Menggali Kreativitas dengan Benang Wol Kecil - Seni Menjahit dan DIY yang Memukau
Benang rajut
Ilustrasi benang rajut (pexels.com/rodnae-prod)
Benang adalah bahan utama yang digunakan untuk merangkai kerajinan. Terdapat berbagai bahan dan ukuran benang yang bisa kamu sesuaikan dengan proyek rajutanmu. Jika ingin membuat baju atau selimut, kamu perlu menggunakan benang berbahan katun atau wol. Sementara, untuk sepatu atau tas minimal kamu memakai benang poliester atau nilon yang lebih kaku dan kuat.
Perhatikan juga ukuran benang dengan ukuran hakpen. Benang yang kecil dan halus biasanya memakai hakpen lebih kecil, dan sebaliknya. Jika kamu salah memasangkan hakpen dan benang, maka pola rajutanmu bisa terlalu rapat atau terlalu longgar dan berlubang. Sehingga, hasil rajutanmu terlihat tidak rapi.
Benang Rajut Milk Cotton
Benang katun jenis ini memiliki tekstur lembut dan hangat. Sangat cocok buat kamu yang suka buat barang-barang wearable. Benang ini bisa dicuci dan memiliki warna konsisten. Tidak hanya itu, pilihan warnanya juga banyak. Kamu bisa menggabungkan warnanya untuk membuat proyek rajutan lebih cantik.
Milk cotton terbuat dari 20% serat susu dan 80% katun. Artinya benang ini dibuat dari serat alami. Benang ini memiliki ukurannya yang besar yaitu 5 ply (1 ply = 1 helai benang) dapat diandalkan saat kamu ingin menyelesaikan rajutan dalam waktu singkat. Harga katun susu ini kurang dari Rp10.000. Kamu tinggal menyiapkan hakpen ukuran 3,5 mm dan merajut rajutan impianmu.
Pengenalan
Sekarang ini, boneka menjadi salah satu barang yang banyak diproduksi oleh industri kreatif sebagai bentuk hiburan dan hadiah bagi anak-anak. Namun, ternyata membuat boneka sendiri dengan bahan benang wol juga dapat dilakukan secara mudah.
Beberapa perlengkapan yang perlu disiapkan untuk membuat boneka dari benang wol antara lain gunting, benang wool, kain flanel, dan kulit sintetis. Adapun cara membuat boneka dari benang wol seperti berikut:
1. Bentuk dasar boneka
Buatlah bentuk dasar boneka, bisa dalam bentuk bola atau oval sesuai dengan keinginan. Cukup gunakan benang wool tebal untuk membentuk dasar tersebut.
2. Membuat kepala dan badan boneka
Ikuti bentuk dasar boneka dan coba buatlah bentuk kepala dan badan boneka sesuai dengan selera dengan memutar-mutar benang wol sekitar dasar bentuk tersebut. Jangan terlalu rapat sehingga kain flanel tidak menonjol.
3. Memasang kain flanel pada bagian kepala dan badan boneka
Sekarang saatnya menutup bagian kepala dan badan yang sudah dibalut dengan benang wool menggunakan kain flanel. Gunakan lem tembak untuk menempelkan bagian kain flanel di atas kepala dan badan boneka.
4. Memasang detail boneka
Tags: benang kecil