... Benang Jahitan Operasi Caesar Keluar Sedikit: Cara Mengatasi dan Tips DIY

"Benang Jahitan Operasi Caesar Mengeluarkan Sedikit Kecuali Ini"

Mengenali gejala dan mengatasi infeksi pada luka dan jahitan Operasi Caesar

Infeksi pada luka dan jahitan di kulit perut pasca Operasi Caesar

Umumnya penyebab infeksi pada bagian luar jahitan Caesar adalah, karena:

  • Kebersihan luka yang kurang terjaga dengan baik.
  • Respon tubuh ibu terhadap bahan dasar benang jahit, sehingga menimbulkan reaksi alergi pada kulit atau disekitar area jahitan.
  • Saat terasa gatal, sering digaruk-garuk.
  • Saat menjahit, mungkin saja Dokter mengambil jaringan kulit (yang dijahit) terlalu banyak, sehingga bekas jahitan menjadi tebal, sehingga lebih lama sembuh. Karena semakin lama luka sembuh, semakin besar untuk terjadinya infeksi.
  • Masuknya kuman pada saat operasi, karena pada saat operasi, terdapat daerah yang terbuka sedangkan diudara banyak sekali kuman sehingga apabila daya tahan tubuh ibu kurang baik, mudah sekali terjadi infeksi.
  • Sterilitas pada saat operasi baik alat dan perangkatnya kurang baik.

Sedangkan untuk gejala infeksi yang sering muncul pada jahitan kulit luar bekas Operasi Caesar, antara lain:

  • Kulit di sekitar luka jahitan tampak kemerahan, meradang atau bengkak.
  • Terasa sangat gatal.
  • Keluar cairan putih kekuningan (nanah) atau darah disela-sela jahitan.
  • Terasa panas di daerah jahitan.
  • Terasa nyeri bila ditekan.
  • Tidak menekan-nekan luka yang nyeri.
  • Tidak menggaruk-garuk kembali luka jahitan atau area sekitar luka jahitan yang terasa gatal.
  • Tidak melakukan aktivitas yang melibatkan gerakan membungkuk atau mengangkat beban berat.
  • Membuka kembali perban luka untuk mencegah infeksi bakteri Anaerob (hidup tanpa oksigen) yang ganas.
  • Membersihkan luka dengan memberikan obat antiseptik.
  • Istirahat yang cukup (sementara waktu jangan banyak bergerak).

Namun sebelum itu, sebaiknya segera kontrol (periksakan) ke Dokter, agar dilakukan pemberian Antibiotik, pembersihan luka dengan cairan antiseptik serta mengganti perban.

Luka bagian dalam operasi caesar

Melansir laman Thebump, bekas operasi caesar itu biasanya berukuran kecil, sekitar 4 hingga 6 inci dan berwarna merah muda. Namun, ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi bekas luka. Sebagian besar bekas luka ini bergantung pada tipe tubuh dan jenis sayatan operasi caesar.

Berikut adalah jenis sayatan operasi caesar yang paling umum:

1. Bekas luka operasi caesar melintang

Courtney Barnes, MD, seorang ob-gyn di University of Missouri Health Care mengatakan pada jenis ini dokter spesialis bedah menggunakan sayatan Pfannenstiel—lebih sering disebut potongan bikini—di bagian bawah perut pasien.

“Secara kosmetik, itu terlihat lebih baik,” kata Barnes.

Sayatan ini biasanya panjangnya sekitar 4 atau 5 inci dan terletak di bawah garis pakaian dalam. Yang terpenting, bekas luka operasi caesar jenis ini kecil kemungkinannya untuk pecah pada kehamilan berikutnya.

2. Bekas luka operasi caesar vertikal

Jenis sayatan ini dikenal sebagai sayatan caesar klasik, pemotongan ke atas dan ke bawah berukuran 4 hingga 5 inci ini memungkinkan dokter kandungan mengakses bayi lebih cepat selama keadaan darurat dan akses lebih mudah ke bayi prematur.

"Bagi perempuan yang mengalami obesitas, infeksi luka dan masalah sayatan vertikal akan berkurang,” kata Barnes.

Jika terjadi komplikasi kehamilan yang mengakibatkan harus melakukan histerektomi pada saat yang bersamaan, menurut penelitian, potongan vertikal membuat prosedurnya lebih mudah.

Berbeda dengan sayatan klasik yang lebih menyakitkan serta meninggalkan bekas luka yang lebih terlihat. Namun, ahli bedah sering kali membuat sayatan klasik pada operasi caesar darurat agar bisa menangani bayi lebih cepat.

"Jika Anda memiliki potongan bikini di perut, dokter juga akan membuat sayatan rahim dengan potongan bikini, yang disebut sayatan melintang rendah. Jika memiliki sayatan perut klasik, Anda akan mendapatkan sayatan rahim klasik, atau sayatan vertikal rendah," jelas Wilson dilansir dari Healthline.

Tanda-tanda luka dalam operasi caesar mau sembuh

Luka dalam operasi caesar atau SC berasal dari jahitan yang dibuat pada rahim. Benang jahit yang digunakan terbuat dari bahan yang bisa diserap tubuh sehingga tidak perlu dilepas.

Tanda umum jahitan caesar bagian dalam sudah kering adalah tidak ada keluhan selama masa nifas meski pada awalnya Anda mungkin merasa tidak nyaman.

Walau Anda tak bisa melihatnya secara langsung, berikut adalah beberapa hal yang menjadi tanda bahwa jahitan caesar bagian dalam sudah sembuh dan kering.

1. Bengkak dan kemerahan tampak berkurang

Pada awalnya, bekas jahitan caesar akan tampak bengkak, menonjol, dan berwarna merah atau lebih gelap daripada kulit di sekitarnya.

Ini termasuk normal dan akan membaik seiring waktu. Dokter akan meminta Anda untuk merawat luka SC, yakni dengan menjaga kebersihan dan tidak membiarkannya lembap.

2. Warna jahitan menyatu dengan warna kulit

Warna luka jahitan operasi caesar pada permukaan kulit lama-kelamaan akan semakin mirip dengan warna kulit Anda. Ini menunjukkan bahwa proses penyembuhan berjalan dengan baik.

Kondisi ini juga menandakan bahwa regenerasi sel berlangsung efektif. Perubahan warna ini merupakan tanda-tanda jelas bahwa luka dalam operasi caesar sudah sembuh

3. Luka luar operasi caesar menyusut

Pada awalnya, bekas jahitan caesar biasanya memiliki panjang sekitar 10–15 sentimeter (cm) dengan lebar 0,3 cm.

Namun, lama-kelamaan bekas jahitan caesar ini akan menyusut pasca-operasi caesar . Hal ini juga dapat menandakan jahitan caesar yang sudah kering dan sembuh.

4. Nyeri perut berkurang

Rasa tidak nyaman dan sakit pada perut yang berkurang secara bertahap menjadi indikasi bahwa jahitan caesar bagian dalam sudah kering dan kondisi rahim berangsur pulih.


Tags: jahit benang caesar

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia