Mengurai Benang Kusut - Panduan Praktis untuk Pekerjaan Jahit dan DIY
Senar nilon, cocok untuk Anda yang pemula
Sejak zaman dahulu senar nilon sudah digunakan para nelayan. Nelayan yang menggunakan handline atau teknik memancing dengan tangan rata-rata menggunakan senar nilon. Senar pancing nilon merupakan senar pancing paling populer di pasaran. Karakteristik senar ini adalah bahannya yang elastis. Karena itu, senar pancing ini terkenal tidak mudah putus jika ada ikan yang memakan umpan Anda.
Ada beberapa teknik memancing yang justru lebih tepat menggunakan senar nilon. Sebagai contoh, Anda bisa menggunakan senar nilon untuk memancing ikan-ikan kecil. Anda bisa menggunakannya di perlombaan kolam pancing untuk memancing ikan mujair, ikan nila, dan sebagainya. Bahkan, sampai saat ini para nelayan lebih memilih menggunakan senar nilon untuk memancing tuna karena memakai teknik handline.
Selain itu, senar pancing jenis ini juga tidak mudah putus sehingga membuatnya lebih awet untuk digunakan. Senar nilon juga lebih cepat tenggelam dibandingkan senar PE dan tidak tajam di tangan. Harga senar pancing jenis nilon juga lebih rendah dari jenis yang lain. Dengan kelebihannya ini, senar satu ini sangat cocok digunakan untuk pemancing pemula.
Akan tetapi, senar nilon cenderung berdiameter lebih besar dibandingkan senar PE dengan kekuatan yang sama. Oleh karena itu, senar nilon yang masuk spool lebih sedikit.
Memahami Mekanisme Berpikir
Dengan memahami mekanisme mendasar kesalahan berpikir dan melibatkan penalaran yang kritis tersebut, seseorang akan dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk membuat keputusan dan menjauhkan dari penarikan kesimpulan yang keliru.
Dengan demikian, penting untuk terus memperkaya pemahaman dalam literasi mantiq dan logika agar mampu mengurai benang kusut dalam berpikir dan meningkatkan kualitas penalaran dalam setiap aspek kehidupan.
Benar, kesalahan berpikir merupakan bagian manusiawi yang wajar. Namun, melalui kesadaran dan pembelajaran yang terus-menerus diasah dan diperbaiki, seseorang dapat mengatasi tantangan ini dan mendorong terwujudnya hasil kesimpulan yang lebih rasional dan solutif.
Safna Faradish Mei D. Aliek, Mahasiswi UIN Sunan Ampel Surabaya.
Madilog Tan Malaka
Mengurai Benang Kusut Kesalahan Berpikir dalam Ruang Mantiq. Dalam bukunya yang berjudul Madilog, Tan Malaka mengemukakan tentang apa itu kesalahan berpikir. Menurutnya kesalahan berpikir dalam logika bukanlah suatu kesalahan yang disebabkan karena lapar, pikiran haru atau faktor lainnya. Melainkan disebabkan karena lupa atau salah dalam penggunaan cara logika. Meskipun terkadang terjadi pula dalam kondisi perut kenyang dan pikiran yang tenang.
Oleh karenanya, melalui artikel ini pembaca akan diajak untuk mengetahui kompleksitas kesalahan berpikir yang umum terjadi di khalayak. Begitu juga melihat bagaimana kesalahan-kesalahan ini dapat memberikan dampak signifikan pada kualitas penalaran dan pengambilan keputusan.
Lebih lanjut, artikel ini akan memberikan wawasan baru dalam sistematika berpikir. Mencoba mengetahui cara mengurai benang kusut yang dapat mempengaruhi pemikiran seseorang dalam aktifitasnya sehari-hari.
Membongkar Kesalahpahaman tentang Kasta di Bali
Sekitar tahun 2003 silam, saya dan beberapa teman diundang ikut diskusi terbatas untuk membahas draf buku ini bersama penulisnya, Made Kembar Kerepun. Diskusi dengan teman-teman muda di Bali ini semacam pra-peluncuran buku.
Saat itu, untuk pertama kali saya tahu tentang kesalahpahaman tentang kasta ini meski hanya sedikit.
Karena itu, saya senang ketika akhirnya saya mendapatkan buku ini. Saya bisa membaca buku yang membedah tentang kasta di Bali ini.
Majapahitisasi
Dari judulnya saja, buku ini sudah amat jelas. Ada dua pesan utama yang saya tangkap dari judul tersebut. Pertama, penulisnya menganggap isu kasta di blai serupa benang kusut. Sesuatu yang ruwet dan kompleks. Pesan kedua, penulis buku ini berusaha membongkar bagaimana sistem kasta itu coba dilestarikan di Bali.
Begitulah penulis buku ini, Made Kembar Kerepun, membahas isu kasta dalam buku terbitan Penerbit Panakom, Denpasar April 2007 ini. Made Kembar Kerepun, yang sudah almarhum, membedah isu kasta dalam 10 bab dan 308 halaman buku ini.
Bab tersebut antara lain (1) Benang Kusut Nama dan Gelar Bangsawan di Bali, (2) Belanda Kembali Hidupkan Kasta, (3) Ketidakadilan Bangkitkan Perlawanan, (4) Kiat-kiat Pengajegan Kasta, dan (5) Ranjau-ranjau Bagi Triwangsa.
Saya sih tak hanya menangkap pesan “kegeraman” penulis terhadap masalah kasta tapi juga upayanya untuk membedah dan menjelaskan bahwa sistem kasta itu sebuah kesalahpahaman yang harus dibongkar.
Kesalahpahaman terbesar, menurut Kerepun, adalah anggapan bahwa kasta itu tradisi Bali sehingga harus dilestarikan. Menggunakan berbagai arsip sejarah, termasuk lontar zaman kerajaan Bali kuno sebelum Majapahit dan buku-buku pada zaman kolonial Belanda, Kerepun menunjukkan bahwa Bali dulunya tak mengenal kasta.
Mengenal Tenun Ikat Lungsi – Pengertian, Kelebihan dan Tahap Pembuatannya
Ternyata, Dalam proses pembuatan kain tenun menggunakan beberapa teknik yang biasa dipakai mulai dari teknik ikat pakan, teknik lungsi dan masih banyak lagi. Perbedaan teknik menghasilkan variasi produk kain tenun dengan keunikan dan kekhasan masing-masing.
Tenun ikat lungsi adalah kain tenun yang cara membuat motifnya dengan teknik mengikat benang lungsi. Kata lungsi terkadang disebut dengan istilah lusi atau lungsen. Cara membuat tenun dengan memberi motif pada benang lungsi. Pengertian lungsi adalah benang yang dipasang vertikal pada alat tenun.
Benang lungsi merupakan bagian yang letaknya sejajar dengan posisi penenun saat proses menenun dilakukan. Dengan kata lain, benang lungsi terletak vertikal yang selanjutnya ditemukan dengan benang horizontal yakni benang pakan saat proses menenun dikerjakan.
Kain tenun ikat lungsi
Tags: benang