... 7 Tips Menjahit Luka dengan Benang yang Menyembuhkan Seperti Daging - Panduan DIY Terbaik

Memperbaiki Luka dengan Benang Jahit - Seni Merajut Kreatif dalam DIY

Mungkinkah benang operasi menyebabkan infeksi?

Meski begitu, benang multifilamen lebih berisiko memicu infeksi daripada benang monofilamen. Ini disebabkan benang yang lebih tebal sehingga lebih sulit melewati jaringan saat penjahitan.

Namun, Anda tidak perlu khawatir. Risiko ini tentu akan sangat kecil bila prosedur dilakukan oleh dokter ahli atau profesional terlatih di bidangnya.

Hal yang umumnya menyebabkan infeksi ialah ketika pasien tidak merawat luka operasi dengan benar.

Selain itu, lakukan perawatan lain yang dokter Anda rekomendasikan untuk menjaga luka jahitan tetap steril dan lekas sembuh.

Bahan pembuat benang operasi

Perbedaan benang operasi yang jadi daging dan tidak ini didasarkan pada bahan pembuatnya, sebagian bisa diserap tubuh dan lainnya tidak.

Setiap jenis benang terbuat dari bahan yang berbeda, baik alami maupun sintetis.

1. Bahan benang yang bisa diserap (absorbable)

Jenis benang medis ini biasanya digunakan untuk menjahit bagian paling dalam dari sayatan. Meski begitu, benang ini juga bisa dokter gunakan pada permukaan kulit.

Berikut ini merupakan bahan-bahan pembuat benang yang bisa diserap tubuh.

Serat usus (gut)

Benang monofilamen alami ini berasal dari serat dinding usus hewan, seperti sapi, kambing, dan domba. Ini digunakan untuk menjahit jaringan lunak bagian dalam tubuh.

Akan tetapi, benang dari serat usus tidak digunakan untuk operasi kardiovaskular dan sistem saraf. Pasalnya, benang ini bisa memicu reaksi buruk yang lebih besar dan berisiko menyebabkan komplikasi operasi .

Polydioxanone (PDS)

Benang monofilamen sintesis ini bisa digunakan untuk memperbaiki luka jaringan lunak, seperti untuk perut atau jantung bayi dan anak-anak.

Poliglecaprone (Monocryl)

Benang monofilamen sintetis ini digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak yang terbuka. Namun, bahan ini tidak boleh digunakan untuk operasi kadiovaskular atau sistem saraf.

Jenis benang ini paling sering digunakan untuk menutup luka kulit agar bekasnya tidak terlihat.

Poliglaktin (Vicryl)

Benang multifilamen ini biasanya digunakan untuk memperbaiki luka robek tangan atau wajah.

Benang ini juga tidak boleh digunakan untuk prosedur penjahitan bagian kardiovaskular atau sistem saraf.

2. Bahan benang yang tidak dapat diserap (non-absorbable)

Semua jenis bahan benang jahit yang tidak dapat diserap biasanya dapat digunakan untuk memperbaiki jaringan lunak, termasuk untuk prosedur kardiovaskular dan sistem saraf.

Seperti apa keloid itu?

Sebelum mengetahui cara menghilangkannya, Anda tentu harus mengetahui terlebih dahulu bekas luka seperti apa yang bisa dikategorikan sebagai keloid. Di bawah ini beberapa ciri keloid.

  • Terlokalisir pada suatu area kulit dengan warna seperti kulit, merah muda, atau kemerahan.
  • Berupa bagian yang menonjol pada kulit.
  • Biasanya terus tumbuh semakin besar seiring berjalannya waktu.
  • Kadang membuat gatal-gatal.

Keloid biasanya berbentuk lebih besar dari luka asal. Bekas luka ini membutuhkan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan hingga benar-benar terbentuk sempurna.

Walau dapat terasa gatal, tapi bekas luka ini biasanya tidak berbahaya bagi kesehatan Anda. Anda mungkin dapat merasa tidak nyaman, nyeri, atau bahkan mengalami iritasi pada kulit akibat pakaian yang tergesek keloid Anda.

Pada kasus yang jarang, Anda dapat mengalami kemunculan keloid yang cukup banyak pada tubuh Anda. Ketika hal ini terjadi, jaringan keloid yang mengeras mungkin saja membatasi pergerakan Anda.

Selain itu, paparan sinar matahari dapat membuat keloid lebih gelap daripada kulit di sekitarnya sehingga membuatnya semakin jelas terlihat. Lindungi bekas luka Anda ketika berada di bawah sinar matahari untuk mencegah perubahan warna.

4. Hindari paparan sinar matahari

Saat kulit terluka, baik karena luka jahitan atau cedera, sebisa mungkin hindari area tersebut dari paparan sinar matahari. Hal ini karena paparan sinar matahari pada kulit yang terluka bisa menyebabkan luka tampak berbekas.

Jika kamu harus bepergian saat luka jahitan masih dalam masa pemulihan, kenakan pakaian yang menutupi luka dan menyerap keringat. Kamu juga perlu mengenakan tabir surya untuk melindungi kulit dari paparan sinar ultraviolet dari matahari.

5. Hindari menyentuh atau menggaruk luka

Luka jahitan memang akan terasa gatal di fase pemulihan. Hal ini normal, kok. Namun, jangan menyentuh, mengusapu-usap, apalagi sampai menggaruknya, ya. Menggaruk luka bekas jahitan dapat menyebabkan luka terbuka kembali dan memperlambat proses penyembuhan.


Tags: jahit benang yang luka

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia