Bentuk Seni Kerajinan dari Clay Flour dalam Karya Jarum dan DIY - Inspirasi dan Panduan
Jenis-Jenis Clay
Seperti yang sudah disampaikan bahwasanya dahulu kata clay memang lebih identik dengan adonan tanah liat. Namun untuk saat ini, bahan pembuatan clay sudah semakin berkembang sehingga kemudian dikenal beberapa jenis clay sebagai berikut:
1. Clay Malam
Malam juga sebenarnya termasuk clay karena sifatnya yang sama-sama mudah dibentuk. Jenis clay yang pertama ini dibuat dari lilin malam yang sifatnya lunak. Namun, lilin malam ini tidak mengeras entah itu diangin-anginkan maupun dioven yang membuatnya jadi mudah diolah kembali.
Dengan sifat tersebut, clay malam ini menjadi salah satu bahan yang bagus sebagai latihan untuk membuat bentuk. Clay malam bisa didapatkan dengan mudah khususnya di toko buku maupun di toko mainan anak dan harganya juga relatif terjangkau.
2. Clay Transparan
Sesuai dengan cara penyebutannya, jenis clay yang kedua ini akan tampak transparan walaupun memang tidak bening layaknya kaca. Jenis clay yang satu ini harganya lumayan mahal karena termasuk clay minyak. Dengan demikian, clay transparan ini tidak dapat dicampur dengan air.
Kalau ingin mewarnainya, Anda bisa mencampurkan cat minyak sedikit saja ketika akan membentuk clay ini. Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah ketika bentuknya sudah jadi, clay biasanya akan menyusut sekitar 20% hingga 30%. Namun nanti clay ini tidak akan keras dan lebih bersifat seperti karet.
3. Jumping Clay
Jumping clay adalah jenis clay yang akan dengan mudah mengeras khususnya jika terkena udara. Dengan alasan inilah jumping clay dikemas menggunakan aluminium foil. Sebab kalau sudah mengeras, jenis clay ini sudah tidak bisa digunakan lagi dan jumping clay cocok kalau dibuat sebagai miniatur.
Polymer Clay
Kerajinan dengan bahan Polymer clay mulai terkenal di Indonesia sejak awal 2003. Kerajinan dengan bahan Polymer clay ini terlihat seperti kerajinan tanah liat hanya saja bisa diwarnai dengan warna-warni yang lebih cerah. Hasil kerajinan Polymer clay biasanya dibentuk menjadi hiasan bunga, liontin, boneka dan bingkai dengan berbagai warna cerah. Kerajinan berbahan Polymer clay diklaim lebih ramah lingkungan dibanding bahan buatan lainnya.
Awal ditemukannya Polymer clay di Jerman pada tahun 1930. Pada awalnya, bahan ini dikenal sebagai salah satu produk plastik yakni polyvinyl chloride atau PVC. Bahan PVC ini ini kemudian dicampur dengan bahan kimia lainnya agar tidak keras.
Pembuatan polymer clay seperti membuat adonan kue, yakni membuat adonan, mencetak kemudian membakarnya di oven rumah tangga. Kreasi bentuk dan warna yang ingin dibuat diterapkan pada saat membuat adonan. Dimana pada proses ini bentuk dan warna kerajinan dibentuk.
Pembuatan polymer clay sedikit susah pada saat pembakaran. Dimana jika dibakar terlalu cepat, maka adonan akan lembek. Sebaliknya jika adonan terlalu dipanggang maka hal ini akan mempengaruhi warna dan bau tidak sedap.
Teknik pembuatan kerajinan bahan lunak
Dalam pembuatan kerajinan dari bahan lunak, Sedulur tidak hanya harus memahami bahan yang digunakan. Melainkan juga mengetahui teknik yang tepat untuk digunakan dalam membuat kerajinan dari bahan tertentu.
Setidaknya ada tujuh teknik yang umum digunakan untuk membuat kerajinan dari bahan lunak, di antaranya yaitu teknik mengukir, teknik coil, dan teknik putar. Apa itu? Berikut penjelasan untuk setiap teknik.
- Teknik mengukir: teknik membuat ukiran pada permukaan benda, teknik ini biasa disandingkan dengan teknik memahat.
- Teknik menganyam: teknik mengatur serat secara tindih-menindih atau silang-menyilang.
- Teknik menenun: teknik menyilangkan dua set benang dengan cara saling dimasuk-masukkan secara melintang menggunakan bantuan alat khusus.
- Teknik bordir: teknik menambahkan hiasa dari benang pada permukaan pakaian atau kain.
- Teknik coil: teknik membuat kerajinan dengan cara dipijit menggunakan jari. Teknik ini juga umum dikenal sebagai lilit pilin.
- Teknik putar: teknik membuat kerajinan dengan menggunakan alat pemutar kaki.
- Teknik cetak: teknik pembuatan kerajinan menggunakan alat cetak khusus.
Plastisin
Plastisin adalah bentuk kerajinan lunak berbentuk lilin mainan warna-warni yang bisa dibentuk dengan berbagai bentuk. Tekstrur plastisin lembut dan mudah dibentuk sehingga aman digunakan anak-anak untuk mengembangkan kreativitas dalam bermain. Dengan bermain menggunakan plastisin, anak-anak dapat mengasah imajinasi, kreativitas, kemampuan analisis dan melatih problem solving. Tekstur plastisin yang mudah dibentuk, membuatnya terlihat seperti tanah liat. Hanya saja bahan ini tidak dapat mengeras.
Meski plastisin aman untuk digunakan anak-anak bermain, tapi tidak aman untuk dimakan. Sehingga dalam penggunaannya, orang tua haruslah mengawasi agar plastisin tidak dimakan atau dimasukkan ke dalam mulut anak. Untuk memperoleh plastisin yang lebih aman untuk dimainkan, orang tua dapat membuat sendiri bahan plastisin ini dengan bahan yang ada di dapur sehari-hari seperti tepung, garam, air, krim tartar dan berbagai bahan ramah lainnya.
Contoh kerajinan bahan lunak buatan
Jika sebelumnya Sedulur sudah menyimak contoh ragam kerajinan dari bahan lunak alami, berikut ini akan dipaparkan aneka kerajinan bahan lunak buatan. Di antaranya adalah kerajinan dari bahan lilin, dari sabun, dan dari gips.
Lilin merupakan salah satu bahan untuk membuat kerajinan bahan lunak buatan. Pembuatan kerajinan menggunakan lilin ini cukup mudah, bahkan tidak memerlukan keterampilan khusus.
Pertama-tama, cairkan lilin dengan cara memanaskannya. Apabila sudah mencair, langsung saja ukir sesuai dengan keinginan. Selain itu, Sedulur juga bisa membuat bentuk dengan cetakan. Jika Sedulur tertarik dengan kerajinan dari lilin, maka disarankan untuk menggunakan lilin plastisin.
Tags: kerajinan clay flour