"Menilik Keunikan Usaha Berbasis Budaya Lokal"
1. Pencarian Ide Produk
– Objek budaya lokal apa yang akan menjadi inspirasi?
– Produk kerajinan apa yang akan dibuat?
– Siapa yang akan menggunakan produk kerajinan tersebut?
– Bahan/material apa yang apa saja yang akan dipakai?
– Warna dan/atau motif apa yang akan digunakan?
– Adakah teknik warna tertentu yang akan digunakan?
– Bagaimana proses pembuatan produk tersebut?
– Alat apa yang dibutuhkan?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut dapat diungkapkan dan didiskusikan dalam kelompok dalam bentuk curah pendapat ( brainstorming ). Pada proses brainstorming ini setiap anggota kelompok harus membebaskan diri untuk menghasilkan ide-ide yang beragam dan sebanyak-banyaknya. Beri kesempatan juga untuk munculnya ide-ide yang tidak masuk akal sekalipun. Tuangkan ide-ide tersebut ke dalam bentuk tulisan atau sketsa. Kunci sukses dari tahap brainstorming dalam kelompok adalah jangan ada perasaan takut salah, setiap orang berhak mengeluarkan pendapat, saling menghargai pendapat teman, boleh memberikan ide yang merupakan perkembangan dari ide sebelumnya, dan jangan lupa mencatat setiap ide yang muncul. Curah pendapat dilakukan dengan semangat untuk menemukan ide baru dan inovasi. Semangat dan keberanian kita untuk mencoba membuat inovasi baru akan menjadi bekal kita berkarya di masa depan.
B. Perancangan Kerajinan Inspirasi Objek Budaya Lokal.
Perancangan dan produksi kerajinan didasari oleh identifikasi ragam material dan teknik produksi di lingkungan sekitar.
Objek budaya lokal dan meterial serta teknik khas daerah merupakan potensi yang harus dikembangkan sehingga lestari dan menjadi manfaat bagi daerah.
Indonesia memiliki objek budaya lokal yang beragam dan berbeda-beda yang dapat dikembangkan menjadi kekayaan bersama yang luar biasa, yang akan memberikan warna bagi kemajuan bangsa dimasa depan.
Salah satu kekayaan pengembangan objek budaya lokal adalah melalui pengembangan kerajinan.Proses perancangan diawali dengan pemilihan sumber inspirasi dan pencarian ide dari produk kerajian yang akan dibuat, sketsa ide,
pembuatan studi model kerajinan, kemudian dilanjutkan dengan pembuatan petunjuk produksi.Ide kerajinan dengan insprasi objek budaya lokal akan dikembangkan menjadi produk kerajinan yang akan diprduksi dan siap jual.
Dengan demikian, produk yang dihasilkan harus memiliki nilai estetik dan inovasi agar diminati pasar.
Objek tersebut dapat berupa objek 2 dimensi seperti relief atau motif dan objek 3 dimensi seperti bangunan, alat musik atau senjata.
Objek budaya seperti pakaian tradisional serta perhiasan dikenakan oleh manusia.Kerajinan dari inspirasi objek budaya dapat berupa miniatur objek budaya, benda hiasan, atau produk kerajinan dengan fungsi yang baru.
Berikut salah satu contohnya :
| Wirausaha Kerajinan Dengan Inspirasi Objek Budaya Lokal |
Istilah
- Abstrak : Tidak berwujud, tidak berbentuk.
- Budaya: Sesuatu yang sudah menjadi kebiasaan yang sudah sukar diubah.
- Estetika: Cabang filsafat yang menelaah dan membahas tentang seni dan keindahan serta tanggapan manusia terhadapnya.
- Etnik: Bertalian dengan kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya.
- Festival: Hari atau pekan gembira dalam rangka peringatan peristiwa penting dan bersejarah.
- Ide: Rancangan yang tersusun di dalam pikiran, gagasan, citacita.
- Investor: Penanam uang atau modal, orang yang menanamkan uangnya dalam usaha dengan tujuan mendapatkan keuntungan.
- Peluang: Berhenti atau senggang (tentang angin, pekerjaan, dan sebagainya)
- Ritual: Berkenaan dengan pemujaan
- Tradisi: Adat kebiasaan turun-temurun (dari nenek moyang) yang masih dijalankan dalam masyarakat,
- Memahami ide dan peluang usaha berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda
- Menganalisa peluang usaha berdasarkan inspirasi budaya lokal non benda
C. Produksi Kerajinan Inspirasi Objek Budaya Lokal.
Tahapan selanjudnya yaitu melakukan perencanaan untuk proses produksi atau proses pembuatan kerajinan tersebut.
Langkah kerja dituliskan dengan detail dan jelas agar pelaksanaan produksi dapat dilakukan dengan mudah dan terencana.
Proses produksi kerajinan dengan inspirasi budaya lokal berdasarkan daya dukung yang dimiliki oleh daerah setempat.
- Bahan baku,
- Teknik produksi, dan
- Sumber daya manusia.
- Pembahanan,
- Pembentukan,
- Perakitan, dan
- Finishing.
a. Pembahanan adalah mempersiapkan bahan atau material agar siap untuk dibentuk.
b. Pembentukan, Pada proses ini, pembentukan bahan baku bergantung pada material, bantuk dasar material, dan bentuk produk yang akan dibuat.
c. Perakitan dilakukan sesuai dengan materialnya misalnya material kertas dibentuk dengan cara dilipat. Kayu, bambu dan rotan dapat dibentuk dengan cara dipotong atau dipahat.
Pemotongan dan pemahatan juga biasanya digunakan untuk membuat sambungan bahan, seperti menyambung bilah - bilah papan atau dua batang bambu.
Pembentukan bsi dan rotan, selain dari pemotongan, dapat digunakan teknik pembengkokan.Untuk besi dapat digunakan dengan teknik pengelasan dan logam lempengan dapat dibentuk dengan cara pengetokan.
d. Finishing dapat dilakukan dengan proses penghalusan atau pelapisan permukaan.Penghalusan yang dilakukan diantaranya penghalusan permukaan kayu dengan menggunakan amplas dan dapat juga proses finishing menggunaan proses pewarnaan agar produk yang di buat bisa lebih awet dan menarik.
Apakah sudah sesuai dengan ide, bayangan dan harapan? dan jika belum, perbaikan apa yang harus dilakukan agar produk kerajinan yang dihasilkan lebih berkualitas lagi.
Tags: kerajinan yang contoh alis usaha budaya inspirasi