Benang Merah Takdir - Filosofi di Balik Karya Sulaman dan Kerajinan DIY
Cerita lain Unmei no Akai Ito
Sebuah versi lain dari cerita yang sama menceritakan bahwa seorang pemuda ambisius bertanya kepada Yue Lao, bahwa siapa yang akan menjadi jodohnya suatu hari nanti. Sang pemuda begitu ingin menikahi wanita cantik dan kaya raya, Yue Lao kemudian menujuk seorang gadis kecil yang terlihat tidak begitu mampu untuk mendapatkan makanan serta berpakaian lusuh.
Kemudian pemuda tersebut bertanya kepada istrinya mengapa dan perempuan tersebut mulai menangis tersedu, dia mengatakan berasal dari sebuah keluarga yang berkecukupan kemudian orang tuanya meninggal. Sehingga pada suatu hari, sang perempuan diasuh oleh seorang wanita tua yang buta. Namun pada suatu hari, seorang orang tiba-tiba datang untuk menusuk mereka di jalan.
Wanita tua tersebut pun meninggal dunia bersama orang yang akan membunuhnya di jalanan pasar tersebut, sang gadis tersebut baik-baik saja namun dia mendapatkan bekas luka yang cukup besar pada dahinya. Saat mendengarkan cerita tersebut, sang pemuda tersadar bahwa perkataan Yue Lao benar adanya. Bahwa dia ditakdirkan untuk bersama dengan gadis kecil saat itu.
Dengan menangis dan merasa bersalah, pemuda tersebut mengakui kesalahannya kepada sang perempuan. Bahwa dialah yang meminta pelayan tersebut untuk membunuh wanita tua dengan gadis muda tersebut, alasannya karena sang pemuda ingin menikahi perempuan kaya serta memiliki paras yang cantik.

Pengaruh Teori Benang Merah
Banyak orang yang berpegang teguh pada keyakinan bahwa mereka akan menemukan cinta sejati melalui takdir yang diatur oleh benang merah. Ini memberi mereka harapan dan keyakinan bahwa di suatu tempat di dunia ini, ada seseorang yang ditakdirkan untuk menjadi pasangan hidup mereka.
Namun, tidak semua orang mempercayai teori benang merah. Beberapa orang menganggapnya sebagai sebuah mitos belaka dan merasa bahwa mencari cinta sejati lebih merupakan hasil dari upaya dan keputusan pribadi.
Mereka berpikir bahwa mencari cinta sejati tidak boleh hanya bergantung pada takdir yang diatur oleh benang merah, tetapi juga melibatkan usaha dan komitmen untuk membangun hubungan yang baik.
Jadi, Kamu Percaya atau Tidak?
Kepercayaan pada teori benang merah merupakan hal yang sangat individual dan tergantung pada keyakinan masing-masing individu.
Dalam ranah spiritual atau metafisik konsep benang merah hanyalah bagian dari kepercayaan dan nilai-nilai budaya tertentu.
Bagi beberapa orang, kepercayaan ini dapat memberikan rasa kedamaian, harapan, atau hiburan dalam menghadapi dalam hubungan romantis atau kehidupan secara umum.
Namun, bagi yang lain, kepercayaan semacam itu mungkin tidak sesuai dengan pandangan mereka atau karena tidak memiliki dasar yang cukup kuat untuk diyakini.
Meski ceritanya seperti dongeng dan mitos yang “mengada-ngada”, namun ini adalah kepercayaan banyak budaya Asia. Selain menghibur, ini juga menjadi sarana untuk menjaga tradisi lama tetap hidup.
Suka dengan pembahasan teori benang merah? Yuk, diskusi lebih dalam bersama teman-teman di Girls Beyond Circle!

Tags: benang