"Inspirasi Bisnis dari Budaya Lokal - Contoh yang Menginspirasi"
Istilah
- Abstrak : Tidak berwujud, tidak berbentuk.
- Budaya: Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah.
- Estetika: Cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya.
- Etnik: Bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya.
- Festival: Hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting dan bersejarah.
- Ide: Rancangan yang tersusun di dalam pikiran, gagasan, citacita.
- Investor: Penanam uang atau modal, orang yang menanamkan uangnya dalam usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
- Peluang: Berhenti atau senggang (tentang angin, pekerjaan, dan sebagainya)
- Ritual: Berkenaan dengan pemujaan
- Tradisi: Adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat,
- Memahami ide dan peluang usaha berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda
- Menganalisa peluang usaha berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda
C. Produksi Kerajinan Inspirasi Objek Budaya Lokal.
Tahapan selanjudnya yaitu melakukan perencanaan untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut.
Langkah kerja dituliskan dengan detail dan jelas agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.
Proses produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
- Bahan baku,
- Teknik produksi, dan
- Sumber daya manusia.
- Pembahanan,
- Pembentukan,
- Perakitan, dan
- Finishing.
a. Pembahanan adalah mempersiapkan bahan atau material agar siap untuk dibentuk.
b. Pembentukan, Pada proses ini, pembentukan bahan baku bergantung pada material, bantuk dasar material, dan bentuk produk yang akan dibuat.
c. Perakitan dilakukan sesuai dengan materialnya misalnya material kertas dibentuk dengan cara dilipat. Kayu, bambu dan rotan dapat dibentuk dengan cara dipotong atau dipahat.
Pemotongan dan pemahatan juga biasanya digunakan untuk membuat sambungan bahan, seperti menyambung bilah - bilah papan atau dua batang bambu.
Pembentukan bsi dan rotan, selain dari pemotongan, dapat digunakan teknik pembengkokan.Untuk besi dapat digunakan dengan teknik pengelasan dan logam lempengan dapat dibentuk dengan cara pengetokan.
d. Finishing dapat dilakukan dengan proses penghalusan atau pelapisan permukaan.Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kayu dengan menggunakan amplas dan dapat juga proses finishing menggunaan proses pewarnaan agar produk yang di buat bisa lebih awet dan menarik.
Apakah sudah sesuai dengan ide, bayangan dan harapan? dan jika belum, perbaikan apa yang harus dilakukan agar produk kerajinan yang dihasilkan lebih berkualitas lagi.
Lengkap - Soal Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Lokal non Benda Mapel Prakarya Kelas 10 SMA/MA
Soal Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Lokal non Benda Mapel Prakarya Kelas 10 SMA/MA - Halo adik adik apa kabar? semoga dalam keadaan sehat selalu, nah pada kesempatan yang baik ini kakak ingin menyampaikan jangan lupa untuk menggunakan masker, menjaga jarak dan tentunya mencuci tangan untuk menghindari penyebaran wabah virus corona. Oiya kali ini kakak ingin membagikan soal dari materi tentang Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Lokal non Benda dari mata pelajaran Prakarya untuk adik adik kelas X SMA/MA. Semoga dengan adanya materi ini bisa bermanfaat yah. Semangat!!
| Soal Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Lokal non Benda Mapel Prakarya Kelas 12 SMA/MA |
Soal Perencanaan Usaha Kerajinan dengan Inspirasi Budaya Lokal non Benda Mapel Prakarya Kelas 10 SMA/MA
PETUNJUK UMUM1. Tulis namamu di sudut kanan atas
3. Kerjakan dulu soal yang kamu anggap mudah.
4. Periksa kembali pekerjaanmu sebelum diserahkan pada pengawas.
6. Berikut adalah kegiatan yang dapat dilakukan untuk memasarkan kerajinan yang terinspirasi dari budaya local adalah …
A. Pengertian Budaya dan Kebudayaan
Kata “budaya” berasal dari kata budaya, yang merupakan bentuk jamak dari kata buddhi (berasal dari bahasa sansekerta) yang mempunyai arti budi atau akal. Budi artinya akal pikiran, sedangkan daya mempunyai arti usaha atau ikhtiar.
Dalam bahasa Inggris, budaya dikenal dengan istilah culture yang mempunyai arti budaya, yang sebenarnya istilah ini berasal dari kata latin colere, artinya mengolah atau mengerjakan, tanah (bertani).
Melville J. Herkovits memandang kebudayaan sebagai suatu yang turun-temurun dari satu generasi ke genari, yang disebut dengan superorganik.
Menurut Koentjaraningrat dalam bukunya yang berjudul Pengantar Antropologi, kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri dengan cara belajar.
E. Contoh-contoh Budaya Lokal di Indonesia
1. Kesenian daerah
Di Indonesia kita tercinta anda dapat menemukan berbagai jenis kesenian daerah mulai dari tarian, lagu, alat musik, dan masih banyak lagi. Tujuan diadakannya kesenian ini juga bermacam-macam, seperti sebagai bentuk rasa syukur, menyambut tamu kehormatan, upacara pernikahan, hari besar keagamaan, hiburan atau dengan tujuan yang lainnya. Dan berikut ini adalah contoh-contohnya :
a. Contoh tarian daerah
Contoh budaya lokal di Indonesia bisa kita lihat dari tariannya, jumlah tari di Indonesia mencapai ratusan bahkan ribuan. Berikut adalah beberapa contoh tarian daerah yang paling terkenal, jika di daerahmu belum termasuk daftar comment yaa ! Sebagai pengetahuan buat yang lain :
| No | Nama Tari | Asal Daerah |
| 1 | Tari Saman | Aceh |
| 2 | Tari Seudati | Aceh |
| 3 | Tari Sukat | Aceh |
| 4 | Tari ula-ula Lembing | Aceh |
| 5 | Manduda | Sumatra Utara |
| 6 | Tortor | Sumatra Utara |
| 7 | Serampang Dua Belas | Sumatra Utara |
| 8 | Tari Kuda-kuda | Sumatra Utara |
| 9 | Tari Remo | Jawa Timur |
| 10 | Tari Reog Ponorogo | Jawa Timur |
| 11 | Tari Jejer | Jawa Timur |
| 12 | Tari Jaranan Buto | Jawa Timur |
| 13 | Tari Serimpi | Jawa Tengah |
| 14 | Gambyong | Jawa Tengah |
| 15 | Bedaya | Jawa Tengah |
| 16 | Kuda Lumping | Jawa Tengah |
| 17 | Tari Jathilan | Jawa Tengah |
| 18 | Tari Jaipong | Jawa Barat |
| 19 | Tari Topeng | Jawa Barat |
| 20 | Tari Merak | Jawa Barat |
| 21 | Tari Wayang | Jawa Barat |
| 22 | Tari Janger | Bali |
| 23 | Tari Pendet | Bali |
| 24 | Tari Kecak | Bali |
| 25 | Tari Legong | Bali |
| 26 | Tari Barong | Bali |
| 27 | Tari Topeng | Bali |
| 28 | Tari Serimpi Sangupati | D.I Yogyakarta |
| 29 | Tari Merak | D.I Yogyakarta |
| 30 | Tari Angguk | D.I Yogyakarta |
| 31 | Tari Klono Rojo Yogyakarta | D.I Yogyakarta |
| 32 | Tari Yapong | Jakarta |
| 33 | Tari Sembah | Jakarta |
| 34 | Tari Japin Betawi | Jakarta |
| 35 | Tari Cokek | Jakarta |
| 36 | Tari Lenggang Nyai | Jakarta |
| 37 | Tari Piring | Sumatra Barat |
| 38 | Tari Dana-Dana | Gorontalo |
| 39 | Tari Sabe | Gorontalo |
| 40 | Tari Momong | Kalimantan Barat |
| 41 | Tari Zapin Tembung | Kalimantan Barat |
| 42 | Tari Gong | Kalimantan Timur |
| 43 | Tari Lenso | Maluku |
| 44 | Tari Selamat Datang | Papua Timur |
| 45 | Tari Kipas | Sulawesi Selatan |
| 46 | Tari Poco-poco | Sulawesi Utara |
| 47 | Tari Lilin | Sumatra Barat |
Tags: kerajinan yang contoh usaha budaya inspirasi