Penggunaan Rotan yang Kreatif dalam Kerajinan DIY - Ide Brilian untuk Percantik Rumah Anda!
Habitat
Rotan merupakan jenis tanaman yang tumbuh di daerah yang beriklim subtropis maupun tropis seperti Indonesia. Habitat tumbuhnya sendiri pada umumnya berupa daerah tanah berawa, tanah kering hingga pegunungan. Tumbuhan ini pada umumnya tumbuh pada daerah yang memiliki ketinggian 300-1000 mdpl. Semakin tinggi suatu tempat, tumbuhan ini semakin jarang ditemukan. Tumbuhan ini juga sangat sedikit bahkan jarang ditemukan di daerah berkapur.
Rotan tumbuh pada daerah yang memiliki curah hujan 2000 – 4000 mm per tahun. Menurut tipe iklim Schmidt dan Ferguson, tumbuhan ini dapat tumbuh di daerah beriklim basah dengan suhu udara 24 0 C – 30 0 C.
Tumbuhan HHBK ini yang tumbuh merambat/memanjat pohon-pohon tinggi akan memiliki tingkat pertumbuhan batang lebih cepat dan tentunya lebih panjang serta memiliki jumlah batang dalam satu rumpun yang lebih banyak. Hal ini disebabkan karena rotan ini mendapatkan intensitas cahaya matahari yang lebih banyak.
Apa itu Rotan?
Rotan berasal dari bahasa Melayu yang artinya sekumpulan jenis tanaman palmae yang tumbuh memanjat. Rotan diturunkan dari kata “raut” yang artinya menguliti atau menghaluskan.
Menurut Uhl dan Diansfield tahun 1987, taksonomi rotan diklasifikasikan sebagai berikut:
Pengelompokan jenis rotan didasarkan pada karakteristik morfologi organ tanaman yaitu akar, batang, daun, bunga, buah, dan bijinya. Akar rotan termasuk akar serabut, bentuknya rumit tidak beraturan.
Rotan memiliki batang bulat memanjang seperti silinder dan memiliki duri. Uniknya diameter batang rotan hanya sebesar ibu jari tangan/kaki, namun panjangnya hingga mencapai 100 meter. Batang rotan berwarna hijau, beruas-ruas dibatasi oleh buku-buku.
Rotan termasuk berdaun majemuk. Daunnya menutupi permukaan ruas batang yang tumbuh pada buku-buku. Ujung daunnya meruncing dan bagian tengahnya melebar.
Bunga rotan berukuran relatif kecil dan berwarna hijau, coklat, dan krem. Bunga rotan terbungkus seludang (spatha), jika seludang terbuka maka bunga jantan siap dibuahi.
Buah rotan memiliki warna yang berbeda-beda setiap jenisnya, untuk jenis Calamus berwarna kuning kecoklatan, Daemonorops coklat kemerahan, dan Korthalsia berwarna coklat muda.
Rotan: Morfologi, Jenis, Sebaran, Habitat, dan Manfaat
Rotan merupakan salah satu Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang memiliki peranan penting bagi pertumbuhan perekonomian Indonesia. Hal ini terjadi karena Indonesia memiliki potensi rotan yang sangat tinggi.
Pada tahun 1994, Indonesia menjadi negara penghasil rotan terbesar di dunia karena mampu memasok produk ini dalam jumlah yang besar dengan memiliki 56% dari seluruh jenis rotan dunia atau sekitar 306 jenis. Menurut Subraja (1997) dalam Pramudiarto (2006), potensi produksi rotan Indonesia saat itu mencapai sekitar 600 ribu ton per tahun dari luas areal hutan rotan sebesar 10 juta hektar yang tersebar di seluruh wilayah nusantara terutama Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.
Rotan sebagai Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK) yang berpotensi tinggi di bidang ekonomi ini, ternyata juga memiliki beberapa keunikan. Salah satunya adalah batangnya yang menyimpan banyak air, sehingga apabila ditebas batangnya akan mengeluarkan air yang dapat membantu dalam bertahan hidup di alam. Selain itu, banyak keunikan-keunikan lainnya yang dimiliki oleh salah satu jenis HHBK ini. Oleh karena itu, untuk mengenal lebih dekat dengan tanaman pemanjat/perambat ini, mari kita simak artikel berikut!
Tags: kerajinan untuk rotan berikut manfaat