"Benang Wol Tebal - Solusi Hangat untuk Musim Dingin!"
7 Jenis Benang Rajut yang Bisa Disesuaikan dengan Proyekmu
Merajut tidak selalu identik dengan aktivitas nenek-nenek untuk mengisi waktu luang. Generasi muda dan milenial juga banyak menggandrungi hobi ini. Merajut punya banyak manfaat seperti melatih skill dan meredakan stres. Bukan hanya itu, merajut juga bisa dijadikan ladang uang dengan menjual hasil rajutan kamu.
Untuk membuat rajutan, kamu membutuhkan benang. Ada banyak jenis benang di luar sana yang harus kamu sesuaikan dengan ukuran hook dan proyek rajutanmu. Setiap jenis benang punya karakteristik masing-masing. Untuk membuat barang wearable seperti sweater, kamu butuh benang yang halus dan tidak terlalu tipis. Jika tebal dan kasar, sweater tidak akan nyaman digunakan.
Kamu harus bisa memilih dengan tepat benang rajut sesuai dengan proyekmu. Berikut beberapa benang yang bisa kamu jadikan referensi.
Mengenal Bahan Kain Wol
Kain wol adalah jenis kain yang dibuat dengan menggunakan bahan dari bulu domba atau kambing (dan hewan sejenis caprinae lainnya). Bulu-bulu tersebut diolah menjadi benang wool yang kemudian ditenun hingga menjadi lembaran-lembaran kain.
Bahan ini terbuat dari susunan serat bertumpuk, mulai dari lemak, polimer protein asam amino, kalsium serta sodium sehingga membuatnya termasuk dalam jajaran kain yang awet.
Bahkan kain ini bukan hanya digunakan saat musim dingin saja, tapi juga pada saat musim panas.
Sehingga tak heran jika wol sangat populer di industri tekstil Eropa, Amerika hingga beberapa negara empat musim lainnya.
Tercatat ada beberapa jenis wol yang paling terkenal dan banyak diproduksi, misalnya saja wol murni, merino dan lightweight.
Tags: benang