Seni Merenda - Mengatasi Kekakuan Jahitan Operasi Caesar dengan Kreativitas Jarum dan Benang
Pertolongan pertama yang bisa dilakukan jika jahitan caesar robek
Freepik.com
Jika Mama mengalami jahitan caesar robek, jangan panik dulu, ya.
Dokter Ngakan mengatakan bahwa, hal pertama yang harus dilakukan yakni mengganti perban atau pembalut kasa. Penggantian perban ini bisa dilakukan setiap kali luka dibersihkan. Namun sebelum melakukannya, pastikan Mama sudah mencuci tangan dengan sabun dan air bersih.
Selain itu, pastikan Mama mengonsumsi obat antibiotik. Tak bisa sembaragan, antibiotik harus digunakan berdasarkan indikasi dan anjuran dari dokter. Karena jika tidak mengikuti anjuran dokter, bisa menyebabkan resistensi atau kebal terhadap obat antibiotik itu sendiri, yang nantinya justru merugikan tubuh.
Bagaimana penanganan terhadap bekas jahitan caesar mengeras?
Bekas luka jahitan operasi caesar yang mengeras akibat infeksi dapat dihindari dengan berkonsultasi bersama dokter ahli. Dokter mungkin akan meminta kamu untuk mandi dengan sabun antibakteri khusus sebelum prosedur operasi.
Saat sudah diperbolehkan pulang atau keluar dari rumah sakit, penting untuk mengikuti petunjuk perawatan luka untuk mencegah sayatan bekas operasi mengalami infeksi.
Operasi caesar mungkin merupakan prosedur yang aman namun tetap saja berisiko menyebabkan infeksi. Jika infeksi sudah terjadi, terdapat beberapa perawatan terhadap sayatan yang perlu dilakukan dengan benar yakni sebagai berikut:
1. Bersihkan bekas luka setiap hari
2. Kenakan pakaian yang longgar
Pakaian dapat ketat mengiritasi bekas luka sehingga pastikan untuk tidak mengenakannya. Usahakan untuk memakai pakaian longgar karena akan membuat bekas luka terkena udara dan dapat membantu mempercepat proses penyembuhan.
3. Konsumsi obat nyeri sesuai anjuran dokter
Dokter mungkin merekomendasikan beberapa obat, seperti ibuprofen atau advil serta acetaminophen atau tylenol.
Bekas Jahitan Operasi Caesar Mengeras, Normalkah?
Setiap ibu hamil akan mengalami proses persalinan yang berbeda-beda. Pada umumnya, ibu hamil dapat melahirkan melalui dua metode, yakni secara normal atau pervaginam dan caesar. Bila seorang ibu hamil mempunyai kondisi tertentu atau terdapat masalah selama persalinan, biasanya dokter akan cenderung menganjurkan prosedur caesar.
Melansir dari TheBump, operasi caesar merupakan prosedur yang digunakan untuk melahirkan bayi melalui jahitan yang di buat pada perut bagian bawah dan rahim ibu hamil. Maka dari itu, biasanya operasi caesar akan meninggalkan bekas jahitan pada perut Bunda.
Namun demikian, perlu Bunda ketahui bahwa bekas jahitan operasi caesar itu dapat terinfeksi bila tidak dirawat dengan baik lho. Bagaimana bisa? Simak terus informasinya ya, Bunda.
Tips merawat luka luka caesar menurut dokter obgyn
freepik.com/sosiukin
Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat luka caesar, supaya cepat pulih tanpa infeksi.
- Pastikan Mama selalu menjaga kebersihan area bekas luka caesar.
- Hindari menggaruk luka pada bekas jahitan.
- Mengonsumsi antibotik yang diresepkan dokter hingga selesai.
- Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
- Hindari mengoleskan losion pada luka jahitan.
- Mintalah saran untuk menggendong dan menyusui, guna menghindari tekanan dan rasa tidak nyaman pada luka caesar.
- Usahakan untuk tidak membiarkan lipatan kulit menutupi atau menyentuh area sayatan.
- Jika merasa demam, ukur suhu tubuh dengan termometer oral. Jika demam lebih dari 37,5 derajat Celcius, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
- Perhatikan asupan nutrisi selama proses pemulihan. Konsumsi makanan sehat kaya nutrisi seperti buah dan sayur.
Demikian informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi jahitan caesar robek hingga bernanah, menurut Dokter Spesialis Obgyn Rumah Sakit Permata Bekasi (RSPB), dr. Ngakan Ketut Darmawan Sp.OG.
Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan baru, khususnya untuk Mama yang sedang menjalani masa pemulihan pasca persalinan caesar, ya!
Baca juga:
Mengenal infeksi pasca operasi caesar
Infeksi pasca operasi caesar dapat terjadi karena adanya bakteri yang masuk dalam bagian bekas jahitan. Biasanya, bakteri yang kerap membuat infeksi pada luka bekas caesar adalah staphylococcus aureus atau disebut juga sebagai bakteri stafilokokus.
Bakteri stafilokokus memang secara alami hidup di dalam kulit atau tubuh manusia. Namun demikian, jika bakteri yang satu ini berkembang biak dan masuk ke dalam bekas jahitan operasi caesar, maka bakteri tersebut dapat menyebabkan infeksi.
Perlu Bunda ketahui bahwa pada umumnya infeksi pasca operasi caesar ini juga bisa menimbulkan demam dengan suhu 38 hingga 39,4 derajat Celsius lho. Tidak menutup kemungkinan, luka caesar yang terkena infeksi tersebut juga dapat membengkak hingga mengeras atau muncul benjolan di bagian bekas jahitannya.
Bila dibiarkan saja, bekas jahitan caesar yang terinfeksi itu bisa menimbulkan komplikasi lho. Oleh karena itu, Bunda harus tetap memperhatikan bekas jahitan caesar ya.
Tags: jahit bekas caesar