... 6 Pola Rajutan Benang Besar yang Mudah untuk Pemula - Panduan DIY

Menyulam Kreatif - Rahasia Benang Rajut Besar untuk Karya Rajutan DIY yang Mengagumkan

Rekomendasi 6 Benang Rajut untuk Proyek Rajutanmu

Sebelum adanya internet, di kota kecil ini hanya ada 1 jenis benang rajut. Benang itu adalah benang wol dengan ukuran kecil. Wanita di kotaku mengisi waktu mereka dengan merajut termasuk mamaku sendiri. Waktu masih kecil, aku melihat mama merajut taplak meja dengan benang kecil itu. Mama bisa menyelesaikan 1 taplak meja dalam waktu 3 bulan.

Sekarang tidak perlu waktu selama itu untuk menyelesaikan 1 taplak meja. Pengalamanku merajut selama 3 tahun lebih ini, taplak meja bisa selesai dalam waktu paling lama 1 minggu. Tentunya dengan benang berukuran besar. Karena sekarang banyak jenis benang yang bisa dipilih sesuai proyek rajutan dengan harga terjangkau.

Benang rajut bisa didapatkan dengan mudah melalui marketplace. Kamu bisa berekplorasi sendiri untuk menentukan benang kesukaanmu. Namun butuh modal waktu dan biaya. Belum lagi kemungkinan salah selalu ada. Tidak jarang salah pilih benang. Kamu mau buat tas yang tegak dan kaku tapi beli benang yang lembut. Bisa-bisa tasmu tidak jadi dan benangnya terbuang sia-sia.

Kamu tidak perlu iseng coba-coba. Cukup pilih benang di bawah ini. Ini rekomendasi 6 benang rajut untuk proyek rajutanmu.

Jarum/Alat Rajut Lainnya

Selain jarum-jarum yang disebutkan di atas, ada juga tipe jarum yang menggunakan teknik berbeda seperti jarum Tunisian. Jarum Tunisian atau Tunisian hook ini lebih panjang dari hook biasa, bahkan yang panjang sekali menggunakan tali sebagai ‘perpanjangan’ dari jarumnya seperti Jarum Rajut Tunisian Bambu Panjang. Bahannya kebanyakan terbuat dari aluminium atau bambu. Teknik merajutnya pun sedikit berbeda dengan crochet hook biasa.

Dari kreativitas penekun rajutan akhirnya juga memunculkan beberapa model jarum/alat rajut baru seperti misalnya Knook (singkatan dari Knitting with hook), yang merupakan perpaduan dari knitting dan crochet. Ada juga CroKnit (yang ini Maya Crafts belum punya) berupa double pointed hook yang pada dua ujungya terdapat kait dengan ukuran yang sama.

Selain menggunakan jarum (plus skill), merajut bisa juga tanpa jarum dan tanpa skill! Yaitu dengan menggunakan knitting loom. Knitting loom ini belum begitu populer di Indonesia. Knitting loom ini biasanya berbentuk kotak persegi panjang atau lingkaran yang pada kotak atau lingkaran ini ada pasak-pasak (peg) untuk “mencantolkan” (apa ya bahasa Indonesianya?) benang. Sedemikian rupa hingga menjadi rajutan. Dari knitting loom ini pun bisa untuk membuat macam-macam produk seperti topi, syal, kaos kaki, selimut, sarung tangan dkk.

UPDATE 20-09-2017 (dari FB Page Maya Crafts)

Rajuter penting untuk memahami masalah ini.

Tahukah Anda bahwa crochet hook dan jarum knitting yang beredar di pasaran memiliki standar ukuran yang berbeda-beda? Paling tidak ada tiga standar ukuran yang banyak ditemui di Indonesia, yaitu metric (mm), Jepang, dan US (Amerika Serikat).

Hakken merk Rose yang banyak beredar di Indonesia itu menggunakan ukuran Jepang, 3/0, 4/0, 5/0 dst. Demikian juga merk seperti Hamanaka, Clover (versi jepang), Tulip dll. Sedangkan hook buatan China kebanyakan menggunakan ukuran metric (milimeter).

Jadi, ukuran 4/0 ≠ 4.0 mm (lihat tabel), tapi 4/0 = 2.50 mm dst. Jadi, penting untuk memperhatikan standar ukuran ini ketika ingin membeli atau menggunakan sebuah hook.

Jarum Rajut / Crochet Hook / Hakpen

Jarum rajut berkait ini juga populer dengan nama hakpen, ada juga yang menyebut hakken yang bahasa Inggrisnya adalah crochet hook. Anyway busway, jarum rajut atau crochet hook memiliki ujung berkait yang panjang jarum keseluruhannya berkisar antara 13-15 cm. Jarum rajut ini memiliki ukuran yang bermacam-macam, sesuai dengan besar penampang benang yang digunakan untuk menghasilkan kreasi rajutan. Ukuran paling kecil yang pernah saya temui adalah 0,6 mm, sedangkan paling besar adalah 10mm. Ukuran tersebut dihitung berdasarkan lebar pengaitnya (lihat gambar). Untuk menghasilkan rajutan yang rapat, biasanya saya menggunakan ukuran jarum yang lebih kecil dari standar benangnya. Sebaliknya untuk menghasilkan rajutan yang renggang, saya gunakan jarum yang lebih besar daripada standar benang.

Jarum rajut yang beredar di pasaran biasanya terbuat dari bahan besi, stainless steel, aluminium dan bambu. Jenisnya ada dua, yaitu single pointed dan double pointed. Single pointed memiliki satu kait per jarum, sedangkan double pointed memiliki dua kait dengan ukuran yang berbeda pada tiap ujungnya.

Jarum rajut crochet yang kecil (lace) dengan ukuran di bawah 2 mm umumnya menggunakan bahan stainless steel atau besi yang kuat. Sedangkan yang lebih besar dari 2 mm menggunakan bahan aluminium karena lebih ringan jika untuk jarum besar.

Crochet hook tidak dibuat secara khusus untuk digunakan dengan tangan kanan atau tangan kiri. Cara memegangnya pun terserah kepada pemakainya, sesuai selera masing-masing. Namun demikian secara umum orang memegang hakpen dengan salah satu cara berikut:

  1. Gaya pensil. Memegang jarum seperti memegang pensil.
  2. Gaya pisau. Memegang jarum seperti menggenggam pisau untuk mengiris.

Tags: benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia