Seni dan Keahlian Benang Katun Bali dalam Kerajinan Sulam dan Kerajinan DIY
7 Jenis Benang Rajut yang Bisa Disesuaikan dengan Proyekmu
Merajut tidak selalu identik dengan aktivitas nenek-nenek untuk mengisi waktu luang. Generasi muda dan milenial juga banyak menggandrungi hobi ini. Merajut punya banyak manfaat seperti melatih skill dan meredakan stres. Bukan hanya itu, merajut juga bisa dijadikan ladang uang dengan menjual hasil rajutan kamu.
Untuk membuat rajutan, kamu membutuhkan benang. Ada banyak jenis benang di luar sana yang harus kamu sesuaikan dengan ukuran hook dan proyek rajutanmu. Setiap jenis benang punya karakteristik masing-masing. Untuk membuat barang wearable seperti sweater, kamu butuh benang yang halus dan tidak terlalu tipis. Jika tebal dan kasar, sweater tidak akan nyaman digunakan.
Kamu harus bisa memilih dengan tepat benang rajut sesuai dengan proyekmu. Berikut beberapa benang yang bisa kamu jadikan referensi.
Kain Rangrang
Kain Rangrang yang diproduksi di wilayah Nusa Penida, Bali ini memiliki ciri khusus yaitu motifnya yang simetris dan warnanya yang cerah. Motif dari kain khas Bali ini terinspirasi dari daerah pegunungan dan perbukitan di wilayah Bali. Lalu, untuk warnanya, kain Rangrang menggunakan pewarna alami yang berasal dari tumbuh-tumbuhan seperti serat kayu, kulit mangga, dan daun indigo.
Selain itu, kain Rangrang memiliki karakteristik kain tenunnya yang terdapat ruang-ruang kecil yang berlubang (bolong-bolong). Pola berlubang ini mencerminkan sifat transparansi mayarakat Bali yaitu sifat jujur dan terbuka.
Tags: benang