Seni dan Ketrampilan - Mengganti Benang pada Celana Jeans dengan Keahlian Jahit Anda
Permak Celana Jeans dengan Cara Potong Sambung
Memiliki postur tubuh proporsional bak peragawan/peragawati mungkin saja menjadi dambaan setiap insan yang ingin selalu tampil modis. Bagi anda baik cowok maupun cewek, yang tinggi maupun yang pendek pasti punya celana jeans dan kalian pasti pernah membeli celana jeans kan? Ketika celana jeans dicoba sepertinya sudah pas di pinggang, pas di pinggul dan pas di hati tapi ternyata di bagian kaki malah kepanjangan. Umumnya celana jeans buatan pabrik, ukurannya dibuat lebih panjang. Produsen celana jeans biasanya memang melebihkan ukuran panjang celana untuk mencegah celana kependekan.
Jadi untuk anda penggemar celana jeans, jangan risau apalagi jengkel ketika membeli celana yang kepanjangan. Lagi pula celana jeans yang kepanjangan lebih mudah dipermak dari pada celana jeans yang kependekan. Bawa saja celana jeans anda ke tukang permak celana jeans untuk dipermak dengan cara potong sambung agar hasilnya rapi dan keren.
Rumus Menghitung Kebutuhan Konsumsi Benang
Untuk menentukan konsumsi benang ada rumus standar. Dalam rumus tersebut kamu akan mendapatkan faktor pengali sesuai dengan jenis mesin dan kelas jahitan. Untuk menentukan konsumsi benang, Kamu hanya perlu mengalikan panjang jahitan dengan faktor tersebut. Dengan demikian, seseorang dapat memperkirakan total kebutuhan benang untuk membuat pakaian.
Berikut adalah 2 metode perhitungan konsumsi benang yang dipakai oleh suplier benang, Coats!
Metode Pertama
Metode pertama adalah dengan mengukur jumlah aktual benang yang dikonsumsi dalam panjang tertentu pada sebuah jahitan. Menghitung kebutuhan benang yang dipakai dengan metoda penirasan benang pada panjang tertentu, seam dan stitch yang ditentukan (s) kemudian dikalikan dengan panjang jahitan (p) kemudian tambahkan dengan allowance sebesar 15%
Total Konsumsi Benang = s (cm) x p (cm) + 15% Allowance
Metode Kedua
Metode yang kedua adalah dengan menggunakan rasio konsumsi kebutuhan benang yang dikalikan dengan panjang jahitan yang dipakai.
Total Konsumsi Benang (cm)= (Panjang Jahitan (cm) x Rasio) x % benang
Kamu bisa lihat rasio kebutuhan benang dengan metode Coats melalui tabel berikut:
| Kelas Stitch | Jenis Mesin | Total Pemakaian Benang (cm) | % Benang Jarum | % Benang Looper atau Benang bawah |
|---|---|---|---|---|
| 301 | Lockstich | 2,5 | 50% | 50% |
| 101 | Chainstitch | 4,0 | 100% | – |
| 401 | 2 Thread Chainstitch | 5,5 | 25% | 75% |
| 304 | Zig-Zag Lockstitch | 7,0 | 50% | 50% |
| 503 | 2 Thread Overlock | 12,0 | 55% | 45% |
| 504 | 3 Thread Overlock | 14,0 | 20% | 80% |
| 512 | 4 Thread Safety stitch | 18,0 | 25% | 75% |
| 516 | 5 Thread Safety stitch | 20,0 | 20% | 80% |
| 406 | 3 Thread Covering stitch | 18,0 | 30% | 70% |
| 602 | 4 Thread Covering stitch | 25,0 | 20% | 80% |
| 605 | 5 Thread Covering stitch | 28,0 | 30% | 70% |
Jahit dengan elastic band
Selain perawatan celana jeans keseharian yang harus diubah untuk mengembalikan bentuk celana jeans yang melar, kamu juga bisa menjahit elastic band pada celana jeans sebagai opsi. Jahit elastic band pada bagian dalam pinggang yang terasa longgar lalu kaitkan pada bagian kancing luar penutup ritsleting celana jeans.
Cara menjahit elastic band ini sangatlah efektif untuk memberi bentuk celana jeans yang lebih fit-body. Selain itu, penampilan celana jeans pun tidak terlihat aneh karena elastic band diaplikasikan di bagian dalam celana. Jangan lupa untuk memilih jenis elastic band dengan warna yang senada dengan warna celana jeans, ya.
Jadi, siap untuk mencoba cara mudah mengembalikan celana jeans kamu yang melar seperti langkah-langkah di atas?
Tags: benang untuk