... Pemanfaatan Rotan dalam Kerajinan DIY: Ide Kreatif untuk Hasil Jadi Luar Biasa!

Penggunaan Rotan yang Kreatif dalam Kerajinan DIY - Ide Brilian untuk Percantik Rumah Anda!

Apa itu Rotan?

Rotan berasal dari bahasa Melayu yang artinya sekumpulan jenis tanaman palmae yang tumbuh memanjat. Rotan diturunkan dari kata “raut” yang artinya menguliti atau menghaluskan.

Menurut Uhl dan Diansfield tahun 1987, taksonomi rotan diklasifikasikan sebagai berikut:

Pengelompokan jenis rotan didasarkan pada karakteristik morfologi organ tanaman yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya. Akar rotan termasuk akar serabut, bentuknya rumit tidak beraturan.

Rotan memiliki batang bulat memanjang seperti silinder dan memiliki duri. Uniknya diameter batang rotan hanya sebesar ibu jari tangan/kaki, namun panjangnya hingga mencapai 100 meter. Batang rotan berwarna hijau, beruas-ruas dibatasi oleh buku-buku.

Rotan termasuk berdaun majemuk. Daunnya menutupi permukaan ruas batang yang tumbuh pada buku-buku. Ujung daunnya meruncing dan bagian tengahnya melebar.

Bunga rotan berukuran relatif kecil dan berwarna hijau, coklat, dan krem. Bunga rotan terbungkus seludang (spatha), jika seludang terbuka maka bunga jantan siap dibuahi.

Buah rotan memiliki warna yang berbeda-beda setiap jenisnya, untuk jenis Calamus berwarna kuning kecoklatan, Daemonorops coklat kemerahan, dan Korthalsia berwarna coklat muda.

Habitat dan Persebaran Rotan

Banyaknya jenis rotan di dunia, ternyata marga Calamus adalah rotan yang paling banyak persebarannya. Rotan ini tersebar dari Afrika Barat hingga Kepulauan Fuji dan Cina Selatan hingga Selandia Baru.

Di Asia Tenggara ada 11 marga rotan yang ditemukan, yaitu Calamus, Daemonorops, Korthalsia, Bejaudia, Calosphata, Ceratolobus, Plectocomia, Plectocomiopsis, Myrialepis, dan 2 marga lainnya belum dipublikasi. Rotan menyebar di seluruh pulau di Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua.

Rotan dapat hidup pada ketinggian 0–2900 mdpl. Rotan mampu tumbuh di rawa, tanah kering, dataran rendah, dataran tinggi/pegunungan, serta tanah berpasir.

Jenis tanah yang dapat ditumbuhi rotan adalah aluvial, regosol, dan latosol. Rotan dapat hidup pada daerah dengan curah hujan 2000–4000 mm.

Rotan: Morfologi, Jenis, Sebaran, Habitat, dan Manfaat

Rotan merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki potensi rotan yang sangat tinggi.

Pada tahun 1994, Indonesia menjadi negara penghasil rotan terbesar di dunia karena mampu memasok produk ini dalam jumlah yang besar dengan memiliki 56% dari seluruh jenis rotan dunia atau sekitar 306 jenis. Menurut Subraja (1997) dalam Pramudiarto (2006), potensi produksi rotan Indonesia saat itu mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun dari luas areal hutan rotan sebesar 10 juta hektar yang tersebar di seluruh wilayah nusantara terutama Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Rotan sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berpotensi tinggi di bidang ekonomi ini, ternyata juga memiliki beberapa keunikan. Salah satunya adalah batangnya yang menyimpan banyak air, sehingga apabila ditebas batangnya akan mengeluarkan air yang dapat membantu dalam bertahan hidup di alam. Selain itu, banyak keunikan-keunikan lainnya yang dimiliki oleh salah satu jenis HHBK ini. Oleh karena itu, untuk mengenal lebih dekat dengan tanaman pemanjat/perambat ini, mari kita simak artikel berikut!

Sebaran Tumbuhan Rotan

Rotan di Indonesia dikenal sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu yang sangat potensial bahkan diperkirakan kurang lebih terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jenis yang ada di dunia kini mencapai ratusan jenis dengan 13 marga yang tersebar di seluruh dunia, 9 marga diantaranya dapat tumbuh di Indonesia yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha (Jasni et al. 2007 dalam Kalima 2015). Calamus dan Daemonorops merupakan dua marga di antara 9 marga yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Calamus juga merupakan marga yang paling besar jika dibandingkan dengan yang lainnya.

Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki daftar jumlah jenis rotan yang terancam punah, salah satunya jenis tumbuhan dari famili Arecaceae. Tercatat 20 jenis yang langka dan dilindungi, yaitu

  • Calamus ciliaris,
  • C. melanoloma,
  • C. hispidulus,
  • C. impaar,
  • C. karuensis,
  • C. kjelbergii,
  • C. minahassae,
  • C. pandanosmus,
  • C. pygmaeus,
  • C. spectabilis,
  • C. robinsonianus,
  • Ceratolobus pseudoconcolor,
  • Daemonorops acamptostaachys,
  • D. monticola,
  • Korthalsia junghunii,
  • Plectocomia billitonensis,
  • P. longistigma,
  • P. lorzingii,
  • P. pygmaea, dan
  • Plectocomiopsis borneensis.

Berdasarkan jumlah tersebut dievaluasi oleh Budiharta et al. 2011 dalam Kalima 2015 terdapat penambahan rotan langka taitu Calamus manan, sehingga kini terdapat 21 jenis yang langka.

Habitat

Rotan merupakan jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang beriklim subtropis maupun tropis seperti Indonesia. Habitat tumbuhnya sendiri pada umumnya berupa daerah tanah berawa, tanah kering hingga pegunungan. Tumbuhan ini pada umumnya tumbuh pada daerah yang memiliki ketinggian 300-1000 mdpl. Semakin tinggi suatu tempat, tumbuhan ini semakin jarang ditemukan. Tumbuhan ini juga sangat sedikit bahkan jarang ditemukan di daerah berkapur.

Rotan tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan 2000 – 4000 mm per tahun. Menurut tipe iklim Schmidt dan Ferguson, tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah beriklim basah dengan suhu udara 24 0 C – 30 0 C.

Tumbuhan HHBK ini yang tumbuh merambat/memanjat pohon-pohon tinggi akan memiliki tingkat pertumbuhan batang lebih cepat dan tentunya lebih panjang serta memiliki jumlah batang dalam satu rumpun yang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena rotan ini mendapatkan intensitas cahaya matahari yang lebih banyak.


Tags: kerajinan untuk rotan berikut manfaat

`Lihat Lagi
@ 2024 - Tenun Indonesia