Mengatasi Misteri "Benang Hitam di Kaki" dalam Kerajinan Jahit dan DIY
Penyebab Mata Kaki Hitam
Mata kaki hitam bisa disebabkan oleh beragam hal, seperti kulit kering dan sering terkena gesekan. Berikut ini beberapa hal yang bisa menyebabkan mata kaki hitam:
Kulit kering
Mata kaki hitam dapat disebabkan oleh kulit kering. Kondisi ini bisa membuat kulit menjadi tebal, kasar, dan bersisik, serta berwarna lebih gelap.
Selain itu, kulit mata kaki yang kering juga dapat menimbulkan rasa gatal. Bila digaruk secara berlebihan, kulit yang gatal bisa terluka. Nah, bekas luka ini dapat menjadi penyebab mata kaki hitam.
Penumpukan sel kulit mati
Gesekan
Seperti yang sudah disebutkan, kulit mata kaki lebih sering terkena gesekan, misalnya gesekan dengan sepatu, kaus kaki, pakaian, maupun lantai ketika duduk sila. Jika gesekan terjadi terus-menerus, kulit mata kaki akan menghitam, mengeras, dan menebal. Kondisi ini bisa menyebabkan kapalan bila tidak ditangani.
Eksim berulang
Eksim atau dermatitis atopik adalah penyakit kulit yang ditandai dengan munculnya gatal, ruam, dan kemerahan, termasuk di kulit mata kaki. Selain itu, eksim juga bisa membuat kulit menjadi kering, tebal, dan kasar.
Rasa gatal akibat eksim dapat membuat penderitanya menggaruk secara berlebihan, sehingga kulit terluka. Bekas luka yang terjadi secara berulang dapat menyebabkan mata kaki hitam.
Selain berbagai kondisi di atas, mata kaki hitam juga bisa disebabkan oleh gangguan pada pembuluh darah vena di kaki, neurodermatitis, dan diabetes.
Pemakaian [ sunting | sunting sumber ]
Benang tridatu yang tersusun dari tiga warna sering dipakai dalam upacara keagamaan (yadnya) Hindu Bali, mulai dari upacara kepada para dewa (dewa-yadnya) hingga upacara antarmanusia (manusa-yadnya) seperti pernikahan. Dalam upacara dewa-yadnya, benang tridatu dipakai sebagai sarana menuntun Istadewata atau manifestasi Tuhan, sementara dalam upacara manusa-yadnya, benang tridatu dipakai sebagai selempang dalam suatu prosesi yang disebut pawintenan (inisiasi). [3]
Sebagai gelang, tridatu digunakan sebagai identitas dari umat Hindu khususnya di Bali. Pemakaiannya pun harus di pergelangan tangan, atau di leher (sebagai kalung) dan tidak boleh di kaki karena dianggap sebagai pelecehan. [3] Di kalangan umat Hindu Bali, pemakaian benang tridatu sebagai pengingat akan peran Tuhan sebagai pencipta (Brahma), pemelihara (Wisnu), dan pelebur (Siwa). [2]
Seiring perubahan zaman, saat ini gelang tridatu tidak hanya dipakai untuk tujuan keagamaan saja, tetapi juga tren atau fesyen. Bahkan umat non-Hindu pun ada yang memakai benang tersebut dengan alasan tertentu. [4] Ada yang memakainya karena tertarik dengan kombinasi warna dan sekadar mengikuti gaya umat Hindu Bali, ada pula yang memakainya karena meyakini adanya aura positif dari gelang tersebut, meskipun ia sendiri bukan penganut Hindu. [4]
Tags: benang hitam