Benang Jahit Absorbable - Keajaiban yang Menyelamati dalam Karya Sulaman dan DIY
B. Berdasarkan Susunan Filamen
Berdasarkan susunan filamennya, benang bedah terbagi menjadi monofilamen dan multifilamen. Perbedaannya terletak pada lembar benang dan daya serap cairan. Benang monofilamen terdiri dari satu helai, sehingga tidak menyerap cairan. Contoh benang monofilamen adalah Catgut, PDS, dan Prolene.
Benang monofilamen memiliki kelebihan, yaitu memiliki permukaan yang rata dan halus sehingga meminimalisir pembentukan nodus. Namun, benang monofilamen memiliki struktur yang kaku sehingga diperlukan simpul jahitan khusus. Selain itu, benang monofilamen juga tidak sekuat benang multifilamen. Sehingga apabila ditarik terlalu kuat akan putus.
Berbeda halnya dengan benang monofilamen, benang multifilamen terdiri dari beberapa helai benang yang dipilin menjadi satu, memiliki sifat yang kuat, dan menyerap cairan. Kelebihan dari benang multifilamen adalah memiliki tekstur yang lentur sehingga mudah untuk diarahkan dan disimpul.
Kekurangan dari benang multifilamen adalah keberadaan rongga pada benang memudahkan terjadinya kontaminasi mikroba pada luka. Contoh benag multifilamen adalah Vicryl, Silk, dan Ethibond.
C. Berdasarkan Bahan Benang
Selain beberapa klasifikasi di atas, benang juga dapat diklasifikasikan berdasarkan ukurannya. Berikut adalah lokasi penjahitan, jenis benang yang digunakan, dan ukuran benang yang digunakan (Sjamsuhidajat dan Wim, 2005) :
| Lokasi Penjahitan | Jenis Benang | Ukuran Benang |
| Fasia | semua | 2.0-1 |
| Otot | semua | 3.0-0 |
| Kulit | non absorbable | 2.0-6.0 |
| Lemak | absorbable | 2.0-3.0 |
| Hepar | chromic cat gut | 2.0-0 |
| Ginjal | semua cat gut | 4.0 |
| Pancreas | sutera atau kapas | 3.0 |
| Usus halus | cat gut, sutera, kapas | 2.0-3.0 |
| Usus besar | chromic cat gut | 4.0-0 |
| Tendon | non absorbable | 5.0-3.0 |
| Kapsul sendi | non absorbable | 3.0-2.0 |
| Peritoneum | chromic cat gut | 3.0-2.0 |
| Bedah mikro | non absorbable | 7.0-11.0 |
Mungkinkah benang operasi menyebabkan infeksi?
Meski begitu, benang multifilamen lebih berisiko memicu infeksi daripada benang monofilamen. Ini disebabkan benang yang lebih tebal sehingga lebih sulit melewati jaringan saat penjahitan.
Namun, Anda tidak perlu khawatir. Risiko ini tentu akan sangat kecil bila prosedur dilakukan oleh dokter ahli atau profesional terlatih di bidangnya.
Hal yang umumnya menyebabkan infeksi ialah ketika pasien tidak merawat luka operasi dengan benar.
Selain itu, lakukan perawatan lain yang dokter Anda rekomendasikan untuk menjaga luka jahitan tetap steril dan lekas sembuh.
Tags: jahit benang