalam salah satu penelitiannya, ia menyadari bahwa bahkan bayi yang baru berusia enam bulan sudah bisa membedakan suara dari berbagai bahasa. Mereka pada dasarnya seperti “citizens of the world“, terbuka pada berbagai kemungkinan linguistik. Ketika mereka semakin tua dan lebih banyak terpapar dengan bahasa ibu mereka, mereka mulai mengkhususkan diri pada bahasa tersebut, sementara kemampuan mereka untuk mengenali dan menghasilkan suara bahasa asing secara perlahan menurun.

Namun, jika bahasa kedua seperti Bahasa Inggris diperkenalkan sejak dini, mereka dapat mempertahankan kemampuan bawaan ini dalam jangka waktu yang lebih lama, mencapai kefasihan dan pelafalan yang lebih mirip penutur asli.

2. Manfaat kognitif

Tahukah parents bahwa mempelajari Bahasa Inggris atau bahasa kedua lainnya sejak usia dini tidak hanya memberikan anak kalian tambahan kosa kata dan struktur kalimat yang berbeda? Sebenarnya, hal itu seperti memberikan otak mereka latihan intensif yang melebihi sekadar latihan di gym bahasa. Benar sekali! Kami berbicara tentang manfaat kognitif!

Kemampuan kognitif merujuk pada keterampilan berbasis otak yang diperlukan untuk melakukan tugas apa pun mulai dari yang paling sederhana hingga yang paling kompleks. Ini termasuk aspek-aspek seperti memori, perhatian, dan pemecahan masalah. Bayangkan jika anak-anak memiliki dorongan super dalam keterampilan-keterampilan ini. Terdengar luar biasa, bukan?

Sebagai contoh, sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Cognition menemukan bahwa anak-anak yang fasih dalam beberapa bahasa lebih baik dalam tugas pemecahan masalah kompleks daripada anak-anak yang hanya fasih dalam satu bahasa. Para peneliti, seperti Dr. Julia Morales dari Universitas Granada dan rekannya, mengusulkan bahwa mengelola dua bahasa membantu anak-anak mengembangkan fleksibilitas mental yang lebih baik dan kontrol kognitif yang lebih tinggi.

Sama halnya, sebuah penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ellen Bialystok di Universitas York di Kanada menemukan bahwa berbicara dua bahasa meningkatkan perhatian dan memori kerja – keduanya adalah keterampilan penting untuk belajar.

Manfaat kognitif ini tidak hanya berlaku selama masa sekolah, tetapi juga dapat menjadi pertahanan melawan penurunan kognitif pada usia tua, sesuai dengan penelitian dari Universitas Edinburgh.

Jadi, dengan memperkenalkan Bahasa Inggris kepada buah hati sejak usia dini, tidak hanya memberikan mereka bahasa, sama artinya parents memberikan paket peningkatan kognitif yang dapat memberi manfaat sepanjang hidup mereka. Ini seperti berinvestasi dalam kesehatan kognitif masa depan mereka! Bukankah itu sesuatu yang layak untuk dipertimbangkan?

Idiomatic Expression [Ekspresi Ungkapan]

Dalam mempelajari bahasa Inggris, ada banyak elemen yang harus dipelajari, misalnya mulai dari mempelajari mengenai grammar dan struktur kalimat, lalu mempelajari mengenai speaking, lalu listening, hingga writing. Nah, salah satu bahasan yang juga kerap dipelajari dalam bahasa inggris adalah Idiomatic Expression.

Jika membahas mengenai materi bahasa inggris tentang Idiomatic Expression, maka penjelasan yang dilakukan harus secara urut. Mulai dari membahas apakah yang dimaksudkan dengan idiom, lalu bagaimana bentuk penggunaan idiom tersebut, hingga membahas juga alasan-alasan mengapa penting untuk belajar mengenai Idiomatic Expression itu sendiri.

Dan tak lupa juga membahas mengenai beberapa jenis contoh idiom, yang biasanya ditemukan dalam percakapan bahasa Inggris. Berikut ini adalah penjelasan tersebut.

Apa Itu Idiomatic Expression?

Idiomatic Expression dalam bahasa inggris dimaknai sebagai sebuah kiasan, perumpamaan, pengandaian, yang bisa diwujudkan dalam kata, kalimat atau frase, yang termasuk dalam tatanan kata benda, yang memiliki arti yang berbeda, dari arti awalnya.

Dan kalaupun kata-katanya dipecah dan dipisah, maka artinya akan berubah lagi. Misalnya jika dalam bahasa Indonesia kita kerap mendengar apa yang disebut sebagai bagai menegakkan benang basah. Jika dilihat dari artinya, maka tidak akan bisa jika diartikan secara makna literal.

Dan jika diartikan dengan memecah kata-katanya, maka sama juga, artinya tak bisa diketahui. Makna dari ekspresi tersebut adalah bagai melakukan hal yang sia-sia, karena tidak mungkin bisa menegakkan benang basah. Nah, inilah juga yang terjadi dalam bahasan Idiomatic Expression populer.

Satu ekspresi tersebut harus diartikan dan dimaknai secara khusus, dan tak bisa dimaknai berdasarkan makna asli dari tiap kata pembentuknya. Dalam membahas Idiomatic Expression bahasa inggris, ada banyak tema yang biasanya digunakan. Mulai dari tema social, lalu ada tema Negara, lalu ada juga yang membahas mengenai nominal, dan lain-lain.

Misalnya saja kita kerap mendengar mengenai kalimat yang berbunyi Spill the tea. Jika diartikan secara literalnya, maka tidak mungkin dimaknai dengan mengeluarkan teh. Namun jika dimaknai dengan pemaknaan yang utuh, maka harusnya arti dari Idiomatic Expression bahasa inggris spill the tea adalah membocorkan cerita atau memberikan informasi yang sebenarnya bersifat rahasia.

Posttreatment routine MEMPENGARUHI ketahanan hasil tarik benang

Rutinitas kita selama sebulan pertama itu berpengaruh banget dalam menentukan ketahanan hasil tarik benang. Tentunya, kita mau supaya benang bisa hold our face shape layaknya kita inginkan. Seperti yang sudah gue singgung sedikit di poin ketujuh, selama 2 minggu s.d. 1 bulan pasca tarik benang, itu TIDAK BOLEH:

  • Terlalu ekspresif wajahnya, makan yang terlalu mengunyah, membuka mulut lebar-lebar
  • Tidur miring tanpa ditopang oleh bantal yang empuk
  • Olahraga berat, sauna, spa
  • Berjemur sinar matahari atau wajah terpapar panas berlebihan
  • Facial, totok aura / pencet-pencet wajah, botox, PRP, menggunakan face roller

Intinya, jangan memberi pressure (tekanan) pada wajah dan melakukan kegiatan yang membuat aliran darah (blood flow) ke wajah itu meningkat. Di 1 bulan tersebut, adanya pressure berlebihan pada wajah dikhawatirkan dapat menggeser atau mematahkan benang, sementara peningkatan blood flow ke wajah dapat menyebabkan wajah membengkak.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia