"Benang IUD yang Tak Terasa - Misteri dan Manfaatnya yang Tersembunyi"
Lakukan sinar-X
Untuk memastikan bahawa IUD anda tidak membuat lubang pada rahim anda dan keluar, doktor anda perlu melakukan sinar-X. Sebabnya, jika IUD benar-benar masuk ke bahagian perut yang lain, sudah tentu ini membahayakan kesihatan anda.
Namun, jika ternyata bahawa dari proses ini IUD membuat lubang pada rahim anda, yang juga dapat disebut sebagai perforasi rahim, doktor mesti segera melakukan operasi untuk mengeluarkan IUD dari badan anda. Walau bagaimanapun, jika hanya sebahagian IUD anda yang tidak dipasang, doktor akan membantu mengeluarkannya tanpa perlu menjalani prosedur pembedahan.
Pertama sekali, doktor akan membuka serviks anda. Biasanya, ini dilakukan dengan menggunakan ubat yang disebut misoprostol. Ubat ini akan dimasukkan ke dalam vagina sebelum prosedur ini dilakukan. Doktor juga akan memberi anda ubat penghilang rasa sakit, seperti ibuprofen, untuk membantu mengelakkan kekejangan perut.
Sekiranya ubat sakit masih diperlukan semasa anda menjalani prosedur pembedahan penyingkiran IUD, doktor akan menyuntik ubat penghilang rasa sakit melalui serviks atau menggunakan gel yang dapat menghilangkan rasa sakit. Apabila serviks terbuka, doktor akan menggunakan beberapa kaedah untuk membuang IUD.
Biasanya, apabila doktor membuang IUD lama, anda boleh segera menggunakan IUD baru, jika anda masih mahu menggunakan IUD untuk mencegah kehamilan.
Tindakan yang harus dilakukan saat benang IUD tidak terasa?
Sebelumnya, Anda tidak perlu panik saat tidak ditemukan benang IUD. Sebenarnya, terdapat penjelasan di balik itu semua seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Jika pada akhirnya benang IUD tersebut tidak ditemukan lagi, maka periksa saja ke dokter kandungan untuk mengetahui kondisi sebenarnya. Anda akan mengetahui posisi IUD sebenarnya dengan memeriksakan ke ahlinya.
Biasanya, dokter melakukan pemeriksaan pada panggul dan USG untuk memastikan bahwa benang memang masih ada dalam rahim.
Dokter mengoleskan kapas panjang atau cytobrush di area vagina serta ke dalam leher rahim untuk menemukan benang IUD. Kapas panjang tersebut merupakan sikat yang dipakai untuk melakukan Pap Smear.
Untuk melihat secara lebih jelas, dokter juga menggunakan alat pembesar atau coloscope. Jika melalui kedua cara tersebut tidak ditemukan benangnya, maka dilakukan USG.
Jika dengan USG tetap tidak ditemukan benangnya, maka kemungkinan IUD tersebut sudah keluar lewat vagina dan Anda tidak menyadari. Selanjutnya, dokter melakukan X-ray untuk memastikan IUD tidak menembus rahim ataupun rongga perut.
Untuk memastikan benang IUD masih berada di tempatnya, umumnya dokter menganjurkan Anda untuk melakukan USG ssatu kali setiap tahun.
Itulah tindakan yang harus dilakukan sebagai solusi atas kekhawatiran Anda mengenai posisi benang IUD yang tidak bisa ditemukan dengan jari. Anda akan melakukan serangkaian tindakan medis untuk mengetahui posisi benang tersebut dengan aman.
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Beberapa kondisi penyebab benang IUD Tidak Terasa
Bukan tanpa sebab, benang IUD yang tidak terasa tersebut bisa terjadi karena berbagai hal. Jika kondisi tersebut Anda alami, maka harus mengetahui apa saja kemungkinan penyebabnya. Untuk mengetahuinya, simak beberapa uraian di bawah ini.
- Pemasangan tali di vagina yang terlalu dalam. Hal ini menyebabkan potongan benang terlampau pendek, sehingga memang tidak bisa dirasakan adanya benang berupa potongan tersebut saat dicek dengan jari tangan.
- Kondisi tali yang melingkar. Terkadang, benang atau tali IUD tersebut menekuk ataupun menggulung di samping leher rahim. Dengan demikian, seakan benang tersebut bersembunyi dan tidak bisa disentuh. Tali ini juga bisa terlipat di jaringan vagina.
- Terdapat pembengkakan pada rahim. Saat rahim Anda mengalami inflamasi atau pembengkakan, misalnya dikarenakan fibroid, bisa membuat Anda sulit untuk menemukan posisi benang IUD.
- Keluarnya IUD. Tali atau benang IUD yang tidak terasa bisa disebabkan karena talinya memang sudah keluar dari rahim. Meski kondisi tersebut tidak umum terjadi, namun dapat terjadi pada tahun pertama penyisipan IUD pada rahim. Bisa saja tali tersebut lepas di dalam celana, di toilet, atau lainnya. Jika Anda menemukan tali tersebut, maka jangan memasukkannya kembali.
Terdapat perforasi rahim
Tahukah anda bahawa semasa memasukkan IUD, ada kemungkinan kontraseptif menembusi dinding rahim? Ya, kemungkinan IUD berada di rahim membuat lubang di dinding. Keadaan ini dipanggil perforasi rahim. Ini memang sangat jarang berlaku, tetapi mudah terjadi pada wanita yang baru melahirkan atau sedang menyusui.
Secara amnya, jika anda menggunakan IUD hormon, haid anda biasanya akan menjadi lebih ringan seiring berjalannya waktu. Ini bermaksud bahawa darah haid yang anda keluarkan setiap kali anda mengalami haid tidak akan mengalir dengan banyak seperti pada umumnya.
Sekiranya anda memeriksa tali IUD dan anda tidak dapat merasakannya, anda mungkin menghadapi masalah seperti perforasi rahim atau lubang pada rahim, atau jangkitan. Terdapat beberapa gejala yang harus anda ketahui dan bincangkan dengan doktor anda, misalnya:
- demam tinggi hingga menggigil.
- kekejangan perut yang berpanjangan.
- bau yang tidak wajar dari faraj.
- pendarahan yang tidak normal sehingga keputihan keluar dari faraj.
Tags: benang tidak