... 6 Pola Rajutan Benang Besar yang Mudah untuk Pemula - Panduan DIY

Menyulam Kreatif - Rahasia Benang Rajut Besar untuk Karya Rajutan DIY yang Mengagumkan

Memilih Benang Rajut yang Sesuai Kebutuhan

Memilih benang rajut yang sesuai dengan kebutuhan Anda adalah langkah penting untuk mendapatkan hasil yang memuaskan dalam karya rajutan Anda.

Oleh karena itu, pertimbangkan beberapa faktor saat memilih benang.

1. Jenis Benang: Pilih jenis benang yang cocok untuk karya Anda. Misalnya, katun cocok untuk pakaian, sedangkan benang wol lebih baik untuk barang-barang hangat.

2. Warna: Pertimbangkan warna yang sesuai dengan desain atau tujuan akhir karya.

3. Ketebalan: Benang datar cocok untuk karya dengan tekstur halus, sementara benang tebal cocok untuk karya dengan tekstur lebih tebal.

4. Bahan: Perhatikan bahan alergi dan preferensi pribadi.

5. Kualitas: Investasikan dalam benang berkualitas untuk hasil rajutan yang lebih tahan lama.

Ketika Anda memperhitungkan faktor-faktor tersebut, Anda dapat memilih benang rajut yang sesuai untuk karya Anda dengan lebih baik.

Jarum Knit / Knitting Needle / Breien

Jenis yang kedua adalah jarum rajut untuk knitting, bahasa Inggrisnya adalah knitting needle. Jarum knit ini populer juga dengan sebutan “breien”. Breien ini memiliki ujung yang runcing, tapi tidak seruncing jarum untuk menjahit. Bisa dikatakan runcing tapi tumpul. Jarum breien ini umumnya lebih panjang daripada hakpen, pun ukurannya sangat bervariatif, mulai 1,25 mm hingga 20 mm. Bahan jarum knit ini yang umum adalah besi, aluminium, bambu dan plastik. Berbeda dengan hakpen, satu ukuran breien ini terdiri dari dua buah jarum (atau lebih) yang digunakan secara bersamaan, dipegang oleh tangan kanan dan kiri (Anda bisa juga merajut pakai kaki, kalau bisa :D). Sedangkan pada crochet, satu tangan memegang jarum, tangan satunya memegang benang.

Tipe jarum knit ini terbagi menjadi tiga, yaitu, single pointed (satu ujung runcing), double pointed (dua ujung runcing) dan circular (melingkar). Pada jarum knit single pointed, satu ujungnya runcing, sedangkan ujung lainnya berbentuk bulat besar (atau bentuk lainnya) yang lebih besar daripada diameter jarum untuk mencegah benang selip/tergelincir.

Jarum knit double pointed adalah yang tertua, di mana tiap ujungnya runcing. Tipe yang terakhir adalah yang paling baru, circular needle. Tipe circular ini hampir sama dengan double pointed, hanya saja kedua jarum dihubungkan dengan sebuah bahan lentur seperti benang atau yang paling umum adalah seperti selang air.

Masing-masing tipe jarum knit yang tersebut di atas memiliki kegunaan dan kelebihan masing-masing tergantung pada kreasi rajutan yang sedang dihasilkan.

Fun fact: Jarum knit terbesar di dunia memiliki diameter 6,5 cm dengan panjang 3,5 m! Dibuat oleh Julia Hopson berkebangsaan Inggris.

Benang Rajut Semprot Wol

Ini benang pertama yang aku gunakan saat belajar merajut. Masih dengan pengetahuan terbatas akhirnya memilih benang ini. Benang dengan warna yang berbeda dengan lainnya. Warnanya dicampur dengan warna lain. Dari fotonya terlihat sangat menarik.

Benang rajut semprot wol berdiameter 1,5 mm. Merajutnya menggunakan hakpen 3 mm. Terdiri dari 75% katun dan 25% elastene. Sebelumnya kamu sudah tahu kalau katun adalah serat alami. Nah, elastene ini bukan serat alami. Eleastene ini terbuat dari minyak bumi. Artinya benang ini mengandung serat yang tidak ramah lingkungan. Perlu kesadaran lebih untuk tidak menggunakannya berlebihan.

Dulu aku menggunakannya untuk merajut taplak meja. Sebenarnya benang ini cocok untuk barang-barang wearable. Aku tidak tahu soal itu. Tapi taplak meja dari benang ini terlihat bagus. Kamu dapat membelinya dengan harga sekitar Rp22.000.

Masih banyak benang rajut selain 6 benang rajut di atas. Ini hanya 6 rekomendasi benang rajut yang pernah dicoba dan diulas berdasarkan pengalaman sendiri. Daripada bingung memilihnya, kamu bisa menggunakan hasil eksplorasiku sesuai proyek rajutan yang ingin dibuat dan isi kantongmu.

8 Teknik Dasar Merajut yang Harus Pemula Pelajari

Pemula pelajari 8 teknik dasar merajut ini. Dari cara memegang benang rajut dan hakpen hingga teknik lainnya. Berkarya jadi mudah dan ringan. Baca lebih lanjut di sini.

Ingin Mulai Belajar Merajut? Ini Alat dan Bahan Rajut Lengkap untuk Pemula

Lagi nyari hobi baru yang bisa membuat kepala berisik jadi diam tetapi gak membosankan? Merajut jawabannya. Kalau teman-teman mau mulai merajut, dibutuhkan alat dan bahan lengkap yang akan dibahas di sini.

Benang Rajut Milk Cotton

Benang katun jenis ini memiliki tekstur lembut dan hangat. Sangat cocok buat kamu yang suka buat barang-barang wearable. Benang ini bisa dicuci dan memiliki warna konsisten. Tidak hanya itu, pilihan warnanya juga banyak. Kamu bisa menggabungkan warnanya untuk membuat proyek rajutan lebih cantik.

Milk cotton terbuat dari 20% serat susu dan 80% katun. Artinya benang ini dibuat dari serat alami. Benang ini memiliki ukurannya yang besar yaitu 5 ply (1 ply = 1 helai benang) dapat diandalkan saat kamu ingin menyelesaikan rajutan dalam waktu singkat. Harga katun susu ini kurang dari Rp10.000. Kamu tinggal menyiapkan hakpen ukuran 3,5 mm dan merajut rajutan impianmu.

Jarum Rajut / Crochet Hook / Hakpen

Jarum rajut berkait ini juga populer dengan nama hakpen, ada juga yang menyebut hakken yang bahasa Inggrisnya adalah crochet hook. Anyway busway, jarum rajut atau crochet hook memiliki ujung berkait yang panjang jarum keseluruhannya berkisar antara 13-15 cm. Jarum rajut ini memiliki ukuran yang bermacam-macam, sesuai dengan besar penampang benang yang digunakan untuk menghasilkan kreasi rajutan. Ukuran paling kecil yang pernah saya temui adalah 0,6 mm, sedangkan paling besar adalah 10mm. Ukuran tersebut dihitung berdasarkan lebar pengaitnya (lihat gambar). Untuk menghasilkan rajutan yang rapat, biasanya saya menggunakan ukuran jarum yang lebih kecil dari standar benangnya. Sebaliknya untuk menghasilkan rajutan yang renggang, saya gunakan jarum yang lebih besar daripada standar benang.

Jarum rajut yang beredar di pasaran biasanya terbuat dari bahan besi, stainless steel, aluminium dan bambu. Jenisnya ada dua, yaitu single pointed dan double pointed. Single pointed memiliki satu kait per jarum, sedangkan double pointed memiliki dua kait dengan ukuran yang berbeda pada tiap ujungnya.

Jarum rajut crochet yang kecil (lace) dengan ukuran di bawah 2 mm umumnya menggunakan bahan stainless steel atau besi yang kuat. Sedangkan yang lebih besar dari 2 mm menggunakan bahan aluminium karena lebih ringan jika untuk jarum besar.

Crochet hook tidak dibuat secara khusus untuk digunakan dengan tangan kanan atau tangan kiri. Cara memegangnya pun terserah kepada pemakainya, sesuai selera masing-masing. Namun demikian secara umum orang memegang hakpen dengan salah satu cara berikut:

  1. Gaya pensil. Memegang jarum seperti memegang pensil.
  2. Gaya pisau. Memegang jarum seperti menggenggam pisau untuk mengiris.

Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia