Benang Merah Takdir - Filosofi di Balik Karya Sulaman dan Kerajinan DIY
Unmei no Akai Ito dari seorang gadis
Kisah lainnya menyebutkan bahwa terdapat seorang gadis yang begitu menyukai seorang anak laki-laki, gadis tersebut akhirnya memutuskan untuk menyatakan perasaannya kepada laki-laki tersebut. Namun sayangnya, anak laki-laki tersebut menolak serta mengolok-olok gadis muda tersebut. Dengan bersedih hati dan menangis, gadis itu lari ke arah air mancur kota.
Di dekat air mancur tersebut, Yue Lao sudah menunggu kedatangannya. Sambil tersenyum, Yue Lao mengatakan bahwa memang laki-laki tersebut merupakan jodohnya yang terikat benang merah takdir suatu hari nanti. Gadis yang menangis tersebut masih merasa sedih dan marah, kemudian lari untuk pulang ke rumahnya.
Seiring berjalannya waktu, gadis muda itu tumbuh menjadi wanita yang cantik dan mempesona. Kemudian dia bertemu dengan seorang pria muda yang menawan serta akrab padanya, mereka saling berbincang dan bertukar nama. Namun nampaknya sang perempuan tidak menyadari bahwa pria tersebut merupakan laki-laki di masa lalunya.
Meskipun dari beberapa cerita di atas memiliki versi berbeda-beda, namun pesan yang ingin disampaikan tetap sama. Yaitu kita semua memiliki benang merah takdir yang sudah dituliskan dan waktunya akan tiba, bagaimana dengan teman-teman? Apakah tertarik untuk mengetahui siapa takdir kalian? Atau menunggu saat waktunya tiba sambil mematangkan diri? Simak dan kunjungi terus situs kami dan dapatkan update artikel terbaru tentang kebudayaan Jepang tiap harinya.
Pengaruh Teori Benang Merah
Banyak orang yang berpegang teguh pada keyakinan bahwa mereka akan menemukan cinta sejati melalui takdir yang diatur oleh benang merah. Ini memberi mereka harapan dan keyakinan bahwa di suatu tempat di dunia ini, ada seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidup mereka.
Namun, tidak semua orang mempercayai teori benang merah. Beberapa orang menganggapnya sebagai sebuah mitos belaka dan merasa bahwa mencari cinta sejati lebih merupakan hasil dari upaya dan keputusan pribadi.
Mereka berpikir bahwa mencari cinta sejati tidak boleh hanya bergantung pada takdir yang diatur oleh benang merah, tetapi juga melibatkan usaha dan komitmen untuk membangun hubungan yang baik.
Jadi, Kamu Percaya atau Tidak?
Kepercayaan pada teori benang merah merupakan hal yang sangat individual dan tergantung pada keyakinan masing-masing individu.
Dalam ranah spiritual atau metafisik konsep benang merah hanyalah bagian dari kepercayaan dan nilai-nilai budaya tertentu.
Bagi beberapa orang, kepercayaan ini dapat memberikan rasa kedamaian, harapan, atau hiburan dalam menghadapi dalam hubungan romantis atau kehidupan secara umum.
Namun, bagi yang lain, kepercayaan semacam itu mungkin tidak sesuai dengan pandangan mereka atau karena tidak memiliki dasar yang cukup kuat untuk diyakini.
Meski ceritanya seperti dongeng dan mitos yang “mengada-ngada”, namun ini adalah kepercayaan banyak budaya Asia. Selain menghibur, ini juga menjadi sarana untuk menjaga tradisi lama tetap hidup.
Suka dengan pembahasan teori benang merah? Yuk, diskusi lebih dalam bersama teman-teman di Girls Beyond Circle!
Cerita lain Unmei no Akai Ito
Sebuah versi lain dari cerita yang sama menceritakan bahwa seorang pemuda ambisius bertanya kepada Yue Lao, bahwa siapa yang akan menjadi jodohnya suatu hari nanti. Sang pemuda begitu ingin menikahi wanita cantik dan kaya raya, Yue Lao kemudian menujuk seorang gadis kecil yang terlihat tidak begitu mampu untuk mendapatkan makanan serta berpakaian lusuh.
Kemudian pemuda tersebut bertanya kepada istrinya mengapa dan perempuan tersebut mulai menangis tersedu, dia mengatakan berasal dari sebuah keluarga yang berkecukupan kemudian orang tuanya meninggal. Sehingga pada suatu hari, sang perempuan diasuh oleh seorang wanita tua yang buta. Namun pada suatu hari, seorang orang tiba-tiba datang untuk menusuk mereka di jalan.
Wanita tua tersebut pun meninggal dunia bersama orang yang akan membunuhnya di jalanan pasar tersebut, sang gadis tersebut baik-baik saja namun dia mendapatkan bekas luka yang cukup besar pada dahinya. Saat mendengarkan cerita tersebut, sang pemuda tersadar bahwa perkataan Yue Lao benar adanya. Bahwa dia ditakdirkan untuk bersama dengan gadis kecil saat itu.
Dengan menangis dan merasa bersalah, pemuda tersebut mengakui kesalahannya kepada sang perempuan. Bahwa dialah yang meminta pelayan tersebut untuk membunuh wanita tua dengan gadis muda tersebut, alasannya karena sang pemuda ingin menikahi perempuan kaya serta memiliki paras yang cantik.
Di luar prasangka dan harapan kami
Legenda benang merah berisi kisah yang penuh dengan simbolisme tentang hubungan, cinta dan takdir, tetapi juga memberi tahu kita tentang cara di mana, sebagai manusia, kita mengalami fenomena dan kita menerimanya sebagai bagian dari hidup kita.
Secara khusus, ini memberitahu kita tentang cara ikatan afektif dan cinta dipandu oleh logika mereka sendiri. itu tidak ada hubungannya dengan harapan kita, tidak dengan apa yang tampaknya lebih masuk akal, atau dengan apa yang awalnya kita sukai sebelum mengenal orang itu atau dengan jenis cinta yang ingin kita berikan atau terima. Sekalipun kita percaya bahwa kita tidak pantas mendapatkan hubungan tertentu, cinta menggerakkan utasnya.
Jika Anda percaya pada takdir, ini seharusnya bukan keyakinan yang membuat kita berpikir bahwa masa depan kita akan menjadi stereotip yang lengkap, sesuatu yang benar-benar dapat diprediksi. Jiwa kembar begitu kekuatan yang menyatukan mereka melebihi semua elemen kehidupan yang, dalam kondisi normal, akan menunjukkan bahwa hubungan ini sama sekali tidak mungkin. Kalau tidak, konsep itu tidak ada artinya.
- Artikel terkait: "Ke-14 jenis pasangan: bagaimana hubungan Anda?"
Unmei no akai ito
Benang merah takdir, begitulah kiranya terjemahan sederhana dari unmei no akai ito. Hal ini kerap kali dikaitkan dengan sebuah pernikahan atau pertemuan dua pasangan yang sudah ditakdirkan, sebuah kepercayaan orang Jepang yang berasal dari mitologi Tiongkok. Secara umum, hal ini dianggap sebagai benang merah tidak kasat mata yang mengikat di jari masing-masing pasangan.
Sedangkan dalam budaya Jepang dipercaya bahwa setiap manusia memiliki benang merah terikat pada ibu jari mereka untuk laki-laki dan kelingking bagi perempuan, warna merah memiliki makna mendalam dalam kebudayaan Tiongkok. Hal ini bisa terlihat jika teman-teman melihat atau menghadiri pernikahan disana, seperti semua prosesi melibatkan warna merah secara keseluruhan.
Warna merah merupakan lambang keberuntungan yang dipercaya oleh Tiongkok dan Jepang, dua orang yang dihubungkan oleh benang merah merupakan sepasang kekasih yang ditakdirkan bersama terlepas dari waktu, keadaan, dan tempat. Benang ini dipercaya bisa merenggang atau kusut namun tidak pernah putus, sebuah kepercayaan yang mirip dengan budaya barat mengenai belahan jiwa.
Tags: benang