Seni Benang Ratu Majapahit - Keindahan dalam Kerajinan Jarum dan Kerajinan Sendiri
Tata Rias Rakyat Majapahit
“Rambut wanita ini disanggul tetapi tidak menggunakan tusuk konde atau ornamen semacamnya.” (Berita Cina)
Berdasarkan riset yang dilakukan oleh drg. Bambang Samodra dan Ade Satrio Prastyanto dalam purimajapahit. Tata rias zaman kerajaan Majapahit disebut Pahyas Wilwatiktapura.
Tata rias pada zaman Majapahit ini pada bagian wajah terdiri dari Pupur Menur (bedak dari bunga melati), Halis Luncip Candra Tanggal (bentuk alis seperti bulan sabit), Tilaka (tanda di dahi) dan Sipat Pupus Padu (garis kelopak mata yang berpadu di sudut mata).
Lalu pada bagian rambut terdiri dari Wahel Salaga ning Menur (untaian bunga melati pada rambut), Tajuk Anggrek Sasangka (hiasan bunga anggrek bulan), Gelung Kekendon (gelung miring kiri untuk wanita), serta Gelung Cacandyan (gelung mengerucut di ubun-ubun menyerupai candi).
Sahabat Kelana, itulah ulasan tentang pakaian yang dikenakan raja, permaisuri dan rakyat pada era Majapahit. Keluhuran budaya Indonesia sudah sangat memperhatikan mode berpakaian bahkan sampai detail tata rias rambut dan wajah semenjak era Majapahit.
Tribhuwana Tunggadewi Lengser Keprabon
Kerajaan Majapahit sebenarnya sedang menuju kegemilangan ketika Tribhuwana Wijayatunggadewi memutuskan lengser pada 1350. Keputusan tersebut diambil seiring wafatnya sang ibunda, Gayatri.
Takhta Majapahit selanjutnya diserahkan kepada putra mahkota, Hayam Wuruk, anak Tribhuwana Tunggadewi dari pernikahannya dengan Pangeran Cakradhara atau Kertawardhana, bangsawan keturunan Singasari.
Hayam Wuruk ditabalkan sebagai raja ke-4 Majapahit dengan gelar Sri Rajasanagara (1350-1389 M). Dengan bimbingan Tribhuwana Wijayatunggadewi dan Mahapatih Gajah Mada, raja muda ini membawa Majapahit mencapai masa kejayaan, termasuk mewujudkan misi menyatukan Nusantara.
Dikutip dari Nino Oktorino dalam Hikayat Majapahit: Kebangkitan dan Keruntuhan Kerajaan Terbesar di Nusantara (2020), tidak diketahui secara pasti kapan tepatnya Tribhuwana Wijayatunggadewi meninggal dunia.
Jasad Sri Ratu Tribhuwana Wijayatunggadewi disucikan di Candi Pantarapura yang terletak di Desa Panggih, Trowulan, Mojokerto.
The Majapahit Empire was short-lived, as its power began to shortly after Hayam Wuruk’s death. At the beginning of the 15th century AD, a war of succession that lasted for four years broke out. At the same time, Islam was spreading in the region, and many kingdoms were converting to this faith. Amongst these was the rising Sultanate of Malacca, founded by the last Raja of Singapura.
A map showing the Majapahit Empire during its heyday in the 14th century AD. (Wikimedia Commons)
Remaining as Hindu-Buddhists, the Majapahit Empire was unable to compete with its Muslim neighbors, and continued to disintegrate, finally collapsing in either 1478 or the early 16th century AD.
Featured image: The northeastern corner of an Indonesian national monument. In this section the Majapahit Empire is depicted including Gajah Mada at the nearest right. Jakarta, Indonesia. (Wikimedia Commons)
Sejarah Berdirinya Kerajaan Majapahit
Dikutip dari Majapahit: Batas Kota dan Jejak Kejayaan di Luar Kota (2012) karya Inajati Adrisijanti, Raden Wijaya kemudian membuka hutan di dekat Sungai Brantas, tepatnya di daerah Mojokerto sekarang.
Terbentuklah suatu desa yang kemudian dikenal dengan nama Majapahit. Asal mula nama Majapahit berawal dari buah bernama maja. Buah yang rasanya pahit itu banyak terdapat di dalam hutan tempat Raden Wijaya dan pengikutnya berlindung untuk menyusun kekuatan kembali.
Raden Wijaya mulai bergerak, meminta dukungan dari berbagai pihak sekaligus mengumpulkan kekuatan untuk menyerang balik Jayakatwang sekaligus membalaskan dendam sang mertua, Raja Kertanegara.
Dengan dibantu jajaran pengikut setia seperti Arya Wiraraja, Nambi, Kebo (Mahisa) Anabrang, Lembu Sora, dan lainnya, Raden Wijaya mampu mengalahkan Jayakatwang berkat persekutuan dengan pasukan utusan dari Kekaisaran Mongol yang saat itu tiba di Jawa.
Usai itu, Raden Wijaya mendeklarasikan berdirinya Kerajaan Majapahit pada 1293 dengan pusat pemerintahan di Trowulan, Mojokerto. Raden Wijaya menjadi raja pertama Majapahit dengan gelar Kertarajasa Jayawardhana (1293-1309 M).
Dari sinilah kemudian Kerajaan Majapahit berkembang pesat, dengan mula-mula menguasai bekas wilayah kekuasaan Singasari.
Raden Wijaya berhasil menanamkan pondasi yang kuat untuk Kerajaan Majapahit dan nantinya merengkuh masa kejayaan pada masa pemerintahan sang cucu, Hayam Wuruk.
Sejarah Singkat Kerajaan Majapahit: Awal Berdiri dan Silsilah Raja
Sejarah singkat Kerajaan Majapahit yang pernah menjadi bagian dari sejarah besar bangsa Indonesia di Nusantara.
tirto.id - Sejarah Kerajaan Majapahit pernah menjadi bagian dari sejarah besar bangsa Indonesia di Nusantara. Pusat pemerintahan atau ibu kota kerajaan yang berdiri pada akhir abad ke-13 Masehi ini beberapa kali berpindah lokasi di Jawa Timur seiring era kepemimpinan raja-raja yang pernah berkuasa.
Pendiri Kerajaan Majapahit adalah Raden Wijaya yang merupakan menantu dari Raja Kertanegara, -penguasa terakhir Kerajaan Singasari, yang terbunuh lantaran pemberontakan Jayakatwang pada 1292. Raden Wijaya berhasil menyelamatkan diri dari insiden tersebut.
Kerajaan Majapahit mencapai puncak kejayaan pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dengan gelar Sri Rajasanagara (1350-1389) yang tidak lain adalah cucu Raden Wijaya. Kepemimpinan Hayam Wuruk amat kuat berkat dukungan dari Mahapatih Gajah Mada yang bertekad menyatukan Nusantara di bawah naungan Majapahit.
Tags: benang