Seni Merenda - Mengatasi Kekakuan Jahitan Operasi Caesar dengan Kreativitas Jarum dan Benang
Apakah bekas jahitan caesar mengeras berbahaya?
Bila Bunda mengalami infeksi dari bakteri streptococcus, hal ini dapat menimbulkan erysipelas. Erysipelas sendiri merupakan salah satu jenis selulitis yang melibatkan sistem getah bening. Biasanya, erysipelas juga akan membuat luka caesar yang terinfeksi mengalami lesi kemerahan serta terlihat mengkilat dan menonjol.
Tak hanya itu, terdapat juga beberapa jenis bakteri lain yang bisa membuat luka bekas jahitan operasi caesar terinfeksi. Berikut adalah di antaranya, dilansir dari Medical News Today:
- Ureaplasma urealyticum.
- Staphylococcus epidermidis.
- Enterococcus faecalis.
- Escherichia coli.
- Proteus mirabilis.
Dari bakteri-bakteri tersebut yang masuk ke dalam bekas jahitan, terdapat berbagai kemungkinan komplikasi yang dapat dialami oleh Bunda. Dalam kasus tertentu, komplikasi dari bekas jahitan caesar dapat menimbulkan:
1. Fasciitis nekrotikans
Fasciitis nekrotikans atau necrotizing fasciitis merupakan komplikasi infeksi parah dari bakteri streptococcus pyogenes yang akan merusak kulit dan jaringan di bawahnya. Tidak bisa diabaikan, komplikasi yang satu ini cukup berat dan fatal lho.
Bila Bunda mengalami komplikasi seperti ini, biasanya akan timbul demam dan nyeri yang cukup ekstrem. Seiring berjalannya waktu, rasa nyeri tersebut juga akan semakin parah. Bagi sebagian perempuan, mereka juga menyadari jaringan dan kulit mereka menjadi lebih merah dan mengeras di area bekas jahitan.
Meskipun demikian, komplikasi seperti ini jarang terjadi. Sehingga, Bunda tidak perlu terlalu khawatir ya.
2. Eviserasi
Eviserasi adalah sebuah komplikasi bila luka operasi caesar yang terkena infeksi terbuka dan membuat usus keluar melalui bekas jahitan tersebut. Ketika seorang Bunda mengalami komplikasi ini, maka diperlukan operasi kembali untuk memperbaikinya. Tentu, hal ini juga akan membuat waktu pemulihan semakin lama. Tak hanya itu, komplikasi ini juga dapat berujung fatal. Namun, kasus seperti itu jarang terjadi.
Benjolan di dalam bekas jahitan caesar
Dilaporkan Verywell Health, dalam kasus yang jarang terjadi, benjolan keras dapat berkembang di bawah bekas luka operasi caesar, yang dikenal sebagai bekas luka endometriosis. Hal ini mungkin terjadi ketika jaringan endometrium tumbuh di luar rahim, di dalam sayatan.
Bekas luka endometriosis terletak pada atau dekat bekas luka operasi caesar. Bunda mungkin bisa merasakan atau melihat adanya massa atau benjolan di bawah kulit. Gejala lain mungkin termasuk pembengkakan dan keluarnya cairan sesekali dari lokasi sayatan.
Dokter mungkin akan mengangkat benjolan tersebut melalui pembedahan atau menyarankan perawatan hormonal lainnya.
Lalu, bagaimana mengetahui tanda bekas luka operasi caesar sudah memudar? Bekas luka operasi caesar akan memudar seiring berjalannya waktu dan terlihat berbeda dari luka sayatan awal. Saat sembuh, bekas luka biasanya menjadi lebih tipis dan rata di kulit. Warnanya mungkin berubah agar sesuai dengan kulit atau tampak lebih terang dari warna kulit. Ini adalah tahap remodeling, tahap akhir penyembuhan, dan dapat berlangsung hingga satu tahun atau lebih.
10 Minuman yang Dapat Menggugurkan Kandungan, Perlu Diwaspadai saat Hamil Muda
5 Cara Merawat Luka Operasi Caesar Kedua agar Cepat Kering
Bekas Jahitan Operasi Caesar Mengeras, Normalkah?
Bagi Bunda yang mau sharing soal parenting dan bisa dapat banyak giveaway, yuk join komunitas HaiBunda Squad. Daftar klik di SINI. Gratis!
(pri/pri)
Apa penyebab jahitan caesar robek hingga bernanah?
Dok. RS Permata Bekasi
dr. Ngakan Ketut Darmawan Sp.OG - Dokter Spesialis Obgyn Rumah Sakit Permata Bekasi (RSPB)Menurut dokter Ngakan Ketut Darmawan Sp.OG, jahitan caesar robek hingga keluar nanah dapat terjadi karena adanya infeksi di bagian dalam, yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus Aureus.
Selain bakteri, dokter Ngakan menjelaskan kalau jahitan caesar yang robek juga bisa dipengaruhi oleh banyak faktor. Misalnya saja, masalah kesehatan seperti obesitas, diabetes melitus, infeksi pada cairan ketuban, hingga riwayat operasi caesar sebelumnya.
Tips merawat luka luka caesar menurut dokter obgyn
freepik.com/sosiukin
Berikut ini beberapa tips yang bisa dilakukan untuk merawat luka caesar, supaya cepat pulih tanpa infeksi.
- Pastikan Mama selalu menjaga kebersihan area bekas luka caesar.
- Hindari menggaruk luka pada bekas jahitan.
- Mengonsumsi antibotik yang diresepkan dokter hingga selesai.
- Hindari menggunakan pakaian yang terlalu ketat.
- Hindari mengoleskan losion pada luka jahitan.
- Mintalah saran untuk menggendong dan menyusui, guna menghindari tekanan dan rasa tidak nyaman pada luka caesar.
- Usahakan untuk tidak membiarkan lipatan kulit menutupi atau menyentuh area sayatan.
- Jika merasa demam, ukur suhu tubuh dengan termometer oral. Jika demam lebih dari 37,5 derajat Celcius, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.
- Perhatikan asupan nutrisi selama proses pemulihan. Konsumsi makanan sehat kaya nutrisi seperti buah dan sayur.
Demikian informasi mengenai penyebab dan cara mengatasi jahitan caesar robek hingga bernanah, menurut Dokter Spesialis Obgyn Rumah Sakit Permata Bekasi (RSPB), dr. Ngakan Ketut Darmawan Sp.OG.
Semoga informasi ini bisa menambah pengetahuan baru, khususnya untuk Mama yang sedang menjalani masa pemulihan pasca persalinan caesar, ya!
Baca juga:
Jahitan operasi caesar mengeras
Untuk Bunda ketahui terlebih dahulu bahwa sayatan operasi caesar akan terasa cukup sakit setidaknya selama dua hingga tiga minggu pasca operasi. Dilansir The Bump, ada tiga tahap penyembuhan bekas luka operasi caesar:
Bekas luka hipertrofik menjadi tebal dan keras tetapi tidak melampaui tepi garis sayatan asli . Mengutip Cleveland Health, bekas luka hipertrofik adalah bekas luka meninggi yang tebal. Ini adalah respons abnormal terhadap penyembuhan luka di mana jaringan ikat ekstra terbentuk di area luka aslinya. Hasilnya adalah bekas luka yang timbul.
Biasanya, luka kecil di lapisan atas kulit akan sembuh dengan baik. Kulit baru terbentuk saat luka sembuh. Dengan luka yang lebih dalam (hingga lapisan dermis dan bagian bawah), tubuh merespons dengan membuat kolagen untuk memperbaiki luka. Kolagen lebih tebal dari bagian kulit lainnya.
Jaringan yang lebih tebal dan kurang fleksibel itu menjadi bekas luka. Kebanyakan bekas luka berbentuk datar. Namun, terkadang tubuh memproduksi kolagen ekstra sehingga menimbulkan bekas luka yang menonjol. Jenis bekas luka yang menonjol ini bisa berupa bekas luka hipertrofik atau keloid.
Tags: jahit bekas caesar