Karakteristik Benang Logam dalam Seni Sulam dan DIY
Sifat-Sifat Logam
Logam memiliki sifat-sifat tertentu yang membedakannya dengan unsur lain seperti unsur non-logam misalnya. Sifat logam berbeda-beda dan bervariasi tergantung pada jenisnya. Namun ada beberapa sifat umum yang pasti dimiliki oleh setiap logam. Sifat-sifat tersebut antara lain adalah sebagai berikut:
1. Kuat
Diantara beragam jenis logam yang bisa dijumpai, sifat logam yang pasti dimiliki oleh setiap logam adalah kuat. Semua jenis logam juga sama-sama berbentuk padat, kecuali satu jenis logam yang bernama raksa.
Sifat kuat pada logam pun bisa ditingkatkan dengan cara dicampur dengan jenis logam lain maupun dengan jenis non logam. Dengan mencampurkan logam dengan logam lain, maka akan diperoleh sifat logam baru yang nantinya bisa semakin memberikan manfaat bagi manusia.
2. Bersifat Konduktor Panas
Jika berbicara tentang logam tentu tak bisa dilepaskan dari sifatnya yang satu ini. Ya, sifat logam yang juga dimiliki oleh semua jenis logam adalah dapat menghantarkan panas (konduktor) dengan baik. Hal ini bisa disebabkan karena ketika pada salah satu bagian dari logam dipanaskan, maka elektron yang ada di dalam logam akan menerima energi panas tersebut.
Adanya energi tersebut kemudian juga mengakibatkan gerakan dan energi kinetik logam semakin bertambah cepat. Energi kinetik itu kemudian disalurkan kepada elektron lain. Inilah yang kemudian menyebabkan logam menjadi panas ketika salah satu bagiannya dipanaskan.
3. Bisa Ditempa dan Dibentuk
Berbicara tentang logam pasti tak bisa dilepaskan dari produk-produk yang terbuat dari logam. Produk-produk ini tercipta karena memanfaatkan sifat dari logam yang bisa ditempa sehingga memungkinkannya untuk dibentuk menjadi berbagai ragam bentuk.
Sifat bisa ditempa dan dibentuk ini bisa terjadi tergantung pada mudah tidaknya lapisan-lapisan pada atom menggelincir di atas lapisan atom yang lain. Semakin mudah lapisan-lapisan atom ini menggelincir, maka akan membuat logam tidak akan hancur saat dibentuk dengan cara ditempa.
Sifat Sifat Bahan
Di bawah ini terdapat beberapa sifat bahan beserta kegunaan bahan tersebut :
2. Bahan yang dapat menyerap air. Sifat bahan selanjutnya dapat menyerap air misalnya bahan kaos, kain pel, kertas dan katun. Adapula benda seperti buku pelajaran. Untuk bahan pada bagian sampulnya pasti memiliki bahan yang berbeda dengan halaman halaman lainnya. Di bagian sampulnya memang diberikan bahan yang terlapisi dengan minyak maupun tahan air. Kegunaan bahan ini agar buku dapat terlindungi dari air dan sebagainya.
3. Bahan lentur dan lembut. Sifat bahan ini lebih lentur dan juga lembut, contohnya bahan busa, kulit, katun, kapuk dan sutera. Kegunaan bahan tersebut agar nyaman ketika dikenakan ditubuh.
4. Bahan keras dan kuat. Sifat bahan keras dan kuat dimiliki oleh bahan kayu, logam dan batu. Kegunaan bahan tersebut untuk menahan benda yang berat. Biasanya bahan yang keras dan kuat diperlukan untuk membuat bangunan, alat rumah tangga ataupun furnitur.
5. Bahan lentur dan keras. Sifat bahan lentur dan keras dimiliki oleh bahan per logam maupun karet. Kegunaan bahan ini biasanya digunakan dalam mobil. Mobil tersebut sulit untuk tergelincir karena bagian bannya terbuat dari bahan karet. Bahan ban mobil ini memberikan cengkraman pada jalan dan dapat menahan beban mobil sehingga lebih tahan goncangan dan lebih aman.
6. Bahan yang transparan. Sifat bahan ini lebih tembus pandang, misalnya kaca. Bahan tersebut juga dapat dilalui oleh cahaya. Kegunaan bahan ini ialah untuk memudahkan kita agar dapat melihat keadaan dibalik bahan tersebut.
Alat alat yang terdapat disekitar kita terbuat dari bahan bahan yang tertentu. Dalam memilih alat tersebut harus memperhatikan sifat bahan dan kegunaan bahan. Sifat bahan dan kegunaan bahan yang sesuai dapat memudahkan kita dalam bekerja. Sifat bahan dalam sebuah benda tergantung pada susunannya. Sifat tersebut seperti halus, kasar, kedap air, lentur, kuat dan sebagainya.
2 Macam Macam Benang Berdasarkan Bahan Dasar
Benang staple atau spun yarn dibuat dengan cara dipelintir atau dipintal. Benang staple dapat terdiri dari satu atau lebih dari dua jenis serat.
Umumnya, benang staple dibuat dengan campuran serat natural dan sintetis. Benang staple memiliki 4 macam cara pemintalan yaitu ring spinning, open end friction spinning, open end rotor spinning, dan air jet spinning. Ring spinning merupakan metode pemintalan benang tertua, menghasilkan benang yang kuat dan berkualitas.
Open end friction spinning, open end rotor spinning, dan air jet spinning merupakan metode-metode pemintalan benang yang mulai diterapkan pada tahun 70-80 an, metode ini dapat memproduksi benang lebih cepat khususnya metode air jet spinning yang 20x lebih cepat prosesnya dibandingkan metode ring spinning.
Namun kualitas benang yang dihasilkan ketiga metode itu terbilang tidak sekuat benang yang dihasilkan metode ring spinning.
Benang filament merupakan benang yang terbuat dari polimer cair dan semi cair. Umumnya benang filamen terbuat dari serat sintetis, karena benang filamen hanya memiliki 1 jenis serat natural yaitu serat sutra.
Benang filamen memiliki 3 macam cara pembuatan yaitu wet spinning, dry spinning, dan melt spinning. Dalam metode wet spinning, zat polimer dilarutkan dan diproses dalam larutan cair hingga membentuk benang. Benang yang dihasilkan metode wet spinning antara lain benang viscose rayon, akrilik, aramid, dan spandex.
Metode wet spinning merupakan metode yang prosesnya lebih lama dibanding metode dry spinning dan melt spinning. Metode dry spinning merupakan metode yang menggunakan larutan yang mudah menguap sehingga pada proses akhir pembuatan benang cairan tersebut sudah menguap sehingga tidak basah.
Tags: benang logam