Memahami Penggunaan Benang Nilon dalam Kerajinan Layangan
Festival Layangan
Dalam perlombaan layangan, beberapa kriteria penilaian harus dapat dipenuhi oleh peserta lomba jika ingin menjuarai sebuah event. Mulai dari kategori kombinasi warna, motif, kerapian, kestabilan mengudara, dan kreativitas peserta.
Pemuda Desa Sangau dan seluruh panitia penyelenggara dari berbagai daerah perlu diapresiasi upayanya dalam merawat dan menjaga permainan tradisional. Layang-layang menjadi salah satunya. Tentu saja, ini menjadi ajang nostalgia bagi pecinta layang-layang di masa kecil. Kini, mainan tersebut dapat Kawan wariskan kepada anak dan cucu kelak. komitmen dan kepedulian kitalah yang akan menjadi 'nafas panjang' bagi permainan tradisional nusantara.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News
1.Senar Monofilament
Sesuai dengan namanya saja tentu kita sudah tahu arti dari monofilament ini.Mono berarti tunggal, sedangkan filament berarti serabut. Dengan kata lain senar monofilament adalah senar yang memiliki serabut tunggal yang hanya terdiri dari satu serat tunggal saja.
Dalam sejarahnya senar ini mulai sedikit dikenalkan pada tahun 1938, dimana pada waktu itu sebuah perusahaan yang bernama DuPont mengumumkan sebuah penemuan tentang bahan nylon berupa superpolymer sintetik baru yang dapat dibuat menjadi serat tekstil kuat dan lebih elastis.
Baru kemudian pada tahun berikutnya DuPont mulai memproduksi senar monofilament nylon ini secara komersil.
Pada musim pertamanya dikenalkan secara komersil senar ini bisa dikatakan sangatlah berbeda dibandingkan dengan senar mono saat ini.
Kemudian Senar ini menjadi pilihan baru bagi para nelayan dan para pemancing saat itu karena kualitas jauh lebih baik dari yang pertama di pasarkan sehingga masih bertahan dipasaran hingga saat ini.
Adapun bahan dasar dari nylon ini adalah biji nylon (nylon chips). Senar ini dibagi lagi menjadi 3 jenis diantaranya adalah :
Cara Memainkan Layangan
Layangan yang prima menjadi faktor utama keberhasilan menerbangkan layangan. Sebelum menerbangkan layangan, pastikan layangan dalam kondisi baik, tidak sobek, juga tidak basah. Kemudian perhatikan detail lainnya, apakah tali atau benang dan kayu layangan sudah terikat dengan baik atau belum, karena jika tidak terikat baik, layangan dapat mudah lepas saat dimainkan.
Bantu anak terbangkan layangan. Ketika anak akan menerbangkan layangan, ia perlu seseorang yang menolongnya. Ini bisa orangtua, keluarga, atau temannya. Ia membutuhkan seorang yang dapat membantunya untuk memegang sambil meluncurkan layang-layang, dan anak yang menerbangkan layang-layang atau biasa disebut ‘penerbang’.
Si peluncur dengan layang-layang yang dipegangnya, harus berdiri berhadapan dengan arah angin, serta memberikan jarak sekitar 20 meter. Jika angin di belakang layang-layang, itu akan membuat layangan jatuh dan tidak bisa diterbangkan.
Lagi-lagi arah mata angin harus diperhatikan. Jika ingin mengakhiri permainan, berikan arahan kepada anak untuk terus meregangkan tali, dan hati-hati memantau ujungnya. Jika talinya terlepas, maka layangan bisa terjatuh dan hilang terbawa angin. Untuk menurunkan layangan, ajari anak untuk menarik tali atau melilitkan tali di gulungannya.Permainan yang melibatkan aktivitas fisik dapat membantu proses perkembangan dan memberikan berbagai manfaat.
Fungsi Permainan Layang-layang
Layang-layang biasanya memiliki bentuk belah ketupat. Sumber: Pixabay.comSelain berfungsi untuk menghibur, permainan layang-layang juga memiliki sejumlah fungsi di dalamnya, di antaranya:
Layang-layang memiliki fungsi ritual karena mainan tradisional ini dimainkan pada ritual tertentu. Contohnya, masyarakat Bali mempercayai layang-layang digunakan sebagai pelindung singgasana para dewa. Dewa layang-layang di Bali adalah Rare Angon.
Tak hanya masyarakat bali, masyarakat Sumatera Barat hingga saat ini memiliki kepercayaan pada layang-layang bertuah yang dapat memikat anak gadis yang bernama layang-layang hias dangung-dangung.
Di samping itu, masyarakat di Pulau Jawa juga menggunakan layang-layang mengusir serangga dan burung liar di ladang sawah.
2. Fungsi sebagai Alat Bantu MemancingLayang-layang biasanya digunakan juga sebagai alat bantu memancing. Layang-layang ini terbuat dari anyaman daun sejenis anggrek tertentu, dan dihubungkan dengan mata kail yang dilakukan oleh masyarakat Jawa Barat, Lampung, dan beberapa tempat di Indonesia.
Di Pangandaran dan beberapa tempat lain, layang-layang dipasangi jerat untuk menangkap kalong atau kelelawar.
Tags: benang yang nilon