Keajaiban Jahitan - Berapa Lama Luka Jahitan di Bibir Sembuh?
Cara membersihkan luka yang benar
- Bersihkan dengan air. Basuh luka dengan air mengalir untuk membasuh debu, kerikil, atau partikel asing lainnya yang bisa menginfeksi luka,
- Oleskan cairanantiseptik. Oleskan cairan secara perlahan agar kandungan obat tetap berada di atas permukaan kulit,
- Langsung tutup luka dengan plester. Jangan lupa untuk mengganti plester paling tidak 2 hari sekali. Setiap kali akan mengganti plester, bersihkan lukanya terlebih dahulu dengan cairan antiseptik.
Tim Editorial HonestDocs berkomitmen untuk memberikan informasi yang akurat kepada pembaca kami. Kami bekerja dengan dokter dan praktisi kesehatan serta menggunakan sumber yang dapat dipercaya dari institusi terkait. Anda dapat mempelajari lebih lanjut tentang proses editorial kami di sini.
Infected wound: Recognition, treatment, and when to see a doctor. Medical News Today. (https://www.medicalnewstoday.com/articles/325040.php)
Artikel ini hanya sebagai informasi kesehatan, bukan diagnosis medis. HonestDocs menyarankan Anda untuk tetap melakukan konsultasi langsung dengan dokter yang ahli dibidangnya.
Terima kasih sudah membaca. Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda? (1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
Terima kasih atas saran dan masukannya! Kami akan meningkatkan kualitas layanan kami agar lebih bermanfaat.
Bagaimana Anda mengobati jahitan yang terinfeksi? (Stitch abses)
Dokter Anda dapat meresepkan kompres hangat, kultur luka, salep antibiotik topikal, kursus antibiotik oral atau obat lainnya. Infeksi kecil dapat diobati dengan hanya menyeka luka dua kali sehari dengan disinfektan dan menjaganya tetap bersih, kering, dan tertutup. Infeksi yang lebih serius mungkin memerlukan operasi atau prosedur tambahan untuk mengobatinya.
Beberapa oozing atau perdarahan kecil mungkin normal dan diharapkan tergantung pada lukanya. Jika ada perdarahan kecil, ganti perban dengan yang baru yang bersih dan kering dan tekan selama beberapa menit untuk menghentikan perdarahan. Jika tidak berhenti atau jika terus terjadi, konsultasikan dengan dokter Anda.
Rujukan
- United Kingdom National Health Service
- Mayo Foundation for Medical Education and Research
Sirkulasi darah yang buruk
Faktor terpenting dalam proses penyembuhan luka adalah kelancaran aliran darah yang melewati luka, baik yang mengalir ke arah luka maupun yang menjauhi luka menuju jantung.
Darah membawa oksigen serta nutrisi yang diperlukan jaringan kulit untuk menutup luka.
Saat sirkulasi darah tidak lancar, proses pemulihan luka bisa terpengaruh sehingga menyebabkan luka sembuh lebih lama.
Pada umumnya, penyumbatan aliran darah akibat kotoran, penumpukan cairan (edema), dan tekanan dalam pembuluh yang tinggi menjadi penyebab utama terhambatnya sirkulasi darah.
Selain itu, kurangnya pergerakan pada bagian tubuh yang terluka bisa memengaruhi sirkulasi darah.
Kondisi ini biasanya menyebabkan luka lebih lama sembuh pada pasien yang mengalami kelumpuhan atau gangguan saraf di organ gerak.
Cara mengetahui proses penyembuhan luka tidak bekerja dengan baik
Cepat atau lambatnya proses penyembuhan luka dipengaruhi oleh banyak faktor: Mulai dari jenis luka, tingkat keparahan, hingga pengobatan yang dilakukan untuk membantu menyembuhkan luka.
Dengan mengikuti anjuran dokter dan melakukan teknik pengobatan luka yang tepat, luka dapat membaik dan sembuh dengan baik. Namun, sebaliknya, jika luka diobati secara asal-asalan, hal tersebut malah bisa memperparah kondisi luka.
Selain dipengaruhi oleh luka itu sendiri, faktor usia seperti usia dan kondisi medis juga berperan terhadap penyembuhan luka. Hal ini meliputi pola gaya hidup seperti diet, olahraga, merokok, dan penggunaan alkohol.
Jika Anda mengalami salah satu dari gejala penyembuhan luka yang tidak benar, segera hubungi dokter terdekat:
Jika Anda memiliki pertanyaan atau masalah tentang luka yang Anda alami, jangan mencoba menanganinya sendiri. Hubungi dokter dan dapatkan pertolongan medis bila perlu.
Kekurangan nutrisi
Minimnya asupan nutrisi dapat membuat proses penyembuhan luka memakan waktu yang lama.
Pada orang yang mengalami luka serius, seperti luka bakar derajat tinggi, kebutuhan energinya dalam sehari bisa bertambah sekitar 15-50% dari kebutuhan normalnya.
Ini karena untuk memperbaiki jaringan yang rusak akibat luka, tubuh membutuhkan energi ekstra.
Oleh karena itu, kurang asupan makanan bergizi bisa menyebabkan luka susah sembuh.
Selama merawat luka, Anda dianjurkan untuk mengonsumsi lebih banyak sumber protein, vitamin C, dan mineral.
Nutrisi tersebut berperan penting dalam proses penyembuhan luka.
Secara spesifiknya, protein berguna untuk memperbaiki jaringan dan sel yang rusak serta membangun jaringan yang baru di dalam tubuh.
Sementara vitamin C dan mineral, seperti seng dan zat besi, berfungsi untuk membantu regenerasi sel, meredakan peradangan pada luka, serta menguatkan jaringan yang baru diperbaiki.
Tags: jahit luka bibir