Memilih Benang Rajut yang Tepat untuk Membuat Tas Cantik Anda
25. Tas rajut pom-pom
Selain fringe, ornamen pom-pom juga sedang naik daun sejak tahun lalu. Dari anting, hingga sepatu, ornamen pom-pom selalu berhasil memberikan kesan ceria dengan berbagai warna yang dihadirkan.
Pom-pom memang sudah memiliki trademark selalu dihadirkan dengan warna yang cerah. Tas rajut pom-pom juga hadir untuk memberikan pilihan baru untuk para perempuan feminin. Seperti salah satunya adalah tas rajut satu ini, memiliki model bucket yang dijinjing, kehadiran pom-pom menambah kesan seru pada tampilan tas. Mau coba?
Dari 25 pilihan di atas menurutmu, tas rajut mana yang paling stylish?
Teknik-teknik Dasar dalam Merajut
Tak hanya sekedar membuat pola di dalam suatu kain, merajut memiliki teknik dasar yang penting untuk dipahami. Adapun teknik-teknik dasar dalam merajut yaitu:
1. Teknik Rantai Dasar (Chain Stitch)
Chain stitch adalah teknik mendasar dalam merajut. Seperti namanya, teknik ini mengharuskan kamu untuk membuat serangkaian rantai menggunakan jarum dan benang rajut.
Teknik ini biasanya digunakan untuk membentuk dasar untuk rajutan selanjutnya. Tak heran mengapa penguasaan dari teknik rantai sangat penting untuk mempermudah proses merajut.
2. Teknik Rajut Polos (Single Crochet)
Teknik rajut polos, juga dikenal sebagai single crochet, adalah teknik rajutan yang sederhana tetapi sering digunakan dalam berbagai proyek rajutan.
Dengan teknik ini, Anda akan menghasilkan rajutan padat dan kokoh. Teknik rajutan polos juga sering digunakan untuk membuat sisi tas dan bagian penutup (flap) pada tas rajut.
3. Teknik Rajutan Ganda (Double Crochet)
Teknik rajutan ganda, atau double crochet, merupakan teknik yang digunakan sebagai cara merajut untuk menghasilkan rajutan lebih tinggi dari teknik rajutan polos.
Rajutan ganda umumnya lebih longgar daripada rajutan polos dan digunakan untuk menciptakan tekstur yang berbeda pada tas rajutan.
Teknik rajutan ganda cocok untuk membuat pola rajutan yang lebih terbuka dan lapang.
Teknik penambahan dan pengurangan sangat penting untuk membentuk bentuk tas yang diinginkan. Hal itu dikarenakan, teknik penambahan ini digunakan untuk menambah jumlah rajutan dalam satu baris, sedangkan teknik pengurangan digunakan untuk mengurangi jumlah rajutan.
Dengan menguasai teknik ini, kamu bisa menciptakan bentuk tas yang berbeda, seperti tas kerucut atau tas berbentuk lingkaran.
20. Tas rajut mutiara
Seperti pada salah satu poin di atas, beberapa tas rajut Jogja ada yang dihadirkan dengan dekorasi mutiara yang cantik dan menawan. Mutiara memang menjadi ornamen bergaya klasik yang terus dipalikasikan di berbagai aksesori hingga busana, termasuk tas rajut.
Jika kamu menyukai gaya femini yang kental, kamu bisa tampil menarik dengan tas rajut Jogja yang satu ini. Meskipun memiliki warna hitam yang lebih tegas, tapi ornamen mutiara akan tetap memberikan kesan elegan yang cocok untuk perempuan feminin. Model ini juga tampak lebih formal dibandingkan model tas rajut Jogja lainnya.
11. Perpaduan material buat tampilan lebih trendi
Tas rajut memang memiliki kesan yang lebih feminin karena bahan rajutnya. Tapi untuk tampilan yang lebih trendi dan modern, kamu bisa mencoba model tas rajut yang menampilkan perpaduan material berbeda. Bagian rajut sendiri bisa hanya menjadi aksen, meskipun begitu tak mengurangi esensi dari model tas rajut tersebut.
Biasanya tas rajut model ini dipadukan dengan material kulit. Meskipun material kulit tampak klasik, tapi ketika dipadukan dengan aksen rajut akan memberikan kesan yang lebih modern. Pilih model tas rajut selempang supaya bisa kamu pakai sebagai pelengkap tampilan kasual di akhir pekan.
JENIS-JENIS / MACAM BENANG RAJUT yang tersedia di www.benangrajutq.com
1. Katun (kode benang : warna polos = BCLP, warna sembur BCLS / BCLS / BCSC).
Benang katun memiliki tekstur yang padat, tingkat kehalusannya rata2.
Benang jenis ini paling umum di gunakan untuk berbagai macam jenis rajutan.
seperti bros rajut, sarung bantal, taplak, tempat tissue, topi, amigurumi / boneka rajut, dll
Menggunakan Hakpen 3/4 dan jarum knitting 3 mm
2. Soft Katun / KATUN HALUS (kode benang : SC)
Benang soft ICT katun memiliki tekstur yang lebih halus daripada katun yang biasa.
Cocok untuk project2 rajutan yang lebih wearable seperti selimut, baju2 baby, cardigan, baju, rompi, dll
Menggunakan Hakpen 4/0 dan jarum knitting 3 mm.
3. Katun BIG PLY (kode benang : warna polos = KBP, warna sembur = KBS)
Katun BIG PLY memiliki tekstur padat, diameternya lbh besar 2 kali dari pada katun yang biasa.
cocok untuk project crochet tas santai, slippers/sepatu rajut, baby boots, topi, alas tempat duduk,, amigurumi / boneka rajut, dll
Bila di knitting, bisa untuk project2 seperti baju2, rompi, sweater/cardigan.
Menggunakan Hakpen 6/0 TULIP GOLD dan jarum knitting 4 mm
4. POLYESTER (kode benang: POLY) / POLYESTER SEMBUR / POLYESTER TWIS
POLYESTER merupakan benang sintetis, teksturnya padat dan kaku. Warna lbh kilap daripada katun yang biasa.
Cocok untuk project seperti Tas dan Dompet2, Topi pantai, Tatakan gelas, bros rajut (kaku).
Menggunakan Hakpen 3/4 dan jarum knitting 3 mm
POLYESTER SEMBUR - deskripsi kurang lbh sama dengan benang polyester polos. benang sintetis, teksturnya padat dan kaku. Warna lbh kilap daripada katun yang biasa.
Cocok untuk project seperti Tas dan Dompet2, Topi pantai, Tatakan gelas, bros rajut (kaku). Diameter benang agak lbh besar daripada polyester polos. Menggunakan hakpen 4/5.
Tags: benang untuk