Seni dan Ketrampilan - Mengganti Benang pada Celana Jeans dengan Keahlian Jahit Anda
Cara Permak Celana Jeans
Siapkan peralatan untuk permak diantaranya pensil kapur, pendedel benang, jarum dan benang, gunting, mesin jahit. Namun jika belum punya mesin jahit, anda bisa menjahit dengan cara manual menggunakan tangan.
Selanjutnya potong lagi tepat pada garis/ yang ditandai dengan pensil kapur tadi. Untuk proses memotong ini opsional saja. Silahkan gunakan cara yang paling mudah menurut anda.
5. Langkah selanjutnya yaitu menjahit bagian bawah celana dengan teknik tusuk jelujur yang digunakan untuk sementara saja karena selanjutnya dijahit dengan mesin jahit dan benang jeans.
Demikianlah artikel yang mengulas tentang Permak Celana Jeans dengan Cara Potong Sambung. Silahkan mencoba. Happy sewing dan Terima kasih.
Rumus Menghitung Kebutuhan Konsumsi Benang
Untuk menentukan konsumsi benang ada rumus standar. Dalam rumus tersebut kamu akan mendapatkan faktor pengali sesuai dengan jenis mesin dan kelas jahitan. Untuk menentukan konsumsi benang, Kamu hanya perlu mengalikan panjang jahitan dengan faktor tersebut. Dengan demikian, seseorang dapat memperkirakan total kebutuhan benang untuk membuat pakaian.
Berikut adalah 2 metode perhitungan konsumsi benang yang dipakai oleh suplier benang, Coats!
Metode Pertama
Metode pertama adalah dengan mengukur jumlah aktual benang yang dikonsumsi dalam panjang tertentu pada sebuah jahitan. Menghitung kebutuhan benang yang dipakai dengan metoda penirasan benang pada panjang tertentu, seam dan stitch yang ditentukan (s) kemudian dikalikan dengan panjang jahitan (p) kemudian tambahkan dengan allowance sebesar 15%
Total Konsumsi Benang = s (cm) x p (cm) + 15% Allowance
Metode Kedua
Metode yang kedua adalah dengan menggunakan rasio konsumsi kebutuhan benang yang dikalikan dengan panjang jahitan yang dipakai.
Total Konsumsi Benang (cm)= (Panjang Jahitan (cm) x Rasio) x % benang
Kamu bisa lihat rasio kebutuhan benang dengan metode Coats melalui tabel berikut:
| Kelas Stitch | Jenis Mesin | Total Pemakaian Benang (cm) | % Benang Jarum | % Benang Looper atau Benang bawah |
|---|---|---|---|---|
| 301 | Lockstich | 2,5 | 50% | 50% |
| 101 | Chainstitch | 4,0 | 100% | – |
| 401 | 2 Thread Chainstitch | 5,5 | 25% | 75% |
| 304 | Zig-Zag Lockstitch | 7,0 | 50% | 50% |
| 503 | 2 Thread Overlock | 12,0 | 55% | 45% |
| 504 | 3 Thread Overlock | 14,0 | 20% | 80% |
| 512 | 4 Thread Safety stitch | 18,0 | 25% | 75% |
| 516 | 5 Thread Safety stitch | 20,0 | 20% | 80% |
| 406 | 3 Thread Covering stitch | 18,0 | 30% | 70% |
| 602 | 4 Thread Covering stitch | 25,0 | 20% | 80% |
| 605 | 5 Thread Covering stitch | 28,0 | 30% | 70% |
Benang untuk celana jeans
- Pencarian Populer:
- Buttonscarves Indonesia
- ZM by Zaskia Mecca
- Baju Muslim MFMW
- Shafira Indonesia
- KAMI Indonesia
- The Executive Indonesia
- Jenahara Indonesia
- MAX Fashions Indonesia
Cara Menghitung Kebutuhan Benang Untuk Pembuatan Pakaian
Dalam industri garment dan konveksi efisiensi material sangat penting dalam menunjang kelangsungan bisnis perusahaan. Karena hampir 80% biaya produksi merupakan biaya pembelian material, sehingga diperlukan adanya manajemen perhitungan kebutuhan material yang akurat. Tidak terkecuali dengan benang, menghitung kebutuhan konsumsi benang jahit yang tepat tentu akan membuat belanja material lebih efisien.
Pada Kesempatan kali ini kita akan membahas bagaimana cara menghitung kebutuhan benang untuk kebutuhan produksi pakaian kamu.
Tags: benang untuk