Penggunaan Rotan yang Kreatif dalam Kerajinan DIY - Ide Brilian untuk Percantik Rumah Anda!
Taksonomi
| Kriteria | Keterangan |
| Kingdom | Plantae |
| Subkingdom | Viridiplantae |
| Divisi | Spermatophyta |
| Sub Divisi | Angiospermae |
| Kelas | Magnoliopsida |
| Ordo | Palmales |
| Famili | Palmae |
| Genus | Calamus L |
HHBK ini dikenal sebagai tanaman yang tumbuh merambat atau memanjat pada pohon – pohon besar sebagai penopangnya. Hal ini disebabkan oleh adanya sulur pemanjat rotan yang muncul dan tumbuh dari ruas-ruas batang tumbuhan ini dengan panjang yang bervariasi. Beberapa rotan tidak memiliki sulur, namun memiliki duri-duri di sepanjang batangnya yang membantu rotan untuk memanjat atau merambat.
Batangnya sendiri berbentuk bulat atau segitiga memanjang yang panjangnya dapat mencapai puluhan meter. Panjang dan diameternya sangat bervariasi tergantung jenisnya. Batang tumbuhan ini beruas-ruas dan dibatasi oleh buku-buku. Bagian batang tumbuhan ini merupakan bagian yang paling sering dimanfaatkan dan bernilai ekonomi tinggi.
Bedasarkan cara tumbuh batangnya, tumbuhan ini dapat dikelompokan menjadi dua bagian yaitu tumbuh soliter/tunggal dan tumbuh berumpun. Tumbuhan yang tumbuh soliter hanya dipanen satu kali dan tidak dapat beregenerasi kembali dari tunggul yang terpotong, sedangkan yang tumbuh berumpun dapat beregenerasi kembali dan tumbuh terus menerus. Rumpun terbentuk oleh berkembangnya tunas-tunas yang dihasilkan dari kuncup ketiak pada bagian bawah batang.
Sebaran Tumbuhan Rotan
Rotan di Indonesia dikenal sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu yang sangat potensial bahkan diperkirakan kurang lebih terdapat 350 jenis yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Jenis yang ada di dunia kini mencapai ratusan jenis dengan 13 marga yang tersebar di seluruh dunia, 9 marga diantaranya dapat tumbuh di Indonesia yaitu Calamus, Ceratolobus, Daemonorops, Korthalsia, Myrialepis, Pogonotium, Plectocomia, Plectocomiopsis, dan Retispatha (Jasni et al. 2007 dalam Kalima 2015). Calamus dan Daemonorops merupakan dua marga di antara 9 marga yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Calamus juga merupakan marga yang paling besar jika dibandingkan dengan yang lainnya.
Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki daftar jumlah jenis rotan yang terancam punah, salah satunya jenis tumbuhan dari famili Arecaceae. Tercatat 20 jenis yang langka dan dilindungi, yaitu
- Calamus ciliaris,
- C. melanoloma,
- C. hispidulus,
- C. impaar,
- C. karuensis,
- C. kjelbergii,
- C. minahassae,
- C. pandanosmus,
- C. pygmaeus,
- C. spectabilis,
- C. robinsonianus,
- Ceratolobus pseudoconcolor,
- Daemonorops acamptostaachys,
- D. monticola,
- Korthalsia junghunii,
- Plectocomia billitonensis,
- P. longistigma,
- P. lorzingii,
- P. pygmaea, dan
- Plectocomiopsis borneensis.
Berdasarkan jumlah tersebut dievaluasi oleh Budiharta et al. 2011 dalam Kalima 2015 terdapat penambahan rotan langka taitu Calamus manan, sehingga kini terdapat 21 jenis yang langka.
4. Kursi Goyang
Sedang mencari kado untuk orang tua atau kakek dan nenek? Kursi goyang dari rotan menjadi pilihan yang tepat untuk dipilih. Selain unik, kursi goyang dari rotan juga sangat nyaman ketika digunakan. Ditemani dengan secangkir kopi atau teh, dengan semilir angin yang sejuk, dijamin sulit untuk bergerak dari kursi goyang rotan.
Selain tradisional, kerajinan dari rotan yang satu ini juga bisa menjadi furniture yang modern. Dengan menambahkan bantal warna-warni di dalam kursi, akan memberikan rasa yang modern. Kursi goyang ini sangat cocok ketika diletakkan di teras rumah atau taman rumah. Bikin makin betah dirumah!
Tags: kerajinan untuk rotan berikut manfaat