Menyulam Kreatif - Rahasia Benang Rajut Besar untuk Karya Rajutan DIY yang Mengagumkan
Benang Rajut Katun Bali
Sama seperti benang polyester, katun bali memiliki 2 jenis benang dengan ukuran yang berbeda. Saat awal belajar merajut, aku pernah memakai benang dengan ukuran kecil dengan hakpen 2,00 mm. Teksturnya tidak terlalu kaku seperti polyester tapi tidak selembut milk cotton. Kamu bisa mencoba ukuran yang lebih besar dengan hakpen 3,5 mm untuk permulaan.
Benang katun bali sering tertukar dengan soft cotton. Keduanya berbeda. Benang rajut katun bali bisa dipakai oleh pemula karena tidak mudah terurai. Sedangkan soft cotton sedikit sulit untuk pemula. Soft cotton tersusun dari banyak helai benang dan mudah terurai.
Kamu bisa membuat tas dengan benang ini. Harga untuk ukuran kecil Rp10.500 dan ukuran besar lebih mahal yaitu sekitar Rp15.000. Satu gulung ukuran kecil bisa dibuat 1 tas kecil. Ukuran yang lebih besar memiliki warna lebih konsisten dibandingkan ukuran yang kecil.
Jarum Rajut / Crochet Hook / Hakpen
Jarum rajut berkait ini juga populer dengan nama hakpen, ada juga yang menyebut hakken yang bahasa Inggrisnya adalah crochet hook. Anyway busway, jarum rajut atau crochet hook memiliki ujung berkait yang panjang jarum keseluruhannya berkisar antara 13-15 cm. Jarum rajut ini memiliki ukuran yang bermacam-macam, sesuai dengan besar penampang benang yang digunakan untuk menghasilkan kreasi rajutan. Ukuran paling kecil yang pernah saya temui adalah 0,6 mm, sedangkan paling besar adalah 10mm. Ukuran tersebut dihitung berdasarkan lebar pengaitnya (lihat gambar). Untuk menghasilkan rajutan yang rapat, biasanya saya menggunakan ukuran jarum yang lebih kecil dari standar benangnya. Sebaliknya untuk menghasilkan rajutan yang renggang, saya gunakan jarum yang lebih besar daripada standar benang.
Jarum rajut yang beredar di pasaran biasanya terbuat dari bahan besi, stainless steel, aluminium dan bambu. Jenisnya ada dua, yaitu single pointed dan double pointed. Single pointed memiliki satu kait per jarum, sedangkan double pointed memiliki dua kait dengan ukuran yang berbeda pada tiap ujungnya.
Jarum rajut crochet yang kecil (lace) dengan ukuran di bawah 2 mm umumnya menggunakan bahan stainless steel atau besi yang kuat. Sedangkan yang lebih besar dari 2 mm menggunakan bahan aluminium karena lebih ringan jika untuk jarum besar.
Crochet hook tidak dibuat secara khusus untuk digunakan dengan tangan kanan atau tangan kiri. Cara memegangnya pun terserah kepada pemakainya, sesuai selera masing-masing. Namun demikian secara umum orang memegang hakpen dengan salah satu cara berikut:
- Gaya pensil. Memegang jarum seperti memegang pensil.
- Gaya pisau. Memegang jarum seperti menggenggam pisau untuk mengiris.
Jarum/Alat Rajut Lainnya
Selain jarum-jarum yang disebutkan di atas, ada juga tipe jarum yang menggunakan teknik berbeda seperti jarum Tunisian. Jarum Tunisian atau Tunisian hook ini lebih panjang dari hook biasa, bahkan yang panjang sekali menggunakan tali sebagai ‘perpanjangan’ dari jarumnya seperti Jarum Rajut Tunisian Bambu Panjang. Bahannya kebanyakan terbuat dari aluminium atau bambu. Teknik merajutnya pun sedikit berbeda dengan crochet hook biasa.
Dari kreativitas penekun rajutan akhirnya juga memunculkan beberapa model jarum/alat rajut baru seperti misalnya Knook (singkatan dari Knitting with hook), yang merupakan perpaduan dari knitting dan crochet. Ada juga CroKnit (yang ini Maya Crafts belum punya) berupa double pointed hook yang pada dua ujungya terdapat kait dengan ukuran yang sama.
Selain menggunakan jarum (plus skill), merajut bisa juga tanpa jarum dan tanpa skill! Yaitu dengan menggunakan knitting loom. Knitting loom ini belum begitu populer di Indonesia. Knitting loom ini biasanya berbentuk kotak persegi panjang atau lingkaran yang pada kotak atau lingkaran ini ada pasak-pasak (peg) untuk “mencantolkan” (apa ya bahasa Indonesianya?) benang. Sedemikian rupa hingga menjadi rajutan. Dari knitting loom ini pun bisa untuk membuat macam-macam produk seperti topi, syal, kaos kaki, selimut, sarung tangan dkk.
UPDATE 20-09-2017 (dari FB Page Maya Crafts)
Rajuter penting untuk memahami masalah ini.
Tahukah Anda bahwa crochet hook dan jarum knitting yang beredar di pasaran memiliki standar ukuran yang berbeda-beda? Paling tidak ada tiga standar ukuran yang banyak ditemui di Indonesia, yaitu metric (mm), Jepang, dan US (Amerika Serikat).
Hakken merk Rose yang banyak beredar di Indonesia itu menggunakan ukuran Jepang, 3/0, 4/0, 5/0 dst. Demikian juga merk seperti Hamanaka, Clover (versi jepang), Tulip dll. Sedangkan hook buatan China kebanyakan menggunakan ukuran metric (milimeter).
Jadi, ukuran 4/0 ≠ 4.0 mm (lihat tabel), tapi 4/0 = 2.50 mm dst. Jadi, penting untuk memperhatikan standar ukuran ini ketika ingin membeli atau menggunakan sebuah hook.
Benang Rajut Milk Cotton
Benang katun jenis ini memiliki tekstur lembut dan hangat. Sangat cocok buat kamu yang suka buat barang-barang wearable. Benang ini bisa dicuci dan memiliki warna konsisten. Tidak hanya itu, pilihan warnanya juga banyak. Kamu bisa menggabungkan warnanya untuk membuat proyek rajutan lebih cantik.
Milk cotton terbuat dari 20% serat susu dan 80% katun. Artinya benang ini dibuat dari serat alami. Benang ini memiliki ukurannya yang besar yaitu 5 ply (1 ply = 1 helai benang) dapat diandalkan saat kamu ingin menyelesaikan rajutan dalam waktu singkat. Harga katun susu ini kurang dari Rp10.000. Kamu tinggal menyiapkan hakpen ukuran 3,5 mm dan merajut rajutan impianmu.
Tags: benang