... Asal Usul Benang Sutra dalam Kerajinan Jahit dan DIY: Penjelasan Lengkap

Keajaiban Benang Sutra - Asal Usulnya dan Peranannya dalam Kerajinan Tangan

Morfologi dan Ciri-Ciri Ulat Sutra

Secara morfologi, tampilan ulat sutra memang mirip seperti Ulat Sagu. Keduanya memiliki warna kulit putih, meski ukuran tubuh sutra terlihat lebih panjang dan ramping daripada saudaranya.

Permukaan kulit mereka umumnya berbulu, serta terdapat tanduk anal yang pendek pada bagian tubuh belakangnya. Ngengat sutra sendiri bisa berganti kulit (molting) saat memasuki instar baru.

Jika kita identifikasi lebih jauh, terelihat bahwa tubuh hewan tersebut terbagi ke dalam tiga bagian utama, yakni bagian kepala, bagian dada hingga bagian perut.

Di bagian kepala, mereka memiliki antena khusus dengan tiga segmen pendek. Selain itu, terdapat mulut di bagian depan wajah yang terdiri dari sepasang rahang, maksila, labrum dan labium.

Sedang di bagian perut, terdapat tiga segmen dengan sepasang spirakel dan tiga pasang kaki toraks. Perlu untuk kita ketahui, perubahan bentuk dan ukuan ulat sutra bergantung pada siklus hidupnya.

Secara morfologi, tampilan ulat sutra memang mirip seperti Ulat Sagu. Keduanya memiliki warna kulit putih, meski ukuran tubuh sutra terlihat lebih panjang dan ramping daripada saudaranya. Foto: Shutterstock.

Sejarah Kain Songket Palembang

Sejarah kain songket tidak terlepas dari legenda kerajaan Sriwijaya. Pada jaman kerajaan Sriwijaya meninggalkan sebuah warisan yaitu kain tenun yang biasa disebut songket. Kain songket merupakan kain khas dari masyarakat daerah Sumatra Selatan.

Bukti dari kain songket sudah ada sejak jaman kerajaan sriwijaya yaitu adanya arca yang menggunakan kain songket. Menurut sebagian masyarakat Sumatra, kain songket ini dipengaruhi oleh perdagangan tiongkok yang membawa benang sutra oleh pedagang India.

Ada juga benang perak untuk mempercantik. Semua benang tersebut di tenun menggunakan pola yang rumit dengan alat tenun. Menenun merupakan kegiatan turun temurun pada masyarakat sumatra selatan.

Belajar menenun secara singkat akan sangat sulit, maka dari itu masyarakat sumatra selatan mengajarkan anak anak mereka terutama kaum perempuan untuk belajar menenun sejak kecil.

Kain songket ini memiliki kualitas yang bagus dan dapat bertahan selama berpuluh puluh tahun, biasanya kain songket warisan turun temurun. Hingga saat ini kain songket masih bisa kita temukan, dikarenakan kain ini diwariskan secara turun temurun. Maka dari itu keberadaannya masih tetap dijaga dan dilestarikan.

Ulat Sutra, Hewan Imut-Imut Penghasil Benang Mewah

Ulat Sutra (Bombyx Mori L.) adalah sejenis serangga atau ngengat penghasil benang berkualitas. Umumnya, masyarakat memanfaatkan fauna ini dalam pembuatan kain sutra. Sebab bernilai ekonomis tinggi, banyak orang yang tertarik membudidayakan hewan berfamili Bombycidae tersebut.

Secara umum, teknik pembudidayaan ngengat sutra pertama kali berasal dari masyarakat Cina. Di sana, teknik ini bahkan sudah ada sejak tahun 200 SM dan terus berkembang ke hampir seluruh negara.

Di Indonesia sendiri, teknik pembudidayaan Bombyx mori L. masuk sejak abad ke-10. Sedang di Korea, India dan Jepang, manfaat dari ulat tersebut mulai pada tahun 300 SM.

Meski begitu, tahukah Anda jika fauna ini ternyata memiliki manfaat lain di luar fungsinya sebagai penghasil benang? Agar tidak salah, simak pembahasan mengenai ulat sutra di bawah ini.

Kain sutra dunia

Sutra ulat Murbei

Jenis sutra ini dianggap sebagai jenis kain sutra yang paling berkontribusi pada industri kain sutra, bahkan hingga mencapai 90% sutra dunia. Kain sutra Murbei ini sangat populer sehingga hampir menjadi sebuah sinonim untuk kata sutra itu sendiri.

Kain sutra murbei dihasilkan dari ulat sutra murbei (Bombyx moir L.). Ulat ini biasanya dikembangkan di dalam ruangan. Nama “murbei” diambil dari nama daun yang diberikan untuk makanan ulat ini, yaitu berasal dari pohon Murbei.

Sutra Tasar

Dibawahnya ada ulat jenis Antherae mylittle Cury dari India dan ulat Antheraea yamamai Querin dari Jepang yang menghasilkan benang sutra berwarna hijau.

Sutra Eri

Sutra Eri dihasilkan oleh jenis ulat spesies Samia ricin dan Philosamia ricin. Ulat ini diternak dalam pabrik penghasil minyak castrol yang memproduksi benang sutra berwarna merah bata. Benang sutra ini populer disebut dengan nama Sutra Eri.

Sutra Muga

Ulat Sutra Muga merupakan salah satu spesies dari Genus Ulat Tasar. Ulat ini mampu menghasilkan benang yang lebih baik dari jenis ulat tasar pada umumnya, benang berwarna kuning emas, sangat menarik dan kuat. Ulat jenis ini diketahui hanya terdapat di wilayah Assam, India. Makanan ulat ini adalah dedaunan dari jenis Persea Bombycina dan Litsaea Monopetala.

KAIN SUTRA


Tags: dari benang

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia