... Artikel: Benang Merah dalam Bahasa Inggris - Panduan Lengkap DIY Sulaman dan Kerajinan Jarum

Pelangi Sulam - Makna dan Kreativitas di Balik "Benang Merah" dalam Kerajinan Jarum dan DIY

Unmei no akai ito

Benang merah takdir, begitulah kiranya terjemahan sederhana dari unmei no akai ito. Hal ini kerap kali dikaitkan dengan sebuah pernikahan atau pertemuan dua pasangan yang sudah ditakdirkan, sebuah kepercayaan orang Jepang yang berasal dari mitologi Tiongkok. Secara umum, hal ini dianggap sebagai benang merah tidak kasat mata yang mengikat di jari masing-masing pasangan.

Sedangkan dalam budaya Jepang dipercaya bahwa setiap manusia memiliki benang merah terikat pada ibu jari mereka untuk laki-laki dan kelingking bagi perempuan, warna merah memiliki makna mendalam dalam kebudayaan Tiongkok. Hal ini bisa terlihat jika teman-teman melihat atau menghadiri pernikahan disana, seperti semua prosesi melibatkan warna merah secara keseluruhan.

Warna merah merupakan lambang keberuntungan yang dipercaya oleh Tiongkok dan Jepang, dua orang yang dihubungkan oleh benang merah merupakan sepasang kekasih yang ditakdirkan bersama terlepas dari waktu, keadaan, dan tempat. Benang ini dipercaya bisa merenggang atau kusut namun tidak pernah putus, sebuah kepercayaan yang mirip dengan budaya barat mengenai belahan jiwa.

Memaknai Red String Theory

ilustrasi sepasang kekasih (pexels.com/Rodrigo Souza)

Memaknai Red String Theory sering kali terkait dengan memahami hubungan antar individu sebagai sesuatu yang lebih dari sekadar kebetulan atau pilihan semata. Berikut adalah beberapa cara untuk memaknainya:

1. Hubungan takdir

Teori ini mengajukan bahwa orang-orang yang kita temui dalam hidup kita tidaklah acak, melainkan sudah ditentukan oleh nasib atau takdir. Ini dapat memberikan rasa, makna, dan tujuan dalam hubungan-hubungan kita. Baik itu hubungan romantis, persahabatan, atau profesional.

2. Ikatan emosional

Benang merah juga dapat dimaknai sebagai ikatan emosional yang kuat antara individu-individu tertentu. Ini bisa mencerminkan kedalaman hubungan, saling pengertian, dan dukungan yang kuat di antara mereka.

3. Ketabahan dan keterhubungan

Konsep benang merah juga dapat mengilustrasikan ketabahan dalam hubungan, bahwa meskipun terjadi jarak atau rintangan, ikatan tersebut tetap kuat dan tidak terputus.

4. Pertemuan kembali

Dalam beberapa interpretasi, Teori Benang Merah juga menyarankan bahwa meskipun orang-orang mungkin terpisah untuk sementara waktu, mereka akan dipertemukan kembali di masa depan karena benang merah takdir mereka.

5. Pilihan dan kebebasan

Meskipun ada keyakinan tentang nasib, Teori Benang Merah tidak mengabaikan pilihan individu dalam membentuk hubungan mereka. Ini lebih menggarisbawahi bahwa ada aspek-aspek kehidupan yang kita tidak dapat kendalikan secara langsung, tetapi kita masih memiliki kebebasan dalam cara kita merespons dan membangun hubungan tersebut.

Ungkapan Adalah

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) daring, ungkapan adalah apa-apa yang diungkapkan. Selain itu, ungkapan juga bisa diartikan sebagai kelompok kata atau gabungan kata yang menyatakan makna khusus (makna unsur-unsurnya sering kali menjadi kabur.)

Dijelaskan dalam buku Aku Bisa Aku Juara SD/MI Kelas 5 oleh Tim Smart Nusantara, ungkapan adalah sebuah kalimat atau kata yang digunakan untuk menerangkan makna kiasan dari sesuatu. Makna lain dari ungkapan hampir sama dengan peribahasa atau perumpamaan, namun yang jadi pembeda adalah pada jenis kalimat yang digunakan.

Sementara itu, dikutip dari buku Bahasa Indonesia 1 oleh Yohanni Johns dan Robyn Stokes, ungkapan atau yang sering disebut juga idiom dapat digolongkan menjadi dua bagian, yakni sebagai berikut:

  1. Ungkapan dengan kata-kata biasa, yakni kata yang muncul sebagai ungkapan ekspresif (luapan perasaan sesaat) atau ketika seseorang menghadapi sesuatu (masalah, kesulitan, ataupun kesenangan), misalnya penggunaan kata habis. Contoh: Habislah saya, sampai hari ini belum bisa menepati janji pada ayah.
  2. Ungkapan berupa idiom, kata ini adalah ungkapan yang di dalamnya terdapat kata majemuk, yaitu gabungan dari makna baru. Misalnya penggunaan kata ringan kepala. Contoh: Amir terkenal ringan kepala, jadi tidak heran kalau nilai ujiannya di sekolah selalu bagus. Dalam hal ini, ringan kepala artinya mudah menangkap (mengerti, memahami) pelajaran di sekolah.

Asal usul Red String Theory

ilustrasi sepasang kekasih (pexels.com/Jasmin Wedding Photography)

1. Mitologi Jepang

Konsep benang merah pertama kali muncul dalam mitologi Jepang, yang mengaitkannya dengan ikatan takdir atau pertemuan yang sudah ditentukan sejak awal. Dalam mitos Jepang, dikatakan bahwa dewa cinta dan pernikahan, disebut "Akai Ito" (benang merah), mengikat jari-jemari orang-orang yang sudah ditakdirkan untuk bertemu sebagai pasangan hidup.

2. Kepercayaan Tiongkok

Di Tiongkok, terdapat konsep serupa yang disebut "Yuanfen", yang berarti hubungan takdir atau nasib. Konsep ini juga mencakup keyakinan bahwa orang-orang yang berhubungan oleh Yuanfen atau benang merah ini akan bertemu dalam kehidupan mereka.

3. Pengaruh Budaya Populer

Selain akar-akar mitologis dan kepercayaan tradisional, Teori Benang Merah juga mempengaruhi budaya populer di berbagai negara Asia Timur dan kemudian menyebar ke seluruh dunia melalui media, sastra, dan film. Konsep ini sering diadaptasi dalam cerita cinta atau hubungan penting antar karakter dalam karya fiksi.

Editor’s picks

Secara umum, Teori Benang Merah mencerminkan keyakinan akan ikatan takdir atau hubungan yang lebih besar daripada kebetulan semata. Meskipun tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat, konsep ini tetap memiliki daya tarik yang kuat juga.

Di mana sebenarnya bentuk visualisasi bagaimana hubungan antar individu dapat dianggap sebagai bagian dari rencana semesta atau nasib yang sudah ditentukan. Seperti istilah yang berkembang di Indonesia, banyak yang mengatakan "kalau jodoh pasti gak kemana" yang ternyata relate juga dengan ini.


Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia